Allan Fenestra - Penjaga Makam

  • Nama - Allan Fenestra Volucis

  • Umur  - 27

 

  • Jenis Kelamin - Laki-laki

 

  • Deskripsi Fisik

Pipi tirus, rambut hitam acak-acakan (kadang terlihat jabrik), sekitar mata hitam, tubuh kurus (terutama jarinya yang panjang), sering terlihat pakai kemeja putih dengan setelan jas dan celana hitam panjang yang robek-robek. Sepatunya sepatu kulit bermerk dan ada haknya , namun karena sering dipakai berjalan2 di pemakaman, sepatu itu jadi pudar warnanya. Terkadang ia memakai kacamata bulat berwarna merah untuk sekedar gaya.

Selalu membawa biola kesayangannya dan sering terlihat membawa sekop. (Sekopnya gak dibawa pas turnamen, repot)

Terkadang, ia juga terlihat mengendarai motor Harley (?) malam-malam, namun tak ada yang percaya kalau ada orang yang mengatakannya. Harley itu dibawa dari negri asalnya, diberi dari tabungannya selama tiga tahun. (gak penting sih)

 

  • Kepribadian ­

Selalu kelihatan tidak bersemangat, harus ada faktor eksternal yang membuatnya benar-benar bergairah (bah, bahasanya-_-). Biasanya ia bersemangat kalau mendengar ada yang meninggal, berarti penghasilannya bertambah. Namun, dia sangat sopan. Walau di hatinya bergumam macam-macam yang buruk, ia tetap tersenyum dan mengatakan hal yang baik-baik.

Allan menikmati upacara pemakaman, ia senang melihat orang mati namun, karena agamanya (agak) kuat, ia tidak senang membunuh meskipun ingin. 

Baik hati, dekat dengan anak-anak, namun kadang-kadang dia suka jahil menakut-nakuti orang. Ia senang menciptakan syair asal dan menyanyikannya diiringi biola.

UPDATE - Setelah melawan Lucida

Ternyata Allan adalah orang yang sadis dan tidak segan-segan terhadap wanita. Dia juga senang diperlakukan kasar oleh wanita dan sedikit mesum terhadap wanita sadis. (Biasanya si wanita nyerang duluan n baru deh Allan keliatan sadisnya!)

  • Biografi

Allan adalah putra pertama dari George William dan Hannah Volucis. Ia memiliki adik laki-laki berumur sepuluh tahun bernama Edgar Felistre Volucis. Ayahnya mendirikan pelabelan ternama sekaligus studio rekaman dan sekolah musik di negara asalnya, Allan pun lulusan dari sekolah tersebut. Ketika remaja, ibunya meninggal dan kehidupan mengerikan keluarga Volucis dimulai.

Suatu malam yang suram, William menggali kuburan istrinya dan menaruh mayat yang sudah hampir busuk itu di kamar. Mayat itu diajak bicara, dipakaikan baju, bahkan diajak berhubungan seksual. Allan dan adiknya yang masih kecil awalnya diam saja, namun mereka terganggu dengan bau busuknya hingga menyarankan untuk mengawetkan mayat sang ibu.

Bagai dipukul dengan palu besar, William sangat senang mayat istrinya kini beraroma wangi, tidak seperti mayat pada umumnya. Lalu ia meminta pada dokter operasi plastik kenalannya untuk mengganti kulit Hannah yang sudah menghitam. Setelah Hannah kembali cantik dan bertahun-tahun tinggal bersama, ia jadi punya ide yang lebih gila—menggali kuburan semua kerabatnya dan mengajak (mayat) mereka tinggal bersama.

Rumah keluarga Volucis dipenuhi mayat dan sampai saat ini masih hanya menjadi kabar burung kebenarannya. Para pelayan dan tamu tertentu yang diundang disogokkan uang untuk merahasiakannya, bahkan William sampai menyewa pembunuh bayaran untuk mereka yang tak bisa menjaga rahasia. Mayat yang puluhan jumlahnya itu dirawat para pelayan terpecaya dengan gaji yang luar biasa. Kadang William menyewa pengendali boneka untuk mengendalikan mayat-mayat itu bergerak. Ide mengendalikan mayat untuk bergerak itu membuatnya tambah gila.

William ingin mayat itu benar-benar bergerak, dan kalau bisa kembali hidup. Maka ia mulai belajar ilmu hitam dan menurutnya cara tercocok untuk menghidupkan kembali mayat-mayat itu ialah melalui lagu-lagu gaib.

Namun, hal kemanusiaan dalam diri William masih ada, ia ingin perusahaan dan sekolah musiknya tetap sukses tanpa mengenyahkan ambisi yang menyita waktunya itu. Akhirnya, penelitian ‘penghidupan mayat’ itu diserahkan pada Allan yang pada saat itu tengah menyelesaikan sekolah tinggi musik di sekolah ayahnya.

Allan mau tidak mau diajari berbagai macam ilmu hitam, ia sampai bisa melihat hantu, setan, dan sejenisnya. Mulanya ia sendiri takut, namun lama-lama terbiasa. Sampai setelah lulus pun ia tetap mendalami ilmu tersebut sembari mencari kerja, kadang-kadang ia mengikuti konser orchestra sebagai pemain biola, membuat soundtrack film, konser solo, bahkan ayahnya membuatkan album (yang tidak begitu laku). Allan mahir memainkan biola.

Sampai di umur 23, Allan memutuskan pindah untuk meneruskan penelitiannya tentang  usaha pembangkitan mayat tersebut. Kota Pinus yang antah berantah dan banyak cerita mistis darinya, dianggap cocok untuk penelitian ilmu hitam tersebut, terlebih lagi ada pemakaman tua yang sangat luas. Namun, alasan sebenarnya ia sudah muak tinggal dengan sang ayah dan mayat-mayat bodoh itu. Adiknya pun mengikuti tinggal bersama Allan.

Di umur 26, Allan berhasil menyempurnakan ‘lagu pembangkit mayat’ yang dulu dibuat ayahnya. Ia berhasil membuat mayat bergerak, menggali kuburannya sendiri, dan bergerak sesuai keinginannya, namun hal itu dirahasiakan dari sang ayah. Takutnya ia tambah gila, dan apa yang terjadi kalau ayahnya berhasil membuat mayat-mayat itu bergerak?

 

  • Kemampuan

Lagu pembangkit mayat dan bangkai. Mayat dan bangkai apapun dapat dibangkitkan dan digerakkan selama tubuhnya tidak rusak. Ayahnya yang menciptakan lagu tersebut, namun Allan yang menyempurnakannya. Lagu yang berjudul The Symphony of the Dead tersebut bisa menghidupkan mayat dalam radius 50 meter dan harus dimainkan sampai habis (durasi lagu 1 menit).

Lagu tersebut mempunyai beberapa versi, versi pertama adalah lagu biasa pembangkit mayat dan bangkai. Versi kedua adalah versi pendek dari lagu tersebut, dimainkan setiap sepuluh menit jika masih menginginkan mayat dan bangkai dalam kendali. Versi ketiga adalah versi untuk membangkitkan jasad (biasanya bangkai) dalam ukuran besar, misalnya bangkai gajah. Versi ketiga ini berdurasi satu setengah menit dan lebih susah dimainkan, jika yang dibangunkan berukuran berkali-kali lipat lebih besar, maka lagu tersebut harus dimainkan berkali-kali (tanpa ketentuan) sampai jasad tersebut bangkit. 

Mayat-mayat yang pita suaranya masih bagus bisa ikut bernyanyi, mereka sering sekali mengadakan konser pemakaman!

Jasad-jasad yang dibangunkan Allan tidak harus bangkit ke permukaan, mereka bisa menggali dan berjalan di dalam tanah, mengikuti kemauan sang majikan. Tanpa melihatnya, Allan bisa merasakan kalau jasad itu sudah bangkit atau belum. 

Potongan tubuh yang terpisah masih bisa digerakkan selama tidak hancur, begitu juga tulang belulang. Tulang yang terpisah-pisah digerakkan secara terpisah, tulang yang hancur atau dalam serpihan kecil tidak bisa dikendalikan, juga tulang sintetis.

Lagu-lagu yang dimiliki Allan bermacam-macam, namun yang jadi andalannya selain The Symphony of the Dead, adalah Nocturna, yaitu membuat apa yang diucapkan Allan menjadi ilusi bagi lawannya. Namun ilusi itu tidak menjadi kenyataan, misalnya Allan mengucapkan 'ada luka di kepalamu', secara otomatis si pendengar akan membayangkan ada luka di kepalanya, maka ia akan terkena efeknya dan menjerit karena sakit yang tak nyata. Jika si pendengar sadar kalau itu ilusi dan TIDAK membayangkan apa yang diucapkan Allan, efek akan menghilang. Singkatnya, lagu ini hanya menjadi 'kejutan'. Lagu ini harus terus dimainkan dan tidak boleh terputus jika efeknya ingin berfungsi. 

Biola yang dimiliki Allan adalah biola yang dimantrai berbagai macam sihir dan tidak mudah rusak. Lagu-lagu di atas hanya berefek jika dimainkan di biola ini. Bila orang lain mencoba memainkannya, suaranya akan sangat sumbang, dapat membuat bayi satu kota menangis.

UPDATE - Setelah lawan Lucida

Biola ini bisa memainkan dirinya sendiri ketika Allan benar-benar tidak bisa bergerak.

Busur biola yang senar-senarnya sudah dimodif menjadi setajam silet sebelum mengikuti Battle of Realms.

Larinya cepat, karena dia kurus. Dia juga lincah karena sering lompat-lompat di batu nisan.

Terbiasa melihat dalam gelap, karena di pemakaman tidak ada lampu.

Gagak pematuk roh, hewan ini banyak terdapat di Pemakaman Akar Pinus. Jika manusia, hewan, atau tumbuhan terpatuk sebanyak tujuh kali oleh gagak tersebut, raganya menjadi hampa tanpa roh. Semakin sering korban dipatuk, maka ia semakin tidak memiliki semangat hidup. Di Kota Pinus, gagak-gagak ini hanya berkeliaran memakan bangkai, namun karena merasa lemah dan tidak memiliki kemampuan bertarung, Allan merasa perlu mengajak tiga ekor burung gagak ikut serta dalam turnamen Battle of Realms. Emed, Hood, dan Dant adalah nama yang diberikan pada tiga gagak tersebut yang bila diacak menjadi End, Doom, dan Death (ide dadakan). Allan berkomunikasi dengan cara berbisik, atau dengan suara lantang. Kemarahannya akan bangkit ketika mereka dilukai.

UPDATE - Setelah melawan Rafolt

Orang yang sudah berurusan dengan kematian bisa mengerti apa yang diucapkan burung-burung ini dan suara-suara mereka tidak begitu bagus.  

Hollow, si anjing hantu. Anjing seukuran anak sapi ini sering berkeliaran di hutan perbatasan Kota Pinus. Karena sering mengganggu masyarakat, Allan menangkapnya dan setan yang mengaku pemilik anjing tersebut juga bersenang hati memberikan dengan menghilangkan sebagian kekuatannya. Anjing ini dipanggil dengan siulan mengerikan yang hanya bisa dilakukan Allan.

Kemunculan anjing ini ditandai dengan kabut yang sangat tebal dan dingin, kemudian terlihat sepasang mata merah yang meremangkan bulu roma. Legendanya, orang yang paling berani bahkan gemetar bila menatap mata itu. Tidak bisa bergerak dan berteriak, atau bahkan pingsan, adalah hal yang wajar untuk semua orang yang ketakutan. Anjing ini akan menerkam apa saja, mengunyah hewan atau manusia sampai tulangnya hancur dan tak berbekas. Kekuatan dan kecepatannya diatas normal, raungan dan gonggongannya bisa memekakkan telinga siapa saja. Konon orang yang mendengar lolongannya akan segera menemui ajal.

Anjing ini tidak mengikuti Allan, ia penjelajah dimensi. Ia juga tidak mau diperlakukan seperti anjing kecil yang manis, yang disuruh duduk, berbaring, atau dilarang pipis di sembarang tempat, lebih tepatnya ia semena-mena dan egois. Ketika Allan memanggil, Hollow tidak selalu datang. Karena kenakalannya, setan-setan yang dulu memeliharanya suka membakar anjing itu dengan api neraka, makin membuat hitam tubuh anjing itu.

(ilustrasi dari gugel :p)

 

  • Kelemahan

Burung-burung yang mengikuti Allan suka memakan bangkai yang sudah dibangkitkan, sehingga membuat bangkai itu cepat rusak. Bangkai yang rusak tidak bisa dikendalikan.

Hollow takut dengan cahaya dan api. Semula ia kebal api, namun setan-setan menghilangkan kemampuannya itu.

Harus ada tumbal untuk memanggil Hollow, biasanya Allan menumbalkan mayat-mayat yang mengikutinya. Kalau tidak ada? Anjing bergejala rabies itu bisa balik menyerang Allan dan mengamuk! Makanya Allan jarang sekali memanggilnya. Cara menenangkan anjing yang mengamuk? Biasanya Allan memainkan satu lagu sedih untuknya dan anjing itu langsung hilang di balik kabut. Tapi kalau tidak berhasil? Penulis pun tak tahu kelanjutannya.

(P.S : tumbalnya bisa jadi lawan bertarungnya, tapi Allan yang baik hati tidak tega membunuh yang masih hidup.)

Api juga akan menghancurkan pasukan mati Allan menjadi abu, capalagi ditambah angin yang kencang. Cahaya atau sinar apapun yang menyilaukan juga membuat Allan sepasukannya sakit mata dan kocar-kacir. 

Mayat yang kehilangan kendali bisa balik menyerang Allan.

Allan hanya manusia biasa yang tidak pandai bertarung. Makanya ia turutkan serta pasukannya yang tak terlihat itu. Dia paling tidak bisa kalau disuruh bertarung jarak dekat, kalau sekedar menonjok dan menendang sih bisa, itupun sebatas kekuatan laki-laki biasa.

 

  • Realms

Kota Pinus, kota di bumi bagian utara yang sangat jauh, bahkan diragukan keberadaannya. Kabarnya kota ini dikelilingi gunung dan kabut, sehingga banyak kisah tak mengenakan yang beredar.

 

  • Motivasi ikut turnamen

Akhir-akhir ini Allan senang memperhatikan perempuan berambut warna wortel yang tinggal tak jauh dari rumahnya di Kota Pinus. Setelah pertemuan yang kebetulan, Allan tahu kalau ternyata ia masokis dan mempunyai gejala skizofrenia. Keduanya jatuh cinta, namun Allan ragu untuk menikahinya. Suatu sore kelabu, di saat ia duduk bersender di batu nisan sambil mengundi nasib, seseorang yang memakai masker gas lengkap dengan jubah untuk lebih memisteriuskan dirinya datang tiba-tiba.

“Halloween masih lama, Bung,” kata Allan tanpa mengacuhkan pria tersebut. Namun perawakan pria itu mengingatkan Allan ingat pada film-film psikopat dan membuatnya tetap waspada, kalau tahu-tahu pria itu mengeluarkan golok dan berniat membunuhnya.

“Aku tidak ingin meminta permen padamu,” Allan mendongakkan kepalanya dan berusaha melihat wajah pria tersebut yang serba tertutup. Namun, hanya tatapan hampa yang ia dapat, “Namun aku menawarkanmu ikut sebuah turnamen antar dimensi berhadiahkan kebenaran.”

“Kebenaran? Kebenaran apa?” Allan tertawa.

“Kau akan tahu, mana yang terbaik. Menikahi atau tidak menikahi gadis itu.”

“Jelas aku akan menikahinya!” Namun, dalam hati Allan masih galau, “Hei, tunggu! Darimana kau tahu soal Lee?”

“Kau akan tahu untuk apa lagu-lagumu diciptakan, atau Ayahmu yang gila itu bisa saja sembuh. Kau mungkin akan mendapatkan hal-hal yang lebih dalam kebenaran.”

Allan termangu. Selama ini, dia menggunakan lagu itu untuk menakut-nakuti orang. Mungkin akan menarik kalau ia menggunakannya dengan orang-orang dari dimensi lain. Selain itu, ayahnya…

“Aku pikir-pikir du…” ketika Allan menoleh kembali, orang itu sudah tidak ada. Maka ia masuk rumah dan menceritakan kejadian tadi kepada Edgar, adiknya, dan Carnable Lee, kekasihnya (tentu saja kegalauannya tentang menikahi gadis itu tidak diceritakan!).

“Ikut saja kak!” adiknya yang berkulit pucat menggebu-gebu.

“Iya, tapi..” Allan menggaruk-garuk kepala.

“Ikut saja,” Lee menggenggam tangan kekasihnya dengan sebelah tangan, sebelahnya lagi mengepal kuat sampai mengeluarkan darah. “Sembuhkanlah Ayahmu.”

Allan melihat tangan Lee yang mengeluarkan darah. Sebenarnya ia tidak tega melihat kekasihnya yang terus-menerus melukai dirinya sendiri.

“Baiklah. Lee, tolong jaga Edgar,” Allan memakai kacamata bulatnya dan mengambil biola sihir.

“Kalau bisa, aku juga ingin ikut!” Edgar menyeringai, namun kakaknya hanya menghela nafas.

“Jangan Ed, turnamen itu berbahaya. Biar aku saja,” kata Allan seolah orang bermasker gas misterius itu akan datang menjemputnya. Sembari menunggu, Allan memanggil ketiga gagak yang dekat dengannya dari pemakaman. Setelah lama menunggu—bahkan ia sempat mengganti senar busur biolanya, dan merasa dipermainkan, Allan melihat buku tebal yang entah berasal darimana tergeletak di meja tamu.

Buku itu bertuliskan ‘Battle of Realms’, dan ketika Allan berusaha membuka halaman pertama, ia malah terhisap ke buku itu.

 

  • Kehidupan sebelum turnamen

Tinggal dengan damai di Kota Pinus, menakuti anak-anak, dan kadang-kadang keluar kota untuk ikut konser orchestra.

Ia pemilik sekaligus pengurus Pemakaman Akar Pinus, setelah pemiliknya yang lama mati. Ia juga memiliki beberapa anak buah penggali kubur, sebagian besar pembayaran jasa pemakaman diserahkan pada mereka.

Di kalangan orang dewasa, ia disebut pendongeng, namun di kalangan anak-anak ia terkenal sebagai raja hantu. Anak-anak senang mengunjunginya, mendengar cerita hantu Kota Pinus atau dari mana saja, terutama saat Halloween. Kadang-kadang orang dewasa melarang anak-anaknya bermain dengan Allan. Namun, Allan sendiri tidak pernah membuat ulah, malah ia sering diminta tokoh agama atau tokoh masyarakat untuk mengusir roh jahat yang ada di kota itu (seperti Hollow, anjingnya, ia dapat karena keresahan masyarakat). Sampai-sampai ada syair yang menceritakan dirinya,

Bertemulah dengan Allan, si penjaga makam

Kaulihat dia sendirian, tapi dia bersama biolanya

Dari dua, menjadi tiga yang mengikutinya

Gagak hitam dari dunia bawah

Dari tiga menjadi empat yang mengikutinya

Seekor anjing hitam besar dari balik kabut

O, biolanya berbunyi! O, biolanya berbunyi!

Dari empat yang mengikutinya menjadi empat belas

Mayat-mayat bangkit dari lubangnya sendiri

Dari lima belas yang mengikutinya menjadi lima puluh

Mayat-mayat bangkit dari lubangnya sendiri

Yang mengikutinya mungkin ratusan

Malam ini, Allan dan pasukannya berjalan tidak terlihat

Namun Allan hanya menganggap masyarakat di Kota Pinus berlebihan.

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
100

Ctrl + A, -> Ctrl + C, -> buka ms.office, -> Ctrl + V, -> Ctrl + S.

**Pelototin berjam-jam dirumah buat persiapan battle scene**

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (7 years 40 weeks ago)

uwogh, semangat!! Fia akan bertekuk lutut di bawah busur biola.. mwahahaha *kibasin rambut* #plak

Rencananya w emang mau buat IMBA Allan ke c Fia..
:p
(makanya masih bingung gimana cara buat perjuangan cewek brainless lawan cowok licik penuh perhitungan) XD

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (7 years 40 weeks ago)

wogh, Fia masuk kategori brainless ya??
.
tp kekuatan Fia kan manteebb ( wOAO)w
.
sy tunggu pokoknya!!

Writer Distant_star
Distant_star at Allan Fenestra - Penjaga Makam (7 years 41 weeks ago)
100

kenapa yang lain sering nulis allan jago balet yah?

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (7 years 41 weeks ago)

sy gak tauuu... -w- oTL
.
emg sy suka lebay2in dia kalo jalan si awkwk
.
itu pasti gara2 kak Ivan!! *_*

100

wooo serem bgt bokapny allan. . .

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 7 weeks ago)

mukanya juga lebi serem dari allan xDD

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

Bakalan lucu kalau dia dan Vinnie sama-sama ngebangkitin mayat, lalu pasukan kedua belah pihak habis dimakan gagak... XD

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

gyaa, apa2an itu. XDD

Writer redtailqueen
redtailqueen at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

kaget liat poto anjingnya >w<
selamat berjuang kak :D
(entah knp galon takut sama burung gagaknya ndre x3)

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

ehehe, sma2 berjuang ndre ~ xDD

Writer kupretist
kupretist at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
50

idenya bagus, tapi penulisannya kok dipotong2 gitu ga membentuk alur cerita ya?

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

ng? maksudnya dipotong2 ? ._.?

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

"Kalau ada Flann, bisa gampang menang nih! OI, Flann Bego! Nanti kau urus zombie-zombie sama anjing buduk item itu yak!"
"...."
"OI, FLANN! Denger enggak, sih? FLAAAAAAANNN!!! Kau tuli ya, Adik Goblok!"
"...."
"Ah iya... enggak ada Flann. Flann enggak ikut..."
"...."
"Po-pokoknya, AKU bisa kok tarung sendirian walau lawan zombie-zombie gini! Emang sih, Flann paling demen lawan zombie, tapitapitapitapi, AKU JUGA BISA!!! Aku enggak mau KALAH dari Flann Bego itu!!!"

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

uwah, Allan suka anak-anak. XDDD

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

"AKU BUKAN ANAK-ANAAAAAAAKKK!!! GGRROOOOOOAAAAAARRGGHHH!!! Kalau sekali lagi ngomong begitu, bakal kuhancurin mulutmu! HUH!"
"Teruuus... ugh... zombie yah? Euh... EKH? ENGGAK! AKU ENGGAK TAKUT! SIAPA BILANG AKU TAKUT ZOMBIE, HAH?!!! POKOKNYA AKU ENGGAK TAKUT LAWAN SI PENJAGA MAKAM! Euh, itu... di belakang... ada yang... gerak-gerak..."
*melesatkabur*

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

i, ini anak monster.. Allan melongo senang.

Writer panglimaub
panglimaub at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

"Peringatkan dia soal anak monster itu, Nandi!" ujar Kanistara.
"Itu urusan dia sendiri. Lagipula dengan anjing monster, gagak, dan sekop itu ... dia bisa membuat Helmut sekalipun kerepotan.

"Hei mau ke mana kau, Nandi?"

"Mengamati peserta lainnya."

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

uhh, gemes gak ngasi poin x3 *plak xDD

Writer panglimaub
panglimaub at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
70

Keren dan karena ada tokoh yang skillnya hampir sama dengan tokoh saya, saya kudu ubah beberapa part tokoh saya

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

otw ke tokoh mu~ x3

Writer mira_hoshi
mira_hoshi at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

Uoh, ada musician necromancer~ Request lagu ajep2, dong XD *ngelantur kuadrat*

Waktu liat ilustrasinya di fb saya kira di bawah 20 loh.. Ternyata 27.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

gk kebayang kak lagu ajep2 pk biola XDD
.
uh, itu ilustrasi cacat kak. dy baru 'separo jadi', alhasil ngaco tampangnya.. xDD
.
makasi uda mampir kak mira. x3

100

"Sekali-kali kita nge-jam bareng ya, ehehehe.." Redina cengar-cengir melihat ada kawan yang bisa diajak bermain musik atau menari bersama.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

uwah, dengan senang hati !! x3

100

Lance mempengaruhi yang masih hidup sehingga mati.
Allan Mempengaruhi yang mati supaya Hidup!

o.O

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

Lance beruntung kalo ada banyak orang hidup
Allan beruntung kalo ada banyak orang mati
o,o

Writer dismyname
dismyname at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
90

Nyuss. Aku buat yang lebih ngeri, based on my self tapi...

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

owo
akuntan kak ? xDD *plak

Writer field.cat
field.cat at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
80

Ini suram... beneran...

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

<< terbiasa dengan karakter suram ( ._.)

Writer Dedalu
Dedalu at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

Sa-saia boleh rekuest lagu country dicampur lagu spanyol, ga? xD

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

boleh, boleh. xDDD
itu bisa membangkitkan mayat orang spanyol (?) wkk

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

Ah, saya juga ga ngerti apa-apa soal musik pas masukin Mrs. Emilia :)
.
Siap nulis, kan? Kalau gitu saya masukin karakter ini ke daftar, ya~

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

uwah, makasih kak sam >,<

harus belajar banyak kayk kata kk.. TTwTT

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

Ah, saya juga ga ngerti apa-apa soal musik pas masukin Mrs. Emilia :)
.
Siap nulis, kan? Kalau gitu saya masukin karakter ini ke daftar, ya~

Writer Error
Error at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
70

Necromanser pake musik??? woooo \:v/

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

ngg, ya begitulah >.<

Writer Rendi
Rendi at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
80

ada apa dengan harley? apa Harleynya imba? @_@
*ngerasa liat deskripsi nanggung >__<*
.
Edgar Allan Poe? kok somehow gw agak keinget sama penulis ini ya? O_O;
.
Hehe sepertinya bakal menyenangangkan kalo Xyz ketemu dia, gw bisa bikin shock ke Xyz wkkwkwkwkw XD
.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

namanya emg diambil dari master gothic itu kak ~ huhu >.<
.
uwah, deskripsinya ngebingungin ya ? edit lagi deh
.
siap kak ! XDD

xentra at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)
100

heuuuu....
imba sama karakterku yang gemar menari
*plakkk*
HIDUP SENI BUDAYA
*pletak

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

aaa.. masa si imba TTATT
uwah, penari ya ? otw ke oc mu~~ >,<
.
betul itu, HIDUP SENI BUDAYA !!

xentra at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

eh, bukan imba, udah balance kok... DX

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

err, masi cacat nih >,<
.
gak ada riset, maaf ya yg ngerti musik TT^TT
.
bakal ada yg diubah kecuali kekuatan ma kelemahannya

xentra at Allan Fenestra - Penjaga Makam (8 years 10 weeks ago)

ini lebih jelas, daripada kemampuan menari karakterku :(