Matryoshka

Apa yang akan kau lakukan seandainya menjadi aku?

            “Untuk hidup di dunia ini, yang kutunjukkan hanya pakaian perangku.” Perlahan aku berkata padamu yang sedang menatapku dengan pandangan, ah, entah bagaimana cara menggambarkannya. Kau ketakutan, ya, pasti. Siapa yang tidak? Tapi sejujurnya, eksistensi yang menakutkan ini hanyalah akibat konyol dari kenyataan yang tiap saat kuhadapi.

Di malam-malam kau memandangku, di tiap saat mataku menangkap bayanganmu, hanya satu yang kupinta, dan hanya kau tempatku memohon. “Kumohon… Peluk aku dengan erat, begitu erat agar seluruh tulang ini dapat teremukkan! Bebaskan aku dari semua ini! Mungkin… mungkin aku tidak lebih dari cangkang-cangkang hampa ini, tapi jika kau menghancurkannya sekali pun, tidak, tidak akan ada rasa sakit. Percayalah… Kumohon, keluarkan aku dari cangkangku yang menyesakkan…”

Kau berteriak. Ya, mungkin tidak setiap hari kau menghadapi yang sepertiku. Cangkang-cangkang ini, yang bagaikan boneka Matryoshka.

Tunggu, aku memang boneka Matryoshka.

Jangan takut dulu, gadis. Boneka tak bisa bicara, katamu? Tapi aku bisa. Kuakui, bukan dengan cara menggerakan mulut sepertimu. Hanya seperti mengirimkan gelombang-gelombang suaraku ke kepalamu.

Mengapa bisa, kau bertanya? Kau mungkin tak akan percaya, tapi awalnya aku bukan boneka. Aku manusia, ya, manusia, sama sepertimu. Dewa mengutukku menjadi seperti ini karena aku kehilangan seluruh keyakinanku. Memang terdengar seperti cerita fantasi kacangan, tapi ini kenyataan. Ini semua karena aku tak berani menghadapi kenyataan bahwa seluruh prajurit bawahanku mati di depan mataku. Aku begitu lemah untuk menerima pembuktian realita.

Aku selalu berpikir aku adalah pemimpin yang kuat. Aku begitu arogan, begitu tinggi hati, dan setelah kenyataan membuktikan lain, aku tidak sanggup melawannya. Akhirnya aku menyadari diriku begitu lemah. Dewa memanggilku ke hadapannya, mengadiliku dengan berbagai cara. Namun walau berperisaikan lapisan argumen teoritis itu untuk membela diri, sesungguhnya yang dihadapi pertahananku itu hanyalah kenyataan lemah. Dewa murka. Ia mengutukku menjadi seperti ini. Boneka dengan berlapis-lapis kungkungan. Persis seperti cerminan diriku saat itu. Orang hidup yang seperti mati karena kungkungan lapisan ketakutan, kekhawatiran, dan arogansi.

Ya, mungkin tidak semua, tapi itulah mengapa diriku menjadi seperti ini. Dilempar dari masa ke masa, dari tangan ke tangan, dan kini, hampir satu milenium kemudian, aku berakhir di hadapanmu.

Aku sudah menunggu begitu lama untuk saat ini. Jadi katakanlah, lewat matamu yang memancar dingin itu, apa hal yang kau lihat dariku? Panglima perang yang pengecut, Boneka Matryoshka gendut yang bisa bicara, atau boneka-Matryoshka-gendut-bekas-panglima-perang yang bisa bicara?

Pasti yang terakhir itu. Terbukti dari kata-kata tajammu yang membalas perkataanku.

Mungkin kau berpikir bahwa kau sudah gila. Berkali-kali meyakinkan dirimu bahwa boneka tidak bisa bicara hingga akhirnya kau menyerah dan mulai berpendapat bahwa Matryoshka yang ayahmu dapatkan di pelelangan toko antik di Rusia ini dirasuki setan dan kau harus membuangnya segera.

Tapi percayalah akan kilauan pisau dibalik kata-katamu itu. Percayalah, aku nyata. Boneka ini tak dirasuki apa pun, hanya aku.

Dan tak ada siapa pun yang bisa tahan dengan ini semua. “Tolong bebaskan aku dari cangkang yang tertawa bodoh ini dan biarkan aku menghadapi kenyatan yang sebenarnya! Aku sudah cukup lama melarikan diri, aku hanya ingin melawannya sekarang. Kumohon, jika kau bisa mendengarku…”

Menit demi menit berlalu hingga berubah jadi jam. Aku tetap menunggu dengan sabar. Apakah sudah pulih? Apakah kau sudah dapat berpikir jernih sekarang? Mendekatlah, ya, begitu, tak perlu takut. “Dengar, dengar. Jauh di bagian terdalam dari hatiku yang terdalam, di mana tak ada cahaya yang dapat menjangkaunya, di situlah diriku berada. Terbaring cukup lama dalam kehampaan namun dia tak akan hancur! Tidak!

“Karena itu, lawan dia, pecahkan dia untukku. Bagaimana pun caranya, bantu aku menghancurkan, merobek, merenggut seluruh perisai ini dariku! Aku tak akan lari atau bersembunyi, percayalah. Jadi kumohon keluarkan aku dari tubuh Matyoshka ini…”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer raven_hill
raven_hill at Matryoshka (10 years 2 days ago)
60

Pembawaan ceritanya memang oke.. ^_^ *walau aku agak bingung boneka matrioska itu kayak apa*
Hehe..

Kunjungi halamanku : http://id.kemudian.com/node/266971
thnks.

Writer Erick
Erick at Matryoshka (10 years 8 weeks ago)
80

Boneka yang bisa bicara...

aku jadi kebayang seorang pria yang terjebak dalam ruang kecil melingkar di sebuah serambi menara yang didalamnya berisi aneka macam boneka, salah satunya meneror seperti di ceritamu dan membuatnya kehilangan kewarasan... #ngaco :D

critanya bagus, kyuu-chan, kalau bisa dieksplor lebih mendalam...

begitulah, sekian! ^^

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 7 weeks ago)

kengaco-annya bagus kak....bikin saya dapet ide lagi 0.0
arigatou kak erik mo mampir^^

Writer Erick
Erick at Matryoshka (10 years 7 weeks ago)

ngaco yang menimbulkan ide...!

gak nyangka bisa menginspirasimu... XD

Writer april14
april14 at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)
50

Boneka matryoska itu apa ya?#beneran ga tau# ceritanya agak misteri yah..tapi penasaran dgn lanjutannya..hmmmm

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)

boneka rusia yang bentuknya kayak samsak itu lho... Yang kalau dibuka, dalemnya ada boneka lagi.
pernah ada di iklan tropicana slim kok

etto... sebenernya saya enggak bakal lanjutin, karena, yah, ini adalah song fiction dan lagunya memang berakhir di sana..
tapi terima kasih sudah sudi mampir^^

Writer nereid
nereid at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)
100

ini ostnya [C] bukan? *sotoy*

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)

PING!!

kak Ner bener!!XD

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)
100

hum, hum..
pesannya gak nyampek ke saya orz

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)

maafkan saya karena engga bisa nyampein pesannya...orz
makasih sudah mampir^^

Writer luna.love
luna.love at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)
2550

Hmm ngeri boneka bicara! But i like it! Hehe

aku nantikan cerita2 lainnya ya!

Salam kenal

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)

yoroshiku~ ^^

Writer AdhamTFusama
AdhamTFusama at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)
70

Konsepnya menarik. Saya suka 'kutukan' yang sekaligus dijadikan perumpamaan. Tapi, IMO, buat saya narasi breaking the forth wall-nya (seolah berbicara dengan pembaca) rasanya tidak perlu, karena urgensinya berbeda. Mungkin lebih fokus saja tentang makna kutukan dan Matryoshka itu sendiri. Overall menarik. :)

Writer kyuukou okami
kyuukou okami at Matryoshka (10 years 9 weeks ago)

*manggut-manggut*
oke, arigatou cabenya dan kesediannya membaca^^.