Fantasy Fiesta 2012: Jubah Mimpi Reve [Draft]

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

eerrr. ntr baca yg lengkap nya di kasfan aja deh kalo gitu.
dan saya merasa beruntung ga baca cerita ff org sblm punya sya selesai.
pasti saya udah kehabisan ide buat ngembangin cerita

Masih draft ya? Jadi belum bisa saya kasih komen deh.
Nanti aja klo udah ada versi lengkapnya di KF :D
Gud lak!

90

Penulisanmu dengan pov 3 lebih bagus. Ini sepanjang cerita memang dari sudut pandang "aku", tapi kurang tergali. Aku buka2 lagi ceritamu yang pakai sudut pandang "dia", jauh lebih kena feel-nya. Selama bagian perjalanan sama Yuan itu bisa dipotong sedikit-sedikit biar temponya agak cepat untuk bangun plotnya ke klimaks. Misalnya:

"Apa maksudnya semua itu? Apa aku akan mati? Tapi itu hanya mimpi, kan? Sesuatu yang terjadi dalam mimpi tidak mungkin—"
"Tunggu dulu! Di mana aku sebenarnya? Sofa? Ibuku tidak pernah tidur di sofa! Tidak, ibuku bahkan sudah tidak pernah tidur di kamar yang sama denganku lagi sejak aku berumur lima tahun. Jadi kenapa dia bisa berada di tempat ini?"
Gadis itu mengangkat kepalanya sejenak saat aku menyebut namanya. Seperti yang kuduga, aku sama sekali tak pernah melihat gadis itu sebelumnya, tapi gadis itu sendiri mengakui bahwa ini adalah mimpi jadi, tidak ada yang aneh dengan hal ini, kan? Maksudku bisa saja aku melihatnya di televisi, atau berpapasan dengannya di jalan dan aku hanya tidak bisa mengingatnya."
....etc etc.

Menurutku pribadi kebanyakan adegan ngomong sendiri, berasa kayak di sinetron2. Tapi entah deh, cuma saran, mungkin bisa diubah jadi show, not tell.

sebenernya saya agak bingung ma inti masalah dr cerita ini #coba baca 2x lagi deh

80

hwhwhw as usual, narasinya enak dibaca dan karakterisasinya ngalir~
komen:
.
emang keberadaan iblis dan ancamannya ada ya di awal-awal cerita? apa gw yang tiba-tiba ngeskip adegan?
.
typonya ada kena tuh: tetegun (seharusnya tertegun)
.
gw setuju saran Door_knocker. bagian malaikat dan iblis itu agak off place sebenarnya. true, malaikat itu perlu untuk ngebangun drama di akhir cerita. tapi rasanya dari awal mereka ga terlibat dalam konflik ini. gw rasa lebih mending explore Yuan-Reve.
.
kalo emang maw stick ada malaikat-iblis, coba dari awal diselentingan dalam dialog aja. misalnya pas bagian 'jangan pindah-pindah mimpi' < taro aja, ada sesuatu yang mengintai dibalik mimpimu atau [insert your own argument here] yang tentu saja diacuhka oleh si Reve sampai kena dia 'batu'nya di klimaks. << ini mungkin gw ga ngeuh ya soal keberadaan iblis. ato kalo maw lebih straightforward ya bilang aja 'ada iblis mengintaimu' dan si Reve ga percaya mati-matian ama itu (tapi contradict sifatnya sih)
.
i guess that's all sih ehehe

ahahahaaha gimana ya ... klo itu yang dipertanyakan saya tetep gak akan ngubahnya soalnya emang ceritanya kayak gitu.
Soal typonya makasih!!! :)
.
Soal iblis dan malaikat ... saya serahkan pada pembaca aja gimana ngeliatnya, karena emang Malaikat dan Iblis bukan bagian dari cerita Reve, tapi mereka bagian dari cerita Yuan--coba baca ulang kenapa Yuan bikin jubah mimpinya--berulang-ulang dan silahkan berteori sendiri *grin*
.
Gimanapun juga Malaikat dan Iblis itu hanya bagian penutup, tapi karena identitasnya malaikat dan iblis jadinya mencuri perhatian ya? ahahahahaha
(entah kenapa saya senang)
.
Siip makasih deh udah baca
hmmm malaikat dan iblis *grin*

70

Hmm. Entah ya. Aku ngerasa ada sesuatu yang benar-benar kurang. Entah di temanya atau di narasinya. Tapi aku enggak yakin apa. Apa karena ceritanya terlalu eksposisi ya? Intinya, aku masih belum bisa nikmatin sepenuhnya.
.
Kurasa, ada baiknya kau baca lagi ini sendiri deh.

-_- saya justru pengen tahu apa yang kurangnya itu *sigh*

Irene, aku mungkin enggak akan nyadar seandainya kamu enggak ngatainnya di bawah sih. Tapi kayaknya, kamu lagi ngelakuin apa yang kulakuin dua tahun lalu di ajang FF. Karena apa yang cerita ini angkat sesuatu yang buatmu 'pribadi,' di cerita ini kamu agak... yah, terlalu 'masuk' ke dalamnya.
.
Sederhananya sih, kalo dalam bahasa Mbak D, masalah cerita ini cuma kurang fokus. Kau nyebut bermacam hal soal Reve, soal impian menulisnya, soal masa kecilnya, dll. Lalu kamu juga menyebut soal Yuan, soal cara pandangnya terhadap klien(-klien)nya, soal kewajiban merajutnya; ditambah soal malaikat dan iblis itu. Itu semua jadi campur aduk dan jadinya, kurang jelas apa persisnya hal utama yang pengen kau sampein di dalam cerita ini.
.
Tapi nyantei. Aku ngerti banget alasan kenapa kamu melakukannya kok.
.
Buat ngatasinnya, ini agak ga gampang, apalagi dengan batasan 3000 kata. Tapi kalo kamu mau, kamu perlu bikin kayak rangka cerita yang bisa ngelingkupin itu semua. Sesuatu yang kayak terlepas dari sudut pandang Yuan ataupun Reve. Dengan situasinya, kayaknya POV 1 udah out of question. Jadi kau wajib pake POV 3. Lalu dari sudut pandang narator, kamu bisa menarasiin sembari mengkaji dan menilai secara netral apa-apa yang diperbuat oleh Yuan maupun Reve.
.
Kalo ini emang masih kesulitan, sayangnya aku cuma bisa nyaranin ada sebagian elemen cerita ini yang dipotong. :|
.
Sori. Berjuanglah!

-_- pribadi juga gak pribadi-pribadi amat (kenapa komen kak alfare ama kayak komen spupuku yang abis baca ini noleh ke aku trus ngomong: Cece ... cece mo mati ya?)
wkwkwkwkwk...

.
Udah saya edit sebisanya deh (jadi 2900 kata lebih ugh)

Makasih komentarnya--tapi saya tetep pake POV1 ke POV3, soalnya ntah kenapa masih lebih enak dua point of view... *sigh*

hehehehehehehe ... eksplorasi saya masih kurang ternyata

Wkwkwkkk... sayang gak ada tombol like di kecom. Sepupumu imut! XD

70

Nuansa itu bukan padanan suasana lho ^^
Artinya berbeda sedikit. Misalnya, pernikahan bernuansa jawa bukan berarti bersuasana jawa melainkan mengusung budaya jawa dengan berbeda sedikit di bagian tertentu. Nah, beda itulah yang lebih ditekankan. Lalu, arti nuansa pelangi?
.
Mimpi, keinginan untuk menulis lalu malaikat yang mewariskan jubah mimpi. Hmm.
.
Reve artinya mimpi? Dari bahasa apa ya?
.
Bagian child abuse itu agak aneh. Dicambuk? Wow. Ga kebayang orang yang yang tega mencambuk anaknya bisa rela nungguin anak itu sampai tiduran di sofa. Kecuali kalau ada penjelasan (yang belum kudapatkan).
.
Bagian akhir yang jadi batu sandungan terbesar cerita ini..
Malaikat dan iblis? Aku ngerasa mereka salah tempat. Okelah ini berkaitan dengan anak 20 thn yang hampir mati tapi apa perlu sampai mendatangkan deity seperti itu. Yuan lebih dari cukup untuk menjadi kesimpulan akhir. ^^

Reve itu berasal dari bahasa prancis
Nuansa pelangi artinya--nuansa tak lazim :P (ngawur)
btw, arti Nuansa dari KBBI:
nu.an.sa 1 a variasi atau perbedaan yg sangat halus atau kecil sekali (tt warna, suara, kualitas, dsb) ; 2 a kepekaan thd, ke-waspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yg kecil sekali (tt makna, perasaan, atau nilai) ; -- makna a 1 perbedaan makna (warna) yg sukar dilihat dan dijelaskan ; -- warna a 1 nuansa makna

.
btw, soal anak yang dicambuk tapi orang tuanya masih nungguin di RS itu pengalaman pribadi saya ...
Jangan terlalu naive sobat, dunia memang tak seindah yang anda bayangkan
--sampai sekarang saya masih gak ngerti kenapa ortu saya mo nungguin saya RS sampe tidur di sofa.
,
Errr ... coba baca ulang alasan kenapa Yuan bikin jubah mimpi di bagian pertengahan.

Kau SERIUS?!
.
Oh pantesan. Itu ngejelasin banyak hal. Oke. Aku udah ngerti. Lebih lengkapnya kusampein di atas.

80

keren,,
narasinya udah enak dan idenya ndag biasa,, cuma itu dari saya, sekian

80

Sebenarnya saya udah baca ini, It's kumen time.
.
Bagian terakhirnya, jujur saja, agak mengganjal. Terutama si Iblis itu, kayaknya cepet banget nyerahnya. Tapi kalau memang plottingnya mau seperti itu sih oke aja. Overall, cerita ini cukup smoothie. Ya, konfliknya cukup mengena, dan karakterisasinya not bad. Jempol deh buat si Ratu Watty ^^.
.
Btw, okaerinasai.

habis disini Iblisnya emang bukan bwat ngancem2 Yuan sih ehehehe

.
Makasih om Juno ... gak ada typo, dan kesalahan EYD?

Wah, kalau saya bacanya nggak sampai sedetail, itu, cuma mengandalkan feeling saja, hakhak.

100

well, not bad :p tapi kalo gak salah agak repot aja kalo pov1 reve di akhir berganti pov3, kecuali mungkin kalau "roh" nggak langsung pergi tapi melihat si ibu meratap...