Progress Report - Faris (2)

Sebenarnya, Faris merasa wajar bila dirinya bermimpi aneh. Kesehariannya aneh. Keluarganya aneh. Seluruh isi kehidupannya aneh.

Sejak dulu orang-orang dengan separuh basa-basi telah mengatakan kalau Faris pastinya akan tumbuh menjadi orang yang cerdas dan tangguh—persis seperti ayah dan ibunya. Tapi bila melihat segala sesuatu yang ditanganinya sekarang, sepertinya itu bukan kenyataan yang bisa dibantah lagi.

Sebab bagaimana mungkin dirinya bertahan melewati tahun-tahun yang panjang itu jika tak ada sedikit kecerdasan dan ketangguhan di dalam dirinya?

Tahun-tahun panjang tanpa ayahnya?

Tahun-tahun panjang di saat ia harus mengawasi ibunya?

Perlu ditegaskan, semuanya, termasuk Franco, si kepala pelayan yang menyebalkan itu, telah menyetujui kata-kata, “Tuan Muda adalah seseorang yang luar biasa!” Tapi apa sebenarnya yang membuat Faris luar biasa, takkan pernah sampai terungkap ke luar pekarangan rumah itu. Sebab ‘rahasia umum’ di antara mereka bisa dibilang merupakan ‘rahasia sesungguhnya’ bagi masyarakat yang tinggal di luar pekarangan itu.

Masyarakat yang hidup di dunia luar sama sekali tak punya gambaran apa-apa tentang kejadian-kejadian tak lazim yang kerap terjadi di balik dinding-dinding rumah megah itu.

Kejadian-kejadian yang biasanya, tentunya, disebabkan tak lain oleh ibu Faris…

Segala yang ibu Faris katakan harus didengar oleh semua. Tapi segala yang orang lain katakan tak selalu didengar oleh beliau. Begitulah secara singkatnya bagaimana ibu Faris bersikap. Tapi tak semenjak dulu sang Nyonya Rumah, ibu kandung Faris itu, bersikap ‘seluar-biasa’ itu.

Faris sepenuhnya sadar bahwa ia memiliki kenangan bermain di suatu tanah lapang bersama ayahnya, menyantap bersama di sebuah meja makan besar hidangan malam buatan ibunya, menonton bersama mereka berdua di depan televisi suatu acara untuk keluarrga. Tapi entah persisnya kapan, semua kenangan indah itu suatu saat terputus begitu saja.

Faris tak ingat kapan atau kenapa, tapi ayahnya tiba-tiba telah menghilang dari kehidupannya, entah mati atau pergi begitu saja. Hal ini disetujui oleh para pelayan dan paman tukang kebun. Tapi merekapun tak tahu latar belakang kejadiannya yang sebenarnya. Misterius. Suatu saat, mereka semua mulai merasa bahwa sudah begitu lama beliau tak terlihat. Kemudian puf! Tiba-tiba saja semua sadar bahwa selama ini mereka tak pernah melihatnya lagi.

Kalau Faris tak salah ingat, sekitar waktu itulah sifat ibunya mulai berubah. Ia sering berdandan secara berlebih-lebihan, mengenakan gaun-gaun dan hiasan yang menurut semua orang sudah tak pantas lagi dikenakan. Gaun-gaun dan hiasan ala wanita ningrat Eropa dari abad-abad pertengahan. Pokoknya, bersama munculnya perilaku anehnya, beliau mulai kesulitan diajak bicara dan tampak enggan memahami orang lain.

Tapi bagaimanapun juga, dengan ketiadaan ayah Faris, ibu Faris-lah yang kemudian menjadi kepala keluarga. Beliaulah yang kini mengelola semua aset yang keluarganya miliki. Dengan segala kekuasaan di rumah itu berada di tangannya, ibu Faris kemudian berubah menjadi sang Nyonya Rumah.

Kata-katanya mutlak. Segala tingkahnya tak dapat lagi dimengerti. Tapi terbukti beliau menjalankan perannya sebagai kepala keluarga pengganti dengan baik; melihat bagaimana untuk para pelayan dan paman tukang kebun masih bekerja di rumah itu, gaji mereka masih mengalir dengan lancar. Lalu perusahaan-perusahaan keluarga yang selama ini dibanggakan masih mendatangkan cukup kekayaan yang keluarga itu perlukan untuk hidup.

Tapi meski Faris mungkin tak merasa pernah kekurangan secara keuangan, suasana di rumah besar itu sepertinya benar-benar telah berubah untuk selama-lamanya.

Apa sebenarnya yang terjadi, Faris sampai kini pun belum tahu. Ia merasa pernah menangisi hal tersebut. Tapi ia juga ragu karena merasa pada suatu titik ia pun pernah tak menyadari semua perubahan itu.

Faris dilarang keras oleh kerabatnya—para om dan tante yang dulu sering bertandang ke rumahnya, dan memujinya sebagai anak berbakat—untuk membuat laporan ke polisi. Karena menghilangnya sang direktur utama akan menjadi skandal besar bagi konglomerasi perusahaan mereka.

Anehnya, setiap kali Faris berusaha menyinggungnya, ibu Faris akan selalu bersikeras bahwa ayah Faris tak menghilang. Dirinya memang tak bisa dihubungi. Tapi dirinya ‘ada urusan di tempat jauh’ dan bukannya ‘hilang’ sekalipun sudah sekitar lima tahun berlalu semenjak Faris terakhir melihatnya.

Rachma-lah yang dulu mengutarakan soal bagaimana Faris tak ingat memiliki figur seorang ayah. Dirinya memang gadis yang cukup cerdas untuk menyadarinya. Figur ayah dalam artian: seorang lelaki yang kapanpun bisa ditemuinya, dan akan membimbingnya menjadi laki-laki yang baik. Anak perempuan yang pernah sekelas dengannya waktu SD dulu itu pula yang—karena suatu kejadian—menjadi satu-satunya orang luar yang tahu perihal kondisi keluarga Faris.

Mereka berdua masih sama-sama kecil saat peristiwa menghilangnya ayah Faris terjadi. Baik Faris maupun Rachma. Diam-diam, Faris selalu berterimakasih pada Rachma karena gadis itu tak pernah membicarakan perihal kejadian-kejadian yang terjadi dalam keluarganya itu lagi. Dengan demikian, Faris terhindar dari perhatian yang ditakutinya dari teman-teman sekelasnya yang saat itu masih suka mengejek.

Faris kini telah tumbuh menjadi remaja sepenuhnya.

Namun Rachma pun rupanya telah berubah jauh dibandingkan sosoknya yang Faris ingat dulu.

Jadi jauh sebelum Faris menyadarinya sendiri, dirinya sebenarnya telah lama bertahan sendirian.

Read previous post:  
44
points
(2149 words) posted by Alfare 8 years 5 weeks ago
73.3333
Tags: Cerita | Novel | drama | misteri | remaja | sci-fi
Read next post:  
Writer Door_Knocker
Door_Knocker at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)
90

Faris itu dah 'rusak'? Bukan... semua tokoh yang sudah muncul sudah 'rusak'? Ingat Evangelion dari pembukaan yang serba suram.
.
Cerita ini berat! Tapi menarik!
Dan bagiku menarik itulah yang penting!
Lanjutkan!

Writer Alfare
Alfare at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)

Err, rusak kayaknya ungkapan yang agak berlebihan. ^^
.
Jujur, ini enggak akan segelap Evangelion kan. Mestinya.
.
Makasi banget buat komennya bro.

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)
90

Ohoo... Menarik (untuk ketiga kalinya)
.
Pendapat pribadi saya : Ini kurang untuk disebut 'satu chapter', bos. Tapi kalau dari sananya dibagi begini...ya saya cuma pembaca

Writer Alfare
Alfare at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)

Sori. My bad. Soalnya kalo disatuin ama yang berikutnya, jadinya kepanjangan banget. Karena udah lewat sehari, kucepetin deadlinenya deh. Jadi besok akan kuposting lanjutannya.

Writer Inoue_Sakura
Inoue_Sakura at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)
80

bagus.. ceritanya menarik

Writer Alfare
Alfare at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)

Makasih.

Writer 145
145 at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)
90

Aku jadi membyangkan kalau kepribadian para tokoh bakal lumayan kompleks... hmm menarik.

Writer Alfare
Alfare at Progress Report - Faris (2) (8 years 5 weeks ago)

Ini bener sih. Ini salah satu cerita yang para karakternya kupikirin baik-baik. Ato mungkin juga karena mereka semua kudasarin dari temen2 SD saya.
.
Anehnya, waktu aku sendiri baca fragmen ini kepisah dari yang lain, kok rasanya ada yang kurang. Kayak sesuatu yang mestinya udah kuperbaiki malah kuulang lagi.