Memang Kopi!

"Mengapa kaupesan kopi pahit?" tanyamu, kesekian kali. Kusesalkan betapa tak tenang kau menghadapi ampas-ampas. Padahal merekalah yang menggoda napas. Bukankah pahit itu terkenang di kerongkongan?

 

"Mengapa pahit?" tanyamu terakhir kali diiringi dua lecut airmata. Kusesalkan betapa gagal kau memahamiku setelah saling berbagi deru napas. 

Bukankah pahit?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer arsenal mania
arsenal mania at Memang Kopi! (7 years 40 weeks ago)

saya "agak" menangkap kesan negatif (entah memang ingin disampaikan atau tidak).

bagian keduanya seperti memberi arti beda. dua orang yang sudah saling mengerti. sahabat mungkin?
.....

oke, di atas cuma pemaknaan subjektif saya aja. mesti beberapa kali baca baru bisa menangkap maksudnya (kembali lagi secara subjektif). bagian ending itu menurutku bukan semacam sarkasme, mungkin semacam ironi? <---- maksudnya seperti; kopi itu pahit men, salah satu rasa dasar yang bisa dirasakan indra pengecap. tapi bikin melek kan?
:D
maap ngaco, cheers

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (7 years 40 weeks ago)

ngga ngaco, kok. pemaknaan subjektif kan sah-sah aja, toh? meskipun emang beda sih sama maksud saya. tapi memang endingnya kelewat ngambang bin ambigu, hehe.
.
makasih udah mampir yaa.

Writer Nine
Nine at Memang Kopi! (7 years 40 weeks ago)
90

Yang bikin kopi enak adalah kepahitannya yang khas. :)
Di tulisan ini saya menangkap ada sejengkal cerita tentang asmara :)
Di mana si aku dan pasangannya berada dalam tahap "akhir sebuah hubungan".

Di bagian:
"Mengapa kaupesan kopi pahit?" tanyamu, kesekian kali.

Seperti mengindikasikan kelakuan si aku yang tidak disukai pasangannya namun sudah dilakukan berkali-kali.

Padahal menurut si aku hal itu ia lakukan demi kebaikan hubungan mereka, saya nangkap ini pas di bagian:

"Kusesalkan betapa tak tenang kau menghadapi ampas-ampas."

sama:

"Bukankah pahit itu terkenang di kerongkongan?"

Hehehe, itu sih yang saya tangkap pas baca ini :)
Kalau memang tulisan ini ngak punya makna yang tersirat, maafkanlah ke sotoy-an saya, hehe :)

Salam kenal (y)

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (7 years 40 weeks ago)

betul kok, makna tersiratnya (salah satunya) seperti itu. hehe. makna lainnya saya sendiri agak lupa karena kalau nggak salah ini saya buat atas dorongan emosi sesaat waktu itu.
.
Terima kasih udah mampir ya :)

Writer gadek_mpl@yahoo.com
gadek_mpl@yahoo.com at Memang Kopi! (10 years 10 weeks ago)
100

aku suka tulisannya.. :)
karena kopi memang pahit.. begitulah aku selalu berdalih setiap beberapa orang komentar soal kopi yang "pahit".
salam :)
mampir2 ya k tulisanku. hehe :p

Writer bobhizz
bobhizz at Memang Kopi! (10 years 37 weeks ago)
80

suka banget puisi ini :D kopi emang ga selalu pahit sih tapi... pada dasarnya emang pahit heheh keep writing!

Writer jare rahmad
jare rahmad at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)
90

aku seduhkan kopi..mau? :D

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)

Boleh. Harus panas, ya :D

Writer nazokagi
nazokagi at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)
60

apa kopi selalu pahit buatmu?
salam

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)

Pahit, tapi tidak apa-apa. Selalu ada gula dan susu yang siap menolong :)

Writer kazturi
kazturi at Memang Kopi! (10 years 41 weeks ago)
80

apik..
kadang kita lupa hidup ini begitu pahit.

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)

kadang lupa, kadang terlalu dirasakan :)

Writer sekar
sekar at Memang Kopi! (10 years 41 weeks ago)
90

saya malah suka kata-kata terakhirnya, bagus :)

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)

terima kasih :D

Writer sefa ayu
sefa ayu at Memang Kopi! (10 years 41 weeks ago)
60

scangkir kopinya donk :D *ah.. kmu itu pnggila kopi tpi tak mngerti phitnya?? *hihi meracau

bukankah pahit?? >> yg trakhir kurang kena mnurutku sist prtanyaan itu.

Writer azkashabrina
azkashabrina at Memang Kopi! (10 years 40 weeks ago)

hehehe, maksudnya semacam sarkasme gitu lho endingnya. makasih kritiknya loh... :)