tentang pagi

untuk dia mereka yang tak henti mencari;

getas tawa telah menjadi bait kenangan
langkah-langkah yang dirayu oleh dingin sementara matamu tak pernah berhenti berisyarah tentang jalan, jalan dimana semua perahu akan jatuh terbenam
-menemui lekuk wajah yang asing, menumpahkan gelas, juga berbahasa dalam gerak dan ya, mereka adalah guru
kemudian pagi

-beberapa lereng telah coba kau telanjangi, sekarang mulailah lagi mendaki!
puncak yang mana? bagiku dialah tempat berpulang, menikmati susu dan kemaluannya di bilik jauh, jauh dari adat yang suram
- maka semoga bagimulah kemurahanNya
-aku akan melanjutkan sajakku dengan menemui lekuk wajah yang asing, menumpahkan gelas, juga berbahasa dalam gerak dan sekali lagi, mereka adalah guru
kemudian pagi

tentang pagi, Gresik mei 2012

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sanssouci89
sanssouci89 at tentang pagi (9 years 11 weeks ago)
50

suka imaji dan diksinya

Writer nazokagi
nazokagi at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
60

ngerasa kayak ada dua orang yg sedang berbincang..
:D

Writer samalona
samalona at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
80

Hahaha. Ehm. Maaf, senang aja bacanya. Terutama yang menggelitik, setelah baca puisinya lalu baca tagnya: teenlit.
Memang ada puisi yang bisa dinikmati imajinya yang liar atau mengalir, meskipun tidak semua pembacanya merasa dapat menangkap maksud penulisnya (dan memang setahu saya tidak ada keharusan untuk itu). Tetapi setidaknya ada pola tertentu yang dirasakan pembaca, dan rasa penasaran yang menggelitik diri membaca ulang beberapa kali, siapa tahu ada gambaran yang semakin jelas atau ada pengertian baru yang akan tertangkap.
Saya kira ada pola tertentu di puisi ini, seunik apapun itu. Itu saja sudah cukup bagi saya untuk menikmatinya.
Beberapa hal yang bisa saya komentari:
+ kata 'dimana' pada frase "jalan dimana semua perahu akan jatuh terbenam" setahu saya tidak baku. Itu adalah terjemahan dari kata sambung 'where' dalam bahasa Inggris atau padanannya dalam bahasa serumpun. Kalau terpaksa menggunakan, biasanya saya memilih kata 'tempat' sebagai penggantinya. Lebih bagus lagi, diungkapkan dengan cara lain. Tentunya itu kecenderungan saya, tetapi hakikat kata 'dimana' itu benar bukan sebagai kata sambung. Hanya sebagai kata tanya.
Coba cek link berikut
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_ejaan_dan_penulisan_kata#...
+ di awal ada gambaran tentang jalan dan perahu yang akan tenggelam. Kemudian ada gambaran tentang lereng yang akan didaki, puncak yang akan dituju. Kalau ada alasan khusus, perbedaan gambaran itu justru menarik untuk saya renungkan.
+ saya juga merenungkan kenapa tidak semua baris yang diawali dengan tanda '-' berdiri pada bait sendiri-sendiri. Apakah ada maksud di balik penempatan yang berdempetan tersebut (bertanya kepada diri sendiri). Terlepas dari rasa penasaran yang belum terpuaskan ini, penulisannya sebaiknya dirapikan. Setelah setiap tanda '-' di awal baris di puisi ini sebaiknya ada spasi.
Terima kasih sudah mau berbagi puisi ini.

Writer tanpasajak
tanpasajak at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

Beberapa tahun yang lalu saya adalah seorang pria dewasa. Mungkin waktu berlangsung seperti logika manusia modern. Dengan itu mungkin menurut saya, segmentasi puisi ini sebaiknya saya sesuaikan dengan orang-orang seumur saya. Nb: wajah saya masih imut. :D

Untuk komen yang lain, makasih gemblengannya. Saya mungkin masih butuh banyak belajar. Cuma otak saya sudah lari ke perut. Kekekeke.

Pinjam gaya wacau:
salaman

nanti saya kembalikan

Writer lestari jingga
lestari jingga at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
70

suka, hanya saja penggunaan subjek yang agak membingungkan seperti kata: Untuk dia
sementara di bait berikutnya ada "mereka".

at least... nice poem. (y)

Writer tanpasajak
tanpasajak at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

Coba keluar dari kotak, pakem2 yg membikin kita tumpul. Ini bukan tentang proses. Sama sekali. Mungkin kebanyakan dari kita di sini, memproduksi tebakan2 yang sama sekali tidak lucu, kesemuanya gamblang seperti penjaja barang bekas yang mangkal di trotoar. Jadi tak perlu menyelam untuk tau dasar kolam yang setinggi dengkul. Maaf,. Sekali lagi maaf, saya kebawa, hhhh

Writer wacau
wacau at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
60

"untuk dia mereka", jadi untuk dia ato mereka nih. & selebihnya aku rada bingung memahami sajak ini. mangapkan ketidakmampuan saiah, kip nulis. :)
(salaman)

Writer tanpasajak
tanpasajak at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

Gara2 nanggepin komen macem gini, kmaren saya uda bunuh anak saya sendiri. Sekarang tak akam lagi. Silahkan intepretasi sendiri, kalau tak suka, pergi aja.

"kau aman, nak!"

Writer wacau
wacau at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

weleh, itukan retorik dan aku ga perlu jawabanmu (emangnya penting?). kalau kau tak suka diinterpretasi tak usah kau posting, pergi aja. "kau aman, nak!" (salaman)

Writer tanpasajak
tanpasajak at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

Mangap mangap, kebawa, hehehe. saya sering posesif ma apa yang saya suka. Makasih uda mau tampar.

*lari-lari lagi

Writer ludere actu
ludere actu at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
70

:)

Writer kupretist
kupretist at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)
50

gerak itu guru. oke deh. salam kenal.

Writer tanpasajak
tanpasajak at tentang pagi (9 years 32 weeks ago)

Eaa, . . Te ret dess, . . Kagak lucuuuuuu