asing

 

Tawa, luka

ahh, dulu sempurna

 

Ku runut lagi hidupku kini,

tak pelak perpisahan buatku sangsi

masih tersimpankah 1001 memori?

 

Satu duka menunggang waktu,

tak ada lagikah ruang canda untukku?

hatiku berangsur membatu

 

Ahh, 

dapatkah aku berhenti gundah?

ingin ku serap kenangan tanpa risau, bisakah?

 

Tak ku nikmati rindang pohon itu

Tak ku kenali ceria pelangi itu

Tak ku rasakan cerah mentari itu

Tak lagi ku resapi rintik hujan itu

 

-030610/05.01.2012-

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer januari
januari at asing (10 years 27 weeks ago)
90

bagus. karya yang memiliki rima. aku suka dengan bait-baitnya juga.
see you, sastra oh sastra.

Writer samalona
samalona at asing (10 years 28 weeks ago)
90

Penghematan kata yang bagus, karena menciptakan kesempatan bagi pembaca untuk menambahkan dengan imajinasi masing-masing.
Untuk baris ini:
ingin ku serap kenangan tanpa risau, bisakah?
saya cenderung koma itu diganti dengan titik. Bukan karena selera, tetapi menurut saya begitulah cara kerjanya bahasa kita. Untuk penjelasannya mungkin nanti. Syukur-syukur kalau ada yang mau membantu menjelaskan.
Secara keseluruhan, saya bisa membaca puisi ini beberapa kali dan setiap kalinya saya menemukan sesuatu yang baru.
Salam.
Mari terus menulis.

Writer tanjienio
tanjienio at asing (10 years 32 weeks ago)

berasa galau saya....
keep writing
semoga tak lagi merasa risau dan asing