Klub Misteri [Tujuh Misteri Sekolah]

aku dan 4 kawanku dari klub misteri duduk mengelilingi salah satu meja di kantin. seperti biasa, jam pulang sekolah selalu menjadi jam ekstrakurikuler, namun karena kami bukanlah ekstrakurikurel dan hanya sekedar klub kami tidak pernah punya tempat tetap untuk berkumpul. duduk di hadapanku adalah sang ketua klub misteri Nurul Endah Purwaningrum, gadis yang akrab dipanggil Endah itu berambut sepunggung dengan kuncir ekor kuda, ketua klub misteri ini adalah gadis idola semua cowok di sekolah ini tapi memilih menjadi ketua klub kami supaya tidak ada cowok yang mengganggunya dengan memintanya jadi pacar. Endah sedang membaca sebuah koran pagi ini dengan teliti. di sebelahnya adalah wakil ketua kami yang penakut Irene Rosalia putri, gadis berjilbab itu bergabung di klub misteri dan menjadi ketua karena kami suka iseng menakutinya dengan cerita-cerita menakutkan dan ekspresi ketakutannya cukup imut.

di sebelah kiriku adalah satu-satunya cowok selain aku, Ferdian zulkarnaen. laki-laki bertampang licik ini sangat jarang akur denganku, laki-laki ini sangat pandai merayu dan mencari informasi dan dengan ketampanannya ia bisa membuat semua informasi mengalir dengan mudah ke klub kami. dan di sebelah kananku adalah gadis dengan aura suram Karina Nova Ayu. gadis berambut pendek ini hanya tertarik pada buku horor dan ia sedang berusaha menulis novel horor dengan bergabung di klub ini.

ini adalah satu bulan sejak klub misteri dibentuk, klub-non-official pencari misteri ini belum punya kegiatan apapun, paling tidak sampai hari ini.

sang ketua melipat korannya dan menatap kami satu persatu.

"Minggu lalu seorang siswa kelas sepuluh menemukan jenazah di dalam sumur tua di belakang sekolah," sang ketua memulai ceritanya, "meninggal seketika karena ditusuk seseorang tepat di jantung, ia sudah mati sebelum dijatuhkan ke sumur, saat polisi mengangkat jenazahnya mereka menemukan jenazah lain yang sudah menjadi tulang. perkiraan kasar pihak forensik mengatakan umur jenazah itu sekitar 8 tahun." sang ketua menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan, "sumur tua itu adalah misteri ketiga dari tujuh misteri sekolah kita, bagaimana menurut kalian?"

"apakah kau ingin mengatakan kalau mungkin di enam misteri sekolah lain juga ada jenazah?" tanyaku.

"itu mungkin saja terjadi," sahut Ferdi, "tujuh misteri sekolah semuanya tentang murid yang meninggal jadi mungkin saja juga ada mayat di sana."

"tidak semuanya," sangkal Karin, "misteri nomor tujuh, patung pendiri Akademi Ksatria Muda yang berganti posisi setiap harinya. tidak ada pembunuhan di sana."

"Oh...tujuh misteri sekolah itu yang mana saja?" tanya Irene, "banyak informasi simpang siur jadi aku tidak bisa mengingatnya dengan benar."

"kalo dimulai dari paling ujung akademi ini, di asrama putra ada sebuah ruangan yang tidak dihuni oleh siapapun, saat malam sering terdengar suara jeritan perempuan dan tawa seorang laki-laki, terdengar seperti laki-laki itu menyiksa seorang perempuan. saat kita mengintip lewat lubang kunci yang terlihat hanyalah sorot mata yang menatap balik." jelas Ferdi, "aku belum pernah mengalami ini secara langsung, tapi banyak yang mengklaim pernah mendengar jeritan itu," tambahnya.

"lalu di gedung perpustakaan, seringkali ketika matahari hendak terbenam akan terdengar suara tawa seorang perempuan. tidak ada yang tahu darimana asalnya dan apakah itu hanya kerjaan iseng atau ulah hantu," sambung Karin.

"Di sumur itu katanya sering terlihat pendar cahaya yang menyilaukan, saat didekati yang terlihat adalah kepala perempuan tanpa badan yang melayang dan akan mengejar siapapun yang melihatnya." kataku.

"misteri keempat adalah favoritku, di ruang musik ada sebuah piano tua yang sudah bersuara sumbang tapi entah karena apa piano itu tidak di tuning ataupun di pindahkan. pada malam hari jika kebetulan mau ke aula makan dari asrama putri dan meleati ruang musik akan terdengar denting-denting piano. lagunya tergantung hari, informasi ini belum jelas." Endah menyeringai, "katanya jika piano itu di tuning, suaranya selalu kembali sumbang keesokan harinya dan jika dipindah piano itu akan kembali ke tempat asalnya."

"eeh...beneran?" tubuh Irene mulai gemetar.

Aku dan Ferdi saling pandang, kalau dalam urusan menakuti Irene kami memang selalu kompak. Ferdi mengeluarkan kain hitam yang biasa ia gunakan untuk bermain sulap. Kain licin itu lebarnya cukup untuk menutupi kepala kami berlima. Jadi kami mendekatkan kepala kami ke meja, Irene awalnya ragu namun akhirnya bergabung dengan kami.

Aku meraih senter di tasku dan Ferdi menutupi kepala kami berlima. Dengan begini tidak ada cahaya matahari sore yang kami lihat. Hanya kegelapan dan saat itulah aku menyalakan senter, menyorot ke wajahku.

“misteri kelima, di lorong antara sekolah ke asrama putri, saat malam hari tiba kau akan mendengar langkah kecil dan lembut,” aku menatap Irene dengan memasang tampang seseram mungkin, “katanya itu adalah langkah boneka gadis kecil yang ada di ruang kesenian, boneka itu berjalan dari ruang kesenian ke kamar majikannya di asrama putri, namun ia akan kecewa saat melihat di kamar itu bukan majikannya. Dan ia akan kembali ke ruang kesenian, siapapun yang berpapasan dengannya, konon akan langsung keluar dari sekolah keesokan harinya.”

“Tidak ada kematian.” Tambah Ferdi, “misteri keenam,” ia melanjutkan, “tentunya kita tak asing dengan model manusia dengan berbagai bentuk di laboratorium biologi. Ada replika tulang dan replika otot dan banyak lagi. Ada satu replika yang katanya adalah manusia asli. Replika organ tubuh, boneka dengan perut yang terbuka dan menunjukkan organ dalamnya. Pada malam hari jantung akan berdetak dan patung yang setengah badan itu akan bernyanyi dengan nada tinggi dan menyeramkan. Tidak hanya itu, patung lain yang mendengar lagunya akan hidup dan mulai berkeliaran. Karena itulah tidak ada jam biologi dari jam pertama ke jam ketiga, biasanya staff Lab akan sibuk mengembalikan semua replika ke tempatnya.”

“misteri terakhir,” sahut Karin, “patung itu, patung pendiri Akademi Ksatria Muda di depan gerbang sekolah, biasanya duduk di sebuah kursi dengan dua ekor burung di pundaknya. Namun seringkali berubah menjadi berdiri dengan tongkat di tangan kanan atau sedang maniaki kuda. Ketiga posisi ini berubah-ubah setiap kamis malam.”

“ehm, jadi apakah menurut kalian akan ada mayat di tempat-tempat itu?” Ferdi membuka kainnya. Kami meminum minuman kami masing-masing sampai habis lalu aku tersenyum pada Irene yang gemetaran.
“itulah kegiatan pertama klub misteri!” kata Endah bersemangat, “memeriksa tujuh tempat misteri sekolah!”

“Apa?” Irene nampak memandang Irene dengan tampang terkejut, “serius?”

“baiklah, kumpul di sini setelah Isya’” kata Endah, “kita ke Asrama putra!”

“Heh? Kamu gila?” aku menatap sang ketua tak percaya, “3 anak cewek masuk ke asrama kami? Mau dibawa ke pengadilan kedisiplinan, ya?”

“Pengadilan Kedisiplinan akan berterima kasih pada kita kalau memang ada seseatu di ruangan itu,” sang ketua tersenyum, “Dan kalau memang tidak ada apa-apa ya kita kabur,” ia menjulurkan lidah dengan ekspresi mengejek.

“sebaiknya kita periksa dari yang nomor tujuh,” usul Karin, “hari ini Kamis dan nanti malam pasti kita menemukan seseatu.”

“oh…mungkin Karin benar,” Endah tersenyum lagi, “bayar minuman kalian dan kita akan ke patung itu, masih jam 4 sore dan kita akan periksa posisi terakhir pak tua pendiri!”

Aku menghembuskan nafas, Karin berhasil menunda rencana gila Endah untuk membobol asrama kami. Tapi itu hanya menunda, pada akhirnya ia akan masuk ke asrama kami untuk memeriksa ruangan itu. duh….sial!

Read previous post:  
Read next post:  
60

Tinggal huruf kapitalnya.. :D
Sisanya.. lumayanlah...

Writer zenocta
zenocta at Klub Misteri [Tujuh Misteri Sekolah] (8 years 13 weeks ago)
70

kenapa tidak ada huruf kapital pada awal kalimat setelah titik?? -_-"
itu sekolahnya dimana?? nama sekolahnya apa?? kalo pakai sistem asrama gitu pasti sekolahnya antara berbau militer,, atau berada di lokasi yang sangat susah terjangkau hingga pulang pergi ke sekolah itu akan sangat merepotkan... atau bisa jadi modelnya pesantren??
hehehehe... maaf atas pertanyaan yang kritis ini...

70

aku baca ini tengah malem. Aku jadi takut keluar kamar, hehe.
seru nih, tunggu yang selanjutnya ya

Writer Dedalu
Dedalu at Klub Misteri [Tujuh Misteri Sekolah] (8 years 14 weeks ago)
80

aduuh.. EYD-nya. wkwkwkwk :D

Writer Isyan
Isyan at Klub Misteri [Tujuh Misteri Sekolah] (8 years 14 weeks ago)
50

Aah.., tidak..! Kenapa konfliknya langsung numpuk gitu? Jadi bingung., ga bisa ingat semuanya..
Tapi., ok., saya tunggu yg selanjutnya.

90

aaaa... seruu.. X3 soal EYD ato yang lainnya saya serahin ama yang lainn~
lanjutinnnnnn~