Hujan

Pintu depan toko berdenting. Monde tak peduli, pikirannya semua terfokus kepada lukisannya. Tidak juga terhadap cuaca, udara yang lembab dan beberapa kecoak yang sedari tadi mondar-mandir di studionya.

"Telat lagi, Jack?" tanyanya singkat.

"Maaf tuan Monde." jawab suara itu singkat.

Monde tak peduli pada jawaban Jack. Dipandangnya Jack singkat, badannya basah kuyup. Sedetik kemudian perhatiannya sudah kembali kepada lukisannya.

"Di luar hujan?" tanyanya lagi.

"Deras, tuan." jawab Jack.

"Susu?"

Jack hanya mengangguk. Badannya basah kuyup dan tetesan segar susu menetes dari badannya. Berhati-hati agar tak mengotori karpet, ia berjingkat pelan menaruh mantelnya di ruang untuk karyawan di belakang kasir.

"Susu?" tanya Monde lagi.

"Maaf, apa tuan?"

"Kutanya, Susu?" Monde tampak sedikit kesal harus mengulang pertanyaannya tiga kali. "Hujan susu lagi kah diluar?"

"Iya tuan, hujan susu." ujar Jack takut-takut.

Setelah menunggu beberapa saat dan tak ada pertanyaan lagi Jack berjalan perlahan ke gudang. Berjalan ia ke koridor depan setelah mengambil pel dan sebuah ember kosong. Ditaruh begitu saja didepan kemudian ia kembali ke dalam.

Merasa tak ada lagi yang dapat dikerjakan, ia memperhatikan lukisan Monde. Lukisan pai. apel Sederhana.

"Lukisan yang bagus tuan." puji Jack.

Monde menghentikan sejenak pekerjaannya. Menikmati pujian Jack sesaat. Sambil tersenyum ia berkata,

"Kau tahu Jack, hanya karena kamu bekerja padaku bukan berarti kau harus berbohong untuk menyenangkanku."

Jack terkejut. Buru-buru ia berkata. "Ti, tidak tuan! Lukisan anda sungguh-sungguh indah!"

Jack tidak berbohong. Lukisan Tuan Monde memang Indah. Paling tidak menurutnya. Jack tak pernah tau macam-macam lukisan. Sebagian besar lukisan yang ia tahu adalah lukisan buatan tuan Monde.

"Cicipilah..." ujar Tuan Monde.

Jack tampak ragu-ragu dengan permintaan itu. Rasanya kurang ajar jika ia mencicipi lukisan yang sedang dikerjakan oleh Tuan Monde. Tapi dalam hati ia penasaran setengah mati dengan rasa dari lukisan yang dikerjakan oleh tuannya berminggu-minggu itu.

"Bolehkah, Tuan?" tanya Jack ragu.

Dimajukannya dagu Monde sebagai isyarat memperbolehkan. Mata Jack berbinar-binar ketika tuannya mengizinkannya mencicipinya. Disentuh Jack perlahan lukisan itu kemudian di cicipinya lukisan itu.

"Bagaimana?" tanya Monde. "Aku rasa ada yang sedikit kurang dengan lukisan ini..."

Jack setuju dalam hati. Rasa asam dan manis dari pai apel sudah pas tapi sedikit susu akan membuat kulit pai nya menjadi lebih enak dan menyatu dengan isinya.

"Mungkin sedikit susu akan membantu tuan?" saran Jack.

"Susu?" gumam Monde tak percaya. Dicicipinya lukisannya sendiri. Ia sadar ada yang kurang dari kulit pai itu. Kemudian ia tahu susu akan memperbaikinya. Ia tersenyum kemudian dengan satu gerakan tangan sopan ia memerintah Jack untuk menadah susu diluar.

Tanpa banyak pikir Jack bergegas ke koridor luar. Dicarinya ember yang ia tinggal tadi. Di sorongkannya ember itu diluar lindungan atap kemudian perlahan susu mulai mengisi ember itu.

Hujan sudah semakin reda tapi Jack pikir hujan rintik-rintik masih akan berlangsung beberapa jam lagi. Didalam tuannya sedang asik memberikan sentuhan akhir dan cuaca semacam ini biasanya membuat tuannya merasa senang untuk melukis.

Diliriknya ember itu namun belum juga penuh. Di depannya terhampar pemandangan kota yang tertutup cairan putih itu. Beberapa orang tampak sudah mulai keluar dari tempat berteduhnya dan mulai berjalan ke tujuannya setelah tertunda oleh hujan. Hanya orang bodoh seperti Jack saja yang nekat meneropos hujan saat sedang deras-derasnya.

Diliriknya dan tampak beberapa belalai masih terlihat di luar. Kota masih belum hidup. Ember belum juga penuh. Lalu pikiran Jack mengembara kemana-mana

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dansou
dansou at Hujan (9 years 6 weeks ago)
100

Wohohoho~~ ini menarik banget. Ini cerita mengandung nilai filosofis ya kayaknya? #sayasotoy
.
Well, keep writing!

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Hujan (9 years 6 weeks ago)
80

wow aku suka ini. Untung hujan susu ya? Bukan silikon. oops.haha

Writer zenocta
zenocta at Hujan (9 years 6 weeks ago)
90

fantastis... ini baru namanya imajinatif,, khayalan tanpa batas logika.. bebas suka-suka seperti dunia anak kecil...

Writer Gitta-chan
Gitta-chan at Hujan (9 years 6 weeks ago)
70

#ngebayangin hujan susu. Nggak perlu beli ultramilk lagi deh. Ahahhaha~! *lawak

Writer devil_garuda
devil_garuda at Hujan (9 years 6 weeks ago)
80

Coba testing lagi :)