Kisah Absurd Satu : Prolog

* * *

Ok, ini sangat tidak benar.

Bunyi petikan gitar mengalun mengisi beranda rumah itu, sebuah rumah kost yang cukup mewah untuk kalangan ekonomi menengah keatas di kawasan Dramaga, Bogor. Di atas langit hanya hitam, tak nampak putih awan atau bintang. Mungkin beberapa jam lagi kilat menyambar atau hujan turun, pikirnya. Angin bertiup memainkan rambutnya, seakan mengiyakan. Ia mengibas rambutnya yang panjang sebahu, tak ambil pusing. Sambil tetap menikmati dunia berdua dengan gitarnya, jari-jari lentiknya menari dengan lembut bagai peragawati diatas catwalk, dari D ke A, A ke G, B Minor ke A, A ke G. Satu petikan kemudian ia sampai pada liriknya.

And I'm give up forever to touch you...
Cause I know that you feel me somehow...

Irish-nya Goo Goo Dolls mengalun perlahan dari mulutnya. Lagu selalu menjadi ungkapan atas apa yang bergemuruh di pikirannya, termasuk malam ini. Suara lirihnya yang tinggi dan merdu membumbung di udara. Menggoda sesosok pria yang sudah sejak 15 menit lalu mengamatinya sambil bersandar di dinding.

Pria itu mendekat. Ia pun sadar saat sepasang lengan mendekapnya dari belakang. Melingkari lehernya dengan perlahan, lembut, begitu kontras dibandingkan besar lingkar lengannya yang kekar.

"Apa yang kamu pikirkan?" Bisik pemilik lengan itu, hanya 2 cm dari telinganya.

Tanpa menoleh, ia hanya menjawab "Tidak ada.."

"Aku tidak yakin.."

Ia mendengus. Pemilik lengan itu sudah mengenalnya cukup baik. Empat tahun bukan masa yang sebentar terlebih untuk mereka. Fathir sudah menjadi sahabatnya sejak masa putih abu-abu. Meskipun kini hubungan mereka jauh lebih dari itu.

Ia tidak bisa mengatakan pada Fathir tentang hari itu, hari dimana pandangan matanya terbutakan hanya pada satu titik. Hari dimana ia merasa kakinya tidak lagi bertumpu pada gravitasi bumi, tetapi pada garis tak terlihat dari orang itu.

Hari dimana ia jatuh cinta lagi, pada seseorang yang belum dikenalnya.

Sungguh dilema, ia tidak ingin "persahabatan"-nya dengan Fathir rusak karena ini. Ia masih mencintai Fathir meski kini ia tak lagi jatuh cinta padanya. Jenuhkah? Namun Fathir masih membanjirinya dengan ungkapan tulus dan kasih sayangnya. Pria ini terlalu baik untuk disakiti.

"Aku memikirkanmu.." Jawabnya, berbohong.

Fathir masih memeluknya, matanya terpejam. Seperti biasa, mendeteksi frekuesi suara lembut penggenggam hatinya itu.

"Aku sangat sangat tahu kamu berbohong, querido ..." Bisiknya sambil tersenyum.

Ia tertawa 3 detik. Sungguh memang tak mungkin berbohong dengan pria satu ini.

Ia merengkuh wajah pria itu, menghirup semilir wangi parfum yang berbalut bau tubuhnya. Tanpa dikomando, bibir itu datang, tegap setegap serdadu di medan perang sekaligus lembut selembut pangeran dikala merayu sang puteri. Ia tahu dan sudah siap. Satu-satunya cara membungkam keingintahuannya saat ini adalah dengan menutup mulutnya. Ia membalas tantangan wajah itu. Mendekatkan bibirnya dan menari bersamanya.

Dan saat ini, Fathir menjelma menjadi maestro yang pandai memainkan rima, ritme, dan melodi lagu gubahannya. Ia sangat tahu kapan harus mengecup, membuka mulut, mengatup, bahkan menyorongkan lidah ke bibir pasangannya itu. Membuat kecupan itu begitu mewah bagaikan orkestra tengah malam. Tangan kekar miliknya erat memeluk sang penggenggam hati, sambil sesekali membelai rambut panjangnya. Setiap belaian itu ia nikmati, membakarnya dalam hasrat yang detik demi detik berelevasi makin tinggi.

Sebaliknya, sang penggenggam hati tenggelam dalam lautan nada sang maestro. Menikmati setiap detik saat bibir mereka bersentuhan. Desahan dan bunyi nafas beradu di sana, terhanyut dalam garis nada yang manis hasil aransemen Fathir. Ia mendengar, menghayati, mengecap, menjilat, dan menelannya nada itu semakin dalam. Semakin dalam hingga ia merasa terbakar di perut bumi.

Setelah sekian lamanya waktu berhenti, kini detik kembali beranjak meninggalkan mereka. Ia merasakannya saat Fathir menarik dirinya. Memandanginya dengan tatapan tanya. Tak ada kata.

" You have a such beautiful face, Nda.." Ucapnya setelah jeda yang cukup lama

Hening, hanya suara angin yang terdengar. Fathir diam. Ia tak pernah merasakan gemuruh ini sebelumnya. Firasat. Bahwa kelak pasangannya itu akan meninggalkannya. Belum namun pasti akan terjadi.

"Kamu akan meninggalkanku..." Ucapnya, ragu.

Kalimat itu membuat yang diajak bicara tersentak dan terdiam. Belum-belum ia sudah ditembak tewas. Kali ini ia skakmat. Belum tiga langkah dan ia sudah wafat. Radar Fathir memang tajam, kelewat tajam malah. Ia balas menatap wajah itu. Wajah pria yang sudah menemani selama 4 tahun.

"Bagaimana mungkin aku meninggalkan matahariku sendiri? Meu amor... Matahariku yang tampan.. " Balasnya sambil tersenyum.

Ia kembali mendekatkan wajahnya, mencoba meredakan tatapan mata ragu mataharinya itu. Sesaat kemudian mereka kembali melebur dalam waktu. Membuatnya seakan berhenti. Mereka hanyut dan tenggelam di dalam arusnya yang hening dan bening. Membuktikan pada dunia bahwa cinta memang absurd, terlalu absurd untuk dipahami.

Nama lengkapnya Ananda Agista Pratama. Mahasiswa tingkat satu Manajemen Informatika universitas ternama di Bogor. Sebagian orang memanggilnya "Agis", kecuali mereka yang sudah sangat dekat dengannya yang memanggilnya "Nda" atau "Dan". Ia lebih menyukai panggilan kedua. Alasannya simpel, karena lebih dirinya, dan satu-satunya orang yang diizinkan memanggilnya begitu adalah Fathir, mataharinya.

Badau, 05-09-2012
(Part satu, masih tiga tokoh absurd lagi akan diperkenalkan sebelum memasuki dunia absurd yang sebenarnya)

Read previous post:  
34
points
(125 words) posted by ianz_doank 9 years 21 weeks ago
42.5
Tags: Cerita | Cerita Pendek | 100 kata | ianz
Read next post:  
Writer AL_paper
AL_paper at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 17 weeks ago)
80

Itu...
Cukup baca part ini gw langsung paham..
Jd ehmmm..
Bye..
*kabur sebelum menjelma jadi tokoh absurd yg lainnya

Writer dansou
dansou at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 18 weeks ago)
100

wuhuhuhu~ Saya biasanya enggak begitu suka sama narasi yang puitis macam begini, tapi mungkin karena ada adegan ciuman panasnya. Dan saya juga gak nyangka kalo keduanya sama-sama cowok. Good job there!

Writer wiedya_sweed
wiedya_sweed at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)
100

Ya ampppuunnn >…< aku gabakalan tau siapa cium siapa kalo enggak baca komentar lainnya! >< menjebak sekali-,-
Salam kenal

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haha, iya, salam kenal juga yaa

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)
90

um....speechless waktu baca adegan ciumannya...nanya ya kak(tapi wajib jujur)...kakak waktu nulis kiss scene begitu dan di post ngerasa malu gak?soalnya kalo villy mau bikin kiss scene selalu berakhir dengan mengurungkan niat...(malu tingkat max, apalagi kalo ampe post...bisa blushing ga jelas tiap x baca comment)
Penggambarannya detail,tapi gak ecchi...hmmm, ttp ga pengen ngebayangin karena mereka sama2 cowo... ~_~ (tapi kalau shounen ai di manga boleh dech... :p *plaqq*)
.
.
Jadi ada hubungan apa kakak ianz dengan kakak phantom?? Jiiittt~ *pandangin dg curiga*

Writer AL_paper
AL_paper at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 17 weeks ago)

Si phantom itu udah pengalaman dgn kyk gitu, makanya bisa nulis yg kayak gitu. Hahahaha.
Hubungan ianz ma phantom itu...
*mengaitkan jari kelingking
Hahahaha.

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haha iya aku jujur deh.
Pengalaman pertama sih nulis cerita macem ini. Pas adegan kissnya tadinya cuma sepintas, eeh kepikiran buat dihubungkan antara kiss sama musik *i love music
Jadinya narasinya macam itu, haha..

Malu? Hmm sikit sih tapi kalah sm rasa senengnya *eh??
Seneng nyelesaikan karya, maksudnya...

Hubungan saya dan ian seperti Dora dan Boots, saya Doranya dia Bootsnya..
\(‾▿‾\)┌(_o_)┐ (/‾▿‾)/

*peace piaaannn...

Writer ianz_doank
ianz_doank at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

kau harus tanggung jawab, krna aku akhirnya melanjutkan prolog tokoh davi..

Gara2 gagal move on ke Sintang dan harus berkutat dg budget dan sawit.. -___-

Writer ianz_doank
ianz_doank at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

haha, pertanyaan aneh..

Dia tuh nantangin bikin cerita yg bener2 absurd, dan aku gagal.. Makanya si phantom ini yg akhirnya turun tangan sndiri, haha..

Writer NiNa
NiNa at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

tutup mata, tutup mata, aku masih kecil, kakak..! walopun sejenis :D
salam kenal sajalah...

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haahaha, masa iyaa?? Ga percaya..
*ngintip ngintip..

Salam kenal jg. \(´▽`)/

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haahaha, masa iyaa?? Ga percaya..
*ngintip ngintip..

Salam kenal jg. \(´▽`)/

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haahaha, masa iyaa?? Ga percaya..
*ngintip ngintip..

Salam kenal jg. \(´▽`)/

Writer znake
znake at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)
100

WAW!! jadi pengen mencium seseorang *ada yg mau? wkwkwkw
biar poin yg mewakilkan komentarku :)

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Yeee... Maturnuhun kang..
\(‾▿‾\)┌(_o_)┐ (/‾▿‾)/

Silahkan silahkan yang mau, saya izinkan, *kaburrr

Writer ianz_doank
ianz_doank at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)
100

Fathir? Ananda agista pratama?

Ahahaha.. Bener2 cinta yg absurd..

Tp bagian kiss nya detail skali digambarkan.. Wooow, kirain normal? Pantes aja nggak disebutkan nama sama jenis kelaminnya diawal..

Kau berhasil memukauku dg cerpenmu ini "Dan", pemilihan katanya tak acungin 2 jempol lah, apik..

Aku iri kau bisa bikin narasi seperti itu.. Good job man!

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Horee... Horee... Dipujii, haha...
\(´▽`)/

Aku kan lanjutin kerjaan kau, wkwkkw.

Iya itu tadinya cuma sepintas. Tapi tambah sana tambah sini, tahu tahu jadi 2 paragraf.. -___-"

"Dan" ini bukan aku ya, kutegaskan! Ini cuma karena aku mau ngikuti tokoh "Danz" yang kau buat di kisah absurdmu itu yan

Writer AL_paper
AL_paper at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 17 weeks ago)

Gw rasa kehadiran tokoh "dan" itu benar-benar mewakili dirimu an, atau setidaknya hasrat mu.
Hahahaha
*langsung kabur

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)
80

Du-dunia absurd?
O.Oa
Btw, Kiss scene-nya menggairahkan. Keknya berpengalaman nih dalam hal cium mencium
XD

Writer phantom27
phantom27 at Kisah Absurd Satu : Prolog (9 years 19 weeks ago)

Haha, iya nih. lanjutin kisah absurdnya punya si Ian. Mau tak panjangin, haha...

Wkwkkw. Boro-boro, n
yium tembok sih iye. *curhat