BOR Match A-2: Xyz Cidrata Vs Mliit [Xyz Menang]

Toast!”

Denting gelas beradu terdengar jelas. Mengalun bersama music jazz yang hangat.

Sepasang muda-mudi saling bertatapan, menebar senyum dan suka cita.

Congratulations on your first flight, Andre,” ujar sang pemudi, sembari mengedipkan mata birunya. Ia membiarkan rambut blonde panjangnya terjatuh menutupi leher.

Space adventure!” ralat Andre dengan suara keras. Pemuda berambut hitam dengan kulit sawo matang itu menjelaskan dengan suara lantang dan bersemangat. “This one would be a huge blow! A Blast! Not a leap but a warp!”

You always said that. Yet I always wonder why they choose Columbia as a name.

Because Columbus is a great adventurer! What else? Are you doubting the name NASA gives to that baby, June?” racau Andre sembari memotong steak seukuran kepalan tangan dengan ganasnya. Ia tak memedulikan ancaman diet bagi astronot. Peduli setan, pemeriksaan dan pelatihan terakhir telah ia lewati. Satu dua kilogram tak akan bermakna apa-apa.

Di lain sisi, June hanya memperhatikan tingkah Andre saja. Ia tak menyentuh selada di hadapannya. Gelas berisi wine mahal  pun hanya diputarnya. Bibirnya kelu.

You don’t want that?” tanya Andre sembari mengacungkan garpunya ke mangkuk selada June.
Andre… there’s something that I must tell you…

***

Xyz bersin. Lalu bersin lagi. Ia menggigil sekali lalu mengelap ingusnya yang nyaris menyentuh lantai. Dingin. Tempat ini dingin baginya yang bertelanjang dada (Syukurin!).

Xyz saat ini sedang berdiri di sebuah lorong panjang. Lantainya licin berkilap seolah tak boleh berdebu. Air Conditioner yang selalu berhembus dengan suhu dingin. Mungkin sekitar 16 derajat celcius. Tapi abaikan Xyz, yang menarik dari lorong ini adalah keserbaputihannya. Hanya satu benda yang memiliki multi warna. Televisi, tergantung di langit-langit, yang saat ini ditatap oleh Xyz.

Televisi. Ralat: LCD itu berukuran 31 inchi. Konon kabarnya televisi ini hanya menampilkan berita-berita terkait luar angkasa. Tapi kali ini, sebuah film ditampilkan. Dan Xyz menonton dengan khidmat (+bersin)

But Andre! I haven’t got m period yet!

Sinetron… Xyz menonton opera sabun… tingkahnya murahan sekali.  Tidak keren, tidak-

“Narator berisik, tidakkah kau melihat bahwa setiap gadis dimana pun juga selalu dinodai oleh pria?”

Apa maksudnya? Uuh… opera sabun jelek itu memang menayangkan adegan penolakan yang tidak baik. Contoh tidak bertanggungjawabnya seorang pria yang memilih pekerjaan dibanding keluarga. Tapi… memangnya tidak masalah ya menonton di tempat bernama NASA ini?

 

NASA. Singkatan dari Nasi Antariksa. Logonya berkata begitu. Itu Kata Xyz. Dia meracau kelaparan sedari tadi dan berkeliling mencari makan. Tidak menyadari bahwa turnamen BOR sudah dimulai dari tadi. Hanya sekarang ini dia bisa lumayan kalem. Entah deh apa yang dipikirkan si botak ini…

“Sst, diam. Ini adegan paling seru,” ujar Xyz. Matanya melotot tajam ke layar. Ia mengangkat Glumpit, menusukkanya ke layar dan menarik layar itu lekat-lekat ke wajahnya. Oh sial, adegan kekerasan dan pemaksaan di ranjang. Cuma si mesum ini saja yang betah menonton -bahkan dengan napas memburu pula.

 

[Dia] datang. Ia menendang lutut Xyz. Syukurin! Wajah Xyz sukses meretakkan layar LCD televisi. Darah. Kening Xyz berdarah karenanya. Xyz menepis darah dengan jempolnya dan menjilat darah yang menempel. Ia menatap… dan ditatap balik oleh gadis kontet itu.

“Seperti yang [Spa] katakan, kau cukup merepotkan untuk dicari,” sungut [Dia].

“Aku heran mengapa lokasi teleportasimu selalu saja acak? Entah abang panitia itu memikirkan apa. Menarik memang, tapi merepotkan. Ayo ikut! Kau harus mengikuti briefing pertandingan.”

“Asalkan kau menyiapkan makanan enak saja,” komentar Xyz. Eh? Dia mau ikut? Tumben mudah begini. Bagaimana dengan opera sabun yang… Aihh… si botak ini justru mengangkat LCD itu dengan Glumpitnya. Ia mengikuti [Dia] sementara matanya masih jelalatan melotot pada adegan ‘panas’ di LCD.

“Seharusnya ini tak perlu lagi aku jelaskan. Tapi entah kenapa kau, Xyz Cidrata selalu saja menghilang saat kami menghadirkan Altar dimensi. Dan tiba-tiba saja kau sudah hadir di sini dengan paradox waktu yang aneh. Seolah kau baru muncul bila ‘sesuatu’ menganggapmu sudah siap,” oceh [Dia] selama perjalanan melewati lorong panjang.

 

[Dia] berhenti di sebuah pertigaan. Tidak ada apa-apa disini. Kecuali LCD lain yang tertanam di langit-langit. Tapi semua berubah begitu [Dia] mengeluarkan sebuah kartu. Hanya dengan mengeluarkan kartu itu saja, warna dinding di ujung tusuk sate berubah menjadi hitam.  Sebuah slot identifikasi muncul. [Dia] menggroeskan sisi tipis kartu itu ke slot identifikasi. Voila! sebuah kamar tersembunyi!

 Di kamar itu hanya ada sebuah kasur putih. Sebuah miniatur atom, tiga poster besar  bertema antariksa, model roket bulan setinggi 2 meter dan sebuah kursi yang memiliki banyak sabuk pengikat. Di atas kursi itu terhampar sehelai baju dengan nama “Andre Gulana” tercantum. Sepertinya nama pemilik kamar ini.

“Itu Mliit, lawanmu” ujar [Dia] menyikut perut Xyz yang masih asyik masyuk nonton.

Oh, deskripsi Mliit? Bayangkan saja tikus tanah setinggi 120 cm. Imut kan~? Dia memakai tunic lengkap dengan topi ala penyihir. Dan saat ini, Mliit sedang asyik memandangi salah poster sambil terus mengunyah Risol.

(Risol?). Xyz melirik ke lantai. Sebuah piring terpapar jelas oleh remah-remah gorengan.

Sebelum Xyz sempat mencerna “jatahnya sudah dimakan Mliit”, [Dia] lebih dahulu menyela dengan pernyataan.

“Mliit sudah mengerti peraturan ini. Jadi aku hanya akan menjelaskannya padamu. Pertandingan ini mengharuskan kalian harus bertarung di Roket bulan. Pemenangnya adalah mereka yang berhasil membuat lawan terbaring di tanah selama 10 detik”

“Tidak menarik,” komentar Xyz. Ia melempar LCD yang dibawanya. Suara keras bergema di ruangan. Wajah Xyz mengeras.

“Hey Tikus bantet, aku tak bisa melihat kursi itu lebih baik. Nyender dulu di benda itu,” ujar Xyz mendorong Mliit ke rangka roket. Xyz mengamati kursi itu lekat-lekat. Hening.

“Kursi ini cocok digunakan untuk menyiksa orang,” TIDAK PENTING! KOMENTAR TIDAK PENTING!! Sial si Xyz ini- “Dan kau sudah kalah, tikus bantet,”

He?

“Apanya yang kalah?” tanya Mliit sewot.

“Aku hanya bermain dengan peraturan kalian. Aku menang bila dia menempel ke roket itu selama 10 detik. Terbaring sama saja dengan menempel bila kau melihatnya dari sudut pandang lain.”

Urat kepala [Dia] seolah hendak meletus. Ia melayangkan tendangan. Xyz cukup mundur selangkah untuk menghindari tendangan tersebut. Oh waw, ternyata [Dia] itu pemarah ya? Apa sepertinya narrator telah membuatnya menjadi OOC?

“Tidak sah!”

Setuju! TIdak Sah! Xyz hanya mencolong ide dari seseorang! “Kau harus mengikuti pertandingan ini sesuai peraturan. Tempatnya DI DALAM Roket bulan,”  Tambah [Dia]

“Tidak mau,” ujar Xyz.  Ia memutar-mutar Glumpit di tangan kanannya. 

 

“Hooo.” Wajah [Dia] mengeras. Ia merampas Glumpit di tangan Xyz “Kau harus mau. Kalau tidak-”

“Kalau tidak apa?” tantang balik Xyz. Tangan kirinya ternyata sudah menempelkan sebuah Glumpit di dada[Dia] (kapan dia memanjangkannya?). Gerak Glumpit itu nakal menari di baju tebal [Dia], seolah menggerayangi gadis bermata satu itu. Tapi Glumpit itu tajam. Hanya dengan satu gerakan saja, kulit [Dia] sudah tergores. Andai Xyz menusukkannya maka dada gadis mungil itu bisa saja tertembus oleh sumpit tak jelas itu.

Mau tak mau gadis itu jeri juga.

“Hey tikus bantet, aku selalu heran kenapa kalian selalu patuh pada aturan. Apalagi pada gadis sok keras kepala seperti ini. Dan lagi…”

Mata Xyz seolah menelanjangi figur [Dia]. Liurnya saja sampai menetes. Dan sekarang Glumpitnya melentingkan kancing baju [Dia]. Dada [Dia] tersingkap (UGH! Kenapa narrator mau menulis ini? (;___;) “Apa kau tak pernah penasaran rasa gadis ini?” [Dia] tak bergeser dari posisinya. “Bayangkan saja rasanya saat ia direbus atau digoreng ditempat yang tepat seperti di ran-“  [Dia] langsung bergidik dan mundur.

 

“Ignito!”

sebuah bola api besar menyambar Xyz. Xyz dengan reflek menghindar tapi percikan api itu membakar ujung kakinya.

“Kau sedang lapar ya?” ujar Mliit. Dengan kuku-kuku panjang dan kuatnya ia menepis topi panjangnya.  Oh, ia pasti belajar gaya sok cool ini dari Ezy alias Ezequiel Luna Jr –calon lawan Xyz selanjutnya.

“Bagaimana kalau kutemani kau menghabiskan energimu saja!” tantang Mliit. Kuku-kukunya memperlihatkan kilat nyala api. Xyz balas menyeringai.

“Kau cukup punya mulut untuk seekor pencuri makanan.  Aku suka itu. Tampaknya kau harus dihajar sedikit biar isi perutmu itu bisa mengeluarkan ken-”

 

GRRRUUUUUK! TUUUUUT!

Xyz terdiam. Matanya berputar ke arah [Dia]. “Suara yang bagus-“ ujar Xyz sembari menyeringai dan mengangkat Glumpitnya. Tindakan bodoh, Xyz!

“UGH!” [Dia] menyikut perut Xyz. Xyz mundur dua langkah dan mengaduh ngilu.

“Tempat ini tidak valid! Seperti yang kubilang barusan, kalian harus bertarung di-“

“Ugh!” sekarang giliran [Dia] yang mengaduh. Kaki-nya tertusuk oleh sebuah Glumpit. Ia tak bisa bergerak. Sekali lagi… KAPAN DIA MELAKUKAN SULAP ITU?

“Narrator berisik. Lain kalli kau harus perluas indra penulisanmu. Jangan hanya sekedar melihat saja, tapi merasakan juga,” komentar Xyz-yang-jelas-jelas-menghina!

“Hey, tikus bantet! Ayo kita pergi. Jangan biarkan jalang itu memerintah kita,”  Mliit memandangi [Dia] yang tak mengerenyit kesakitan. Gadis itu berulang kali menggeleng, seolah meminta Mliit untuk tidak ikut. Herannya Mliit mau saja. Apa ini termasuk kemampuan Xyz? Oh… mungkin hanya Deus Ex Machina saja biar ceritanya bisa berjalan baik.

 

AGH! Enak saja! harus ada alasan mengapa Mliit mau saja ikut-ikut si Xyz! Ini harus dijelaskan!

[tekan “Next” untuk mengetahui alasan Mliit ingin ikut]

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Asem, gilak, panjang beuud :v Tapi gak nyesel dah, saya terhibur sangat ngebacanya. Ugh, banyak yang bikin kaget, terutama June yang sebenarnya adalah Simpanse, saya jadi gak mau baca awalnya lagi. Dah ugh, Xyz disini keren! Woogh, sikap dan perilakunya random ._. mati dah saya di ronde tiga. Dan dah, eh, Mliit ketemu betina! Uwooogh, so sweet :3
Ini cerita udah masuk tahapan Epic, according to me :D
SO, A untuk Om Rendi!

80

Gue suka sama cerita2 dikau yg ngalir Ren... Gue ga bisa komentar banyak, but somehow ada hal2 yg entah apa menahan Gue buat langsung ngasih nilai sempurna untuk cerita ini... apa kayaknya gegara gue rada muak sama hal2 mesum yang terlalu frontal? WTF
so :
.
Score B

100

Rendi, ini lucu.. tapi nggak semuanya bisa terima ini menghibur. Ternyata komedi itu nggak gampang yak.
.
Skor A.

indeed. apalagi ini emang tag humor dewasa. tapi emang ada beberapa bagian yang maksa sih :( *lirik poco-pco dan menghela napas*

80

B

kau benar2 makhluk yang menjijikkan, xyz...
SEHARUSNYA KAU MATI SAJA! /ganyante/

Xyz demen dibilang menjijikkan...
tuh lagi terkekeh sambil sembriwingan

100

GAPAPA, PANJANGIN AJA SEKALIAN PAKE SI ANDRE...SULE SEKALIAN DEH <----GA NYANTE
.
saya juga panjang kok bikinnya <---takut dimarahin panitia lagi.
.
hummm...oke...rada" pusing bacanya...dan karena saya pusing...saya kasih A deh :p
*kabur dihajr peserta lain*

wkwkkwkw tahu aja gw niatnya pake Sule. tapi kalo Sule terlalu keliatan jadi komedi makanya gw pake Andre yang rada aman :))
.
laah malah pusing sih wkkwkwkwk

80

panjaaaaaang x3
jd kepikiran klo terus2an nembakin api d roket, ntar oksigenya pada abis, ntar pada mati dong kak :o
tp suka sama ceritanya, emang kyk nonton film kak, naratornya jg kyk komentator gitu
poin A deh :3

ciakakakakak thank you banget dah maw baca ya Flo XD
iya tdnya maw pake alamat kecekek karena mati kehabisan oksigen tapi ga jadi :))
.
makasih ya dah maw baca cerita panjang ini XD
*menjura*

100

INI MANA BATTLE SCENENYA?
ALJH UI HAIUHGUI HUYS IARH UPHUJW SJKOPH

SIAL GWA KESAL!

B minus, seharusnya C, cuman ada bonus 12 pagenya deh!

itu battle scene-nya dah 1 paket. jalan-jalan itulah battle scenenya :))
.
ini kan battle psikologis, jadi banyak gunain dialog la la la gitu :P

80

*Penggal Xyz!!!*

Skor B karena banyak dialog yang bikin saya ngakak. Homolog betina berjilbab itu salah satunya. Tapi poco-poco itu komedi???? Sori... saya ga nangkep komedinya. Well at least... tikus bantet itu mati mengenaskan mwahahahahahahahahahahaha!!!!!!

Tapi dengan banyaknya deskripsi yang (tidak) jelas, contohnya mengenai scene keberangkatan dan masuknya Andre di kabin... maka maaf saya terpaksa beri nilai : B

kwkwkwkw kalo gw panjangin lagi soal si Andre bisa jadi 10k+ itu. gw aja dah pake Deus ex Machina buat nyurangin adegannya :))
.
ah ya, komedi itu ya... ehehehe berartigw masih kudu belajar buat komedi lagi :))
.
thanks banget bro XD

80

"....."
.
"Unik ya. Aku memang belum sepenuhnya paham metode yang kau gunakan, tapi melihat pertandingan ini plus adegan dalam mimpi seperti itu rasanya seperti menonton film sci-fi."
.
"Kenapa dia tidak menghabisi lawannya sejak awal? Apa iya hanya karena rasa lapar semua harus terulur menjadi selama ini?"
.
"Dalam pertarungan sudah ada yang menyebutkan alasannya kok."
.
"Apa?"
.
"Tuntutan skenario. Masih lebih bagus kita menonton sesuatu yang berdurasi panjang daripada pertandingan yang seperti sekedar iklan, kan? Lagipula, aku jadi tahu kalau peserta yang satu ini ternyata bukan sekedar idiot."
.
"Eeeh..."
.
Score : A