Chocolate III - Shadow of Memories : part 1


BLARRR

Aku beruntung terhindar dari benturan secara langsung. Tentu saja kalau aku berada dalam pesawat itu , pasti aku sekarang sudah menjadi daging panggang. Kondisi pesawat itu memang sudah rusak parah, ditembaki…. Tapi tubuhku sendiri juga tidak begitu baik.

Argh luka dalamku semakin besar. Apa yang telah mereka lakukan pada diriku? Arghh kepalaku pusing, aku hanya mengingat kalau aku harus kabur, dan kabur

Aku harus segera pergi dari tempat ini, setidaknya itu yang terus terpikirkan olehku. Aku tidak boleh tertangkap.. tapi kenapa? Ah aku tidak bisa berpikir lebih jauh, kepalaku sakit saat kugunakan untuk mengingat apa yang telah terjadi. Tapi aku harus membuat kamuflase agar mereka mengira aku mati dalam ledakan itu. Kenapa? Akupun tidak tahu, semua terbesit begitu saja dalam pikiranku.

Tapi bagaimana?

Kupandang sekelilingku, hanya terdapat hamparan padang rumput yang luas, tidak ada tanda – tanda kehidupaan manusia…. Kecuali hewan liar, dan mayat.

Mayat?

Aku mendapat ide jenius. Mungkin dengan mayat itu aku bisa membuat sedikti kamuflase, membuat pengejarku mengira aku sudah mati…. Ah entah kenapa aku begitu yakin bakal ada yang mengejarku. Tapi perlu sedikit tambahan pengenal identitas

Ctok

Aku mencabut bebrapa gigi gerahamku.

Dengan pengenalan gigi ini pasti bisa mengelabui lebih lama. Dan tentunya aku juga harus menghancurkan gigi mayat itu, dan kemudian melemparnya kemballi dalam kobaran api itu agar terlihat lebih meyakinkan.


***

40 jam kemudian

Lapar, sakit, capek, panas, juga dingin menemani perjalananku. Aku terus melangkahkan kakiku, entah kemana tujuanku. Aku terus melangkah sambil berharap akan melihat pemukiman. Tapi yang paling menyengsarakan adalah luka didadaku, dan rasa sakit di kepalaku. Tidak ada darah, ataupun daging yang robek di dadaku, tapi rasa sakit ini terus menyerang, aku tidak tahu ini darimana. Juga sakit dikepalaku yang terus menyerang saat aku mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi padaku.

Pandanganmu mulai kabur. Sampai disinikah aku melangkah? Samar – samar aku melihat kepulan asap membumbung dari jauh. Itu pasti asap dari rumah seseorang. Semangatku kembali pulih, aku terus berjalan berharap sampai disana sebelum maut menariku.

***

3 jam kemudian

Pandanganku semakin kabur, tapi aku sudah bisa melihat rumah kecil didepanku, dan… ada anak kecil yang berdiri disana. Ia memandangku…. Mungkin.

Beberapa saat kemudian ia berlari mendekatiku, ya artinya aku tidak salah. Anak itu mendekatiku… dan entah kenapa aku merasa lega

“La….par.. “ sahutku , Itu kata – kata terakhir yang aku ucapkan sebelum terjatuh pingsan didepannya.

***

Berapa lama aku pingsan? Aku merasa sedikit nyaman,pandanganku masih kabur, tapi aku bisa melihat plafon rumah. Artinya aku berada didalam rumah seseorang. Samar – samar aku mendengar suara..

“ Dok , dia bangun… “

Suara langkah mendekat, aku tidak bisa melihat dengan jelas walaupun aku berusaha.

“ Dosisnya harus kubesarin “

Hah? Apa yang dibesarin?

Sebelum aku berpikir lebih jauh, tiba – tiba aku merasa tusukan jarum di lengan kananku , dan beberapa saat kemudian kepalaku mulai pusing lagi, dan mataku terasa sangat bera. Berat… dan aku tertidur ….. pingsan lagi .

***


Cit cit … cuit…

Suara burung berkicau memang menenangkan hati....

Eh burung berkicau?

Aku langsung membuka mataku lebar lebar. Sebuah kamar yang sederhana. Hanya ada sebuah lemari dan meja lusuh terbuat dari kayu. Keduanya terlihat cukup tua. Sebuah jendela yang terbuka berada di sebalah kasusrku, aku melihat burung – burung kecil disana berkicau. Dan saat mereka sadar aku memperhatikan mereka, segera mereka terbang.

Dimana aku sekarang?

Saat aku menoleh mencari tahu, tiba – tiba pintu kamar terbuka. Seorang anak kecil masuk sambil membawa nampan … mungkin berisi makan? Yang pasti aku lapar. Aku menatapnya, dan dia menatapku. Mungkinkah dia anak yang aku lihat sebelum aku pingsan?

“ Eh… “ Belum sempat aku bertanya, dia langsung tersenyum lebar, dan berteriak
“ Dokter… Dokter dia sudah siuman.. “ Teriaknya berulang – ulang.
“ Siapa yang siuman? “ Tidak ada yang pertanyaanku, anak kecil itu sudah berlari entah kemana.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku. Tubuhku sudah merasa lebih enak.

Drap drap drap

“ Kamu sudah siuman? Akhrinya. .. aku kira kamu bakal pingsan terus seperti itu. “ kata sosok yang menggunakan jubah dokter menutupi tubuhnya. Rambutnya pirang, bergelombang. Wajahnya? Saat ini dia memakai sebuah topeng aneh… yang menutup sebagian besar wajahnya.
“ Dok.. lepas dulu EDOC google nya itu. “ sahut anak kecil disebelahnya, dia anak kecil yang tadi
“ Ah hahaha” Dokter itu tertawa lebar, dari suaranya aku yakin dia cewek.

Orang yang dipanggil dokter itu kemudian melepas edoc google-nya , apa itu? Aku tidak tahu. Wajah yang cukup manis, mata besar dan sedikit bintik – bintik merah dibagian hidungnya, tapi… dia manis… menurutku.

“ Panggil saja aku Dokter. Kamu siapa? “ Kata Dokter cewek itu langsung bertanya, dan dia ingin dipanggil dokter? Sungguh cewek yang aneh
“ Namaku…. Argh… “ Kepalaku sakit lagi, saat aku berusaha mengingat siapa aku.
“ Tidak salah lagi. Kamu baru dicuci otak sebelum jatuh pingsan ditempat ini. Aku menangkap gelombang otak yang tidak wajar dari otakmu. Masih ada bekas sisa gelombang gamma yang masih berdiam didalam otakmu. Gelombang itu memang biasa dipakai ilmuwan untuk menciptakan prajurit tak berperasaan untuk pertempuran. Benar – benar mengesalkan. “ Kata Dokter menjelaskan

“ Woah… Dokter pengetahuannya hebat. “ Puji anak kecil itu
“ Hehehe benarkah? “ dokter itu tertawa lebar.
Aku memandangi mereka berdua bercanda. Rasanya sungguh damai. Dan ada aroma yang tidak aku kenal. Aroma harum , ringan dan membuat hidungku tertarik terus mengendusnya

“ Kamu mengendus apa? “ Tanya dokter itu membuyarkan lamunanku
“ Ah itu… ada bau yang enak dari luar “
“ Itu minuman coklat buatanku. “ sahut anak kecil itu “ Oh ya, namaku Mason, panggil saja aku Son , atau Soni “ katanya memperkenalkan diri
“ Aku.. tidak ingat namaku. “

Dokter itu memandangku dengan serius

“ Baiklah mulai hari ini namamu Choco. Karena kamu tertarik bau coklat. Jadi namamu sekarang adalah Choco. “ Sahut dokter itu tiba – tiba
“ hah? “
“ Kenapa? Kamu tidak suka nama pemberian orang yang telah menyelamatkan nyawamu? “ Dokter itu mendekatkan wajahnya ke arahku dengan pandangan melotot
“ Eh.. tidak Choco… choco nama itu bagus juga. “ Kataku … nama itu cukup bagus, disampipng itu aku benar – benar tidak ingat siapa nama asliku.
“ Salam kenal Choco. Ngomong – ngomong bagaimana kamu bisa sampai disni dalam keadaan demikian? “ Tanya Mason

Aku tercekat, aku tidak dapat menceritakannya kalau aku melompat dari peswat yang rusak, dan hanya berpikir kabur dan kabur. Dan aku sendiri juga tidak tahu kenapa bisa berada didalam pesawat itu.

“ Tidak usa dijawab tidak apa – apa. Masa lalu tidak bisa dirubah, yang penting sekarang adalah jalani masa kini dan songsong masa depanmu Choco. “ Kata dokter tiba – tiba serius.
“ Kata – kata dokter memang indah “ Mason memandang dengan terpesonan ke arah dokter
“ Benarkah? Hahaha , sebagai dokter itu biasa Mason. Hahaha “ Dokter itu tertawa tersipu – sipu

Aku rasa dia senang dipuji. Argh dadaku masih menyisakan sakit. Aku memegang dadaku dan mengelusnya

“ Ngomong – ngomong Choco , dadamu itu akan terus sakit, aku tidak yakin kapan rasa sakit itu akan hilang. Ya kamu harus belajar menahan rasa sakit itu. Tidak ada yang bisa aku perbuat, Penyembuhan rasa sakit di dadamu itu bergantung sepenuhnya pada dirimu“ Dokter kembali memasang wajah serius. Dokter ini sungguh aneh, tapi aku merasa senang berada di dekatnya. Aku tidak merasa dia jahat

Aku mengangguk

“ Choco kamu ada rencana? “ Tanya Mason
“ Rencana? Maksudmu? “
“ Apa kamu ada tujuan setelah sembuh? “
“ Aku tidak tahu… “
“ Baiklah sudah disepakati, kamu harus membantuku disini. Kamu harus membantuku dan Mason di kebun kakao milikku. Sebentar lagi masa panen, aku butuh orang tambahan. Ah aku sudah bisa membayangkan uang yang akan kudapatkan setelah panen. “ Kata dokter berkhayal , air liurnya tidak sadar menetes dari mulutnya

“ Dok, mulutmu “ Kata Mason memperingatkan
“ Ah.” Dokter itu langsung mengelap air liurnya “ bagaiman a choco? Hal yang menyenangkan bukan choco memanen kakao untuk dibuat coklat “

Aku mengangguk saja, lagian tidak ada yang terpikirkan olehku. Menetap disini sementara rasanya bukan ide yang buruk

“ Hore, akhirnya aku punya teman dalam memanen, selama ini dokter taunya hanya menjual dan mengambil uang. Sedang kerja beratnya semua diserahkan padaku. “

Ctok

Mason langsung dijitak oleh Dokter

“ Itu kan memang tugasmu sebagai laki – laki. “ Protes dokter

Aku tersenyum. Aku merasa nyaman, rasanya sudah lama aku tidak mengalami keadaan hangat seperti ini.

***


Rumah dokter cukup besar, pintu depan langsung berhubungan dengan ruang tengah, dan disebelah kiri ada sebuah tangga, dan sebuah ruangan kecil yang biasa dokter gunakan untuk memerika pasien. Di sebelah kanan ruang tengah ada 2 kamar kecil, kamar tamu dan kamar Mason. Berhubung saat ini aku tinggal disini, maka aku yang menempati kamar tamu itu. Dan diujung kanan rumah sebelah kamar Mason adalah dapur dan kamar mandi. Kamar dokter berada di lantai 2, selain itu masih ada 1 ruang yang berfungsi sebagai gudang di sebelah kamar dokter. Aku tidak pernah masuk sih, lagian dokter juga melarang aku dan Mason masuk ke gudang itu. Mungkin disana dia menyimpan makanan coklat kesukaannya, dan takut kami mengambilnya.

Kehidupan bersama dokter dan Mason kulalui dengan banyak hal yang baru. Entah ini benar – benar baru atau hanya sekedar “baru” lagi kuketahui. Maklum aku lupa ingatan tentang masa laluku. Jadi semua terasa seperti baru. Pengetahuan pertamaku adalah tentang coklat. Bukan buah kakao, tapi minuman coklat.

“ Jadi ini namanya coklat? “ Tanyaku
“ Iya, coba saja. “ Kata Dokter mempersilahkan
“ baunya harum….. slurppp …. Buehhh. ..pahit. “ Spontan aku memuntahkan coklat yang barusan aku minum
“ Hahaha “ Dokter tertawa lebar sambil memegang perutnya “ Sudah lama aku tidak melihat orang kepahitan sama coklat murni yang belum dikasih susu dan gula “
“ Dokter jangan mengerjai dia terus, Choco minum coklat itu pakai gula atau susu. Rasa campurannya bakal jadi lebih lezat “ Kata Mason memberiku botol gula, dan cangkir kecil susu.

Bodohnya diriku. Aku melihat keduanya di meja, tapi aku tidak berpikir kalau keduanya merupakan tambahan untuk minuman coklat ini. Padahal baunya harum, dan terasa manis, tapi rasanya pahit.

Slurpp

“ manis… rasanya berubah jadi sangat enak. “ Kataku setelah mencoba memberi gula dan susu dalam cangkir coklatku
“ Tentu saja lezat. Ini minuman kesukaanku. Aku membuat kebun kakao ini ya sebenarnya juga agar setiap hari dapat menikmati minuman coklat ini. “

Pemikiran dokter memang simpel. Dia melakukan apa yang membuatnya senang, untuk kebutuhannya. Aku merasa ini sosok yang aku dambakan , melakukan apa yang aku sukai sesuka hatiku. Dokter orang yang bebas seperti burung.

Hmm aku jadi berpikir jangan – jangan dokter memberiku nama Choco juga ada maksudnya. Kehidupanku yang pahit dulu bisa dilupakan dengan menambahkan gula atau susu. Pahit itu bisa berubah menjadi manis. Dan suatu hari sat dokter sedang asik membaca buku aku mencoba bertanya. Sedikit penasaran kenapa dokter memberi nama Choco, mungkinkah demikian?

“ Hah? Gak – gak aku ga berpikir sejauh itu. Aku hanya suka coklat. Jadi nama pertama yang muncul adalah coklat, tapi ga mungkin aku panggil kamu coklat coklat. Akhirnya aku memutuskan namamu Choco. “ Jawab Dokter

Ah memang tidak mungkin dokter berpikir sejauh itu.

Dokter juga merupakan dokter yang handal… menurutku. Orang – orang di kota dekat perkebunan ini sering datang ke tempat dokter untuk berobat. Padahal di kota itu ada banyak dokter. Kurasa dokter memang punya kemampuan yang hebat, lagian menginat diriku yang sekarat bisa ditolong oleh dokter. Saat dokter bekerja dia selalu menggunakan Edoc Google,sebuah alat bantu kedokteran yang menggabungkan beberapa fungsi alat pemeriksaan tradisional seperti stetoskop, tensimeter, termometer dan banyak fungsi lainnya. Alat itu sungguh praktis, kita dapat mendapat data pasien tanpa menyentuh pasien. Aku jadi ingin tahu pendapat pasien yang berobat pada dokter. Kenapa mereka belain datang jauh – jauh dari kota hanya untuk berobat kesini. Ya walaupun mungkin jawabannya sudah aku ketahui

“ Karena murah “ Kata bapak gemuk yang menjadi pasien
“ Dokter disini murah, aku bisa ngutang dan bayar pakai alat – alat perkebunan” Jawab seorang laki – laki kurus dengan sepatu bot
“ Ya karena dokter ada utang sama usaha keluargaku. Dia bilang hanya bisa mengganti dengan service dokternya. Ya terpaksa kami manfaatkan daripada piutang yang kami berikan hangus “ Kata seorang ibu lain yang membawa anaknya berobat

Errr mungkin sedikit berbeda dengan pemikiranku, tapi paling tidak mereka masih percaya kemampuan dokter. Tidak mungkin orang mau berobat pada dokter yang tidak punya kemampuan menyembuhkan bukan? Walaupun gratis.

Ya dokter biarpun cewek, dia memang sangat bebas dan sesukanya sendiri. Berbeda dengan Mason. Walau masih kecil, dia sudah bisa bekerja sangat baik. Dia menjadi pembantu utama dokter. Menyiapi makanan, membersihkan rumah, sampai kebun kakao ini semuanya adalah hasil kerja keras Mason. Kebun kakao dokter memang kecil, hanya seluas 500 m2. Ya aku merasa salut dengan kerja Mason.

“ Son kamu tinggal dengan dokter dan bekerja terus seperti ini apa orang tuamu tidak kuatir? “ Tanyaku
“ Tidak. Aku yatim piatu. “ Jawab Mason masih tetap bekerja
“ Maaf “
“ Tidak perlu. Lagian aku menganggap dokter adalah keluargaku. Dia seperti kakak besarku. Hmm tapi kadang dia juga bertingkah seperti adik kecil yang manja “ Kata Mason sambil tersenyum

Tidak bisa kupingkiri kalau dokter memang kadang suka seenaknya sendiri seperti anak kecil. Dan Mason malah terlihat lebih dewasa walaupun dia masih kecil. Kurasa dia berumur 12-14 tahun.

“Kamu akan tinggal disini terus kan Choco? Bersamaku dan juga dokter. “ Tanyanya tiba - tiba

Aku berpikir sejenak. Mason menunggu jawabanku dengan penuh antusias.

“ Kurasa demikian. Aku tidak punya rencana apapun. Aku senang tinggal bersama kalian. Dan aku masih penasaran dengan nama dokter. Ah mana mungkin aku tinggalkan tempat ini dengan penuh rasa penasaran. “ Jawabku “ Tapi Mason, kenapa kamu bekerja sama dokter? “
“ Sederhana ceritanya. Setelah ibuku meninggal karena sakit, aku terpaksa harus mencari kerja agar tidak kelaparan. Tapi tidak ada yang mau memperkerjakan anak umur 10 tahun. Aku menyerah dan akhirnya berusaha mencuri untuk bertahan hidup. Aku kalap dan langsung berusaha menarik bungkusan belanjaan milik seorang wanita yang lewat didepanku. Tapi umurku saat itu masih 10 tahun dan kelaparan. Aku tidak punya tenaga, akhirnya aku malah terjauh karena gagal. “ Cerita Mason

“ Kemudian? Dokter menolongmu? “Tanyaku penasaran
“ Justru wanita itu adalah dokter. “ Jawab Mason sambil menggeleng
“ Hah? Terus kok bisa? “ Aku bertambah heran
“ Aku sendiri masih merasa heran , saat itu dokter hanya berkata ‘ kamu begitu sukanya dengan coklat? ‘ Dan tentu saja aku menggeleng, dan menjawab kalau aku kelaparan. Tapi dokter malah berkata ‘ Kalau begitu kerja sama aku saja. Nanti kamu bisa minum coklat sebanyak yang kamu mau ‘. Aku kaget, tapi ini kesempatan untuk mendapat kerja, dan aku langsung menerima tawaran dokter. “ Kata Mason

“ Hmm aku tahu yang ada dipikiran dokter pasti begini ‘ sesama penggemar coklat harus saling membantu ‘ Pasti begitu “ Kataku
“ Tepat seperti itu, saat kutanya lebih lanjut alasannya mau memperkerjakanku . Hahaha Choco, kamu sudah mengerti sifat dokter “
“ Yeah…aku bisa menebak. “ Balasku “ Dan dia juga menyuruhmu memanggilnya dokter, Mason? “

Mason mengangguk

“ Aku penasaran , jangan – jangan nama dokter sebenarnya memang ‘dokter’ “ Kataku

Aku dan Mason saling bertatapan

“hahaha” kami tertawa bersama

Tidak mungkin orang bernama dokter. Tapi kurasa aku tidak perlu mencari tahu lagi lebih jauh. Aku sendiri bahkan tidak tahu masa laluku. Sama sepertiku, dokter juga tidak pernah memperdulikan masa lalu Mason, bahkan langsung mempercayainya dengan alasan konyol. Kalau dipikir – pikir kami bertiga sama sekali tidak pernah menceritakan masa lalu kami.

 

***

 

 

Read previous post:  
21
points
(2966 kata) dikirim Giande 8 years 38 weeks yg lalu
52.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | petualangan | Adventure comedy fantasy
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.