renungan cinta

Harus kutafsirkan apa lagi getaran rasa berulang kali

Pada masa tidak cukup satu detik atau dua detik

Memakan hari berkumpul  menjadi suatu rasa bernama rindu

Dia diutus cinta untuk memanggilmu… atau memanggilku

Berupa bisikan-bisikan magis 

Saat  melangkah karenanya aku terhenti

Mereka berkompromi bersama ingatan untuk memunculkan kenangan

Ada suara, cerita kita juga senyum yang tak terlupakan

Meramu, merangkum dan semuanya bermuara hanya pada satu : kamu

 

Getaran serupa jalan yang mengantarkan cinta

Halus menguasai hati

Kemudian,

Kembali aku mabuk di siang hari

 

Sudah kucoba untuk melupakan kamu, sayang

Rasa sakit kita lebih baik diakhiri saja

Karena mencintaimu mengantarkanku pada utopia

Kisah kita memang sempurna, namun baru  berhenti pada angan semata

Terlampau jauh aku mengejarmu untuk kurengkuh

Sedang kau berada di kerumunan

Belum sempat kulihat kau telah menghilang

Bersama cahaya yang mengantarkanmu

Terlalu silau, hingga aku benar-benar tak bisa melihatmu

Lagi                

 

Dan akhirnya melupakan hanya sebuah gertakan

Jauh disana aku masih menyukaimu

Sambil sesekali aku siaga

Bahwa kau bukan milikku saja

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer alvin
alvin at renungan cinta (9 years 35 weeks ago)

aku suka. tetap berkarya

Writer ria
ria at renungan cinta (9 years 35 weeks ago)

makasih udah suka :)

Writer Christian
Christian at renungan cinta (9 years 35 weeks ago)
70

bagian pertengahannya bagus,
tapi akan lebih bagus lagi kalau dipersingkat, namun dengan isi yang padat.
Ini saran saja.. :)

Writer lestari jingga
lestari jingga at renungan cinta (9 years 35 weeks ago)
60

pembukanya kurang nih hehe "Harus kutafsirkan apa lagi getaran rasa berulang kali" mungkin bisa 'harus bagaimana lagi kutafsirkan rasa ini'
tapi itu sih saran saja, hehe salam jingga

Writer shinta melinda
shinta melinda at renungan cinta (9 years 36 weeks ago)
80

bagus kok. :)

Writer lost_boy
lost_boy at renungan cinta (9 years 36 weeks ago)
70

Aku suka puisi ini karena pada RL aku baru saja mengalaminya....

hefft.....
itulah hidup....