Marrying a Stranger--In Their Eyes

2. In Their Eyes (Rion's Eyes)

 

 

“Menikah?! Tiga minggu lagi?!” seruan tertahan Mel langsung membuat Rion menyesal telah memberi tahu gadis itu tentang kondisinya. Ruangan kelas mereka memang masih kosong saat ini, tapi tetap saja suara yang dikeluarkan sahabatnya itu terlalu keras.
 
“Tapi dengan siapa? Maksudku, kau kan tidak punya pacar, dan kalaupun ini adalah perjodohan, bukannya seharusnya kau sudah mengenali tunanganmu dari kecil?” tanya Mel bingung. Rion sampai gemas dibuatnya.
 
“Itulah yang jadi masalahnya. Aku bahkan tidak mengenal tunanganku. Kami baru bertemu kemarin, dan biar kuberitahu, dia benar-benar menyebalkan!” gerutu gadis itu kesal.
 
Meliora langsung mengerutkan dahinya. “Bagaimana semua ini bisa terjadi, tepatnya? Tidak mungkin kan orang tuamu memintamu menikah di umur seperti ini tanpa alasan yang jelas? Maksudku, kau kan masih delapan be—“
 
Rion buru-buru membekap mulut sahabatnya sebelum gadis itu berteriak lebih lantang lagi. Bagaimanapun juga semua masalah perjodohan ini saja sudah merupakan beban bagi dirinya. Gosip-gosip miring yang akan beredar jika cerita ini tersebar jelas bukanlah beban lain yang dibutuhkannya saat ini.
 
Perlahan namun pasti Rion menarik nafas panjang. Bagaimanapun dia butuh sebanyak mungkin ketenangan sebelum memulai kisah tragisnya.
 
“Ini semua karena kakek. Dia ingin sekali melihat diriku menikah sebelum kematiannya, dan dengan kondisi kesehatannya saat ini, keluargaku jadi was-was dan takut tidak sanggup mengabulkan keinginan terbesarnya sebelum dia meninggal.”
 
Mel terdiam selama beberapa saat sebelum kembali membuka mulutnya, “Kakekmu menderita CA colon stadium tiga, kan? Yah, kurasa tidak aneh kalau keluargamu menanggapinya dengan serius, tapi aku masih tidak mengerti kenapa kau harus menikah dengan orang yang tidak kau kenal?” tanyanya penasaran. Rion menanggapinya dengan lagi-lagi menarik nafas.
 
“Itu karena paman Niel tiba-tiba muncul kembali di hadapan ayahku setelah hampir dua puluh tahun mereka tidak bertemu,” jelas Rion sesingkat mungkin.
 
“Paman Niel?”
 
“Niel Geraldi Renata, penguasa perusahaan perangkat lunak komputer terbesar di Indonesia. Siapa yang pernah menyangka kalau dia adalah salah satu sahabat dekat ayahku,” jelas Rion sambil menatap sekitarnya dengan was-was. Kelas mereka mulai dipenuhi orang sekarang.
 
“Kau bercanda ya?! Kau akan meni—“
 
Sekali lagi Rion harus membekap mulut sahabatnya. Penasaran juga dia, kenapa sahabatnya itu tidak juga dapat mengerti kalau dia tidak ingin banyak orang tahu mengenai pernikahannya ini.
 
“—kau akan menikah dengan anak miliuner itu?!” desis Mel tak percaya saat Rion akhirnya melepas bekapannya. Rion langsung menarik nafas panjang sebelum kemudian mengangguk. Mengiyakan pertanyaan Mel itu.
 
“Tapi, bukankah putra Niel Renata itu sudah menikah? Pernikahannya dipajang besar-besaran di koran kan?” tanya Mel setengah berbisik.
 
“Itu putranya yang pertama, dia menikah dua tahun lalu. Yang akan menjadi calon suamiku adalah putranya yang ketiga,” jelas Rion yang juga sambil berbisik. Kali ini karena dosen mereka baru memasuki ruangan.
 
“Putra ketiga? Kenapa bukan yang kedua?” tanya Mel yang langsung membuat Rion menatapnya dengan gemas.
 
“Kau tidak pernah membaca koran selain bagian berita utama ya? Putra keduanya juga sudah menikah tahun lalu,” gerutu gadis itu sebal. Mel mau tak mau menahan tawanya.
 
“Jadi apa masalahmu? Apa dia sejelek itu sampai kau tak mau menikahinya?” tanyanya penasaran. Rion kembali menghela nafas panjang.
 
“Sayangnya dia cukup tampan. Lebih tepatnya ketampanannya justru merupakan satu-satunya hal yang mungkin membuat perjodohan ini tetap bertahan. Hanya saja, seperti yang kukatakan sebelumnya, dia sangat menyebalkan!” vonis Rion dingin sambil mengarahkan pandangannya pada presentasi dosen yang sedang mengajar mereka.
 
“Semenyebalkan apa?” tanya Mel sambil ikut pura-pura menyimak kuliahnya.
 
“Pada pertemuan kami kemarin, dia menghabiskan hampir seluruh waktunya dengan bermain angry bird. Ayahnya sampai harus membuang iPad dan iPhone-nya ke aquarium hanya untuk membuatnya berhenti.”
 
Mel berhenti memperhatikan kuliahnya dan kembali menatap Rion, “Kau bercanda!” desisnya tak percaya. Rion hanya menanggapinya dengan senyuman.
 
“Tak hanya itu, sebagai ganti kata-kata lamaran. Dia meletakkan cincin pertunangan kami di depan piring makan malamku dan pergi.”
 
“Jerk!”
 
Rion mau tak mau harus menahan tawanya mendengar vonis sahabatnya itu. Bagaimanapun Mel memang benar, Jesse adalah orang brengsek, dan kata “jerk” memang tepat untuk menggambarkan kepribadian pemuda itu, tapi itu bukanlah satu-satunya alasan mengapa dia tidak ingin menikahi pemuda itu. Alasan terbesarnya adalah apa yang ada di hadapannya. Kuliahnya.
 
“Rion Clarrisa Widjaja! Sebutkan nama otot yang hanya terdapat di jantung!” tanya dosen mereka tiba-tiba yang langsung membuat Mel menundukkan kepalanya. Memang tidak ada hal yang lebih menyebalkan dari dosen yang melontarkan pertanyaan pada orang yang namanya mereka ambil secara acak dari lembar absensi. Terutama kalau yang ditanyai itu adalah dirimu, dan kau duduk di deretan bangku terdepan di kelas.
 
“Otot Cardiac!” jawab Rion lantang yang langsung membuat dosen itu menganggukan kepalanya sekilas sebelum kembali melanjutkan kuliahnya.
 
“Jenius!” desis Mel yang langsung membuat Rion menyikut gadis itu dengan kesal. Gadis itu langsung menyikutnya balik.
 
Selama beberapa saat mereka saling sikut sampai akhirnya dosen kembali menatap mereka dan membuat mereka kembali duduk tegak sambil pura-pura memperhatikan kuliah yang sedang disampaikan. Paling tidak Rion tahu kalau Mel tidak terlalu memperhatikan karena sesaat kemudian gadis itu sudah menyodorkan sebuah catatan kecil padanya.
 
“Maaf kalau aku menambah masalahmu, tapi kuharap kau ingat kalau dua minggu lagi kita ada ujian smester!!!”
 
Rion tersenyum membaca catatan kecil itu. Tangannya dengan cepat menuliskan balasan sebelum kemudian menyodorkannya kembali ke tangan Mel.
 
“Tentu saja aku ingat. Hanya saja aku penasaran. Mana yang akan membunuhku duluan? Pernikahanku? Atau kuliahku?”
 

Read previous post:  
62
points
(1347 words) posted by IreneFaye 9 years 38 weeks ago
88.5714
Tags: Cerita | Novel | cinta | Marrying a Stranger | nikah muda | romance
Read next post:  
Writer Rendi
Rendi at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 34 weeks ago)

nyaaa~ mulai ada rasa la la la la
.
mulai berharap akan jadi perkembangan menarik. hehe biasanya tokoh jerk macam si *siriuz_RJ* ini yang bisa bikin meleleh >.<
.
lanjuut~

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)
90

Yang ini udah lebih enak dibaca :D
lanjuuut

100

saya sukaaa.....

ini harus lanjut!

*duduk di lapak sambil nunggu lanjutan*

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Rai ... Raimazon kan juga harus lanjut
*lagi nulis Raimazon*

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Rai ... Raimazon kan juga harus lanjut
*lagi nulis Raimazon*

Writer dansou
dansou at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)
90

Algoritma w('A'w) Saya alergi sama algoritmaaaa w('A'w)
.
Rion jurusan KU yaah... Jangan-jangan...

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Rion itu di jurusanku (dia anak fk kan. .. fk kan fakultas kedokteran)

Writer dansou
dansou at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Rion - Iron - Irone - Irene #plak

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Hoi!

Writer cat
cat at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)
70

Pada awal Rion bilang kelasnya masih kosong.

Tapi tiba2 mereka telah berada di kelas dgn dosen pengajar.

Heeem.

Menunggu lanjutannya dulu.

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

hmm gak tau ya saya basisnya di basisin ke kelas saya sih wkwkwk
kadang di kelas saya klo dosen blom masuk blom pada ada yang mo masuk kelas.
Kadang kelas udah penuh dosennya yang gak ada
Kadang dosennya emang ngetroll masuk setengah jam lebih cepet dari jadwal kelas hehehe

Writer cat
cat at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Berarti maksudnya. Uda ada dosen tp kelas masih tidak begitu banyak mahasiswa yg masuk?

Berarti harusnya dijelaskan bahwa ---->

Untung saja kelas tidak begitu ramai walaupun pelajaran telah berlangsung.

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

tapi pelajarannya emang blom mulai ...
dosennya juga blom masuk ...

eh btw, mak bukannya di bagiannya Rion prosesnya dari kosong, trus makin terisi, trus dosennya masuk, baru pelajarannya mulai ya?

Writer cat
cat at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Ooo iya.

Kenapa bisa terlepas dari mataku detail itu yah.

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)
100

Makasih buat Dansou, Kurenai86, Riesling, dan Mak Catz yang udah ngasi komentar buat cerita sebelumnya :3

Writer cat
cat at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Btw Ending DUP uda kelar.

ː̖́ټ..ћέ²..ټ..ћέ²ː̗̀(*)ː̖́..ټ..ћέ²ټː̗̀

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

TIIIDDDAKKK ... SAYA TIDAK MAU!!!
ENDING PUNYA EMAK UDAH KEREN... SAYA GAK AKAN BISA BIKIN YANG LEBIH BAGUS DARI ITU!!!

(saya gak bisa bikin cerita yang udah ada endingnya mak TAT--gak ada bakat nulis fan fiction)

Writer cat
cat at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

Lah kan kamu membuat ending yg dari part 27. Bukan berdasarkan endingku.

ː̖́ټ..ћέ²..ټ..ћέ²ː̗̀(*)ː̖́..ټ..ћέ²ټː̗̀

Writer IreneFaye
IreneFaye at Marrying a Stranger--In Their Eyes (9 years 37 weeks ago)

justru itu, saya gak bisa bikin sambungan cerita yang lanjutannya sebenarnya udah ada TAT

klo ngelanjutin cerita emak sih malah sya bisa ahaha