14-02-2012

Semalam kau menelponku. Aku menanyakan kabarmu. Tapi, kau hanya berkata kau baik-baik saja. Tidakkah kau tahu kalau aku sangat mencemaskanmu? Sudah tiga hari kau tak masuk sekolah. Apa kau pikir aku tidak khawatir?
Hei, apa yang kau lakukan? Kau pikir kecemasan sahabatmu ini hal yang lucu? Tawamu semakin menjadi. Lalu kau putuskan sambungan telponnya setelah berkata, “Aku akan ke rumahmu. Tunggulah!”
Tutt.. Tutt.. Tutt..
Pagi hari di tanggal 14 Februari. Semua anak di kelasku sibuk dengan acara mereka. Samar kudengar mereka berbicara tentang valentine. Ah, hari apa itu! Kenapa mereka bisa segitu hebohnya hanya karna satu hari itu? Salah satu bagian dari hal tidak penting yang tercipta di dunia ini.
Aku melongok ke seisi kelas. Mencari batang hidungmu. Tapi tak kutemukan. Kau bilang kau akan bertandang? Tapi saat bel masuk pun kau belum datang. Kau kemana?
Saat istirahat, masih sama. Hanya satu kata, valentine. Yah, mereka bilang itu hari kasih sayang. Secara logika, bukankah kasih sayang itu selalu terpancar setiap hari?
Ah, aku pusing memikirkan mereka. Kugeledah isi tasku. Mencari novel pemberianmu. Setidaknya bisa mengusir kebosananku di sela jam kosong ini.
Kubuka lembar demi lembar. Tapi sebelum itu kulihat lembar terakhirnya. Wow, ada 575 halaman. Cukup tebal. Ah, tidak! Ini sangatlah tebal.
Mataku menatap tajam tulisan yang ada di novel itu. Tapi semuanya memudar. Pikiranku sedang berkeliaran bersamamu. Aku merindumu. Satu yang pasti kau akan tetap datang kerumahku. Itu yang kau janjikan, bukan?
Kata-kata Virna mendadak muncul dibenakku. “Eh, hari ini kan hari valentine. Kurasa dia bakalan nembak kamu deh.”
Aku tersenyum menggabungkan kedua fakta ini. Perkataan Virna dan rencana kunjunganmu. Ah, pikiran bodoh pergi dari otakku! Sekalipun hanya bertemu denganmu, itu akan membuatku bahagia.
Aku telah sampai di rumah. Segera mandi dan berdandan dengan rapi.
Terdengar pintu diketuk serta ucapan salam. Suaramu. Aku langsung berhamburan keluar kamarku dan turun dari lantai dua.
Kulihat dirimu. Segera saja kupeluk tanpa peduli kau meronta. Nafasmu tersengal. Kulepaskan pelukanku. Sedetik kemudian kau terjatuh. Aku berteriak tapi tiada yang tahu.
Aku panik tapi kau malah menggenggam tanganku. “Tak..ada waktu lagi,” katamu terbata. “Aku cuma mau bilang, I...love you...” Dan kau menutup matamu tuk selamanya. Aku menangis memanggil namamu.
Tanpa kusadari dua orang juga tengah menangis di belakangku. Orangtuamu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer diorisnotgucci
diorisnotgucci at 14-02-2012 (9 years 6 days ago)
40

Ide dan plotnya dah oke. Tapi sayangnya, pilihan katanya itu lho, Beb, yang bikin gue susah dapetin emosi si 'Aku'-nya. Coba diperbaiki lagi..., dipanjang2in..., di-print... kirim ke majalah. Kali aja di-publish.^^

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 6 days ago)

OK deh.. ntar tak coba... diperbaikin di memori otak dulu.. hehe.. blm ada waktu soalnya.. thx ya...

Cerbung perdanaku sila dibantai jua.. tp,blm lengkap si,..

Writer andiensesaria
andiensesaria at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
60

bahasanya bagus tapi kayanya agak kurang pas sama settingnya...
settingnya anak sekolah kan ya...
bahasanya lebih pas kalo settingnya lebih dewasa lagi...

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
60

bagus lho. tapi terkesannya klimaksnya berjalan terlalu cepat...
keep writing ya:)

makkie at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
80

ah,,,sayang pace nya terlalu cepat...palagi bagian si cowok langsung meninggal...masih bisa di eksplor lagi...semangat!!

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

huum makasih..

Writer kemalbarca
kemalbarca at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
60

hmmm, yang jelas kasian banget tuh cowok, yang ada dia malah makin sedih
lagian cerita ini cukup maksa, terlalu sinetron
tapi gak papa juga sih, kip nulis ya, deskripsi ceritanya masih kurang

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

yang mati cowoknya..
oke, makasih

Writer alcyon
alcyon at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
80

banyak logika yang gak bisa kucerna di cerita ni:
1. terakhir menelepon dia tertawa terbahak2? kalau dia sakit, mungkinkah?
2. dia datang hanya untuk berkata cinta lalu mati?
3. kenapa si orang tua pria ada dibelakang si wanita? apa mereka nyampe terlebih dulu?

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

mau ngeles ni..
1.dia gak mau si aku tau kalo dia sakit.(tp, kalo dia mati malah parah ya)
2.Sebelum dia trlambat.(parah ngarangnya)
3.ngikutin dari belakangnya. ceritanya dia kabur.
begitulah alasan gak jelas saya.. smg bs diterima*maksa*
makasih...
btw, apa ni cerita gagal?

Writer alcyon
alcyon at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

ngelesnya...wkwkwkwkkkkk...
gak gagal kok, kurang rapih aja, tapi gak gagal. cerita gagal itu gak kepossting disini.
keep weriting!

Writer Rana
Rana at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)
60

Estafet sekali, Kaka ..

Deskripsinya & feelnya kurang menurutku. Tapi lumayan bagus loh buat dijadiin konsep buat kedepannya.

Dibagian ini kurang deskripsinya, Kaka. Padahal ini bisa dibilang klimaksnya ,,

Kulihat dirimu. Segera saja kupeluk tanpa peduli kau meronta. Nafasmu tersengal. Kulepaskan pelukanku. Sedetik kemudian kau terjatuh. Aku berteriak tapi tiada yang tahu. Aku panik tapi kau malah menggenggam tanganku. “Tak..ada waktu lagi,” katamu terbata. “Aku cuma mau bilang, I...love you...” Dan kau menutup matamu tuk selamanya. Aku menangis memanggil namamu.

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

wordnya ga muat..*ngeles*
ntar bs jd 2 pos. semalem tu udah dibengok2 ma mae buat tidur. jd qhentikan saja.

Writer yuu_sara
yuu_sara at 14-02-2012 (9 years 1 week ago)

wordnya ga muat..*ngeles*
ntar bs jd 2 pos. semalem tu udah dibengok2 ma mae buat tidur. jd qhentikan saja.