Kalimat terakhir kiara

 

Aku sayang apa adanya kamu.....”

 

          Kiara tak berhenti menelpon ke handphone ku, hingga membuat benda kecil itu bergetar heboh. Yang terdengar suara getaran hp yang beradu dengan meja karena aku silent. Sengaja.

 

          Mana mungkin aku melupakan kejadian kemarin sore begitu saja.

 

          “ arghhh” dengan kesal aku meninju meja belajar hinga mengeluarkan bunyi berderak yang mengerikan.

 

          Kejadian kemarin sore berputar-putar di benak ku. Seakan-akan sengaja untuk mengejekku.

 

Rabu sore,

 

          “ aku kenyang banget” seru kiara manja sambil mengusap mulutnya dengan gaya hiperbola. Aku hanya memperhatikannya sambil tersenyum. “ sering-sering aja kaya’ gini ya tan”

 

          “ gak ah bisa bangkrut aku gara-gara kamu” kata ku usil. Kiara manyun menatapku dengan mata bulatnya yang lucu. Setiap orang yang melihat kami berdua pasti tidak kan percaya kalau ternyata kiara itu setahun lebih tua dari pada aku. Memang betul kata orang bijak, umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. “ yuk pulang dah sore nanti kamu dicariin mama lagi”

 

          Kami berdua berjalan meninggalkan foodcourt kesukaan kiara dengan santai. Aku segera membuka kunci mobil melalui remote otomatis.

 

          “nathan” suara seseorang menepuk bahuku dengan cukup kuat yang urung membuatku masuk mobil. Aku membalik badan ku “ faza” seru ku gembira setelah melihat siapa orang yang menepuk bahuku itu.. Faza tersenyum lebar menyaksikan kekagetan ku.

 

          “ apa kabar man?” sapa faza akrab.

 

          “ baik, baik lo apa kabar?”

 

          “ seperti yang lo liat gua sehat wal afiat hahah”jawabku. Kulihat faza melihatke arah kiara. Aku tersadar aku melupakan kiara.

 

          “ sini ra kenalin ni sahabat aku dari SMP” kiara maju dengan canggung.

          Kulihat faza tersenyum ” ternyata lo.” Seru faza

 

          “ kalian udah kenal?” tanya ku heran.

 

          “ udah, faza temen aku di komplek kedaton dulu” jawab kiara pelan.

 

          “za kiara ini pa...”

 

          “kiara ini mantan gua lo tan” seru faza riang tak sadar mematahkan kalimat ku. Kulirik kiara hanya diam sambil menunduk.

 

          “ apa?” kaget itu yang aku rasa saat itu.

 

***

          “ nathan pliss, jangan diamin aku kaya’ gini nat” suara kiara akhirnya memecahkan kesunyian yang kami buat selama lima belas menit.

 

          “ jadi kamu mau aku gimana? Pura-pura ngelupain kejadian sore kemarin gitu” jawabku kesal. Kiara hanya diam. Aku membuang napas dengan berat “ sekarang jawab jujur ya ra sebenernya lo tau kan kalo gua sahabat Faza” sepertinya kiara kaget mendengar aku ngomong pake lo-gua bukan aku-kamu kaya’ biasanya.

 

          “ iya..”

 

          “ kita berdua sama-sama tahu gimana gaya pacaran faza. Hanya mainin perasaan cewek-cewek yang beneran sayang sama dia. Dan apa lo mau balas dendam lewat gua karena itu lo pacaran sama gua seperti mantan-mantan faza lainnya. Gua udah curiga dari awal kenapa lo suka sama gua padahal kita baru kenal. Lo mau balas dendam kan ra”

 

          “ pliss lo jangan nuduh gua sembarangan tan, asal lo tahu gua suka lo lebih dulu baru akhirnya gua tahu lo sahabat faza dari nia” jawab kiara. “ apa selama kita jadian gua pernah sengaja nyakitin lo? Gak kan. Itu semua karena gua emang beneran sayang sama lo gak peduli lo sahabat faza apa bukan”

 

          “ yah dan sekarang gua tahu lo mantan faza, dan pasti faza udah nyakitin lo seperti mantan-mantanny yang lain. Siapa tahu lo berniat balas faza lewat gua karena keingat lagi tentang faza”

 

          “nat lo jangan berpikir picik tentang gua dong. Gua gak seburuk yang lo kira mau ngabisin waktu Cuma buat balas dendam gak penting.” Jawab kiara emosi.

 

          “ ra kita udahan aja ya”

 

          “ kenapa tan? Ini Cuma masalah kecil kan?”

 

          “....”

 

          Kiara mengenggam tanganku degan jarinya yang mungil.”kamu harus percaya tan, aku sayang apa adanya kamu, gak peduli kamu sahabat faza atau bukan. Andaikan aku bisa memutar waktu aku mau mengenal kamu lebih dulu tanpa perlu mengenal faza. Aku sayang kamu untuk sekarang, nanti, atau sampai kapanpun”

 

       “ rasa sayangku ke kamu masih sama kaya’ dulu ra Cuma aku gak kan bisa ngeliat kamu tanpa mengingat faza pernah nyakitin kamu. Dan menurutku kita cukup sampai disini ra.”  Kiara mematung di sebelahku tapi sebelah tangannya masih mengenggam sebelah tanganku.

 

          “ apa aku bisa menolak? Sepertinya tidak kan tan. Aku terima kita putus izini aku buat ngucapin kata-kata terakhir aku” kiara melepas genggamannya, kemudian berdiri dari bangku taman yang kami tempati. “ makasih buat semuanya tan, perhatian , nasehat kasih sayang atau apapun yang udah kamu kasih ke aku. Maaf kalau aku belum bisa jadi pacar yang baik buat kamu. Satu lagi dimata aku kamu sama buruknya sama faza, sama-sama nyakitin aku.” Tanpa berkata apapun lagi kiara pergi meninggalkan aku yang merenungi kalimat terakhirnya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer kirana violintzy
kirana violintzy at Kalimat terakhir kiara (10 years 5 weeks ago)

bukannya gak mentingin eyd sih, cuma baru belajar nulis jd perlu bnyak berlajar mkasih semua kritikk nya ;)

Writer april_dn
april_dn at Kalimat terakhir kiara (10 years 5 weeks ago)
50

Setuju sama yang dibilang sama bungarumput.
Ada beberapa typo dan penggunaan tanda baca yang gak tepat.

Kalau dibenerin, pasti akan lebih enak dibaca :)

Keep writing, girl!

Writer kupretist
kupretist at Kalimat terakhir kiara (10 years 5 weeks ago)
50

berarti ini tipe yang ga mentingin EYD, yang penting isinya... gitu yah?

Writer Shinichi
Shinichi at Kalimat terakhir kiara (10 years 5 weeks ago)
50

masih butuh banyak belajar

Writer kupretist
kupretist at Kalimat terakhir kiara (10 years 5 weeks ago)

setuju ama yang ini aja deh hehehe

Writer kirana violintzy
kirana violintzy at Kalimat terakhir kiara (10 years 6 weeks ago)

hmmm, makasih yah kritiknya ;) makasih udah mampir, maklum aku baru belajar ;)

Writer bungarumput
bungarumput at Kalimat terakhir kiara (10 years 6 weeks ago)
70

masih ada beberapa typo dan penggunaan tanda baca yang masih hilang.
pemenggalan -ku dan -mu harusnya disambung atau ada alasan tersendiri? soalnya di beberapa bagian ada yang disambung juga.
Awal kalimat dan nama orang masih memakai huruf kecil semua
Kalo dari segi cerita bagus kok, sederhana tapi mengalir..
itu pendapat org awam seperti saia, hehehe
keep writing yak...

Writer kirana violintzy
kirana violintzy at Kalimat terakhir kiara (10 years 6 weeks ago)

tolong komentnya yahh