Resolusi 2012

Resolusi 2012

Malam itu angin berhembus perlahan, mempermainkan helaian rambut hitam panjang  tergerai milik wanita yang duduk sambil menatap langit. Tangannya memeluk sebuah buku di dada, sementara berkali-kali dia mendesah panjang – menunjukkan kegundahan hatinya.

“Woi! Turun dong! Dari tadi merenung aje kerjaannye, bukannye bantuin kite-kite yang sibuk,” bocah botak itu melemparkan sebuah tusuk sate.

“Astaga, dasar rese! Kagak bisa yah lihat orang seneng?” balasnya.

“Neng Kunti, bukannya kami rese. Tapi jangan mau enak sendiri dong. Mau ikutan having fun tapi ndak mau bantu-bantu,” gerutu Mumi sambil menarik-narik perban yang menyangkut di rumpun semak.

“Aku benci komplek kuburan di Indonesia. Uda kagak rapi, banyak semak-semak ndak jelas, becek lagi. Kalau bukan karena undangan khusus dari My darling sweet hunny bunny Suster Ngesot, ogah aku ngabisin malam tahun baruan di sini,” gerutu Mumi sambil menatap deretan kuburan dan nisan yang berantakan tersebut.

 

Neng Kunti kembali membuka buku yang didekapnya sedari tadi. Tenggelam, larut dalam bacaan dan melupakan hinggar binggar pesta yang diadakan teman-teman senasib dan seperjuangannya di bawah rindangnya pohon beringin tua.

“Neng Kunti sayang, mau salad kembang tujuh rupa?” tanya Vampir yang mengenakan jubah hitam panjang dengan lambang huruf V , yang katanya untuk menyaingi si Superman yang sok keren dengan gaya celana kolor di luar dan huruf S di dada.

“Kagak mau! Saya lagi sibuk sesibuk-sibuknya!” Neng Kunti paling sebel dengan Vampir yang sok caper pada dirinya. Walaupun Neng Kunti seneng banget ada yang pedekate dan menyatakan cinta.

“Neng Kunti sibuk apaan sih? Baca novel twilight yah? Kan I’m ntuh pemeran utamanya. Keren banget,kan!” Vampir mulai pamer aksi.

“Kepedean! Saya ogah ama novel Twilight! Soalnya kagak ade hantu-hantu lokal yang disebutkan di buku ntuh.” Kunti kembali menekuni bukunya.

“Lah, kalo gitu baca buku apa dong? Jangan pake rahasia-rahasiaan dong, Beb,” Vampir makin malam makin gencar melancarkan serangan rayuan gembelnya.

“Saya lagi baca buku tentang peruntungan dua belas shio di tahun Naga Air yang ditulis oleh Suhu Aliong. Sekarang menyingkir dari hadapanku, dan jangan ganggu aku lagi!” Neng Kunti mengerutu karena kekhusyukkannya membaca terganggu oleh tingkah Vampir norak yang ingin menyamakan diri dengan Edward Cullen yang so cool.

 

 

“Ngapain juga kamu baca buku tentang peruntungan dua belas shio,” ejek Tuyul yang mengosok kepala botaknya hingga mengkilap menyaingi lampu disko yang mereka pasang buat ajep-ajep di malam pergantian tahun.

“Kita harus tahu dong peruntungan kita di tahun dua ribu dua belas ini!” Neng Kunti nyolot ndak mau kalah.

“Emangnye kamu shio ape sih?” Suster Ngesot sibuk ngesot di tanah sambil mengikuti irama lagu dangdut yang diputer oleh DJ Pocong.

“Tahun ini aku maunya shio tikus aja, soalnya peruntungannya bagus dan cocok di tahun Naga air ini,” ucapan Neng Kunti membuat sahabat-sahabatnya bengong.

“Lah kok shio bisa ganti-ganti tiap tahunnya?” celetuk Pocong dari meja DJ.

“Biarin! Suka-suka aku dong. Lagipula kita butuh peruntungan yang bagus tahun ini. kalian kagak pernah denger yah soal kiamat di tahun dua ribu dua belas ini?” Neng Kunti meloncat turun dari batang beringin yang di dudukinya sedari tadi.

“Astaga! Kamu percaya ama ramalan ndak jelas gitu?” Tuyul menertawai Neng Kunti.

 

“Kalian ini beneran kagak pernah nonton berita yah. Di mana-mana semua orang membahas tentang kiamat lho! Di twitter, fesbuk, blog, berita, infotainment bahkan kemaren pas orang yang biasa datang minta togel aja sekalian nitip nanya ke pohon beringin itu, apa bener kiamat itu uda deket,” Neng Kunti menjelaskan dengan berapi-api. Ehem … sebenarnya emang bener-bener berapi-api sih, soalnya ujung gaun putih kebanggaannya sedang dilalap api yang digunakan untuk BBQ. Dengan gelagapan Neng  Kunti sibuk mematikan api di ujung gaun putih kebanggaannya.

“Tapi bukan berarti kiamat itu beneran terjadi, kan. Udah sering kaleee, digembar gemborkan bakal kiamat di tahun segini. Nyatanya … hanya sensasi,” Suster Ngesot merapikan poninya yang ditata kayak patung pancoran, trend baru tahun dua ribu dua belas katanya.

 

“Yang jelas kali ini suku Maya yang jago ngeramal itu bahkan meramalkan akan datangnya hari kiamat ini!” suara neng Kunti yang sudah membuat bulu kuduk berdiri itu kembali di pelankan agar efeknya semakin dramatis.

“Yang bener loe, ciiin?” Tante Sundi (begitu kiranya sundel bolong menganti namanya, biar lebih go internasional katanya) yang sedari tadi sibuk dengan sate-sate akhirnya ikutan nimbrung.

“Buat apa sih aku bohong ma kalian. Ini berita bahkan uda mengalahkan popularitas para artis yang sibuk kawin cerai dan harga sembako yang melambung.” Neng Kunti nampak mulai berorasi.

“Jadi, kapan kira-kira kiamat itu?” tanya  Vampir.

Neng Kunti menatap langit sejenak, menghela nafas, membetulkan poninya dan berkata dengan lantang, “dua puluh  satu bulan dua belas tahun dua ribu dua belas ….”

 

Tawa teman-temannya pecah seketika. “Masih lama toh. Masih ada dua belas bulan sebelum kiamat itu terjadi,” teriak Tuyul.

“Sekarang aja baru pergantian tahun, jadi take it easy aja dulu lah, sayangku, “ Vampir mengedip genit pada Neng Kunti.

“Kalian itu kok bisa-bisanya santai banget? Kalau dihitung-hitung artinya kita hanya akan berada di dunia ini selama kurang dari dua belas bulan lagi!” Neng Kunti terlihat kesal.

 

“Pokoknya saya akan bikin resolusi tahun baru yaitu hidup lebih baik dan mengumpulkan poin-poin amal dalam jumlah besar agar pada saat kiamat saya pasti masuk surga!” Neng Kunti mecibir ke arah Tante Sundi yang terus tertawa, entah karena lucu atau emang uda bawaan Tante Sundi sedari orok doyan tertawa ndak jelas.

“Neng Kunti, ngapain cepet amat tobat. Toh kalau kita tahu dengan pasti tanggal dan hari kiamat itu dua puluh satu desember dua ribu dua belas, bukankah kita hanya perlu segera bertobat dan mengaku dose serta memohon ampun pada hari satu hari sebelumnya? Mudah, kan!” Mumi mengejek otak Neng Kunti yang menurutnya lola  bin lemot.

 

“Nah, sebelum hari itu tiba. Artinya yang perlu kita lakukan hanyalah bersenang-senang menikmati hidup. Itu baru resolusi tahun baru yang mantaaaaap! Asyeeek, tarik mang” DJ Pocong terlihat larut dalam house musik yang sedang diputarnya.

Up to you lah. Kalau ampe kalian pas hari kiamat kalian baru menyesal, sudah terlambat kaleee. Pokoknya sebelum kiamat aku harus jadi sosok yang baik, berguna bagi nusa dan bangsa!” Neng Kunti mengepalkan tangannya dengan semangat.

“Perubahan untuk dunia perhantuan yang lebih baik!” teriaknya mengalahkan para calon anggota dewan saat berkampanye.

 

“Neng Kunti, sebenarnya kiamat itu apa sih?” Tante Sundi setelah selesai dengan tawa histeris tiga babaknya kembali ikutan nimbrung dalam percakapan tentang kiamat yang tidak ada habisnya. Mengalahkan acara talk shownya Oprah Winfrey tentang obat diet yang bisa membuat tubuh kurus langsing tanpa efek samping.

“Kiamat itu akhir dunia. Akhir masa bagi semua mahluk hidup! Akan ada banjir besar, matahari akan bertabrakan dengan bumi dan seluruh kehidupan mati, musnah!” ucap Neng Kunti dramatis, menyaingi akting para aktris Hollywood.

“Kalau gitu bukankah kita sudah mengalami kiamat itu?” celetuk Tante Sundi.

 

Neng Kunti dan yang lain saling bertukar pandang, seakan sesat dalam labirin. “Maksud loe?” tanya Tuyul.

“Bukankah kita sudah mati? Jadi apakah kita akan merasakan kematian itu lagi? So, sama artinya kita sudah mengalami kiamat itu.” Tante Sundi sok bijaksana.

 

Neng Kunti menjadi bimbang dan gamang dalam melangkah. Dia begitu pusing akan hari kiamat. “Ya sudahlah, terserah kalian. Pokoknya aku akan melakukan berbagai kebaikan sambil terus menghitung mundur jelang hari kiamat itu,” Neng Kunti mengerutu sambil melayang meninggalkan sahabatnya yang sibuk menyalakan kembang api untuk merayakan tahun baru dua ribu dua belas.

 

“Neng Kunti mau ke mana?” teriak Vampir.

“Mau ke warnet!” jawab Neng Kunti.

“Ngapain ke warnet? Mau upload video hot  di youtube yah?” tanya Vampir lagi.

“Mau pesan tiket online bahtera Nuh, biar pada saat kiamat saya selamat!” balas Neng Kunti yang disambut wajah bengong sahabatnya.

 

“Aya, aya wae,” Tante sundi tertawa lagi.

 

==

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sefa ayu
sefa ayu at Resolusi 2012 (9 years 1 week ago)

lamkenal cat, eh kakak yah?? :) kak cat :)

Writer sefa ayu
sefa ayu at Resolusi 2012 (9 years 1 week ago)
60

lumayan.. :)
saranku cat, kalau bsa kterangannya yg tiap kunti, pcong dsb selsai ngomong, ga usah kepanjangan. singkat aja tpi ngena' lucunya, n ga usah keseringan biar lebih lucu gtu *kalau emang mau dkemas tuk hiburan lucu2an aja :)
hoho.. tpi kuntinya emang cerdas :D

Writer Hikaru Xifos
Hikaru Xifos at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)
80

Wahaha! Kocak nìh.. Kirain Revolusi... Hihìhi...

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)
70

Wahahaha... Konyol.
Baca paragraf pertama, dari penggambaran suasananya terlihat serius, eh pas baca seterusnya, malah ketawa ngebayangin para hantu itu dengan muka komedi.

Writer cat
cat at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)

Rusty : thx sudah singgah.

cerita ngaco semoga bisa menghibur

Writer lavender
lavender at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)
100

moin hohohohohohohoh

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)
90

Yeay.. Di post di kekom juga kak cat :p
Betewe, ini yang semalem di tag di FB kan?
wakakkakakaa

Writer cat
cat at Resolusi 2012 (9 years 4 weeks ago)

Yup ini semalem aku tag kamu di fb

( ~ _ ~ ) ◦°◦° ♓îНiнiнiнi♓î
(")(")

Cerpen ngacoo.