kamu apa kabar?

Kamu apa kabar?

Masihkah kamu seperti waktu lalu? Seperti Saat kamu lebih suka berjalan di depanku dibanding menjajarkan langkahmu denganku. Saat kamu menolak aku membayarkan makan malammu, juga saat kamu menghindari berpapasan denganku.

Kamu mencintai yang lain, aku tahu itu. Kupikir saat yang lain itu melepasmu maka kamu akan pelan-pelan membuka pintu hatimu yang terlalu kokoh itu untuk menyambutku. Rupanya aku salah, kamu jawab harapanku dengan kalimat datar “hanya karena aku sendiri, bukan berarti aku menerima setiap yang menawarkan hati.” Kamu memang penyuka kesendirian.

Kamu belum berubah. Setiap pesan yang kukirim kamu selalu balas sopan. Namun aku tahu, ada rasa dingin yang menyublim di antara pucuk suku kata yang kamu kirimkan.

Kamu tahu, ternyata tahunan belum mampu mengelupas kamu dari bagianku. Menuliskan huruf demi huruf namamu membuat aku mengkristalkan pecahan bayangmu yang menyebar di kepalaku.

Kamu apa kabar? Tiba-tiba saja aku merindumu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shin Elqi
Shin Elqi at kamu apa kabar? (6 years 33 weeks ago)
100

sangat suka ini...keren dah! :D

Writer luna arata
luna arata at kamu apa kabar? (8 years 40 weeks ago)
100

puisinya segar tapi bikin miris *mungkin karena bernasib sama

salam kenal :)

Writer diningtias
diningtias at kamu apa kabar? (8 years 40 weeks ago)
70

aku baik baik saja,, hehehe,,,

Writer omaa_omes
omaa_omes at kamu apa kabar? (8 years 40 weeks ago)
70

ada pepatah mencintai belum tentu memiliki namun ketika kita memiliki pun belum tentu mencintai (kembali) saat benih itu tumbuh akan kehadiran hati yang lain