Tukang Air dan Pasukan Revolusi

 

Di negara Willfall ini aku tinggal. Hidup di zaman revolusi membuatku memandang hidup dengan cara berbeda. Ada sesuatu yang aneh yang bekerja di balik dunia ini. Dengarkan ceritaku ini dan tentu kalian akan mengerti maksudku.

Semuanya dimulai saat raja Willfall meninggal, dia berkata bahwa yang seharusnya menjadi penggantinya adalah anak sulungnya. anak dari selir yang telah dibuang, karena sang selir adalah orang asing sehingga menurut seluruh isi istana Willfall darahnya sudah tidak murni.

Tanpa adanya tanda-tanda keberadaan dimana sang raja terpilih. Kedua pangeran yang tinggal di dalam istana mulai saling menekan. Kehidupan di luar ibukota seakan terlupakan oleh para pejabat istana. Kurasa inilah yang mendorong revolusi. Ini, atau tulisan dari yang berkehendak di atas dunia.

­_-==-_

Perekrutan

Saat aku sedang membantu warga desa, mengajarkan cara pengirigasian terbaik. Rombongan orang asing datang mengunjungi desa kami. Orang asing pasti menjadi pembicaraan di desa yang populasinya tidak pernah bertumbuh ini.

Lalu seakan-akan desa kami kaya. Rombongan orang asing yang selalu kemana-mana bersama itu, mampir  ke toko perlengkapan pertualangan dan zirah. Lalu berbicara kepada semua orang yang bisa diajak bicara. Apakah mereka memang tidak punya kerjaan seperti itu?

Sampailah mereka menghampiriku. Pemimpin rombongan itu berdiri di depanku, dia tidak berbicara apa-apa. Sekelebat pikiran menghampiriku. Dia ingin aku ikut dalam pergerakan revolusinya. Bahkan sampai cerita ini selesai, dia tidak pernah berbicara, namun saat dia menghampiri orang, orang-orang sudah tahu apa yang dia inginkan layaknya aku barusan. Ini keanehan paling pertama yang terjadi dalam hidupku diantara keanehan lainnya.

Saat aku bertanya mengapa mereka memilih aku. Jawabannya kembali berkelebat, karena kostumku dan wajahku berbeda dengan penduduk sekitar. Dia juga bisa melihat wajahku saat berbicara. Sampai saat ini aku tidak mengerti maksudnya.

Aku tidak tahu bagaimana pendirianku saat itu. dia berbeda, saat melihatnya cukup membuatku ingin berada mendukungnya. Tapi bagaimana kehidupanku seandainya aku melawan kerajaan? Aku rasa aku harus memberinya suatu misi mustahil.

Aku meminta kepada Hiro, ketua rombongan itu, sebotol susu ikan. Cairan yang hanya bisa diambil setelah menangkap dan memeras sisik ikan susu di Plain River. Kenyataan kalau Rombongan Hiro akhirnya membawakanku botolnya. Menyatakan mereka memiliki waktu kosong memeras ikan di tengah peperangan mereka melawan kedua pangeran.

Aku menyerah kepada keinginan Hiro, dan berjuang bersama pasukan revolusi. Sekali lagi dengan melihat wajahnya, aku mengerti keinginan Hiro. Dia ingin aku menunggunya di istana Unsiegeable.

_-==-_

Istananya

Aku menemukan jalanku ke Istana yang baru saja  ‘diketemukan’ oleh mereka. Aneh, istana sebesar ini yang selama ini berada di samping Plain river. Kok bisa-bisanya baru saja ‘ditemukan’, aku tidak pernah mengerti pikiran para politikus.

Kata sang pengurus istana, aku bisa mengambil satu tempat di dalam istana untuk dijadikan tempatku mencari penghidupan. Aku memutuskan untuk membuka bisnisku di bawah tanah, letaknya tepat di samping pelabuhan yang terhubung ke Plain River. Di sini aku menemukan aquarium yang bisa digunakan oleh Hiro untuk menitipkan peternakan ikan. Memberikan suplai  protein hewani kepada seluruh penduduk kastil.

Selama aku tinggal di dalam kastil ini aku menyadari bahwa kastil ini bisa dibilang ajaib. Pertama, bahwa kastil ini sudah menyediakan semua ruangan untuk semua pekerjaan. Setiap ada pendukung baru Hiro yang datang mereka menemukan ruangan yang memang cocok dengan pekerjaan mereka.

Bahkan yang sempat membuatku merinding. Saat Tuan Wiseman—penasihat pasukan revolusi— mengumandangkan bahwa Hiro adalah Calon raja Willfall yang sah, keesokan harinya kastil langsung bertambah dua lantai dan Kamar Hiro terletak paling atas.

Serius, kadang kalau dipikirkan tidak ada habisnya keajaiban di kastil ini.

_-==-_

Bertualang

Pernah sekali di dalam keseharianku menjaga aquariumku. Barisley sang penjaga bar mengantarkan surat panggilan untuk menemani Hiro masuk ke rombongannya. Aku terkesiap, aku jelaskan kepadanya bahwa aku tidak bisa bertarung sama sekali.

Barisley tahu itu, tapi dia tahu aku bisa menyediakan suplai minuman, dan juga ahli memasak. Aku tidak pernah memberi tahu siapapun kemampuanku mencari air tanah, ataupun kemampuan memasakku, namun bagaimana penjaga bar itu bisa tahu.

Bahkan saat keinginanku kuat untuk menolak ajakan Hiro, aku sudah ditarik Barisley untuk ikut ke rombongan. Aku menyadari rombongan jalan-jalan Hiro tidak pernah lebih dari tujuh orang. Enam petarung dan satu pendukung sepertiku.

Saat berkemah ada beberapa peraturan aneh yang diajarkan oleh Noosy, teman kecil Hiro yang memaksakan dirinya selalu berada di sampingnya. Dia menjelaskan bahwa, kita tidak akan bisa lepas atau bahkan berjalan sendiri di dalam kota selama ‘bukan’ saatnya.

Utamakan selalu sehat, karena kita tidak pernah tahu kapan kita diganggu monster atau bandit selama perjalanan. Untuk nasihatnya yang ini, aku benar-benar menyadarinya, semua monster atau bandit itu benar-benar selalu datang secara ‘poof’ begitu saja entah darimana. Kadang aku merasa apapun yang terjadi kalau bersama Hiro. Semuanya aneh, namun keanehan yang dianggap wajar bahkan oleh aku saat itu.

_-==-_

Ceritaku

Apakah aku berguna, kerjaanku tiap hari hanya menjaga aquarium dan kadang minum-minum bersama sang Penjaga perahu dan Pemancing. Yah dua teman baruku yang juga menghuni lantai bawah tanah yang tersambung ke pelabuhan.

Namun serangan yang dilakukan Oleh Pangeran ketiga akhirnya sampai juga ke istana Unsiegeable. Pangeran kedua terkenal dengan pasukan dan peralatan canggihnya, sedangkan pangeran ketiga terkenal dengan kelicikan dan sihir sejati yang dimilikinya.

Serangan pangeran ketiga sampai ke istana kami dalam bentuk racun. Pihaknya telah meracuni seluruh Plain River, bukan masalah yang berat buat Unsiegable dengan adanya aku yang menciptakan penyulingan, dan tabib Al’eal, hanya sedikit korban yang jatuh di kastil kami. Namun imbasnya terkena kepada semua desa dan kota yang berada di hilir sungai.

Maka Tuan Wiseman memanggilku ke ruang perang. aku disuruh, untuk menemani tabib Al’eal  dan Hiro untuk menaiki bukit Water Source dan menyucikan kembali mata air di sana. Tuan Wiseman sendiri menjelaskan bahwa pasukan pangeran ketiga pasti akan berjaga-jaga di bukit itu akan kedatangan kita. Alih-alih membawa pasukan kesana, ia hanya mengutus kami bertujuh. Huh, dimana logikanya!

Dan entah mengapa logikanya itu malah berjalan dengan baik. Rombongan Hiro bahkan sampai dengan selamat ke puncak bukit. Beberapa langkah sebelum ke sumber mata air, Kami dihadang oleh seorang jenderal bawahan pangeran ketiga.

Saking kuatnya Jenderal itu. Ia bisa bertahan berkali-kali serangan dari keenam orang rombongan Hiro, dan masih sempat membuat dua dari kami kehilangan kesadaran. Namun Hiro tetap memperbaiki keadaan, Bagaimana bisa? Enam orang Rombongan Hiro ini mengalahkan mungkin puluhan prajurit Pangeran ketiga semudah membalik tangan, namun terseok-seok saat menghadapi seorang jenderal seperti ini?

Dimana Logikanya?

Setelah komandan itu ditangkap oleh rombongan  kami, aku dan tabib Al’eal mencoba untuk memurnikan kembali sumber mata air Plain River ini. setelah kejadian ini, banyak kota dan desa yang terselamatkan menyatakan dukungan mereka pada Hiro, kepada pasukan revolusi.

_-==-_

kemenangan

Beberapa bulan setelah kejadian peracunan itu. Hiro mengadakan penyerangan terakhir ke ibukota Willfall.  Yah setelah pangeran kedua dan pasukannya ditaklukan Seluruh Willfall akhirnya mengabdi kepada satu raja kembali, Tuan Wiseman. yah bukan Hiro, Hiro hanyalah tampak muka dari pasukan revolusi agar nyawa Tuan wiseman yang memang pangeran pertama tidak dengan mudah diincar.

Setelah kemerdekaan seratus lebih pembesar yang direkrut oleh Hiro mulai kembali ke kerjaan mereka masing-masing. sebagian dari mereka melayani pemerintahan baru, sebagian lagi berkelana ke negeri lain, sedangkan yang seperti aku. Menikmati hari-hari baruku tetap di istana Unsiegeable, ada sesuatu yang damai di sini yang menahanku untuk mengurus istana ini.

Sang penjaga kastil pernah memberikan buku untuk kutulis, dia menyuruhku untuk menuliskan apa yang aku lakukan setelah kemerdekaan ini didapat. Aku menuliskannya

Freid – bintang  _ _ _ _ _ _ _

Tetap menjaga akuarium bawah tanah di Istana Unsiegeable.

Saat kutanya kepada sang penjaga kastil apa gunanya buku ini. dia hanya mengatakan bahwa ini akan digunakan di pemutaran kredit. Sampai sekarang aku tidak tahu artinya.

_-= dan Kreditnya pun berputar =-_

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
Penulis hewan
hewan at Tukang Air dan Pasukan Revolusi (9 years 21 weeks ago)
70

Mas Ivan Rampengan, salam kenal ah di tempat hijau ini.
Mice to neet you.
--
Mendengar kata Suikoden hanya membuat saya sedih, karena sepertinya seri game ini kemungkinan berhenti pada angka V.
--
Oh iya, maksud 4th wall di sini apa? Kalau breaking sih menurut saya belum terasa...

emang kecepatan seh atau kependekan ceritanya

70

Karna pakaiannya beda dan wajahnya terlihat... Star of Destiny, spotted XD Nice point of view :3 Gimana gerombolan MC dilihat dari sudut pandang Star yang di recruit X3

Penulis redtailqueen
redtailqueen at Tukang Air dan Pasukan Revolusi (9 years 46 weeks ago)
80

jd ini parodi game ya kak? :o
tp blm pernah baca aslinya sih #plok x3

Penulis Imdra
Imdra at Tukang Air dan Pasukan Revolusi (9 years 48 weeks ago)
70

Diary yang menarik. Berpotensi bagus.
beberapa bagian terlalu terburu-buru padahal si Freid kerjanya menjaga akuarium dan punya banyak waktu.

Karena memang memparodikan posisi PC Di suikoden sebagai yang jarang dipakai.

makasih loh udah mampir Imdra

Penulis Riesling
Riesling at Tukang Air dan Pasukan Revolusi (9 years 48 weeks ago)
100

(y)