Telaga

Tanpa bunyi, apalagi yang bisa dibahasakannya

Jika kosong, sunyi, sepi sudah bosan dipuisikan

Maka biarlah seperti ini

Karena selalu ada isi dan ramai

Walau tak ada bunyi.

 

 

Bunyi,

Seperti alunan irama yang selalu kau dendangkan

Berisi berbagai cuaca di dalamnya

Saat kau guyurkan gerimismu

Saat kau bentangkan kemaraumu

Atau dikala bersemi, kau  menjemputku

Lalu kita menari di atas kertas layang-layang

Sampai habis angin

Sampai habis pesta di atas langit

lalu dibawanya kita turun

 

 

Setibanya di telaga itu,

Aku diserbu sinaran

Tak ada sepi diantara malam,

Tak ada bunyi

Hanya ada cuaca yang bergemuruh

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nitemare
nitemare at Telaga (5 years 38 weeks ago)

hnnnnnn..
entah kenapa waktu baca ngerasa ada kesepian yang disembunyikan..

membaLas kunjungan juga..
seLamat maLam..
:)

Writer Bintang1902
Bintang1902 at Telaga (8 years 38 weeks ago)
80

Ini memang karya yang bagus..."
Salam kenal ya...

freesoulflyer at Telaga (9 years 33 weeks ago)
80

wah wah wah bang arsenal ama bang shinici memang senior kemudian yang oke ya...minta ilmunya dong abang b2...hehehe. untuk sefa puisinya bagus neng...jadi dari sebuah telaga kau mendapatkan inspirasi yang begitu banyak ya...salut....meski saya lebih suka sungai dari telaga...karena lebih berisik suara airnya..hehehe salam kenal, trims udah mampir di gubuk sederhanaku...hehe

Writer Bintang1902
Bintang1902 at Telaga (8 years 38 weeks ago)

2 orang senior itu memang handal...
saya sudah sering baca karyanya dari waktu yg cukup lama.

Writer midhadfarosi
midhadfarosi at Telaga (9 years 34 weeks ago)
80

hemm, nice poems

Writer arsenal mania
arsenal mania at Telaga (9 years 47 weeks ago)

begini, kalau disuruh berimajinasi waktu baca puisi ini, saya justru membayangkan begitu ramenya sebuah telaga dengan berbagai hal yang mondarmandir di kepala saya hanya dengan berdiri/duduk/jongkok/tiduran/jungkir balik/dll di sana. mirip seperti membayangkan potongan film yang pindah dari satu frame ke frame yang lain secara teratur untuk bisa membentuk sebuah deskripsi anehaneh di depan muka saya walaupun yang saya liat saat itu cuma sebuah telaga kosong dan langit yang mulai ngompol.

well, piss ah :D

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 47 weeks ago)

it's okay :)
ga smua mksud pnulis bisa diphami pmbca kan??.
kalau aku sih, mslah puisi, mslah mnikmati.
n dtrjemahin mnrut pndangn anda jg it's okay :)
*thenks mmpirnya..

Writer Hazuki_Auryn
Hazuki_Auryn at Telaga (9 years 48 weeks ago)
80

Siapa bilang malam-malam itu sunyi?
Di sini malamku penuh perkusi
.
Ehehehehe :P
(tiba2 nongol n berpujangga geje)
puisi yg manis, Kakak,
Salam kenal :)

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 47 weeks ago)

siapa yg blg ya?? :)
hehe..

lamken :)

Writer pembencipurnama
pembencipurnama at Telaga (9 years 48 weeks ago)
90

saranku : minum yang banyak :D

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 48 weeks ago)

eh, ada ki sanak :o

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 48 weeks ago)

slam.. :)

Writer novi rahantan
novi rahantan at Telaga (9 years 49 weeks ago)
80

hanya ada cuaca yang bergenuruh...

keren liar :)

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 48 weeks ago)

bergemuruh :)

Writer Shinichi
Shinichi at Telaga (9 years 49 weeks ago)
2550

terlepas dari maknanya yg cenderung samar buat saia (itu pasti karena saianya sih), saia sangat menikmati puwisi ini :D saia merasakan sepi yg ditawarkannya. diksinya asyik, menghidupkan imaji saia. meski demikian, saia tetap merasakan kelonggaran karena pola kalimatnya masih agak kaku (wajar) belum sebebas layanglayang. repetisi (tiga pasang baris) itu sangat asyik, menurut saia. tp emang saia pikir polanya gak musti sama. biar lebih padet. ehehehe.

beberapa detil yg mengganggu saia pribadi adalah; -nya di baris pertama (juga missed tanda tanya, meski ini lumrah), kosong, sepi, sunyi yg mubazir di baris kedua, -lah di baris ketiga, -kan di banyak baris, "berbagai" yg kurang spesifik, -nya pada "setibanya", dan "di" seharusnya terpisah dengan "antara".

kira2 itu aja deh yg sedikit menganggu. tapi itu hanya pendapat pribadi saia sih. maaf bila kurang berkenan.

kip nulis

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 48 weeks ago)

trimakasih..

Writer Popy RiLvia Luchan
Popy RiLvia Luchan at Telaga (9 years 49 weeks ago)
70

hehe.. kurang mengerti sayanya.. udah dibaca ulang tetap nggak mudeng
hehe

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 48 weeks ago)

:)

Writer toebugz
toebugz at Telaga (9 years 49 weeks ago)
80

Kalok menurut selaranya sayah siy, puisinya cukup di bait pertama. Namun bait pertamapun masih perlu dipadatkan lagi, sepertinya :D maap sotoy

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 49 weeks ago)

makasih ya..

Writer Aisra
Aisra at Telaga (9 years 49 weeks ago)
80

Sunyi...bunyi...kembali sunyi...

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 49 weeks ago)

:)

hers at Telaga (9 years 49 weeks ago)
80

ah jujur, saya ga mudeng ama tulisan yang ini sefa..hihi mangap :)

Writer sefa ayu
sefa ayu at Telaga (9 years 49 weeks ago)

it's okay hers :) *biarlah dtrjmahkan sndiri oleh tiap2 pmbacanya :) *yg pnting bisa dinikmati (smoga) =)

thenks dah mampir