World

 

 

Ada dua orang.

 

 

“…”

 

“…”

 

“Hei, itu saja?”

 

“Ya, hanya itu saja? Apa kau tidak menceritakan tentang siapa dan apa yang sedang kita lakukan?”

 

Koreksi.

 

Seorang bocah berambut merah panjang dan diikat ponytail yang memiliki alis yang cukup lebat dengan dagunya yang tajam meruncing ke bawah, biasanya merobek kerahnya ketika menengok.

 

“Hei! Aku bukan bocah, dan daguku tidak runcing!”

 

Bocah itu berkata demikian.

 

“Narasi yang absurd.”

 

“Jangan pedulikan narator seperti dia, ayo kita lanjutkan saja,” ujar bocah lain yang memiliki rambut hijau dan kacamata tutup botol susu yang dia banggakan dengan sesekali membenarkannya ketika dia berbicara itu.

 

Si rambut merah bernama Ret.

 

Si rambut hijau bernama Grin.

 

“Dia memang absurd.”

 

“Lupakan. Jadi…apa yang hendak kita buat sekarang?” tanya Grin pada Rit yang sama sekali tidak menoleh atau melirikkan matanya. Pandangannya terpaku pada layar monitor di depannya.

 

“Tentu saja, ACTION-FANTASY!” jawab Reit.

 

“Tunggu, kau tidak mengomentari penamaanmu yang sengaja dia salahkan?” tanya Gren.

 

“Dan tolong, jangan lakukan itu padaku,” keluh Grin.

 

“Kepalaku memang panas mendidih karenanya. Tapi lebih baik kita gunakan untuk membakar habis musuh-musuh kita!” tanya Ret dengan semangat yang membara.

 

“Dia tidak bertanya…lupakan. Jadi kau ingin membuat skrip semacam ‘Heroes defeat the Villain’ seperti itu, Ret?”

 

Ret menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe.

 

“Apa itu terlalu klise?”

 

“Klise, jika hanya seperti yang lain saja awal sampai endingnya,” jawab Gren.

 

“Jangan gunakan lelucon yang sama,” komentar Grin.

 

“Jadi kita bikin ‘berbeda’ dari yang klise?”

 

“Benar, kita masukkan unsur yang kira-kira tidak biasa…ah. Kita tentukan dulu karakternya.”

 

“Perjalanan sepasang sahabat, kita berdua sebagai karakternya, bagaimana menurutmu, Grin?”

 

“Boleh saja. Lebih baik settingnya di dunia sihir dengan zaman kontemporer, karena untuk menarik masyarakat modern. Untuk profesi, kau ingin menjadi apa?” tanya Grin sembari mengetik namanya dan Ret di komputer.

 

Ret memukul mantap dadanya, “Tentu saja, KSATRIA!”

 

“Kalau begitu aku akan menjadi ahli memanah,” balas Grin yang sama sekali tidak melirik ke arah Ret dan terus bermesraan dengan keyboard dan layar komputer.

 

Ret menaikkan alisnya, “Mengapa kau ingin jadi itu? Dia kan yang paling lemah.”

 

“Karena jika kau adalah Ksatria, kau pasti akan maju dengan bodohnya dan mati duluan. Aku yang ada di jarak jauh bisa lari dengan mudah,” jawab Grin dengan nada datar.

 

“Bukankah ini settingnya ‘Perjalanan sepasang sahabat’?”

 

“Aku akan mengemban mimpimu saat kau mati.”

 

“Aku tidak berencana untuk mati. Dan hei, apa unsur yang membuat ini tidak klise?” tanya Ret yang penasaran karena wajah Grin menyeringai.

 

“Kita buat setiap musuh dan bos berbentuk wanita seksi yang memiliki dada yang be—“

 

“Aku tidak tahu kalau ini cerita dewasa. Dan tolong hentikan,” potong Ret.

 

“Cih!” keluh Grin.

 

Ret menghembuskan napas panjang, “Kukira ‘merah’ lebih ‘bernafsu’ dari ‘hijau’. Ternyata berkebalikan.”

 

“Kalau begitu apakah kau ada saran lain?”

 

Ret menyilangkan tangannya. Matanya berputar-putar melihat ke atas seakan di langit-langit terdapat contekan-cerita-menarik-dan-tidak-klise-dan-tentu-tidak-berrating-18++.

 

“Bagaimana kalau salah satu karakternya berasal dari dunia lain?”

 

“Bukankah mereka bersahabat? Dan bukankah itu klise?”

 

“Benar juga. Tapi memang ada cerita seperti itu?”

 

Grin membuka browser internet dan hendak menulis sebuah judul novel ringan, “Bagaimana kau menulis ‘no Tsukaima’ dengan bahasa kita?”

 

“Lebih baik kita buat setting yang lain saja. Misalnya mereka ternyata adalah saudara-beda-ibu dan bertemu ketika mereka berumur 4 tahun di panti asuhan dengan orang tua mereka yang sudah mati karena ulah pemerintah yang membakar habis desanya.”

 

“…”

 

“Bagaimana menurutmu, Grin?”

 

Grin terdiam, memikirkan sesuatu.

 

“Ide yang bagus. Kurasa itu belum ada di cerita manapun,” jawab Grin.

 

“Benarkah?” tanya Ret penuh harap.

 

“Kurasa iya.”

 

“Syukurlah.”

 

“He-hei, kau terdengar seperti cewek-yang-menunggu-jawaban-dari-cowok-tentang-rasa-masakannya. Terdengar menjijikkan,” keluh Grin dengan lidah yang menjulur keluar.

 

“Dan saatya, KITA BERAKSI!” teriak Ret dengan penuh semangat.

 

“Kau tidak ingin mengomentari keluhanku…ya sudahlah. Kalau begitu, siapa musuh kita?”

 

“Tentu saja, PEMERINTAH!” teriak Ret penuh semangat.

 

“Bisakah kau berhenti berteriak. Dan ‘kau’, ‘kau’ lupa menambahkan kata [dengan],” komentar Grin.

 

Ret mengerutkan alisnya, “Grin, kenapa kau hobi sekali berkomentar?”

 

“Err…karena itu tugasku?”

 

“Hmmm…kurasa ya,” jawab Ret.

 

“Ya.”

 

“Ya,” ulang Ret.

 

“…lebih baik kita lanjut ke tahap ‘bagaimana perjalan mereka berlangsung’.”

 

Ret memutar-mutar matanya lagi, “Kita tertangkap SWAT karena terlihat mencurigakan?”

 

“Mencurigakan?”

 

“Lihat, bukankah mencurigakan jika kita mengenakan jubah ksatria dan busur ketika sedang berjalan-jalan di mall?”

 

“LALU KENAPA KAU INGIN JADI KSATRIA?!” teriak Grin yang meledak penuh amarah.

 

“Ku-kukira ‘merah’ saja yang emosional. Dan terlebih, kau juga memilih sebagai ahli memanah.”

 

“Ah, benar juga.”

 

“Ya, benar.”

 

Mereka pun terdiam sesaat.

 

“…”

 

Satu tahun kemudian…

 

“…”

 

Lima tahun kemudian…

 

“TIDAK SELAMA ITU TAHU!”

 

“Karena dia absurd. Kau tidak terbiasa dengan itu?”

 

“OKE! Maksudku, oke. Jadi siapa identitas sebenarnya dari [Pemerintah] ini?” balas Grin yang akhirnya mulai mendingin.

 

“Ayah kita.”

 

Grin membenturkan wajahnya pada keyboard.

 

“YANG BENAR SAJA?! BUKANKAH MEREKA SUDAH MATI?!”

 

“Tenang dulu! Aku belum selesai!”

 

Grin mulai mengambil beberapa napas dan perlahan mulai mendingin lagi.

 

“Oke, apa alasanmu?” tanya Grin yang sudah mulai menangis.

 

“Tolong, hentikan leluconmu,” komentar Grin.

 

“Jadi begini,” ujar Ret yang tidak memedulikan komentar Grin, “[Pemerintah] ini adalah ayah kita. Dia membunuh keluarga kita agar kita menjadi pahlawan.”

 

Grin mengerutkan alisnya, “Bukankah itu seperti ‘menghancurkan tembok sebanyak 4 kali’ atau apalah itu namanya?”

 

“Benar, kita gunakan itu.”

 

“Dan apa alasan ayah?”

 

“Dia menyesal karena selama ini dia menjadi pemerintah jahat yang membunuh banyak orang. Maka dari itu dia ingin mati di tangan anaknya sendiri,” jawab Ret.

 

“Hmmm…masuk akal.”

 

“Ya, masuk akal.”

 

“…”

 

“…”

 

“Dan bukankah ini saatnya kita ciptakan dunia itu?”

 

“Ya benar. Lagipula, ‘dia’ sudah tidak membuat lelucon lagi. Rasanya garing.”

 

Red dan Grin menunjuk ke suatu arah.

 

Arah yang…tidak kuharapkan tentunya.

 

“Berhentilah sebagai narator. Sekarang giliranmu beraksi, Blek,” ujar Ret padaku.

 

Aku menatap kedua wajah orang-orang ‘Pencipta Dunia’ itu.

 

Mereka tampak antusias dan semangat dapat kurasa dari tatapan mereka.

 

“Baiklah, apa kalian sudah siap?”

 

Mereka berdua mengangguk bersamaan, “Tentu saja, ‘Pengabul Dunia’.”

 

“Jangan menyebutkan panggilan lamaku lagi,” keluhku.

 

Aku mengangkat kedua tanganku.

 

Sekejap lingkaran sihir hitam muncul di atas kedua tanganku dan sebuah bola hitam muncul dari dalam lingkaran sihir itu, melayang di atasnya.

 

“Tersedotlah ke dalam [Dunia] ini, Black Hole!”

 

Sekejap, gelap menelan kami.

Read previous post:  
67
points
(833 words) posted by nereid 9 years 45 weeks ago
74.4444
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | horor | drama | komedi
Read next post:  
Writer nycto28
nycto28 at World (6 years 49 weeks ago)
90

Ini kurang kece apalagi coba.. Kece banget!!!
Suka, pokoknya suka!
Pas tahu naratornya dikomentarin terus, satu di kepalaku, "Ini bakalan seru." dan yap, ini seru banget.
Prnh jg bikin cerita model begini, karakter ngomong sama narator atau si pembuat cerita, tapi di kepala aja *kebiasaan kalo udah mentok, ngomongnya sama karakter sendiri*
:3

Writer Rival_chan
Rival_chan at World (7 years 19 weeks ago)
70

nice ide..

Writer MrFu
MrFu at World (7 years 27 weeks ago)
80

hha keren kali endingnya si narator ternyata alat ajaib

Writer KD
KD at World (8 years 45 weeks ago)
100

hmmm

Writer Riesling
Riesling at World (9 years 6 weeks ago)
90

Breaking the 4th Wall <3

Writer adara_acariba
adara_acariba at World (9 years 8 weeks ago)
70

hik..hik.. hik... lucu

Writer Pupuutc
Pupuutc at World (9 years 10 weeks ago)

Simpel tapi menarik, kebayang ekspresi mereka waktu lagi adu pendapat =))

Writer morista
morista at World (9 years 11 weeks ago)
90

Keren! Unik dan lucu

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

wah, makasih udah mampir~
salam kenal :D

Writer Rendi
Rendi at World (9 years 11 weeks ago)
80

wkkwkwkw ngerusak dunia! ini isinya parodi pula! XD XD
lagi mau ngejadiin semua hal klise ya Dim? :P

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

bukan merusak bang, haha. karena parodi, jadi bisa melakukan apa aja *yagasih?*
hum, karena apapun yang ada di dunia ini semuanya klise! (?)
saya klise-in semua yang saya ketaui aja kok, dan saya ga bilang yang saya ketauin sedikit lho 3:)
Dark Lord reborn!

Writer DeMEter
DeMEter at World (9 years 11 weeks ago)

Kenapa kau bisa buat cerita sebagus ini sih? ―"―
Omong omong, kau masih punya beberapa typo.

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

mungkin karena saya sendiri juga merasa ini bagus? *selfconceited!*
hum, typo saya liat kayaknya ada satu? di bagian mana ya kira" jadi ada banyak kayaknya?
anyway, thanks the comment!

Writer AdhamTFusama
AdhamTFusama at World (9 years 11 weeks ago)
80

Wahahaha. Ini keren. Saya pernah bikin cerita serupa, but you know what? This is better. Apalagi saya termasuk pembaca (dan penulis) yang suka banget ama 'silat-dialog' seperti di atas. And if you can make Rea_Sekar having a nasty impulse to you... you're good!

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

wah, thanks bro...tp saya dont have anything like Rea do, fortunately :)
makasih dah mampir :D

Writer smith61
smith61 at World (9 years 11 weeks ago)
90

prikitieuw!

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

bang mimit pengen sama dansou ato rea :v

Writer dansou
dansou at World (9 years 11 weeks ago)
100

*kecup yang bikin*

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

bang mimit pengen tuh dan...

Writer dansou
dansou at World (9 years 11 weeks ago)

yang bikin cerita ini kan si ganteng Dimas Pamungkas *sebut merek*
.
*kabur naek Skuntank*

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

*tangkep dandi*
*kubur di perempatan*

Writer Chaca_EvilMago
Chaca_EvilMago at World (9 years 11 weeks ago)
100

amazed aku kak,
bagus sungguh ^^

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

wahh, makasih chaca!
Semangat buat chaca juga, salam kenal!

Writer Chaca_EvilMago
Chaca_EvilMago at World (9 years 11 weeks ago)

iya kak,
salam kenal.. :D

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at World (9 years 11 weeks ago)
100

Kau jenius Dim.
Sangat jenius sampai saya rasanya pengen nyekek dan nyerep apa yang ada di dalem kepalamu waktu nulis ini

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

uwah, i'm honored, sam.
saya rencananya bikin ini buat ff kemaren, tapi ga jadi karena dulu rasanya garing dan kurang bermutu pas lagi mikirinnya.
ga nyangka setelah ditulis jadinya... :')

Writer redtailqueen
redtailqueen at World (9 years 11 weeks ago)
100

ni kyk parade ide klise (eh ato namanya parodi kak?) ternyata kisah galon termasuk klise jg x3
agak bingung sama pergantian rit grin ret gren tapi dialog mereka emang menarik kak :D

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

iya, bisa dibilang (niatnya) parodi dan menyinggung berbagai hal.
hoho, itu sih memang saya sengaja,(atau saya sukanya gitu ya?).
btw, galon bisa menarik ceritanya tergantung jalan sampe ke endingnya, itu bsia diatur.
thanks komennya :D

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at World (9 years 11 weeks ago)
100

INI BAGUS SAIA IRI DIKAU HEBAT PACARAN YUK

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

waduh, makasih rea, saya tersanjung, tapi...saya pikir" dulu deh XD

Writer Shinichi
Shinichi at World (9 years 11 weeks ago)

ahak hak hak
apa dah ini =))

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

^ bang shinichi cemburu ya... OwO

Writer ichiupa
ichiupa at World (9 years 11 weeks ago)
90

Wkwkwkwk.
Lucu =)) Ide prologue yang bagus. I Like it.
Ada lanjutannya kah? pasti. Hahaha. Ditunggu.
Nothing bad. Keren sekali.

Btw. Salam kenal. Kalau sempat mampir ke ceritaku juga ya.

Writer nereid
nereid at World (9 years 11 weeks ago)

hum...ini cerpen biasa sih, maksudnya ngga dilanjutin.
Jadi, makasih komennya+nilainya!
saya berharap ada koreksi OwO