induk

matahari telah lama diburu 
jauh sebelum kelahirannya 
kota telah sesak antrian 
keranjang 

mata jalang 
belati diasah jadi penghibur malam kau tekuri jadi makin panjang 

aku menyaksikan urat digulung 
aku membaca surat-surat di gunung 
aku mencecap jejakmu di aspal sejak kawanan air bah dan darah mengepung 

dengan kata kau menjelma 
bersama luka kau alamatkan do'a 

kau usap tempurung kepala anakmu 
: kelak, bocahku tumbuh dan memahami malam 

mengecupnya dan menjadi udara

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sanssouci89
sanssouci89 at induk (9 years 46 weeks ago)
90

doa muncul ketika pahit hidup tercecap. nice poem..

Writer ludere actu
ludere actu at induk (10 years 16 weeks ago)
80

sebuah harapan ya :D

Writer tari
tari at induk (10 years 18 weeks ago)
60

waw.....
g ngerti..lo?

Writer lawhyne
lawhyne at induk (10 years 18 weeks ago)
80

wwoooohhhoooo!!! asseeekkk...
salam...^^

Writer Tetes Embun Pagi
Tetes Embun Pagi at induk (10 years 19 weeks ago)
70

"bersama luka kau alamatkan do'a " :D

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at induk (10 years 19 weeks ago)
80

keren! Gua suka dahhh... :D