April Mop VS. Paskah

 

Hari minggu pertama di bulan April, sebuah keramaian yang tak biasa terjadi di samping gereja HKY. Sepasang remaja, laki-laki dan perempuan, berdiri berhadapan di depan patung Bunda Suci, dikelilingi para sahabat dan orang-orang yang penasaran. Pemuda yang memegang setangkai mawar di tengah kerumunan itu adalah aku.

Aku pasti sudah gila. Sepanjang misa aku hanya memperhatikan Aster, gadis di hadapanku ini. Selesai ibadah aku langsung mendekatinya sambil membawa setangkai mawar merah yang kuambil dari rangkaian bunga di samping altar. Bahkan tanpa sadar aku sudah mengatakan bahwa aku menyukainya, bahwa aku ingin dia jadi pacarku. Sekarang aku hanya bisa menunggu jawabannya dengan perasaan gugup, debaran jantung bertalu-talu, dan butiran peluh yang terasa lebih banyak dari biasanya.

Gadis itu membuka mulutnya, namun kembali menutupnya. Mungkin dia terlalu terkejut untuk mengatakan apapun. Mungkin dia masih ragu. Aku bahkan tak yakin apakah dia juga menyukaiku. Nyaliku semakin ciut mendengar teman-temanku bersorak memintanya untuk menerimaku.

"Eeeh..." Kerumunan langsung terdiam saat Aster mengeluarkan suaranya. "Maaf, Fer. Aku tidak bisa..."

Duniaku serasa runtuh. Aku ditolak.

"Oh, haha. Ya sudah... Tak apa-apa." Anehnya aku malah menanggapinya dengan cengiran konyol. "Sebenarnya ini... April Mop!"

Semua orang terkejut, termasuk Aster. Lalu ekspresi wajah mereka berubah jadi kesal. Dengan kejam aku menertawakannya. Teman-temanku juga bersorak mendukungku. Kami segera berlalu dari tempat itu dalam tawa kemenangan. Padahal dalam hati aku menangis. Sial! Aku benar-benar bodoh!

Hari minggu kedua di bulan April, aku berdiri sendirian di depan patung Bunda Suci dalam gereja HKY. Aku baru saja selesai mengikuti ibadah perayaan Paskah terakhir sore ini. Seharusnya hari ini seluruh umat Kristiani ikut bangkit bersama penebusnya. Tapi aku tak bisa bersukacita selama aku belum meminta maaf pada Aster. Aku tak sempat bertemu dengannya lagi sejak minggu lalu karena banyaknya umat yang datang memenuhi gereja.

Bagaimanapun aku harus minta maaf padanya. Aku harus segera meluruskan kesalahpahaman ini. Sempat terpikir untuk membiarkannya saja. Namun aku tak bisa menghilangkan rasa bersalahku. Aku tak mau gadis itu terus membenciku karena perbuatan bodohku minggu lalu.

Perhatianku teralih pada setangkai mawar kering di antara rangkaian bunga di depan kaki patung. Ternyata ada gulungan kertas putih di tangkainya saat aku mengambilnya. Kubuka perlahan. Tertera kalimat "April Mop!" di kertas itu.

"Aku berbohong..." Aster berjalan mendekatiku ketika aku berbalik menatapnya. "Sebenarnya hari itu aku juga berbohong saat aku menolakmu. Itu... April Mop!"

"Jadi..." Aku semakin kebingungan melihat senyum Aster.

"Jadi... apa? Kau sudah tahu perasaanku. Tapi aku belum yakin apakah kau sungguh-sungguh menyukaiku. Apakah pernyataan cinta minggu lalu hanyalah sebuah lelucon?" tanya gadis itu kembali menularkan perasaan gugup dalam diriku.

"Oh, itu... Yaah, maafkan aku... Aku memang berbohong soal 'April Mop' itu karena terlalu shock saat kau tolak. Sebenarnya aku benar-benar suka padamu, Aster. Kali ini aku tidak bohong. Ini kan hari Paskah, bukan April Mop," jawabku diselingi cengiran tolol.

"Jadi...?" Warna senja menambah rona wajah Aster.

"Jadi... maukah kau menerimaku menjadi pacarmu?"

Gadis itu mengangguk. Dan aku merasa hidup kembali.

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer miss butterfly
miss butterfly at April Mop VS. Paskah (9 years 6 weeks ago)
80

ouw.... manisnya kerasa banget!!!! ><

Writer revalina
revalina at April Mop VS. Paskah (9 years 7 weeks ago)
60

top deh :)

Writer pinkymouse
pinkymouse at April Mop VS. Paskah (9 years 7 weeks ago)

keren

Writer pinkymouse
pinkymouse at April Mop VS. Paskah (9 years 7 weeks ago)

keren

Writer asahan
asahan at April Mop VS. Paskah (9 years 7 weeks ago)
50

Ssseeenenggg rasanya.