Jalan Kita

Sekarang kita telusuri sebuah jalan,…

tak begitu rata.

Ada batu dan kerikil yang terlihat lalu kita singkirkan.

Ada yang tak terlihat dan membuat kita tertatih…

 

Perih…

 

Badai, hujan dan kabut mengiringi perjalanan ini.

Aku bilang,

                aku cinta badai, hujan dan kabut.

Kamu hanya tertawa,

juga menikmati titik hujan yang membasahi wajah cantikmu.

 

Licinnya jalan kita tak surutkan bulatnya hati

Menuju puncak Pangrango yang ku impikan,

Ku ingin kita disana, kemudian menyeberang

Arungi samudra luas….

 

Mei 2010

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer durronn
durronn at Jalan Kita (9 years 20 weeks ago)

Bukankah badai² sebelumnya membuat nahkoda lebih kuat menghadapi ombak² selanjutnya???
Maju terus pantang mundurrr......
Ciat....jurus tandurrrr

Writer YoanMaukar
YoanMaukar at Jalan Kita (9 years 20 weeks ago)
90

cinta tak memandang jarak, cuaca & waktu. :)

Writer toebugz
toebugz at Jalan Kita (9 years 20 weeks ago)
80

sependapatsma om hers, sepertinya.

Writer Aisra
Aisra at Jalan Kita (9 years 21 weeks ago)
90

Cinta sejati menuntut banyak cobaan dan pengorbanan :)

Writer Favemale
Favemale at Jalan Kita (9 years 21 weeks ago)
80

Kalau bersama kekasih hati, semuanya terasa indah.
Gak peduli badai topan menghadang :)

Writer kupretist
kupretist at Jalan Kita (9 years 21 weeks ago)
50

lagi LDR ya om?

hers at Jalan Kita (9 years 21 weeks ago)
90

asiik, menikmati yang ini meski tersentak pada
pengalihan imajinya antara Pangrango dengan mengarungi samudera luas?