BoR N2 Match D-2 : Ligaya Vs Greed Haze (Versi Greed)

 “Baiklah, kita sudah sampai di tempat pertarungan,” Clo bertepuk tangan sambil tersenyum gembira.

Berbeda dengan kedua peserta yang dibawanya. Ligaya kelihatan takjub dan penasaran sedangkan Greed terlihat sangat kesal.

“Kenapa, Greed? Kau tidak senang kita sudah sampai?”

“Sampai sih sampai, tapi tidak perlu muncul di tengah keramaian seperti ini kan??” Teriak Greed kesal.

Karena mereka bertiga muncul di tengah perempatan jalan di sebuah kebun binatang yang sangat ramai.

Kemunculan mereka yang tiba-tiba menarik perhatian orang-orang yang lewat. Tapi walau begitu baik Clo ataupun Ligaya sama sekali tidak terlihat terganggu dengan hal itu, keduanya tetap terlihat biasa saja walau saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian semua orang.

“Kalian ini tidak punya malu ya?? Dan kau, panitia bodoh, cepat pindahkan kami ke tempat lain!!”

Clo menghela nafas lelah. “Memangnya mau ke mana? Tempat pertarungannya kan di sini.” Jawabnya santai.

“Hei, panitia, tempat apa ini? Kenapa di sini ramai sekali, apa di dekat sini ada perayaan?” Tanya Ligaya yang duduk di atas punggung Khellbow. Makhluk itu kelihatan bersemangat melihat keramaian di sekitarnya.

“Ini kebun binatang, bukan tempat perayaan,” Jelas Clo sambil tertawa kecil.

“Kebun binatang? Memangnya binatang bisa di tanam?” Tanya Ligaya bingung.

Clo tertawa melihat keluguan Ligaya.

Greed semakin kesal melihat tingkah kedua orang di hadapannya itu yang seolah tidak peduli dengan keadaan di sekitar mereka. Orang-orang yang menonton mereka malah mengobrol sendiri membicarakan mereka bertiga, bahkan ada yang berfoto-foto di sekitar Ligaya sambil mengelus-elus Khellbow. Tetapi keduanya tetap mengobrol seolah tidak terjadi apa-apa.

“AAAaaaargghh!!! Berhentilah bermain-main!!!”

Greed kehabisan kesabaran. Dengan kesal dia memperlebar bayangannya menuju tempat Ligaya dan Clo berdiri. Namun sebelum bayangannya sempat mencapai kaki Khellbow, sekelompok pria yang membawa senjata muncul dan mengepung mereka.

“Walah, ada apa ini?” Tanya Clo bingung.

“Itu dia, ternyata laporannya benar,” Salah seorang pria yang membawa senjata langsung membidik Ligaya dan Khellbow.

“Di sini petugas keamanan, kami berhasil menemukan seekor Buffalo yang sepertinya melarikan diri dari kandang, dan hewan itu membawa seekor hewan aneh di punggungnya,” Salah seorang pria melapor melalui radio di tangannya.

“Ada apa ini? Kenapa mereka membidikan senjata pada kita?” Tanya Ligaya bingung.

“Moooohh!!” Khellbow melenguh kasar. Buffalo itu telihat resah melihat orang-orang yang mengepungnya.

“Kenapa, Khellbow? Tenanglah sedikit, tidak usah panik.”

Ligaya berusaha menenangkan tunggangannya, namun Khellbow malah semakin panik dan  menggeleng-gelengkan kepalanya dengan gerakan kasar.

“Woi, mereka itu mau menangkapmu, kenapa kau malah diam saja??” Tanya Greed kesal.

“Menangkapku? Memangnya aku salah apa?”

“Kau ini bodoh atau apa sih? Ini kebun binatang dan kau dengan tenangnya menunggangi seekor kerbau di tengah jalan, tentu saja mereka mau menangkapmu!!”

Belum sempat kebingungan Ligaya hilang, kelima pria itu sudah mengarahkan senjata mereka dan bersiap untuk menembak.

“Tembakkan peluru bius!!”

“Hei!! Jangan!!” 

Ligaya berteriak keras berusaha mencegah orang-orang itu agar tidak menembak Khellbow. Namun usahanya sia-sia karena mereka itu sudah lebih dulu menarik pelatuk.

Kelima orang petugas keamanan kebun binatang itu menembak bersamaan. Khellbow melenguh keras saat kelima butir peluru bius menembus tubuhnya. Makhluk itu mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi lalu berlari menerobos kerumunan orang dan menghilang di balik pepohonan bersama Ligaya  di atas punggungnya.

“Peluru biusnya tidak mempan.”

“Mereka lari ke arah sana.”

“Kejar mereka!!”

Kelima orang bersenjata itu mengejar Ligaya dan ikut menghilang ke balik pepohonan.

 

Setelah semua keributan itu, kini hanya tinggal Greed berdua dengan Clo di tempat itu.

“Kau tidak akan mengejarnya? Kalau begini kalian tidak bisa bertarung kan?” Tanya Clo pada Greed.

Greed hanya angkat bahu. “Biarkan saja, kalau menghadapi mereka saja dia tidak mampu, berarti dia tidak pantas menjadi lawanku,” Jawabnya sambil berjalan pergi.

Clo mengikuti Greed berjalan di sampingnya.

“Kau tidak pergi? Biasanya semua panitia akan pergi begitu tiba di tempat pertarungan.”

Clo tidak langsung menjawab, wanita bertopi lucu itu terus berjalan berdampingan dengan Greed yang juga berjalan tanpa tujuan.

“Kudengar kau biasanya pendiam, tapi kenapa hari ini marah-marah terus?” Tanya Clo tiba-tiba, yang membuat Greed langsung menghentikan langkahnya.

“Dengar!” Nada bicara Greed mendadak berubah dingin. “Sekali lagi kau bertanya hal seperti itu, akan kupenggal kepalamu!” Ancamnya seraya menunjukan raut wajah yang penuh nafsu membunuh.

Clo sama sekali tidak terlihat takut dengan ancaman Greed, sebaliknya wanita itu malah tersenyum.

“Sepertinya tebakanku benar. Kalau kau ada masalah cerita saja, aku tidak akan mengatakannya pada orang lain.”

Greed membuang muka dan menarik tudung jubahnya hingga lebih menutupi wajahnya yang memang sudah sulit terlihat karena jubahnya yang agak kebesaran.

“Pergilah! Begitu kutemukan gumpalan kapas itu aku akan langsung menghabisinya. Jadi berhentilah menggangguku sampai pertarungan ini selesai.”

Greed mempercepat langkahnya. Kali ini Clo tidak mengejarnya dan hanya melihat makhluk bertubuh kecil itu menghilang di keramaian.

“Sebenarnya aku agak khawatir dengan Ligaya, tapi walaupun dia mati aku tidak peduli sih karena di kafe nanti dia bisa di hidupkan lagi,” Clo bergumam sendiri.

 

 

 

 

Sementara itu, Ligaya….

 

 

“Mereka itu maunya apa sih? Kenapa mengejar kita terus?”

“Mooooohh!!”

Ligaya memacu tunggangannya melewati kerumunan orang di kebun binatang sambil terus menghindari petugas keamanan yang sedari tadi tidak mau berhenti mengejarnya.

“Kalau mereka bukan manusia biasa sudah kulempar mereka dengan tombakku!” Kutuk Ligaya dalam hati.

Ligaya menarik tali kekang Khellbow hingga memaksanya untuk berbelok menuju bagian kebun binatang yang lebih sepi. Satu-satunya cara untuk menghindari kejaran orang-orang aneh itu saat ini hanyalah bersembunyi hingga mereka pergi, baru setelah itu dia bisa mencari lawannya dan memulai pertarungan.

 

“Sial!! Berhenti, Khellbow!! Berhenti!!”

“Mooohh!!”

Ligaya menarik tali kekang tunggangannya sekali lagi untuk memaksanya berhenti, karena jika tidak maka keduanya akan berjatuh ke sungai yang berada tidak jauh di depan mereka.

Para petugas keamanan berhasil mengepung mereka lagi. Kali ini Ligaya terpojok, tidak ada jalan kecuali menceburkan diri ke sungai atau melawan orang-orang itu. Ligaya ingin mengambil pilihan kedua kalau saja orang-orang itu tidak membawa senjata yang bisa menyerangnya dan Khellbow dari jarak jauh. Makhluk berbentuk mirip gumpalan kapas itu masih trauma dengan serangan laser dari lawan sebelumnya yang hampir saja merenggut nyawanya dan Khellbow.

“Siapkan peluru bius dosis tinggi!” Salah seorang petugas memberi perintah.

 Keempat petugas lainnya mengisi senjata mereka dengan peluru bius dosis tinggi yang bisa membuat seekor gajah sekalipun tertidur pulas. Mereka membidik Khellbow dan  bersiap untuk menembak.

“Kurasa mau tidak mau kita harus berenang.”

 

 

CTAAAAARRRR!!!

 

Tepat sebelum Ligaya berhasil menarik tali kekang Khellbow, petir menyembar sebuah pohon tinggi yang berada tidak jauh dari mereka. Semua yang ada di tempat itu terkejut dan langsung menutupi kedua telinga mereka.

Begitu pula dengan Ligaya dan Khellbow yang tidak kalah terkejut. Ligaya mengadah ke langit, dan melihat awan hitam berkumpul dengan sangat cepat dan menutupi langit. Dalam sekejap langit yang tadinya cerah berubah gelap dan gemuruh Guntur terdengar di mana-mana.

“Apa yang terjadi?”

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

CTAAAAARR!!!

 

Greed menghentikan langkahnya saat sebuah petir menyambar sebatang pohon tinggi di kejauhan. Langit berubah gelap dan gemuruh petir terdengar di mana-mana.

Semua orang yang ada di kebun binatang itu langsung mengalihkan pandangan mereka ke langit saat sebuah lubang hitam besar muncul di langit. Petir menyambar dengan liar dari dalam lubang hitam tersebut. Menurut pengetahuan yang di dapat Greed dari seorang professor yang pernah dia ambil pengetahuannya, kemungkinan besar lubang itu adalah semacam distorsi antar dimensi yang menghubungkan dua ruang yang berbeda tempat dan waktu.

Teorinya mirip dengan portal yang biasa dibuat oleh para panitia untuk mengantar tiap peserta turnamen menuju tempat pertarungan mereka, hanya saja yang ini skalanya lebih besar.

Mengetahui hal tersebut, Greed langsung memacu kedua kakinya menuju tempat yang paling dekat dengan lubang hitam tersebut.

 

Tiba-tiba seluruh kebun binatang berubah ricuh. Hewan-hewan yang berada di dalam sangkar mulai mengamuk dan menghancurkan jeruji yang mengurung mereka dengan kekuatan yang tidak dapat di percaya, bahkan hewan yang paling jinak sekalipun berubah ganas dan mulai menyerang para pengunjung.

“Apa yang sedang terjadi?” Tanya Greed sambil terus berlari.

Dia sama sekali tidak bisa percaya kebun binatang yang tadinya tenang dalam sekejap berubah kacau dengan hewan-hewan yang berontak tanpa alasan dan mulai menyerang siapapun yang mereka lihat.

“Greed!!”

Greed menoleh ke belakang dan menemukan Clo yang sedang berlari mengejarnya.

“Hei, panitia. Apa semua ini ulahmu?” Tanya Greed kasar.

“Justru aku ingin menanyakan hal yang sama. Kupikir semua ini ulahmu!” Balas Clo tidak kalah kasar.

“Mana mungkin aku bisa melakukan hal semacam ini. Lagipula yang bisa membuat portal semacam itu di tempat ini hanya kau saja!”

“Portal? Apa maksudmu?”

“Lubang hitam itu semacam portal dimensi mirip seperti yang kau buat untuk membawa kita ke sini, hanya saja ukurannya jauh lebih besar dan berbahaya,” Jelas Greed sesingkat dan sejelas mungkin.

“AKu hanya bisa membuat portal biasa, kalau sampai sebesar itu aku tidak sanggup.”

“Apalagi aku.”

“Sudahlah. Masalah siapa yang membuat lubang hitam itu saat ini tidak penting, yang penting sekarang adalah semua hewan yang mengamuk itu. Apa kau bisa menghentikan mereka dengan kekuatanmu?”

“Percuma, dalam keadaan gelap seperti ini kekuatanku tidak bisa di gunakan. Lagipula aku tidak punya alasan untuk menolong mereka.”

 

 

“UWOOOOOO!!!”

 

Belum sempat mereka bertindak lebih lanjut, beberapa ekor gorilla tiba-tiba muncul dan menghadang mereka. Keadaan para gorilla itu sama sekali tidak normal, mata para gorilla itu menyala merah dan perilaku merak menjadi lebih liar dari biasanya.

“Mau apa mereka?” Greed mengambil posisi siaga.

“UWOOOO!!”

Para gorilla itu serempak menerjang, Clo mengangkat tangan kanannya ke depan dan membuat dinding pelindung tak terlihat. Serangan para gorilla itu  tertahan oleh sebuah dinding yang kasat mata.

“Pergilah Greed. Kalau keadaan tetap kacau seperti ini, pertarungan tidak akan bisa di lanjutkan. Kalau kau masih ingin bertarung sebaiknya kau segera hentikan semua kekacauan ini!”

“Tanpa kau suruh pun aku akan pergi dari sini!”

Saat Clo menoleh ke belakang, ternyata Greed sudah lebih dulu berlari meninggalkannya sendirian.

“Tunggu!! Yang tadi itu hanya kiasan! Kenapa malah pergi sungguhan??” Teriak Clo kesal.

 

 

 

 

Sementara itu, di tempat Ligaya….

 

 

Ligaya tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini, langit terbelah dan sebuah lubang hitam besar muncul di udara. Beberapa saat setelah lubang itu muncul, suara lolongan dan raungan berbagai macam hewan terdengar dari segala tempat.

“Lubang apa itu?” Tanya Ligaya yang kebingungan.

Petir menyambar dan sebuah benda seperti meteor muncul dari dalam lubang tersebut. Benda itu jatuh menghantam tanah beberapa meter di depan Ligaya.

Saat debu yang mengepul akibat hantaman benda mirip meteor tersebut mulai lenyap, sesosok makhluk mirip manusia yang mengenakan armor penuh berwarna biru yang menutupi seluruh tubuhnya mnucul di hadapan Ligaya. Makhluk itu mencabut tombak trisula yang tertancap di tanah di hadapannya dan berbalik menghadap Ligaya.

“Sepertinya aku berhasil melakukan perjalanan melintasi waktu,” Ucapnya dengan suara berat, seperti berbicara menggunakan alat pengubah suara.

Makhluk itu menyapu sekeliling dengan sekali pandang sebelum menatap Ligaya yang berada tidak jauh darinya.

“Siapa kau?” Tanya Ligaya. Kini dia dan Khellbow sudah berada dalam posisi siaga dan siap menyerang kapan saja.

“Tenanglah, Ligaya sang putra Aliga. Saat ini aku belum berniat untuk melawanmu.”

“Kau mengenalku?”

“Kenal? Tidak juga. Aku hanya pernah mendengar tentangmu.”

 

“Mo-monsteeeerr!!!”

Salah seorang petugas keamanan berteriak histeris melihat makhluk yang muncul tiba2 itu.

Petugas lainnya yang juga ketakutan menembaki makhluk itu dengan senapan bius di tangannya, namun makhluk itu sama sekali tidak terluka bahkan seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.

“Kalian pikir bisa membunuhku dengan peluru bius? Lucu sekali.”

Makhluk itu mengayunkan tombaknya dan menghempaskan kelima orang petugas itu ke udara seperti meniup debu saja. Setelah membereskan orang-orang yang mengganggu, makhluk itu kembali menghadap Ligaya.

Ligaya menelan ludah. “Dia kuat….” Pikirnya.

 

Saat Ligaya berpikir makhluk itu akan menyerangnya, seseorang muncul dari arah berlawanan dengan makhluk itu. Sosok bertubuh kecil dan mengenakan jubah kebesaran yang menutupi wajahnya itu muncul dengan nafas yang terengah karena baru saja berlari sekuat tenaga ke tempat itu.

“Greed?”

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Sebuah benda mirip meteor muncul dari dalam lubang dan jatuh di suatu tempat tidak jauh dari posisi Greed saat ini. Greed mempercepat larinya, ketika dia hampir sampai di tempat jatuhnya meteor tersebut, suara teriakan manusia di ikuti suara ledakan terdengar dari arah yang sama.

Greed tiba di tempat jatuhnya meteor itu dan menemukan Ligaya, Khellbow dan sesosok manusia berarmor penuh yang membawa tombak trisula.

“Greed?” Tanya Ligaya terkejut.

“Akhirnya kau muncul juga, Greed Haze,” Makhluk itu menoleh menatap Greed.

Mendengar sosok itu memanggil namanya secara lengkap membuat Greed terkejut.

“Siapa kau? Apa aku mengenalmu?”

Makhluk itu tertawa mendengar pertanyaan Greed.

“Baiklah, karena semua yang kucari sudah ada di sini, akan kuperkenalkan diriku. Kalian boleh menyebutku Poseidon, setidaknya itulah panggilan orang-orang padaku. Aku sama seperti kalian, aku juga peserta Battle of Realms.”

Baik Greed maupun Ligaya sama-sama terkejut dengan pengakuan makhluk bernama Poseidon itu. Seingat mereka tidak ada peserta dengan nama itu dalam turnamen ini, bahkan makhluk itu tidak pernah terlihat sedikitpun di kafe antar realm.

“Jangan berbohong, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya!!” Sahut Ligaya keras.

Poseidon kembali tertawa.

“Tentu saja, karena aku datang dari waktu yang berbeda dengan kalian. Aku adalah peserta Battle of Realms yang di adakan di masa depan.”

“Kau berasal dari masa depan? Lalu mau apa kau datang ke masa ini?” Tanya Greed curiga.

“Alasannya mudah. Aku datang untuk menghabisi seluruh peserta dan panitia turnamen di masa ini, agar turnamen ini tidak akan ada di masa depan.”

“Jadi kau datang untuk membunuh kami semua?” Tanya Ligaya.

“Memangnya apa yang terjadi di masa depan? Kenapa kau ingin menghentikan turnamen ini?” Tanya Greed yang penasaran.

“Mungkin kalian yang mengikuti turnamen ini tidak sadar, tapi apa kalian pernah bertanya, apa alasannya turnamen ini di adakan?”

“Tentu saja untuk mendapat kebenaran.” Jawab Ligaya yakin.

“Itu jawaban anak kecil.”

“Apa??”

“Kalian sama sekali tidak tahu kebenaran dari turnamen ini, kalian pikir kalian di kumpulkan di turnamen ini hanya untuk bermain-main dan saling bantai satu sama lain? Hanya demi mendapat kebenaran? Kalian terlalu naïf. Apa yang terjadi di masa depan adalah adalah bukti dari betapa mengerikannya kebenaran dari turnamen ini, dan aku akan mengubah masa depan, dengan membunuh kalian semua!”

 

“HAAAAAA!!!!”

 

Secara tiba-tiba Ligaya menerjang Poseidon bersama Khellbow yang sudah bersiap dengan serangan tanduknya. Poseidon melakukan tolakan dan melompat melewati kepala Ligaya dan mendarat di belakangnya. Ligaya meranik tali kekang Khellbow dan membuatnya mengerem sekaligus berputar balik dengan gerakan kasar.

“Aku tidak peduli dengan semua omong kosongmu! Aku juga tidak peduli apapun alasan turnamen ini diadakan! Apapun yang terjadi aku akan terus bertarung untuk mendapatkan kebenaran!” Sahut ligaya sambil mengacungkan tombaknya pada Poseidon.

“Ahahahaha! Menarik, kalau begitu akan kulihat apa kau bisa menghentikanku?”

Poseidon mengangkat tangannya ke atas. Seketika lubang hitam di udara melebar, dan dari dalam lubang tersebut muncul sesuatu yang sangat besar. Makhluk itu mendarat di tengah sungai. Dari dalam air, puluhan hingga belasan benda menyerupai tentakel gurita menggeliat-geliat di atas permukaan air.

Hanya dengan sekali lihat, Greed langsung mengenali monster yang baru saja muncul dari dalam lubang tersebut. Seekor monster laut legendaries yang sangat di takuti oleh manusia, monster yang selalu muncul dalam setiap kisah yunani kuno, monster yang menurut legenda di ciptakan oleh dewa penguasa alam baka, Hades, untuk melawan Kronos sang Titan.

Greed sama sekali tidak menyangka kalau akan melihat makhluk itu di tempat ini.

“Perkenalkan salah satu hewan peliharaanku, Kraken.”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

“Monster apa itu? Besar sekali, bahkan jau lebih besar daripada Whiterine!”

Ligaya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat sesuatau yang lebih mengerikan dari Whiterine muncul di hadapannya. Bahkan Khellbow sekalipun terlihat sangat gusar dan tidak mau berhenti membuat gerakan kasar seolah ingin lari dari tempat itu.

 

“Ahahahaha!!” Poseidon tertawa sombong. “Ini belum seberapa, asal kalian tahu saja kalau lubang hitam itu sebenarnya terhubung ke suatu dimensi khusus yang mengalirkan energy kosmik dalam jumlah besar ke tempat ini.”

“Energi kosmik?” Tanya Greed.

“Benar. Energi kosmik adalah energi murni yang berasal dari luar angkasa, bahkan Ledakan besar yang di sebut Big bang itupun sebenarnya adalah ledakan dari kumpulan energy kosmik dalam jumlah besar.”

“Lalu apa hubungannya dengan monster itu?”

“Manusia tidak bisa merasakan apalagi menyerap energy kosmik secara langsung, namun berbeda dengan hewan, mereka mampu menyerap energy tersebut secara langsung dan mendapatkan kekuatan yang luar biasa, dan saat Kraken berhasil berhasil menyerap seluruh energy kosmik tersebut, kalian tidak akan punya harapan lagi!” Jelas Poseidon yang diikuti tawa keras.

 

 

“Jadi semua hewan ini mengamuk akibat energy kosmik yang terserap ke dalam tubuh mereka?” Tanya Clo yang baru saja tiba di sana.

 

“Hooo, rupanya ada seorang panitia di sini,” Ucap Poseidon meremehkan.

“Aku mendengar semua yang kau katakan. Jadi kau datang ke masa ini untuk menghentikan turnamen yang sedang berlangsung?”

“Kalau itu benar, apa yang akan kau lakukan?”

Clo menatap rendah Poseidon. “Kau kira kau itu siapa? Dasar sampah!” Ucap Clo geram.

“Apa katamu?!”

Saat kedua orang itu sedang sibuk berdebat, Ligaya maju dan menyela pembicaraan.

“Hei, kita tidak bisa terus mengobrol di sini! Jika monster itu mencapai tepian sungai akan ada banyak korban jiwa!!” Protes Ligaya yang menyadari kalau saat ini Kraken semakin mendekati tepian sungai.

 

“Apa kalian punya cara untu menghentikan makhluk itu?” Tanya Clo.

“Tinggal potong saja kepalanya, repot sekali,” Jawab Greed santai.

“Kau ini gila ya?? Bagaimana caranya memotong makhluk sebesar itu??” Protes Ligaya yang kesal dengan ide gila Greed.

“Itu tugas kalian untuk mencari caranya. Biar aku yang menghabisi makhluk keparat yang di sana.”

“Kau mau melawannya? Bukankah kekuatanmu tidak bisa dipakai dalam keadaan seperti ini??”

“Tenang saja, aku masih punya cara terakhir.”

 

“Ahahahahaha!!” Poseidon tertawa keras saat mengetahui Greed yang akan melawannya. “Kalian pikir bisa melawanku semudah itu? Sayang sekali, tapi aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian.”

    Poseidon meraih sebuah benda mirip pistol canggih dari ikat pinggangnya.

“Terima ini!! Battle of Realms’s power jammer!!” Sahut Poseidon seraya menembakan senapannya ke udara.

Senapan tersebut menembakkan sebuah bola cahaya kecil yang meledak menjadi serpihan cahaya di udara.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Greed heran.

“Senapan ini memiliki kemampuan untuk menyegel segala macam kemampuan dan kekuatan yang di miliki oleh semua orang yang menjadi peserta di turnamen Battle of Realms. Sekarang kalian sama sekali bukan ancaman bagiku.” Poseidon tertawa penuh kemenangan.

“Omong kosong, pasti Cuma tipuan! Maju Khell…!!”

Saat Ligaya hendak mengayunkan tombaknya, tiba-tiba saja tenaganya menghilang dan tubuhnya hampir saja jatuh dari atas punggung Khellbow. Ligaya berusaha mengumpulkan tenaga namun yang terjadi malah tubuhnya semakin lemas.

“Ahahahaha!! Jangan harap bisa menyentuhku dengan keadaanmu yang seperti itu!”

 

“Licik sekali!!” Umpat Ligaya kesal.

 

“Kau kira bisa menghentikan kami semudah itu?” Dengan penuh percaya diri Clo maju untuk menghadapi Poseidon.”

Clo mengangkat tangan kanannya ke udara.

“Battle of Realm’s power jammer canceler!!!”

Bola cahaya kecil muncul dari telapak tangan Clo dan meledak di udara menjadi serpihan cahaya. Seketika itu pula kekuatan Greed dan Ligaya kembali muncul.

“Bagaimana bisa??” Tanya Poseidon tidak percaya.

“Fufufu, aku panitia, kemampuan seperti itu wajib untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan,” Jawab Clo bangga.

Poseidon menunjukkan senyum licik.

“Sayangnya aku sudah menyiapkan sesuatu untuk itu! Battle of Realm’s power jammer canceler breaker!!!!”

Poseidon kembali menembakan senapannya ke udara. Kekuatan Greed dan Ligaya kembali lenyap.

 

“Coba saja!! Battle of realm’s power jammer canceler breaker eraser!!!”

 

Kekuatan Greed dan Ligaya kembali muncul.

 

“Masih belum!! Battle of Realm’s power jammer canceler breaker eraser confiner!!!”

 

Kekuatan Greed dan Ligaya kembali lenyap.

 

“Battle of Realm’s power jammer canceler breaker eraser confiner obstructor!!!”

 

Kekuatan Greed dan Ligaya kembali muncul.

 

“Battle of Realm’s power jammer canceler breaker eraser confiner obstructor buster!!!”

 

Kekuatan Greed dan Ligaya kembali lenyap.

 

“Battle of realm’s power jammer canceler breaker eraser confiner obstructor buster closer!!!”

 

Kekuatan Greed dan Ligaya kembali muncul.

 

“Berhentilah bermain-main!!!” Teriak Greed kesal.

 

Poseidon menarik pelatuk, namun tidak terjadi apa-apa, makhluk itu kehabisan peluru.

 

“Lihat! Pada akhirnya aku yang menang!” Sahut Clo bangga.

 

“Huh! Tanpa menyegel kekuatan kalian pun aku tetap bisa menang!” Ucap Poseidon tidak mau kalah.

 

Setelah mengucapkan hal itu Poseidon melompat ke sungai.

“Jangan kabur! Dasar pengecut!!” Greed Berusaha mengejar Poseidon, namun Clo menahannya sebelum dia berhasil melompat ke sungai.

“Tunggu! Tidak perlu mengejarnya!”

“Kenapa? Kau ingin membiarkannya lari?”

“Bukan begitu, hanya saja kurasa dia tidak kabur. Dia hanya mengulur waktu,” Clo berpendapat.

“Mengulur waktu? Untuk apa?”

“Kalian dengar sendiri kan rencananya, Poseidon ingin menggunakan Kraken untuk menghabisi kita, karena itu dia berniat megulur waktu hingga Kraken selesai menyerap seluruh energy kosmik.”

“Jadi yang harus kita lakukan adalah menghabisi monster itu sebelum berhasil menyerap seluruh energy kosmik?”

“Hanya itu satu-satunya cara.”

“Tapi bagaimana? Mendekatinya saja sulit.”

“Satu-satunya cara mendekatinya adalah melalui udara, karena mendekatinya lewat air sama saja bunuh diri. Masalahnya di antara kita bertiga tidak ada yang punya kemampuan untuk terbang.”

“Moooooh!!!” Khellbow yang sejak tadi diam tiba-tiba melenguh keras.

“Ada apa, Khellbow?  Apa ada masalah?”

 Saat Ligaya berusaha menenangkan Khellbow, tiba-tiba tunggangannya itu berlari menuju sungai. Ligaya berusaha menghentikan tunggangannya dengan menarik tali kekang sekuat tenaga sebelum mereka tercebur ke dalam air, namun Khellbow tetap tidak mau berhenti dan terus berlari kencang.

“Berhenti, Khellbow!!! Kita bisa tercebur!!!”

“Mooooooohhh!!!!”

 

Khellbow melompat tinggi.

 

“AAAAAAAAAAHHH!!!”

 

Ligaya berteriak sekerasnya saat Khellbow tiba-tiba melompat ke sungai, namun apa yang terjadi berikutnya sama sekali tidak bisa di percaya.

 

Khellbow melayang di udara.

 

Ya, melayang, benar-benar melayang. Buffalo tersebut terbang dan terus berlari  seolah masih berpijak di atas tanah, padahal saat ini mereka melayang bebas di udara. Ligaya melongo lebar saking tidak percayanya. Tunggangannya bisa terbang!!

“He-hebat, Khellbow!!! Kau terbang, benar-benar terbang!!” Sahut Ligaya penuh kebahagian melihat tunggangannya berlari di udara.

Sesaat kemudian dia baru menyadari sesuatu.

“Tapi bagaimana caranya?”

 

 

Di tepi sungai, baik Greed maupun Clo sama sekali tidak percaya melihat ada sapi terbang di udara. Padahal seharusnya tunggangan Ligaya tersebut hanya bisa memutar tanduknya, lalu kenapa tiba-tiba bisa terbang bebas? Apakah ini ulah sang penulis yang sudah putus asa karena tidak ide cerita lain? Atukah ini mukjizat? Atau perbuatan alien?

 

“Pasti efek dari energy kosmik!” Ucap Clo yakin.

“Efek energy kosmik?” Greed masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.

“Bukankah tadi Poseidon mengatakan kalau semua hewan mampu menyerap energy kosmik secara langsung? Karena Khellbow juga hewan, pasti tanpa kita sadari Buffalo itu juga menyerap energy kosmik dan mendapat kemampuan untuk terbang.”

“Kebetulan sekali ya,” Greed menghela nafas lelah.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau masih mau nekat melawan Poseidon dalam keadaan seperti itu?”

“Kadang seorang Villain tetap harus bertarung walau tahu dirinya akan kalah.”

“Tanpa kekuatanmu kau hanya akan membunuh dirimu sendiri.”

Greed menghela nafas pendek.

“Sudah kubilang aku masih punya cara.”

“Cara apa?”

“Sudah, diam saja!”

Greed melihat ke sekeliling seperti sedang mencari sesuatu, lalu tiba-tiba dia berlari ke bawah salah satu lampu taman yang menyala.

“Segini sudah cukup.”

Greed memejamkan kedua mata dan memusatkan pikiran.

“Dark eater.”

Perlahan, tangan-tangan kegelapan muncul dari dalam bayangan Greed dan mulai menempeli tubuhnya mulai dari kaki, pinggang hingga leher dan wajahnya. Dalam sekejap seluruh tubuh Greed telah tertelan oleh kegelapan dan membuatnya terlihat seperti makhluk berbentuk abstrak di bawah cahaya lampu yang remang.

“Doppelganger.”

Setelah beberapa detik Greed mulai bergerak kembali dan memadatkan wujud abstraknya menjadi sesuatu yang lain. Perubahan wujud tersebut terjadi secara cepat mulai dari kaki, lengan, lalu tubuh dan kepala.

Clo tersentak melihat perubahan wujud Greed. Wujudnya saat ini menjadi mirip dengan Poseidon, tubuh yang di balut armor penuh berwarna hitam, dengan kedua lengan dan kaki yang terdiri dari dua pasang pedang hitam panjang, dengan asap berwarna keunguan yang mengepul dari setiap persendian dan wajahnya. Tinggi Greed juga bertambah, tidak setinggi anak kecil berumur 13 tahun lagi seperti tadi, kini tingginya sama seperti manusia dewasa.

 

“Apa yang terjadi?” Tanya Clo yang kebingungan melihat keadaan Greed yang berubah drastis.

“Aku memang tidak bisa menggunakan kekuatanku tanpa bantuan cahaya, tapi sebenarnya aku masih punya kemampuan rahasia.”

“Kemampuan rahasia?”

“Dengan menelan diriku sendiri ke dalam kegelapan, aku mengubah tubuhku menjadi bayangan murni, lalu dengan menggunakan Doppelganger aku mengubah wujudku menjadi bentuk apapun yang kuinginkan,” Jelas Greed.

“Tapi bukankah tanpa cahaya kekuatanku langsung lenyap?”

Greed berjalan, atau lebih tepatnya melayang mendekati Clo.

“Mustahil!”

Clo terkejut karena saat Greed keluar dari area yang di terangi oleh lampu, tubuhnya tidak berubah kembali menjadi anak kecil.

“Aku harus menggunakan 99% dari seluruh kekuatanku untuk menggunakan kemampuan merepotkan ini, dan yang lebih parah kemampuan ini tidak bisa bertahan lebih dari lima menit.”

“Jadi kekuatanmu yang tersisa hanya tinggal 1% saja?”

“Itu sudah lebih dari cukup.”

Greed berbalik, suara gesekan besi selalu terdengar setiap kali makhluk itu bergerak. Tubuhnya saat ini telah berubah menjadi logam hitam yang keras. Greed mengambil ancang-ancang dan melompat ke sungai.

Dengan kecepatan tinggi Greed melayang menyusuri permukaan sungai. Di tengah sungai, Poseidon berdiri di atas air seolah tidak ada bedanya dengan berdiri di atas tanah.

“Akhirnya datang juga. Aku sudah lelah menunggumu.”

Greed menambah kecepatan, sedangkan Poseidon tetap berdiri di tempatnya. Makhluk berarmor biru itu menyabetkan Trisula ke permukaan air.

“Tidal wave!!”

 Gelombang besar tercipta di hadapan Poseidon dan menghadang laju Greed. Greed tidak mengurangi kecepatan dan maju menerobos gelombang besar tersebut bagai torpedo.

Greed mengayunkan lengannya yang berbetuk pedang pada Poseidon. Di saat yang bersamaan Poseidon juga mengayunkan trisulanya.Kedua senajata beradu. Greed terus mengayunkan kedua lengannya bergantian, dengan sigap Poseidon menangkis serangan beruntun tersebut dengan trisula di tangannya.

Serangan Greed yang beruntun dan berkecepatan tinggi sama sekali tidak membuat Poseison terlihat kesulitan. Serangan demi serangan berhasil di tahannya dengan baik. Melihat serangannya tidak begitu berpengaruh, Greed menghantamkan kedua tangannya sekuat mungkin ke arah Poseidon, namun serangannya tetap berhasil di tahan.

Ternyata Greed sengaja menghantamkan kedua tangannya untuk menahan trisula Poseidon dan melakukan tendangan dengan kaki kirinya. Poseidon tidak dapat menahan serangan tersebut, dan tendangan dari kaki kiri yang berbentuk pedang panjang itupun langsung menembus dada Poseidon. Tiba-tiba tubuh Poseidon bergetar sesaat lalu hancur menjadi air.

“Kloning??”

Di tengah keterkejutan Greed, Poseidon muncul di belakangnya dan langsung menusuk punggung Greed. Greed memekik pelan, lalu tubuhnya hancur menjadi asap hitam.

“Sial!!”

Dengan sigap Poseidon berbalik namun ternyata Greed lebih cepat, sang bayangan sudah lebih dulu menyabetkan lengan kanannya dan melukai pinggang Poseidon.

 

Poseidon mengerang kesakitan sambil memegangi pinggangnya yang terluka. Darah menetes keluar dari luka tersebut.

 

 

 

Sementara itu, Ligaya….

 

 

“HEEEEEAAAAAAAAAAAA!!!”

 

Ligaya meraung keras sambil mengayunkan tombaknya dan memotong salah satu tentakel Kraken. Beberapa saat setelah terpotong, tentakel tersebut kembali menyatu dan pulih seperti semula.

“Sial, kalau begini tidak ada habisnya!” Rutuk Ligaya kesal.

Sudah berulang kali Ligaya berusaha memotong bagian tubuh monster gurita raksasa tersebut, dan berkali-kali pula monster itu pulih kembali. Bahkan sebelum Ligaya sempat menyerang bagian lain, bagian yang barusan dia serang sudah lebih dulu pulih. Serangan Ligaya sama sekali tidak berarti di hadapan makhluk itu.

 “Moooohh!!”

Khellbow terus berlari di udara sambil menghindari tentakel-tentakel raksasa yang berusaha menyerangnya. Jumlah tentakel yang luar biasa banyak itu mulai membuatnya kewalahan, di tambah lagi tenaganya sudah mulai menipis setelah melakukan serangan-serangan barusan.

“Kalau begini apa yang harus kulakukan?” Tanya Ligaya dalam hati.

Makhluk itu sudah kehabisan akal, tidak ada satupun dari strateginya yang berhasil melukai apalagi menghabisi monster tentakel yang terus bergerak menuju tepian sungai. Untungnya gerakan monster itu terlalu lambat untuk bisa mencapai tepian sungai dalam sekejap.

Ligaya terus berpikir namun tak ada satupun ide yang muncul.

 

Percuma menyerangnya seperti itu, kau harus menghabisinya dalam satu serangan…

 

 

 

***

 

 

Clo hanya bisa menyaksikan kedua pertarungan yang sedang berlangsung di tengah sungai. Baik Ligaya maupun Greed bertarung habis-habisan menghadapi para pengganggu turnamen. Di satu sisi, Greed dan Poseidon masih terus bertarung dengan kecepatan yang sangat sulit diikuti mata. Dan di sisi lain, Ligaya terus berusaha melukai monster berbentuk mirip gurita raksasa dengan kekuatan penuh, walaupun hampir tidak ada satupun serangannya yang berhasil melukai si monster namun Ligaya tidak menyerah dan terus menyerang.

Sebagai panitia Clo merasa bersalah karena membiarkan hal seperti ini terjadi. Padahal di pertarungan-pertarungan lainnya tidak pernah terjadi kekacauan seperti ini. Munculnya makhluk-makhluk asing yang mengganggu pertandingan dan banyaknya waktu pertarungan yang terbuang benar-benar berada diluar perkiraan wanita tersebut.

Clo melihat ke seberang sungai. Orang-orang yang penasaran dengan apa yang terjadi mulai berkumpul di tepian sungai.

Ini berbahaya, pikir wanita bertopi lucu tersebut. Orang-orang itu sepertinya tidak bisa melihat apa yang terjadi di tengah sungai karena kabut tebal sepertinya berasal dari tubuh Kraken. Dia harus memperingatkan kerumunan orang tersebut sebelum muncul lebih banyak saksi mata dan korban jiwa.

Clo melakukan teleport ke seberang sungai dan muncul di bagian belakang kerumunan.

“Semuanya!! Tolong pergi dari tempat ini sekarang juga!!” Teriaknya lantang agar terdengar oleh semua orang.

“Ada apa, memangnya apa yang terjadi di tengah sungai?” Tanya salah seorang warga.

Yang lainnya ikut bertanya-tanya. Clo bingung bagaimana harus menjawab, tidak mungkin dia mengatakan ada monster mengerikan di tengah sungai, pasti mereka tidak akan percaya.

“A-ada kapal tanki minyak yang bocor di tengah sungai. Terlalu berbahaya di tempat ini karena kemungkinan besar bisa meledak.” Clo langsung saja mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya saat itu. Walau dia bukan tipe orang yang senang berbohong tapi tidak ada salahnya selama bisa menyelamatkan kerumunan orang ini.

 

“Hah? Aku tidak penah dengar ada kapal tangki yang lewat sungai ini,” Ucap salah seorang warga yang tidak percaya.

“Lagipula bagaimana mungkin kapal tangki bisa membuat kabut setebal ini,” Tambah yang lain.

 “I-itu karena…” Clo semakin bingung harus menjawab apa.

Tiba-tiba terdengar suara raungan keras. Salah seorang warga mendekat ke tepian sungai untuk melihat apa yang terjadi. Saat orang itu hendak maju beberapa langkah lagi, tiba-tiba sepotong tentakel berukuran raksasa muncul dari dalam air.

“GYAAAAAAHHH!!!!”

“Monsteeeeerr!!!”

Kerumunan tersebut mulai panik saat tentakel raksasa itu bergerak liar dan berusaha menghantam orang-orang yang berlari tidak karuan kesana kemari.

Saat tentakel itu hampir menghantam beberapa orang yang berusaha berlari menjauh, Clo melakukan teleport dan membuat perisai kasat mata untuk melindungi mereka dari hantaman.

“Cepat lari!!”

“Te-terima kasih.”

 Setelah menahan beberapa pukulan dari tentakel raksasa tersebut, akhirnya kerumunan orang tadi benar-benar lenyap. Kini hanya Clo sendirian di tepi sungai. Tenkakel raksasa itupun kembali masuk ke dalam air.

“Makhluk itu hampir sampai ke tepi sungai. Cepatlah, Ligaya, Greed!”

 

 

 

***

 

 

Kau harus menghabisinya dalam satu serangan…

 

 

Sebuah suara terdengar dari suatu tempat. Ligaya menoleh kesana ke kiri berusaha mencari sumber suara tersebut. Suara yang sama seperti yang di dengarnya saat bertarung melawan Sheila, suara yang selalu membantu dan mendukungnya di saat-saat yang sulit, sama seperti sekarang.

“Siapa kau sebenarnya? Dan apa maksudmu dengan menghabisinya dalam satu serangan?” Tanya Ligaya. Semoga saja suara itu bisa mendengarnya.

 

Walau kau menyerangnya berkali-kali, monster itu akan terus memulihkan diri. Yang harus kau lakukan adalah melancarkan serangan yang cukup kuat untuk membunuhnya dalam sekali serang…

 

“Sekali serang?? Itu mustahil!!” Ligaya protes pada suara tersebut. Yang benar saja, melukai monster itu saja sudah sulit, bagaimana bisa membunuhnya dalam sekali serang?

 

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! Segalanya bisa terjadi selama kau tidak putus asa…

 

“Tapi bagaimana caranya??”

 

Suara itu terdengar seperti menghela nafas.

 

Kau memerlukan kekuatan yang besar untuk menghabisi monster itu dalam sekali serang. Dalam keadaan biasa hal itu memang sulit, tapi saat ini hal itu mungkin. Kau bisa menggunakan energy yang sama dengan yang digunakan oleh tungganganmu untuk terbang….

Tiba-tiba saja Ligaya menyadari sesuatu.

“Energi kosmik??”

Benar. Jika tungganganmu berhasil menyerap energy kosmik sebanyak mungkin, kau akan mendapat cukup kekuatan untuk menghabisi monster itu dalam sekali serang..

“Aku mengerti! Ayo kita lakukan, Khellbow!”

“Mooooh!!”

Khlellbow melenguh keras tanda mengerti apa yang di maksud oleh tuannya tersebut.

Buffalo tersebut melenguh panjang. Dari atas punggung tunggangannya, Ligaya bisa merasakan suatu energy yang sangat besar mulai berkumpul di sekitar mereka.

Serpihan-serpihan cahaya dalam jumlah besar muncul dan sedkit demi sedikit serpihan cahaya tersebut merasuk ke dalam tubuh Khellbow.

“Mooooohh!!”

Khellbow mengumpulkan seluruh energy yang berhasil di serapnya pada tanduknya. Tanduk tersebut bersinar terang keemasan.

“Aku percaya padamu, Khellbow!! Ayo maju, kemenangan milik kita!!!”

“Mooohh!!”

Ligaya memacu Khellbow semakin cepat. Keduanya melaju sambil menghindari tentakel tentakel yang terus berusaha menangkap mereka. Ligaya menyiapkan tombaknya, sementara Khellbow memutar tanduknya seperti bor yang siap melubangi benda sekeras apapun.

 

“HAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

 

“MOOOOOOOOAAAAHHHH!!!”

 

Keduanya menerjang langsung menuju tubuh raksasa Kraken tanpa ragu dan menghantam tubuh raksasa tersebut dengan kekuatan penuh.

 

BOOOOOOOOOMMMM!!!

 

Ledakan besar terjadi tepat saat tanduk Khellbow menghantam tubuh Kraken. Ligaya dan Khellbow ikut tenggelam dalam ledakan cahaya tersebut, namun keduanya tetap maju dan terus mengebor tubuh Kraken hingga membuat sebuah lubang besar di tubuh sang monster.

Ledakan kembali terjadi saat Khellbow berhasil melubangi tubuh monster itu. Kali ini ledakan tersebut benar-benar mengakhiri riwayat sang monster raksasa dan menghancurkannya menjadi potongan-potongan daging kecil.

 

 

 

***

 

 

 

 

“Rupanya darahmu juga merah,” Umpat Greed setelah berhasil melukai lawannya.

 

“Jangan kira kau sudah menang hanya karena berhasil menyentuhku sekali!”

 

Poseidon mengangkat trisulanya ke atas lalu mencelupkannya ke dalam air.

 

“Ice age!”

 

“!!!”

 

Seketika seluruh permukaan air dalam jarak radius seratus meter membeku. Greed tidak sempat menghindar hingga kedua kakinya terjebak dalam es. Saat Greed berusaha melepaskan diri, Poseidon langsung menerjangnya dan mendaratkan sebuah pukulan keras ke kepala Greed.

Greed terlempar ke belakang akibat pukulan tadi. Poseidon kembali menerjang dan menghantam Greed berulang kali tanpa ampun. Setiap kali Greed berusaha menghindar, trisula Poseidon langsung menghantamnya dari sisi lain hingga usahanya sia-sia. Serangan Poseidon yang kelewat cepat membuat Greed kesulitan mencari celah untuk melepaskan diri. Saat Poseidon mengayunkan trisulanya untuk kesekian kali, tiba-tiba asap berwarna ungu di seluruh persendian Greed mengepul semakin tebal.

“Death by barraging!!”

 

Setiap persendian Greed menembakan jarum-jarum kegelapan berukuran mini dalam jumlah besar seperti peluru shotgun yang di tembakan berkali-kali. Jarum-jarum tersebut menusuk tubuh Poseidon hingga membuatnya terlempar ke belakang. Greed tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menerjang Poseidon dengan posisi lengan pedang yang bersiap untuk menusuk.

 

“Death by piercing!!”

 

Di lain pihak, Poseidon yang masih melayang di udara mengayunkan trisulanya dan menciptakan pusaran air yang menyelimuti tubuhnya.

 

“Aqua Vortex!!”

 

Greed tidak memperdulikan pusaran air berkekuatan tinggi yang melindungi Poseidon, dia terus maju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menembus perisai air tersebut.

 

“Percuma, kau tidak akan bisa menembus perisai airku!” Sahut Poseidon penuh percaya diri.

 

Greed tidak menghiraukan ucapan poseidon dan terus berusaha untuk menembus pusaran air tebal tersebut.

 

“HEEAAAAAA!!!”

 

BUUUUUUMMMM!!!

 

Tiba-tiba terjadi ledakan besar di kejauhan. Poseidon yang terkejut melihat kehancuran Kraken kehilangan konsentrasi hingga pusaran airnya melemah. Greed yang melihat kesempatan tersebut langsung menambah kekuatan dan berhasil menembus pusaran air yang menghadangnya.

 

“Si..al!!”

 

Poseidon tidak sempat berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah saat lengan Greed menembus tubuhnya.

Poseidon meraung keras saat pedang Greed menembus tubuhnya. Dengan sisa tenaga yang tersisa makhluk mengucapkan kata-kata terakhirnya.

 

“Kau…akan….menye…sal….”

 

Tubuh Poseidon mulai retak dan hancur menjadi serpihan kristal yang berkilauan berwarna biru. Greed menatap serpihan tersebut hingga benar-benar lenyap.

 

“Aku tidak punya penyesalan.”

 

 

 

***

 

 

 

Clo menghela nafas lega saat melihat Ligaya dan Greed yang berhasil mengalahkan musuh mereka. Setelah Poseidon mati, dan Kraken berakhir menjadi potongan daging gurita, lubang besar di langit akhirnya tertutup dan langit kembali menjadi cerah. Hewan-hewan yang sedang mengamuk pun tiba-tiba kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa. Walaupun keadaan kebun binatang porak poranda tapi Clo tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa satupun.

 

“Wowowowowooooww!! Awaaas!!” Ligaya dan Khellbow mendarat dengan kasar sampai hampir terguling karena kehilangan keseimbangan. Sepertinya kemampuan terbang Khellbow sudah lenyap karena lubang yang mengalirkan energy kosmik sudah tertutup.

 

Di sisi lain, Greed muncul dalam wujud normalnya, wujud anak kecil berjubah hitam yang kebesaran. Greed berjalan agak tertatih-tatih menuju tempat Ligaya dan Clo berada.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Clo.

“Jangan pedulikan aku,” Jawab Greed kasar.

Clo terdiam sesaat, lalu menghela nafas pendek sebelum menarik nafas untuk mengatakan sesuatu.

“Baiklah, sekarang semua gangguan sudah lenyap, jadi kita bisa memulai pertandingan secara resmi!” Jelas Clo berapi-api.

“Haah? Masa langsung dimulai? Aku masih lelah setelah pertarungan tadi!” Protes ligaya.

“Aku tidak terima protes. Kita sudah kehilangan banyak waktu, jadi mau tidak mau kalian harus memulai pertandingan sekarang juga!”

“Wanita pelit,” Bisik Ligaya ke telinga Khellbow.

“Kau bilang sesuatu?”

“Ti-tidak.”

“Baiklah, sekarang akan kujelaskan peraturannya. Untuk bisa mendapat kemenangan, kalian harus membuat musuh kalian berbaring di tanah selama sepuluh detik. Cukup mudah bukan?”

Ligaya hanya garuk-garuk kepala sendiri mendengar aturan tersebut. Dia heran sebenarnya wanita itu bisa mikir atau tidak sih? Musuhnya kali ini adalah Greed, jangankan membuatnya berbaring di tanah, bahkan menyentuhnya saja sudah sulit.

 

“Ada pertanyaan?”

 

Greed dan Ligaya terdiam.

 

“Berarti kalian sudah mengerti bukan? Kalau begitu, dengan ini pertarungan resmi di mulai!”

Clo menjentikan jarinya dan lenyap begitu saja. Kini hanya Greed dan Ligaya, juga Khellbow yang saling berhadapan. Ligaya mengambil posisi siaga, dia tidak bisa lengah menghadapi lawannya kali ini.

Sudah hampir satu menit berlalu namun Greed sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerang. Makhluk berjubah itu hanya diam berdiri di tempatnya tanpa bergerak ataupun bicara sedikitpun.

Ini aneh, pikir Ligaya. Menurut yang dia dengar Greed itu orang yang sombong dan senang merendahkan setiap lawannya dalam pertandingan. Lalu kenapa saat ini Greed malah diam saja, apa mungkin makhluk bayangan itu merencanakan sesuatu?

Ligaya tidak bisa menunggu selamanya. Jika lawannya tidak mau menyerang juga, maka sepertinya dialah yang harus menyerang duluan.

“Mungkin ini kesempatanku!” Ucap Ligaya dalam hati.

Ligaya menyiapkan tombaknya dan menarik tali kekang Khellbow. Saat Khellbow hendak berlari menerjang, tiba-tiba tubuh Greed ambruk ke tanah.

 

“Eh?”

 

***

 

 

Apa yang sebenarnya terjadi, Ligaya benar-benar tidak mengerti. Ligaya berniat mendekati Greed untuk memeriksa keadaan lawannya tersebut, namun dia khawatir kalau Greed hanya berpura-pura pingsan untuk memancingnya mendekat.

Tiba-tiba Ligaya teringat sesuatu. Bukankah saat ini Greed sedang terbaring di tanah, sedangkan aturan yang diberikan panitia itu adalah membuat lawan berbaring di tanah selama sepuluh detik. Dalam keadaan Greed yang terbaring seperti itu, berarti Ligaya hanya perlu menghitung sampai sepuluh dan pertandingan pun berakhir.

Ligaya menelan ludah dan mulai menghitung.

Satu….

Dua….

Tiga….

Empat….

Lima…..

“Setengah hitungan lagi,” Pikir Ligaya.

Enam…

Tuj…

 

Tiba-tiba Greed bangkit kembali.

 

“Sial!!”

Ligaya yang kaget sekaligus panik melihat lawannya tiba-tiba bangkit langsung mengambil posisi bertahan. Dia yakin pasti Greed akan langsung menyerangnya.

Atau tidak…

Bukannya menyerang, Greed malah kelihatan kebingungan sendiri. Makhluk bayangan itu menoleh kesana kemari seperti orang yang tersesat. Ligaya memperhatikan gerak-gerak Greed yang mencurigakan tersebut dengan seksama. Greed terus menoleh kesana kemari hingga menyadari kehadiran Ligaya yang berada tidak jauh di belakangnya.

 

“A-ah, anu…”

 

Melihat Greed yang menyadari kehadirannya, tanpa pikir panjang lagi Ligaya langsung menerjang sambil mengacungkan tombaknya.

“Kau tidak bisa menipuku dengan berpura-pura bodoh!!”

“Tu-tunggu!!”

Greed sangat terkejut melihat serangan Ligaya yang tiba-tiba dan langsung melompat ke samping untuk menghindar, namun tombak Ligaya lebih cepat dan berhasil menyerempet lengan kanan Greed.

“Kena?!” Ligaya terkejut saat melihat serangannya dapat melukai Greed, padahal sepengetahuannya Greed bisa mengubah wujud menjadi bayangan untuk menghindari serangan. Apa mungkin berita itu hanya bohongan?

Melihat serangannya dapat melukai Greed, Ligaya kembali menerjang.

“Terima ini!!!”

 

“Kyaaaaaaaaa!!!!”

 

“Eh?”

 

Mendengar teriakan aneh barusan, Ligaya langsung menarik tali kekang Khellbow untuk memaksanya berhenti. Ligaya berhenti tepat sebelum tunggangannya melindas tubuh mungil Greed. Kepulan debu dan angin yang berasal dari pengereman mendadak itu membuat tudung jubah Greed terbuka.

 

Kedua mata Ligaya sama sekali tidak percaya saat melihat wajah yang berada di balik tudung tersebut.

 

“Pe-perempuan??”

 

 

***

 

 

 

“Si-siapa kau?”

Ligaya benar-benar tidak percaya kalau yang di lawannya saat ini adalah seorang gadis kecil yang jauh lebih muda darinya. Dia jadi menyadari sesuatu, seingatnya saat bertemu di kafe, Greed adalah seorang pria tinggi berambut hitam panjang, lalu kenapa sekarang malah jadi anak kecil. Awalnya saat datang bersama Greed ke tempat pertandingan Ligaya sempat heran kenapa tubuh Greed jadi mengecil, menurutnya mungkin Greed memang sengaja melakukannya dengan menggunakan kemampuannya untuk berubah wujud, tapi dia tidak pernah menyangka kalau Greed benar-benar berubah menjadi anak kecil karena tudung yang menutupi wajahnya selama ini.

Yang ada di hadapan Ligaya saat ini adalah seorang gadis kecil berambut pirang yang di kuncir dua. Gadis itu terlihat ketakutan sambil memegangi lengannya yang terluka. Melihat hal itu Ligaya jadi merasa bersalah walaupun belum sepenuhnya percaya kalau saat ini Greed tidak sedang menipunya dengan berpura-pura menjadi anak kecil untuk membuatnya lengah. Dengan waspada Ligaya dan tunggangannya maju mendekati gadis yang ketakutan tersebut. Melihat Ligaya mulai mendekatinya, gadis itu berusaha mundur menjauhi Ligaya sambil ketakutan.

“Ja-jangan mendekat…!” Suara gadis itu terdengar bergetar karena ketakutan.

“Kau….bukan Greed?” Tanya ligaya ragu.

Gadis itu menggeleng.

Masih ada keraguan dalam hati Ligaya, walau begitu perasaannya semakin tidak enak membiarkan seorang gadis kecil yang terluka di hadapannya, apalagi karena dialah yang melukainya. Setelah meyakinkan dirinya sendiri kalau yang ada di hadapannya saat ini bukanlah Greed, Ligaya turun dari punggung Khellbow seraya mengambil sesuatu dari tas di pelana tunggangannya.

“Kumohon..jangan melukaiku lagi..!” Gadis itu menutupi wajah dengan kedua tangannya saat Ligaya berjalan mendekat.

“Tidak usah takut,” Ucap Ligaya seramah mungkin. “Aku minta maaf sudah melukaimu. Aku tidak akan melakukannya lagi.”

“su-sungguh?” Sambil masih sedikit ketakutan, gadis itu menatap Ligaya yang berjongkok di depannya.

 

 

 

 

Setelah Ligaya berhasil meyakinkan gadis itu kalau dia bukanlah orang jahat, akhirnya gadis itu mau berbicara padanya. Ligaya bertanya banyak tentang gadis yang ternyata bernama Charlotte itu dan bagaimana dia bisa bersama dengan Greed. Sesekali gadis itu hanya mengangguk kecil atau menjawab seadanya saat ditanya oleh Ligaya. Awalnya Ligaya sangat marah saat mendengar kalau Greed mengambil alih tubuh Charlotte, tapi dia juga dibuat bingung karena Charlotte bilang dia memberikan tubuhnya sendiri pada Greed tanpa dipaksa. Selain bertanya berbagai macam hal pada Charlotte, Ligaya juga menjelaskan tentang keadaan mereka saat ini. Tentang turnamen yang di sebut Battle of realms dan alasan kenapa dia bertarung melawan Greed. Charlotte yang tidak tahu apa-apa terlihat takjub mendengar cerita Ligaya.

 

“Terima kasih,” Ucap Charlotte pelan.

 

“Eh? Apa? Terima kasih untuk apa?”

 

“Awalnya kukira Ligaya adalah orang jahat karena tiba-tiba muncul dan menyerangku. Tapi Ligaya malah menolong dan mengobati Charlotte, karena itu Charlotte berterima kasih,” Jawab gadis berambut kuning itu sambil tersenyum.

“A-aah…tidak usah dipikirkan,” Entah kenapa tiba-tiba wajah Ligaya memerah. Entah karena malu atau senang mendengar ucapan Charlotte.

“Selama ini Charlotte selalu berada di dalam alam bawah sadar Greed dan tidak tahu apa yang terjadi di luar. Karena itu Charlotte sangat senang bisa bertemu Ligaya yang baik hati.”

Wajah Ligaya semakin memerah mendengar dirinya dipuji-puji seperti itu.

 

“jadi saat ini Ligaya sedang bertarung melawan Greed?”

“Yah, begitulah,” Jawab Ligaya santai.

“Greed sangat kuat, apa Ligaya yakin bisa mengalahkannya?”

Wajah Ligaya seketika berubah serius. Makhluk itu terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.

“Tentu saja. Walaupun aku tahu Greed sangat kuat, tapi aku tetap akan mengalahkannya. Setelah itu aku akan membebaskanmu dari Greed.” Jawabnya penuh percaya diri.

Charlotte terkejut mendengarnya. “Membebaskan Charlotte?”

“Benar, aku akan mengalahkan Greed dan membebaskanmu dari pengaruhnya. Lalu kita bisa mengobrol lagi seperti ini!”

“Kenapa Ligaya sampai mau melakukan hal itu hanya demi Charlotte? Bukankah kita baru saja bertemu?”

Ligaya tersentak mendengar pertanyaa itu, tiba-tiba wajahnya kembali memerah.

“I-itu karena…”

 

“Karena?”

 

“Karena…kau temanku,” Jawab Ligaya malu-malu.

 

“Teman?”

Ligaya mengangguk kecil.

“Terima kasih. Charlotte sangat bahagia bisa berteman dengan Ligaya,” Ucap gadis itu seraya tersenyum.

“Tidak masalah!” Sahut Ligaya bersemangat. “Aku akan melakukan apapun untuk temanku!” Lanjutnya lagi seraya tertawa kecil.

 

 

“Kalau begitu…maukah kau mati untukku?”

 

“Eh?”

 

 

Ligaya yang masih tertawa sama sekali tidak menyadari saat sebuah tendangan keras menghantam tubuhnya hingga terpental.

 

“Mooooohh!!!” Khellbow langsung berlari menghampiri tuannya yang terpental hingga menghantam pohon yang berada di salah satu sisi jalan.  

Dengan susah payah Ligaya bangkit sambil berpegangan pada Khellbow. Makhluk itu mengangkat wajahnya seraya menengok ke arah Charlotte yang sedang berdiri sambil membersihkan debu dari pakaiannya.

“Charlotte…kau menipuku?” Tanya Ligaya geram.

 

Charlotte tertawa kecil. “Menipumu? Tidak juga. Aku sendiri baru saja sadar kalau kau sedang duduk di depanku sambil tertawa. Kupikir kau sedang bicara dengan siapa, ternyata gadis kecil itu.”

 

“Kau….Greed?”

 

“Memangnya siapa lagi yang ada di sini?” Greed balik bertanya.

“Apa yang kau lakukan pada Charlotte?!”

“Pertanyaan bodoh, gadis itu milikku, terserah aku mau melakukan apa padanya,” Jawab Greed angkuh.

 

Ligaya melompat ke atas punggung Khellbow dan meraih tombaknya.

“Lepaskan dia sekarang juga!! Atau kubunuh kau!!” Ancam Ligaya seraya mengacungkan tombaknya pada Greed.

 

Wajah Greed berubah geram.

“Baik kau maupun gadis sabit itu sama saja. Kenapa kalian sangat ingin menolong gadis kecil yang bahakan tidak ada gubungannya dengan kalian?”

“Karena aku sudah berjanji akan membebaskannya darimu!!”

“Kau ingin membebaskannya? Memangnya apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan membunuhmu!!”

Greed tertawa keras mendengarnya.

“Membunuhku? Kau pasti bercanda.”

“Jangan sombong hanya karena kau lebih kuat dariku!! Aku tetap akan mengalahkanmu!!”

“Baik, coba kita lihat apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkannya.”

 

Greed menciptakan sepasang pedang pendek berwarna hitam dari bayangan dan mengambil posisi menyerang. Ligaya menarik tali kekang tunggangannya dan langsung menerjang Greed dengan kekuatan penuh.

 

“Haaaaaa!!!”

 

Ligaya menusukkan tombaknya ke arah Greed. Dengan sigap Greed melompat ke samping untuk menghindar. Ligaya berputar balik dan kembali menerjang Greed.

 

“Khellbow, lakukan putaran tanduk berkekuatan penuh!!”

 

“Moooohhhh!!”

 

Khellbow memtar tanduknya seperti bor sambil menerjang Greed yang masih berdiri menunggu. Melihat tunggangan Ligaya ikut menyerangnya, Greed merendahkan tubuh lalu berlari menerjang Khellbow yang datang ke arahnya.

“Bodoh, tidak ada yang bisa menahan serangan tanduk Khellbow!”

Greed sudah mengetahui hal itu, karena itu dia tidak menyerang langsung melainkan mengincar kaki depan Khellbow dan melemparkan salah satu pisau di tangannya.

“Sial!! Khellbow, melompat!!”

“Moooohhh!!” Khellbow melompat sekuat tenaga untuk menghindari pisau yang melesat ke arahnya.

 

Greed melompat ke depan sambil memutar tubuhnya menghadap Khellbow yang melayang di atasnya.

“Kena kau!”

“Apa?!”

Greed melempar pisau satunya dan tepat mengenai perut Khellbow yang tidak bisa menghindar. Buffalo itu melenguh keras saat sebilah pisau menancap perutnya dan jatuh ke tanah.

Ligaya terlempar dari tunggangannya dan terguling beberapa kali ke tanah. Tanpa buang waktu Makhluk itu langsung bangkit dan berlari menuju Khellbow yang terkapar di tanah.

“Khellbow!!”

Ligaya mencabut pisau yang menancap di perut sang buffalo, pisau tersebut lenyap dan muncul kembali ke tangan Greed. Sambil melenguh menahan sakit buffalo tersebut perlahan bangkit kembali.

“Tidak akan kubiarkan!!”

Greed sama sekali tidak member kesempatan pada Ligaya dan kemblai menerjangnya. Ligaya melompat ke depan untuk menghadang Greed. Pisau dan tombak beradu. Ligaya yang menggunakan tombak mulai terdesak karena pertarungan jarak dekat bukanlah keahliannya, sedangkan Greed yang menggunakan sepasang pedang pendek mendapat keuntungan karena lawannya menggunakan tombak yang lebih cocok untuk pertarungan jarak jauh.

Kelemahan tombak adalah sulit untuk digunakan dalam pertarungan jarak dekat karena memang kelebihan tombak adalah untuk menjaga jarak dari untuk agar mereka tidak dapat mendekati si pengguna. Alasan lainnya adalah karena bentuk tombak yang panjang akan menyulitkan untuk menyerang musuh yang berada tepat di hadapan si pengguna.

Dalam keadaannya saat ini jelas Ligaya sangat dirugikan. Serangan Greed semakin gencar dan beberapa kali hampir menyentuhnya.

Ligaya melompat ke belakang untuk membuat jarak di antara mereka berdua. Setelah mendapat jarak yang cukup aman, Ligaya mulai melakukan serangan balik. Greed berusaha mendekati Ligaya untuk menyerangnya, namun semua serangan Greed dapat di lumpuhkan oleh serangan tombak Ligaya yang terus menghalau gerakan lawannya.

Kini keadaan mulai berbalik, serangan Ligaya semakin gencar sementara Greed mulai kewalahan dengan semua tusukan dan sabetan tombak Ligaya. Keduanya saling mencari celah untuk menyerang. Greed melempar pisaunya namun serangan tersebut dapat ditangkis dengan mudah oleh Ligaya. Melihat Greed hanya memegang sebilah pisau, Ligaya melihat adanya celah dan langsung menusukkan tombaknya tepat ke dahi Greed.

 

“Kesempatan!!”

 

WUUUSH!!

 

Tombak itu berhenti tepat sebelum menyentuh dahi Greed. Greed benar-benar terkejut karena tiba-tiba serangan lawannya itu terhenti.

“Kenapa berhenti?” Tanya Greed dengan nada dingin.

Ligaya tidak menjawab, makhluk itu menarik tombaknya dengan wajah geram bercampur penyesalan. Dia ingin sekali menghabisi Greed saat itu juga, namun hatinya tidak sanggup untuk melukai tubuh seseorang yang baru saja mejadi temannya. Di tambah lagi dia sudah mengatakan pada Charlotte kalau dia tidak akan melukainya lagi.

“Kau tidak sanggup menyerangku?” Greed berjalan mendekati Ligaya.

“Diam! Aku akan mengalahkanmu tanpa melukai Charlotte!!” Bentak Ligaya.

Greed menghela nafas pendek. “Kalau kau tidak sanggup menyerangku, itu sama saja dengan kau meremehkanku!”

Greed meraih ujung tombak Ligaya dan menempelkannya ke dadanya.

“Serang aku! Saat ini aku sudah tidak bisa menggunakan kekuatanku lagi untuk menghindari seranganmu. Kalau kau menusuk jantungku saat ini, maka kau bisa mengalahkanku!”

“Apa yang kau lakukan?? Apa kau ingin kalah??” Ligaya benar-benar terkejut mendengar ucapan Greed.

“Aku tidak sudi dikasihani oleh musuhku!! Lebih baik aku mati daripada harus hidup karena belas kasihan lawanku!”

 

Ligaya semakin terkejut karena kata-kata Greed barusan bukanlah ucapan yang seharusnya keluar dari mulut seorang pengikut kegelapan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pengetahuan dan kekuatan lawannya. Ligaya merasa menyesal karena sudah bersikap naïf.

 

Setelah menguatkan hati, akhirnya Ligaya mendapatkan semangat tempurnya kembali. Makhluk berbentuk mirip gumpalan kapas itu menarik kembali tombaknya dan bersiap untuk menyerang.

“Mooooohh!!” Khellbow yang sudah pulih berlari menghampiri majikannya tersebut. Dengan sekali lompat Ligaya sudah berada di atas punggung tunggangan setianya tersebut.

“Maju, Khellbow. Mari kita tunjukkan kekuatan dari Buffalo Riders yang sebenarnya!”

“Bagus, ternyata kau memang pantas untuk menjadi lawanku.”

 

“Dengarlah, Greed! Aku, Ligaya sang putra Aliga akan menghadapimu dengan seluruh kemampuanku!!”

Setelah meneriakkan hal tersebut, Ligaya menarik tali kekang Khellbow, membuat Buffalo perkasa tersebut melenguh kasar sebelum beralri menerjang musuh mereka.

Greed merendahkan tubuh dan melakukan tolakan ke depan dengan kecepatan tinggi. Makhluk bayangan itu memang sudah tidak bisa memakai kekuatannya untuk mengubah tubuhnya menjadi bayangan, namun kemampuannya untuk memanipulasi bayangan tetap bisa digunakan.

Saat jarak keduanya tidak lebih dari beberapa meter, Greed mengubah psiaunya menjadi tombak dan melakukan tusukan ke kepala Khellbow. Tombak dan tanduk beradu. Tanduk Khellbow yang luar biasa keras bukan lawan yang seimbang untuk tombak biasa yang digunakan oleh Greed. Hanya dalam sekali hentakan saja Khellbow berhasil menghempaskan Greed ke udara dan mematahkan tombaknya.

“Bagus, Khellbow!!”

Ligaya memacu Khellbow dan keduanya mengejar Greed yang masih berada di udara. Khellbow melompat dan menyerang Greed dengan serangan tanduk bornya. Dengan kemampuannya Greed menciptakan palu besar yang membuat tubuhnya tertarik bawah dan menghindari tanduk Khellbow. Ligaya tidak membiarkan Greed lepas begitu saja, Sang buffalo rider melemparkan tombaknya ke bawah dan tepat menembus pundak kiri Greed.

 

“AAAARGH!!”

Greed mengerang keras saat tombak Ligaya melesat menembus pundaknya. Makhluk bayangan itu terjatuh ke tanah dengan keras sambil memegangi tombak yang menancap di pundaknya.

Dengan susah payah Greed mencabut tombak tersebut dan melemparkannya ke arah Ligaya. Darah mengucur deras dari pundak yang berlubang tersebut. Ligaya menelan ludah melihat pemandangan yang ada di hadapannya tersebut. Walau dia sudah memutuskan untuk melawan Greed hingga titik darah terakhir, dia tetap tidak sanggup melihat tubuh yang terluka tersebut. Dia berjanji untuk menyelamatkan Charlotte tapi yang dia lakukan malah membuatnya terluka parah.

“Menyerahlah, Greed. Kau sudah tidak bisa bertarung lagi.” Ucap Ligaya seraya turun dari punggung Khellbow.

Ligaya memungut tombaknya yang tergeletak di tanah.

“Sudah kubilang, jangan meremehkanku!!”

Greed menciptakan sebilah pedang dari bayangan dan beralri menerjang Ligaya sekuat tenaga. Ligaya tidak bergerak dari tempatnya, baginya pertarungan ini harus segera di akhiri, dan hanya ada satu cara untuk melakukannya.

 

JREEEBB!!

 

Ligaya menusukkan tombaknya tepat menembus jantung Greed. Darah mulai mengalir keluar dari dada dan mulut Greed. Saat Ligaya berpikir segalanya sudah berakhir, Greed mulai melangkah maju.

“Hentikan!! Apa kau ingin tombak ini semakin menembus tubuhmu??”

Greed yang terus melangkah maju membuat tombak Ligaya menembus semakin jauh melewati tubuh Greed. Kini jarak keduanya tidak lebih dari beberapa sentimeter.

Dengan kedua tangan yang bergetar hebat, Greed merangkul leher Ligaya dan tersenyum padanya.

“Mau apa kau??”

Dengan mulut yang berlumuran darah, Greed mulai mengucapkan sesuatu.

“Liga…ya…” Tiba-tiba suara Greed terdengar berbeda.

Kedua tangan Ligaya mulai gemetar begitu menyadari yang ada di hadapannya saat ini bukanlah Greed, melainkan Charlotte.

“Ch-charlotte…?”

“Ligaya….terima kasih sudah bertarung untukku. Sudah cukup,” Ucap Charlotte seraya tersenyum kecil.

“Ma-maafkan aku….”  Ligaya hampir menangis melihat wajah Charlotte yang berlumuran darah segar. Dia yang melakukan semua ini, dialah yang melukai Charlotte hingga sekarat seperti saat ini. Ligaya terus menyalahkan dirinya sendiri dalam hati.

 

“Tidak…..justru aku yang minta maaf.”

 

“Apa?”

 

ZRAAAAAASSSHH

 

Segalanya terjadi dalam sekejap. Kedua tangan Ligaya yang tadinya memegangi tombak terkulai lemas, lalu sebuah kepala yang mengenakan helm bertanduk jatuh menggelinding di tanah. Darah segar memuncrat dari leher yang terpotong dan tubuh yang kehilangan kepala itu ambruk ke tanah.

“Maafkan…..aku….” Air mata mengalir membasahi pipi Cahrlotte dan menghapus darah yang melumuri wajahnya.

 

“MOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOAAAAAAAHHHHHHH!!!!!”

 

Khellbow benar-benar syok melihat tubuh tuannya ambruk ke tanah dengan kepala terpenggal. Sambil meraung sekeras-kerasnya buffalo tersebut berlari menerjang Cahrlotte dan menghantamnya dengan tanduknya. Tubuh Charlotte terlempar dan menghantam pohon di belakangnya hingga rubuh.

Khellbow tidak menghentikan serangannya sampai di situ. Buffalo yang mengamuk tersebut kembali menyerang dengan mengahantamkan tanduknya berkali-kali ke tubuh gadis kecil tersebut tanpa ampun.

Charlotte hanya bisa pasrah menerima semua serangan Khellbow tanpa bisa menghindar apalagi melawan. Tubuh mungilnya menjadi pelampiasan amarah sang buffalo.

 

ZRAAAAASSSHHHH

 

“MOOOOOOOHHHH!!!”

 

Tiba-tiba kepala Khellbow terpisah dari tubuhnya dan buffalo tersebut ambruk ke tanah. Buffalo tersebut mengeluh pelan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

 

Charlotte bangkit dengan tubuh yang setengah hancur akbiat amukan Khellbow. Gadis itu membuang pisau di tangannya lalu berjalan terseok-seok menuju Ligaya yang tergeletak tanpa nyawa di tanah.

 

“Maafkan…..maafkan aku…..”

 

Gadis kecil itu menangis sambil memeluk tubuh Ligaya yang tak bernyawa. Dia terus mengucapkan kata maaf berulang kali sambil membenamkan wajahnya ke dada Ligaya.

 

Dari kejauhan, Clo yang menonton jalannya pertandingan sejak awal hanya diam tanpa berkomentar apa-apa.  Walau dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi, ada satu hal yang dia tahu pasti. Pertarungan sudah berakhir dan sudah jelas siapa yang memenangkan pertandingan ini.

 

Clo menghela nafas panjang dan mulai melangkah menuju kedua peserta yang baru saja menyelesaikan pertandingan.

 

 

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Anjir, endingnya itu loh gak nahan, bikin nangis darah!!! Mantap, si Charlotte ternyata setega ituh... T.T
.
Sebenernya klo ceritanya dari tengah sampe ending aja uda bagus sih, tapi kehadiran poseidon itu, sebenarnya untuk apa ya?
.
Awalnya si kukira kemenangan dan kekalahannya akan terjadi bersamaan dgn kalahnya poseidon, namun ternyata setelah poseidon kalah pertarungannya dimulai dari 0 lagi... jadi, poseidon itu ngapain???
.
Kuberi Skor B !

90

God of Sea Poseidon... nyomot dari Wrath of The Titans nih?

Skor B, karena saya masih bisa nikmatin battlenya.

100

Lumayan kreatif idenya. Dan saya baca yang ini karena nggak sepanjang punya Grande. (Halamannya panjang maksud gue). :P
.
Skor A.

80

Er, menurutku ini cerita agak dipanjang-panjangin... ada beberapa adegan yg gue rasa sih ga penting... :P
.
terus kemunculan Poseidon, WTF? Btw, Kraken kan piaraannya Hades... dan petir itu Zeus, tampaknya emang sengaja dicampur aduk yak?
.
Klo soal narasi ngalir sih sebetulnya. Tapi, intense battlenya malah pas lawan karakter geje yg bermunculan... ga fokus sama Ligaya x Greed-nya...
.
Oke gue kasih ini:
Score B

100

eh? katanya kekuatan greed tinggal 1% waktu dia pake dopelganger? kok bs jadi ngerobek ligaya sama khelbow gampang amat? x3
tp plg suka waktu clo adu jurus sama poseidon :3
poin A

terima kasih sudah mampir~

100

GRAOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!
.
SAYA MURKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!! *dilempar batu*
.
IMHO, saya ga begitu suka masukin karakter tambahan semisal Poseidon atau sejenisnya *lirik Firestone*...ngga, dia dari awal dan ga tambahan, di ronde 1, 2, di kafe juga ada.
(bela diri sebelum dibalik) :p
.
terus masalah DAG DIG DUG JEDERRR!!! BUAGH KREK PSINGG<--bau kencing?
haha, maksud saya, mungkin terlalu keseringan terpakai disini, maap sekali lagi IMHO.
.
yah...oke...despite all of that.
.
Saya kasih A

terima kasih kritikannya~

80

hum hum hum
.
jujur aja sih, post cceritanya menarik. terutama begitu masuk main dish. tapi pertarungan antara Greed x Poseidon dan Ligaya x Kraken itu sebenarnya ga perlu. korelasi yang bisa gw angkat adalah usaha untuk membuat Greed lemah.
.
tapi tapi bagian tengahnya komikal wkkwkwkwk jadi IMO cukup ngeganjar lah :P
.
salah satu bagian yang gw suka dari battle ini adalah Greed mengeksploitasi sifat baik Ligaya :3 ini artinya author Greed emang ngerancang ni khusus buat Ligaya.
.
SKOR: B+ (tapi karena ga ada B+) jadi ini "A" :D
.
BTW off the record, kok gw ngerasa ada semacam 'romance flick' ya dari Clo ke Greed? fufufufu

terima kasih sudah mau mampir dan ngasih kritikan~

100

A, A, A, A~!
.
Saya suka ini~! Walaupun cukup panjang (kayak ronde pertama), saya nyaman bacanya. Nggak terlalu banya typo. Lalu kakak/abang/nona (saya lupa gender lagi. Maaf~) juga bisa ngebuat pertarungan yang sama Si Poseidon dan pertarungan antar peserta itu berbeda. Pokoknya A untuk Greed~!

terima kasih sudah mampir dan mau baca~

80

"Wahahaha~! Peserta yang sadar dan mengakui kalau dirinya sendiri villain? Wow, benar-benar tidak terpikirkan olehku~."
.
"Aku tidak tahu berapa kali aku mengatakan ini, tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan fokus pengamatanmu di setiap pertandingan. Kenapa tidak mengomentari soal orang aneh bernama Poseidon yang mengganggu pertandingan mereka di awal?"
.
"Hm? Kalau ada turnamen kedua, rasanya tidak aneh kalau ada turnamen ketiga. Soal perjalanan lintas waktu, keberadaanku sendiri saja sudah bukti nyata. Lagipula ujung-ujungnya pertarungan dengan Poseidon itu tidak ada pengaruhnya dengan pertandingan kedua peserta itu sendiri."
.
"Eeeeh..."
.
"Kalau harus mengomentari sesuatu, aku malah geli karena banyak sekali yang meneriakkan nama jurus mereka dalam pertarungan. Memangnya ini komik?"
.
"Eeeehh??"
.
Score : A

tadinya mau buat lebih panjang sih, dan memang saya akui character development nya masih kurang, saya ngebut karena pengen selesai sebelum lebaran =="

yah soal meneriakkan jurus itu iseng saja daripada berantem diem terus :P