BoR: Greed Haze Vs Mailerism

 

Sebuah portal berwarna biru terang muncul di tengah udara yang kosong. Sesosok manusia berjubah hitam panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya muncul dari dalam portal tersebut. Greed menyapu sekelilingnya dalam sekali pandang, tempat di mana dia berada saat ini benar-benar aneh, hanya ada laut dan pantai dengan pasir putih yang membentang luas, langitnya berwarna kelabu terang tanpa ada awan ataupun matahari, seorang tertutupi oleh semacam kubah raksasa.

Greed sempat kebingungan kenapa dirinya bisa muncul di tempat seperti itu, padahal seharusnya portal yang di masukinya akan langsung membawanya ke tempat babak penyisihan turnamen di mana dia akan bertarung dengan salah satu  peserta dari turnamen sebelumnya, namun yang di temukannya di tempat itu hanya hamparan pasir putih  dan lautan yang membentang luas tak berujung. Greed berjalan menyusuri tepian pantai yang sepi, hanya suara deburan ombak yang menemaninya di tempat itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun, entah apa yang harus dilakukannya atau apa alasannya dirinya di kirim ke tempat itu dia sama sekali tidak mengerti.

Langkahnya terhenti ketika sepasang matanya menangkap suatu sosok aneh di kejauhan, setelah yakin bahwa sosok yang dilihatnya itu adalah makhluk hidup dan bukan batu, Greed mempercepat langkahnya untuk menghampiri sosok yang dilihatnya tadi.

“Siapa kau?” Tanya Greed saat tiba di dekat sosok tersebut.

Sosok yang dilihatnya saat ini benar-benar aneh dan sama sekali tidak mirip manusia. Makhluk itu bertubuh besar dan tinggi, dengan kulit berwarna gelap dan kedua mata berwarna putih bersih, kedua tangannya memiliki cakar berukuran besar yang hampir menyamai besar kepalanya. Sosok itu mengenakan kemeja kotak-kotak yang dibalut jaket hitam berbulu dan celana jins. Makhluk itu duduk di atas batu besar sambil menghadap ke laut.

“Manusia kecil, sebelum kau bertanya nama seseorang seharusnya kau memperkenalkan dirimu terlebih dahulu,” Ucap makhluk itu dengan suara yang amat aneh, seolah-olah ucapannya tadi langsung masuk ke dalam pikiran Greed.

Greed sama sekali tidak terkejut dengan hal itu, dia sudah berkelana ke berbagai tempat dan bertemu dengan berbagai makhluk aneh seperti yang ada di hadapannya saat ini, jadi jika makhluk ini bisa melakukan semacam telepati maka hal itu sama sekali tidak mengejutkan baginya.

“Aku tidak punya kewajiban untuk memberitahu namaku padamu.”

“Kalau begitu aku juga tidak punya alasan untuk memberitahu namaku padamu,” Balas makhluk itu.

Greed menghela nafas pendek, sepertinya makhluk yang ada di hadapannya saat ini lebih cerdas dari yang dia kira.

“Orang-orang memanggilku Greed,” Ucapnya malas.

“Aku tidak punya nama, tetapi manusia memanggilku Mailerism,” Balas Mailerism.

Mailerism menggerakan kepalanya menghadap Greed, wajahnya yang aneh tidak menunjukkan ekspresi ataupun emosi seperti manusia.

“Aku bisa merasakan kegelapan yang sangat pekat di dalam dirimu.”

Greed tidak menanggapi ucapan tersebut dan balik bertanya.

“Tempat apa ini? Kenapa tidak ada apa-apa di tempat ini selain pantai dan laut?”

Mailerism menggeram pelan mendengar pertanyaan Greed, dia mengalihkan pendangannya kembali menghadap lautan sebelum menjawab pertanyaan tersebut.

“Tempat ini adalah ruang dia antara dimensi, atu lebih di kenal dengan sebutan Boundary of Darkness. Sebenarnya tempat ini hanya ruang hampa kosong tanpa ada apapun sampai kau tiba di tempat ini.”

“Jadi maksudmu pantai ini tidak ada di sini sebelum aku datang?”

“Benar, tempat ini bisa melihat ke dalam hati orang yang berada di dalamnya, dan keadaan di tempat ini akan menjadi gambaran dari keadaan hati orang tersebut.”

Greed memandang keadaan sekitarnnya sekilas, jadi inikah gambaran hatinya saat ini, sama sekali kosong tanpa ada apapun di dalamnya.

“Sekarang giliranku bertanya, apa alasannya kau datang ke tempat ini? Dan terlebih lagi bagaimana caranya kau bisa sampai ke tempat ini?”

“Aku tidak tahu bagaimana caranya aku bisa tiba di tempat ini, tapi yang jelas aku berada di sini untuk mmengikuti babak penyisihan turnamen Battle of Realms.”

“Battle of Realms?” Mailerism menggeram pelan, kelihatannya kalimat tersebut sama sekali tidak asing untuknya.

“Jadi kau datang ke sini untuk bertarung denganku?” Tanyanya tenang.

Kali ini giliran Greed yang terkejut.

“Jadi kau salah satu dari peserta turnamen sebelumnya?”

“Begitulah, aku memang mengikuti turnamen tersebut untuk mendapatkan sesuatu, walaupun sebenarnya aku tidak begitu suka dengan pertarungan,” Tutur Mailerism sambil mengingat kembali apa yang terjadi di turnamen sebelumnya, bagaimana pertemuannya dengan para peserta lainnya, kontrak yang di buatnya seusai pertarungan pertama, dan bagaimana dia kalah dan mundur dari turnamen, semua kenangan tersebut kembali muncul dalam ingatannya.

“Kalau begitu pembicaraan kita sudah selesai, langsung kita mulai saja pertarungannya!”

Mailerism kembali menggeram pelan.

“Aku mengagumi semangat bertarungmu, tapi sayangnya aku sama sekali tidak punya niat untuk bertarung.”

“Apa maksudmu? Bukankah kita harus bertarung untuk memenangkan turnamen ini?!”

“Aku benar-benar heran kenapa kalian manusia sangat menyukai pertumpahan darah, padahal tidak semua hal harus di selesaikan dengan kekerasan.”

Greed mulai geram dengan ucapan Mailerism, bukankah di dunia ini kekuatan adalah segalanya? Mereka yang lemah tidak pantas untuk hidup, hanya yang kuat yang bisa bertahan hidup.

“Entah apa alasanmu bicara seperti itu, yang jelas aku akan terus bertarung untuk mendapatkan segala kekuatan di dunia hingga menjadi yang terkuat!”

“Lalu apa yang akan kau lakukan setelah menjadi yang terkuat?”

“. . .”

Greed tidak bisa menjawab pertanyaan Mailerism.

“Kekuatan bukanlah segalanya, kau tidak bisa menguasai dunia hanya dengan kekuatan semata, karena sekuat apapun dirimu akan selalu ada orang yang lebih kuat darimu yang muncul. Yang kau lakukan tidak jauh seperti menulis di atas air.”

Greed tidak membalas kata-kata Mailerism, kabut hitam pekat tiba-tiba muncul dan menyelubungi seluruh tubuh Greed dan mengubahnya ke wujud bayangan.

Mailerism langsung melompat mundur, baru kali ini dia merasakan aura kegelapan yang sekuat itu.

Keadaan di tempat itu tiba-tiba berubah drastis, langit yang berwarna kelabu perlahan mulai runtuh seperti langit-langit kaca yang pecah. Gempa yang sangat kuat muncul dan menghancurkan seluruh dimensi tersebut. Mailerism melompat ke udara agar tidak tertelan oleh dimensi yang mulai hancur.

Setelah seluruh dimensi tersebut runtuh dan hanya menyisakan kegelapan, perlahan-lahan langit kembali muncul, namun kali ini tidak berwarna kelabu melainkan berwarna merah seperti darah. Daratan yang tadinya hanya pantai dan laut kini berubah menjadi sebuah kota besar yang sudah hancur.

Di tengah kota, sesosok makhluk hitam dengan tubuh yang di selubungi kabut hitam berdiri seraya menatap ke arah Mailerism yang melayang di udara.

“GRRRAAAAAAAA…!!!”

Greed meraung keras dan langsung melesat menuju Mailerism yang melayang di udara.

Mailerism langsung melesat ke samping untuk menghindari Greed, namun Greed langsung menukik dan kembali mengejar Mailerism yang terus terbang dengan kecepatan tinggi sambil melakukan berbagai manuver untuk menghindari gedung-gedung yang menghalanginya. Di belakangnya Greed terus mengejarnya seolah sebuah peluru kendali yang terus mengejar targetnya.

Mailerism menukik tajam di salah satu belokan, Greed ikut berbelok namun karena kecepatannya yang terlalu tinggi tubuhnya menghantam gedung di depannya. Mailerism berhenti di udara dan menunggu lawannya muncul. Tiba-tiba sesuatu melesat dari dalam gedung tadi dan menghantam tubuh Mailerism hingga terlempar dan menghantam gedung di belakangnya.

Saat sadar, Mailerism mendapati dirinya berada di dalam gedung yang di hantamnya tadi. Dis bangkit dan melihat Greed melesat ke arahnya. Mailerism menyayunkan lengan besarnya dan menghantam tubuh Greed hingga menembus berlapis-lapis tembok gedung dan jatuh keluar.

Mailerism melompat keluar gedung dan mengejar Greed yang jatuh, dia mengangkat kedua tangan besarnya dan kembali menghantam tubuh Greed dengan sebuah pukulan keras yang membuat Greed jatuh menghantam tanah dengan sangat keras.

“GRAAAAAAAAA…!!!!”

Greed  langsung bangkit dan meraung keras, saking kuatnya raungan tersebut sampai membuat Mailerism terlempar beberapa meter ke belakang.

Kabut hitam yang menyelubungi tubuh Greed semakin menebal. Dari tubuhnya, sesuatu seperti air berwarna hitam pekat mengalir keluar dan membuat semacam kubangan hitam yang semakin lama semakin meluas.

“Apa yang di lakukannya?”

Dari udara, Mailerism melihat sesuatu sebuah lubang hitam raksasa yang semakin lama semakin meluas hingga menutupi seluruh daratan dalam radius satu kilometer.

Tubuh Greed perlahan tenggelam ke dalam kubangan hitam raksasa tersebut hingga menghilang sepenuhnya. Mailerism bingung dengan apa yang baru saja terjadi, apa mungkin Greed melarikan diri? Tapi menurutnya hal itu tidak mungkin mengingat kekuatan Greed yang luar biasa dan keinginannya untuk mengalahkannya sangatlah tinggi.

Belum sempat Mailerism menemukan jawaban tiba-tiba tubuhnya sebuah tangan hitam raksasa muncul dari dalam kubangan tersebut dan mencoba menangkapnya. Mailerism segera menjauh yang membuat tangan raksasa itu menghantam salah satu gedung di dekatnya hingga runtuh.

“Benda apa itu?!”

Perlahan, dari dalam kubangan hitam itu muncul tangan hitam lain yang sama besarnya, di ikuti oleh kepala lalu badan hingga seluruh tubuh raksasa hitam tersebut muncul ke permukaan.

Mailerism benar-benar terkejut melihat wujud makhluk mengerikan tersebut, tapi dia tidak merasa takut, melainkan merasa iba kepada makhluk yang sedang di hadapinya tersebut.

Sepasang sayap hitam yang terlihat sepetri aurora muncul di punggung Mailerism. Sayap tersebut semakin lama semakin membesar, dan di sekitar sayap tersebut partikel-partikel energy mulai berkumpul hingga membentuk proyektil-proyektil hitam kecil dalam jumlah besar.

Mailerism menembakkan ratusan proyektil dalam waktu bersamaan, tubuh Greed dihujani ratusan proyektil selama kira-kira sepuluh detik, beberapa bagian tubuhnya di penuhi lubang dan tangan kanannya lenyap akibat serangan barusan. Namun beberapa detik kemudian tubuh raksasa Greed kembali pulih seperti semula.

“Sepertinya serangan kecil seperti itu tidak cukup untuk menghabisimu, kalau begitu hanya satu hal yang bisa kulakukan untuk mengakhiri pertarungan ini.”

Mailerism mengangkat tangan kanannya ke depan dan mengumpulkan partilek energy di telapak tangan kanannya. Sebuah proyektil sebesar kepalan tangannya muncul, namun proyektil tersebut tidak sama seperti sebelumnya yang berwarna hitam, proyektil yang muncul di tangan kanannya saat ini berwarna putih ddan bersinar terang.

Mailerism memincingkan matanya, cahaya adalah kelemahan terbesarnya, jadi bisa di bilang serangan yang akan di lakukannya ini seperti pisau bermata dua yang bisa menghancurkan dirinya sendiri.

Di lain pihak, Greed juga mengumpulkan energy kegelapan di depan mulutnya dan menciptakan sebuah bola hitam raksasa yang terus membesar. Mailerism tahu bahwa waktunya tidak banyak, dia langsung terbang melesat dan menerjang langsung ke arah Greed.

Greed melemparkan bola hitam raksasa tersebut ke arah Mailerism, Mailerism tidak menghindari bola raksasa terrsebut dan terus terbang menrjang ke arah Greed.

“GAAAAAAAAAAAAHHH…!!!!”

Mailerism meraung keras saat jarak dirinya dan bola hitam tadi tidak lebih dari beberapa centimeter, dia menghantamkan proyektil di tangannya pada bola hitam tersebut dan seketika itu pula bola hitam itu lenyap.

Mailerism menambah kecepatannya, Greed mulai mengumpulkan kembali ebergi hitam di depan mulutnya, namun sebelum dia berhasil membuat bola hitam yang baru, Mailerism sudah berada ttepat di hadapannya.

“OOOOOGH...!!!”

Di saat proyektil di tangan Mailerism menyentuh tubuh Greed, waktu berhenti. Detik berikutnya tubuh raksasa Greed seketika lenyap.proyektil di tangan kanan Mailerism ikut lenyap dan dari udara kosong tubuh manusia Greed muncul dan jatuh ke tanah.

 

***

   Greed membuka matanya perlahan, saat kesadarannya kembali dia menemukan dirinya berada di sebuah pantai yang kosong, sama seperti saat pertama kali dia datang ke tempat itu.

“Oh, kau sudah sadar rupanya, aku sempat khawatir karena sejak tadi kau tidak juga bangun.”

Suara yang langsung muncul dalam kepalanya itu berasal dari sesosok makhluk bertubuh hitam besar yang sedang duduk di atas sebuah batu. Sosok itu menatap dirinya penuh arti.

“Apa yang terjadi, bukankah kita sedang bertarung?”

“Ah….pertarungannya sudah berakhir, tidak perlu kau pikirkan lagi.”

Greed menghela nafas lelah.

“Jadi akhirnya aku kalah?”

“Tidak juga, sebenarnya aku terkejut dengan kekuatan anehmu itu, kau berhasil membuatku menghabiskan seluruh tenaga, kalau kau menyerangku saat ini aku pasti mati.”

“Jangan bicara bodoh, aku sudah kalah dan apapun yang kau katakana kenyataannya tetap sama.”

Greed bangkit dan menghadap kea rah laut.

“Serangan tadi, sebenarnya apa yang ku lakukan?”

“Tidak banyak, aku hanya menghapus kegelapan yang ada dalam dirimu, tapi kurasa aku tidak bisa menghapus kegelapan itu sepenuhnya.”

“Maksudmu?”

“Aku sendiri tidak tahu. Sudahlah, namamu Greed, bukan? Karena kau sudah kalah maka sekarang kau harus menjawab satu pertanyaanku.”

“Terserah, asal bukan pertanyaan bodoh.”

Mailerism menggeram pelan sebelum kembali bicara.

“Apa alasanmu mengikuti turnamen itu?”

“Untuk merebut kekuatan peserta lain.”

“Kau tidak bisa membohongiku, aku tahu bukan itu alasanmu yang sebenarnya. Tenang saja aku akan merahasiakannya dari orang lain, algipula tidak ada siapa-siapa lagi di tempat ini.”

Greed agak ragu untuk menjawab, hingga akhirnya dia membuka mulutnya dan mulai berbicara.

“Alasannya adalah….”

***

Greed berhenti di depan portal yang terbuka untuknya, sebelum memasuki portal, dia melirik kea rah Mailerism yang berdiri tidak jauh di belakangnya.

“Di pertarungan berikutnya aku pasti akan menghabisimu,” Ucap Greed pelan.

Mailerism menggeram pelan mendengarnya.

“Saat bertemu lagi, kurasa kita tidak akan bertarung lagi.”

Greed terdiam, dia tidak membalas kata-kata itu dan langsung melangkah memasuki portal. Sesaat setelah portal tertutup, dimensi tersebut berubah menjadi gelap dan kosong.

 

***

 

Note:

Daftar skill yang di pakai Greed:

*Mad Enhancement: Kemampuan ini menambah kekautan fisik Greed beberapa kali lipat, namun sebagai gantinya Greed akan kelihangan kendali dan mengamuk sampai tenaganya habis.

*Dark Rhapsody: Kemampuan yang di pakai Greed untuk mengubah dirinya menjadi raksasa, namun dalam wujud ini Greed tidak akan bisa bergerak dari tempatnya, kemampuan ini juga menghabiskan seluruh kekuatan Greed hingga hanya bisa di pakai sekali setiap tiga pertarungan.

NB: Skill Greed yang muncul di pertarungan ini sifatnya pasif alias otomatis muncul jadi tidak saya tulis di profilenya. Dan karena Dark Rhapsody sudah di gunakan di pertarungan ini maka Greed tidak bisa memakainya untuk 3 pertarungan ke depan.

 

Read previous post:  
144
points
(687 words) posted by Error 10 years 18 weeks ago
90
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | Battle of Realms N2
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Grande_Samael
Grande_Samael at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 8 weeks ago)
100

cuma meninggalkan jejak setelah baca.
.
rupanya Greed masih punya skill2 tersembunyi... tapi ngomong2 Greed di sini itu Velskud atau Mammon?

Writer field.cat
field.cat at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
70

Hahahaha.. udah baca... boleh nyabe dikit? Ah, tp ga pedes kok. Ada beberapa hal yg Gue agak gemana getooooh deh...
.
1. Mailerism itu ciri khasnya ada di bahasa angka itu, di sini nggak ada jadi berasa bukan Mailerism... :D
.
2. "“Jadi kau datang ke sini untuk bertarung denganku?” Tanyanya tenang.
Kali ini giliran Greed yang terkejut.
“Jadi kau salah satu dari peserta turnamen sebelumnya?”"
.
Atas dasar apa mendadak Greed kepikiran buat nanya gitu? Kenapa langsung nyimpulin kalo Mailerism mantan peserta BOR?
.
3. Greed mulai geram dengan ucapan Mailerism, bukankah di dunia ini kekuatan adalah segalanya? Mereka yang lemah tidak pantas untuk hidup, hanya yang kuat yang bisa bertahan hidup.
.
Narasi yg isinya personal thought dari karakter utama, ini menurut Gue sih lebih afdol dipake pada POV 1
.
4. Terlalu banyak kata "menggeram" dan "melesat". Sebetulnya nggak apa-apa sih, tapi jarak penggunaan kata-kata di atas terlalu rapat sampai kelihatan banget jadi kata yg terlalu sering terbaca.
.
5. “Jadi akhirnya aku kalah?”
“Tidak juga, sebenarnya aku terkejut dengan kekuatan anehmu itu, kau berhasil membuatku menghabiskan seluruh tenaga, kalau kau menyerangku saat ini aku pasti mati.”
.
dan
.
“Aku sendiri tidak tahu. Sudahlah, namamu Greed, bukan? Karena kau sudah kalah maka sekarang kau harus menjawab satu pertanyaanku.”
“Terserah, asal bukan pertanyaan bodoh.”
.
Mailerism itu kan kesannya bijak. Awalnya pas Greed bilang "jadi aku kalah?" si Mailerism bilang "nggak juga", terus kenapa mendadak Mailerism bilang "karena kau sudah kalah" ?
Harusnya Mailerism dibuat lebih bijak lagi di sini, dengan tidak mengungkit-ungkit hasil pertarungan... Di sini jadi kesannya Mailerism tuh labil banget... :D
.
Sekian deh... Keep nulis! Eh, saran tambahan : Identifikasi apa yg jadi ciri khas lawan-lawanmu, jangan biarkan ciri khas itu hilang di dalam ceritamu, hanya dengan begitu dikau bisa menghindari OOC yang berlebihan... :)

Writer Error
Error at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

oooh terima kasih sambelnya~

Writer mira_hoshi
mira_hoshi at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
100

Err.. Pertarungannya keren, seru. Cuma saya rada mempertanyakan Mailerism. Jadi rada garang dan bahasa angkanya juga ilang.
.
Btw Dark Rhapsody berarti nggak bisa dipake di liga, dong? Yaah, padahal kayaknya seru kalau A. ngelawan jurus itu..

Writer Error
Error at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

tadinya saya mau bikin mailerism seperti seharusnya....tapi semua berubah setelah negara api menyerang...

well jurusnya bisa di pake lagi setelah 3 pertarungan

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
100

Greed.. rakus juga.. xDDD
.
keren kekuatannya.. btw apa si tujuannya Greed ? #plak

Writer panglimaub
panglimaub at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
80

Saya setuju sama Kak Sam. Maelstorm itu jurus dari mana coba?

Teruuussss.... mana bahasa conlangnya Mailerism?

Terussss.... apa yang dikatain Mael sama Greed?

Writer Error
Error at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

ampun kk, saya masih cupu OTL

Writer redtailqueen
redtailqueen at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
100

yay, akhirnya selesai juga! :D
selamat! #plok xD

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)
70

Terlepas dari gaya bahasa Mael yang mungkin emang bikin ribet, satu yang bikin saya ngerasa ini rada OOC adalah : harusnya justru orang yang punya kegelapan pekat di hati mereka ga bisa ngerti apa yang si Mael omongin. Mungkin malah lebih bagus kalau sepanjang pertarungan si Greed ini ga ngerti si Mael ngomong apa
.
Oiya, 'Maelstorm' itu jurusnya siapa ya? @_@
.
P.S.: Angka-angka yang jadi 'bahasa'nya dia sebenernya random, dan ga ada aturannya kok

Writer Error
Error at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

ooh...lupa ada bagian yang gk ketulis... =,="

alasan kenapa greed ngerti omongan mael...

nanti saya edit deh

dan Mael storm itu jurus Mailerism :D

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

Mailerism ga pernah punya nama jurus tuh :/

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

^ OOC dikit lah, ga masalah, Om Panitia~
Hazel bisa bikin dikau LEBIH OOC lagi lho~ #nantangin

Writer Error
Error at BoR: Greed Haze Vs Mailerism (10 years 14 weeks ago)

wkwkwk sorry iseng :P