Bangun Bagiku Nautilus

Lihatlah!
Kuda merah bergabung dalam parade meresahkan
Penunggangnya berjingkrak
Menyapa parang telanjang
di balik senyum berliku
 
Gerimis yang turun siang itu memang asam
Namun tiada segetir isi hati manusia
 
Padamu aku meminta
Petiklah kepingan resah itu
Bagun bagiku sebuah bahtera
Penuhi dengan puisi berpasang-pasang
 
Bimbing tanganku masuki geladaknya
Sebagai mempelai aku ambilah
Dalam pelarian aku bawalah
 
Berlayar kita pergi, Nahkodaku
Bertolak menuju bulan
(Bulan berlapis madu)
Lalu terjun hingga dasar moskstraumen
 
Mari kunjungi sahabat kita yang baik
Tuan octopus pemimpi
Selami samudranya
Sejauh kisah enampuluh ribu mil membawa
 
Kita akan berdansa
Bersama iringan tujuh sangkakala.
Sementara di belakang sana
Para putra Adam gelar
lakon komedi picis aroma amis

Read previous post:  
90
points
(76 words) posted by phara 10 years 29 weeks ago
75
Tags: Puisi | kehidupan | anak | miskin | pharasotya | satir
Read next post:  
Writer toebugz
toebugz at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
90

keren

Writer nafi
nafi at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
60

adegan yang manis
salam :D
mampir ya kak http://www.kemudian.com/node/266517

Writer isengakut
isengakut at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
80

Membaca puisi ini sy teringat akan dua hal: Octopus's Garden dan cerpen 2BR02B. Ada frasa “Tuan Octopus pemimpi” sih :D. Bedanya kalo Octopus's Garden bikin senyum, puisi ini bikin serba salah karena berhasil meriapkan nuansa manis-muram yang berujung skeptis (nah, nuansa manis-getir-skeptis(atau bahkan nihilism?)nya inilah yang mengingatkan sy pada 2BR02B. He). Manis karena ada bulan berlapis madu, puisi berpasang-pasangan, tapi kemudian yang manis-manis itu disandingkan begitu saja dengan ungkapan-ungkapan semacam dasar moskstraumen, kepingan resah, parang telanjang, juga larik penutup yang terkesan satire. Yah intinya sih sy suka sama puisi ini *ngalor-ngidul banget deh mau ngomong gitu doank =))*, walau gatel di satu kata: putera (mestinya kan putra. He). Emmm, tapi sebenarnya tergelitik juga sih sama frasa "putra Adam" yang seperti ‘meniadakan’ perempuan :D. Yah, sy sih berpikiran positif aja deh, mungkin hanya pertimbangan dari segi estetika aja biar frasanya ga kepanjangan. He.

Writer phara
phara at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)

Wah terimakasih. saya malah belum pernah baca tuh Octopus's Garden dan 2BR02B hehehe. putra Adam (yak anda betul, harusnya putra) saya pilih karena rasanya sih mereka yang paling sering punya gagasan berbau amis.

Writer Sleepyhead
Sleepyhead at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
80

Terasa meledak-ledak, nice :)

Writer brylian
brylian at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
90

"Gerimis yang turun siang itu memang asam
Namun tiada segetir isi hati manusia" ... boleh.

Writer Favemale
Favemale at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)
80

Dalem.. :)

Writer phara
phara at Bangun Bagiku Nautilus (9 years 41 weeks ago)

terimakasih sudah mampir :) salam