Entah

Aku ingin sekali bisa mengarang puisi

untuk mencatat rasaku

yang mirip alunan paduan suara

menyusup pada tiang bendera

dinding-dinding. Bangku-bangku bungkam.

Pada papan tulis kau gambar sketsa.

Tentang sepotong hati yang kemudian

kau beri ia nama

alirkan frasa

kau tulis dengan seribu asa.

 

Seandainya nanti kukarang puisi

akan kuselipkan di lacimu.

Akan kau temui. Entah.

Barangkali hanya pintu-pintu yang menari.

Memanggil dari kedalaman hati

hingga kelak kau lihat

ada sepi meresap membawa sepucuk surat

dan berujung pada tanda tanya

pada satu kata.

Disanalah kucatat indahnya rasaku.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer diningtias
diningtias at Entah (10 years 34 weeks ago)
80

entah,.. aku tak tau harus berkata apa.. indah,,

Writer jare rahmad
jare rahmad at Entah (10 years 36 weeks ago)
100

mengalir seperti air, merdu.. :D