BOR N2 Bonus Level 1: Yunus Firdaus (Nascar racing)

                “Huuuuuuuuuuaaaaa....” Aku menguap lebar.

                Belum hilang rasa pegal dibadanku akibat pertarunganku dengan Demetria, datanglah seorang pelayan menghampiriku sambil memberikan 2 lembar kertas undangan.

                “Undangan apa ini?” Tanyaku.

                “Maaf, kami para pelayan tidak memiliki otorisasi untuk membuka atau membaca undangan untuk peserta” Jawab pelayan tersebut.

                “Baiklah,” Ucapku sambil mengambil kertas undangan tersebut.

                Kubaca kertas tersebut secara seksama judul undangan tersebut bertuliskan Bonus Level 1 dan Bonus Level 2. Kubuka lembar undangan pertama yang bertuliskan Bonus Level 1 didalamnya berisi:

                “Apa anda kekurangan point? Maka ikutilah pertandingan bonus level yang kami adakan dengan syarat :

  1. Memberikan score pada 8 peserta lain.
  2. Menyelesaikan match ronde pertama.

Apabila kau sudah memenuhi syarat diatas maka anda bisa mengikuti Bonus level ini.

Note: Informasi lebih lanjut bisa pergi ke dimensi panitia di seberang kafe”

                “Hmmm... Bonus level. Dengan mengikutinya aku bisa menambah poin dan ketinggalanku” Gumamku dalam hati.

                Akupun segera bergegas pergi keseberang kafe dan disana kutemui sebuah pintu bertuliskan Pintu bonus level 1. Tanpa ragu sedikitpun akupun membuka pintu tersebut lalu masuk. Didalam sungguh gelap sampai sebuah benda keluar dari lantai dan memindai diriku dengan cahaya laser berwarna biru.

                “User dikenali bernama Yunus Firdaus,” sebuah suara terdengar entah dari mana.

                Kemudian lampupun menyala menerangi ruangan tersebut dan telihat sebuah monitor transparan yang besar dihadapanku. Layar tersebut menyala dan sosok Sasaki Ko muncul dilayar.

                “Selamat datang di bonus level satu Yunus, Bonus level ini sangat mudah. kau hanya perlu menuju sebuah kastil bernama LCDP. Namun ingat untuk menjadi pemenang di level ini kau harus berpacu dengan 31 peserta lainnya dengan kata lain ini seperti balapan.” Ucap Sasaki Ko.

                Aku mengangguk-angguk tanda mengerti kemudian Sasaki Ko berkata kembali.

                “Untuk menuju kesana kami sudah siapkan sebuah kendaraan berupa mobil yang sudah disesuaikan dengan kemampuanmu...”

                Dari lantai dibalik layar muncul sebuah mobil sport berwarna biru dengan garis berwarna putih.

                “Waaaww...” aku terkagum-kagum melihat mobil tersebut,

                “Tapi aku tidak bisa mengendarainya, aku belum pernah mengemudikan mobil,” Ucapku.

                “Tenang saja semua sudah dipersiapkan, kau hanya perlu mengendalikan mobilmu dengan pikiranmu saja. Contohnya bila kau ingin berbelok ke kiri maka pikirkan mobilmu berbelok kekiri, begitu juga sebaliknya” Balas Sasaki Ko.

                “Lalu bagaimana bila aku kecelakaan atau kalah dipertandingan itu?” Tanyaku.

                “Tenang saja, kami menjamin semua keamanannya dan bila kau kalah pada bonus level ini maka kau bisa mengulangnya sampai kau menang dan hasil kemenangan itulah yang kami ambil” Jawab Sasaki Ko.

                Aku mengangguk-angguk tanda mengerti lalu layar kaca itu terbelah menjadi dua sebagai tanda mempersilahkanku menggunakan mobil tersebut. Aku berjalan menuju mobil tersebut dan kubuka pintu depannya. Interiornya sangat mewah dan terlihat nyaman, aku mencoba duduk dikursinya dan sabuk pengaman langsung terpasang. Saat aku memegang setir kemudinya mesinpun langsung menyala dan pintu mobil langsung menutup. Tidak lama kemudian beberapa pintu dimensi segera muncul dihadapan. Segera aku gerakan mobilku memasuki salah satu pintu tepatnya pintu paling kanan. Cahaya terang menyilaukan mataku saat memasuki pintu tersebut dan tanpa kusadari aku sudah berada disebuah tempat yang luas dan gersang seperti di puncak gunung batu.

                Aku melihat sekeliling dan kutemukan beberapa peserta dengan mobilnya yang berfariasi dan unik. Seperti mobil Greed yang berwarna hitam pekat bagai bayangan, mobil Jeremy yang mirip dengan mobil sport James Bond, mobil Hanzel yang kecil dan lucu dengan sebuah gada besar samping kiri dan kanannya, mobil melayang milik Crimson, dan lain sebagainya. Setelah puas melihat mobil-mobil peserta lain Sasaki Ko muncul dengan gaya yang sama.

                “Selamat datang di Rock Mountain, karena semua sudah berkumpul maka balapan ini akan segera dimulai, tujuan kalian adalah kastil LCDP, untuk menuju kesana kalian harus melewati tower “L” yang berada dipuncak gunung berapi itu, lalu kalian harus turun mengelilingi gunung untuk menuju tower “C”, dilanjutkan masuk kedalam laut menuju tower ”D” dan yang terakhir kalian semua harus memasuki hutan menuju tower “P”. Setiap tower yang kalian datangi, kalian akan mendapatkan sebuah stampel huruf dari juri. Dan stampel itu berguna sebagai kunci memasuki lap terakhir kalian yaitu LCDP Road. Jalan itu langsung terhubung kekastil didalam kastil ada singgasana ratu sebagai garis finish. Apa kalian mengerti?” Sasaki Ko menjelaskan sambil menunjukan peta digital berbentuk layar hologram 3D.

                “YA, KAMI MENGERTI...” Para peserta serempak menjawabnya.

                Kemudian Sasaki Ko melompat kesebuah batu besar disamping jalan sirkuit, lalu dari sakunya Sasaki Ko mengeluarkan sebuah pistol kecil.

                “1...”

                “2...”

                “DOOOORRRR...!!!” Sasaki Ko menembakkan pistol tersebut tanda pertandingan sudah dimulai.

                Mendengar letusan pistol aku segera menjalankan mobilku dengan kecepatan sedang agar tidak menabrak peserta lain. Namun ternyata perkiraanku salah, mobil peserta lain segera melesat dengan cepat menabraki peserta lainnya sehingga terlihat tidak beraturan. Akupun mengalami hal yang sama mobilku ditabrak dari belakang oleh salah seorang peserta dengan mobil beroda api.

                “HEEEEIIII...!!! MAJU KAU JELEEEKKK!!!” teriaknya sambil mendorong mobilku yang bergerak lambat.

                Ternyata itu Rune, sifatnya memang tak pernah berubah. Kemudian aku pegang kemudi dan “Wuuuzzzz...” mobilku melesat cepat bagai angin. Dengan susah payah aku mencoba melewati beberapa mobil yang sudah berada didepanku. Ternyata menyalip mobil peserta lain tidak mudah mereka selalu menghala-halangi jalanku. Tapi aku harus tetap bersabar hingga kesempatan muncul dan aku bisa menyalipnya.

                Kulihat sebuah pesan peringatan muncul di layar monitor mobilku bertuliskan “Peringatan! Anda memasuki kawasan Tower Of Lava”. Kulihat jalannya mulai menanjak dan berkelok-kelok seperti ular. Banyak sekali tikungan tajam yang berbahaya dan jalannya terletak di atas tebing. Kulihat beberapa peserta ada yang jatuh namun kembali muncul di Rock Mountain tempat garis Start. Dengan penuh hati-hati aku kendalikan mobilku mengikuti jalur maut tersebut, aku tidak boleh kehilangan konsentrasi. Jalan yang bekelok-kelok membuatku sedikit mual dan pusing tapi aku harus bertahan. Aku melihat tebing tinggi di samping kiriku dan sebuah ide muncul untuk berjalan di tebing tersebut dengan posisi Vertikal.

                Kugerakan mobilku kesamping kiri hingga membentur dinding tebing, suara gesekan antara badan mobil dan tebing cukup membuat telingaku sakit namun aku terus memaksakannya. Mobilku sudah dalam posisi miring namun tiba-tiba ada sebuah gempa sehingga mobilku kembali dalam posisi normal. Aku coba melihat sekeliling dan dari jauh terlihat sebuah bola-bola api menerjang ke jalur sirkuit kami. Suara dentuman dan getaran hebat membuat laju mobil menjadi tidak karuan dan banyak yang jatuh ke jurang. Posisikupun dengan cepat naik menjadi posisi ke 12 dari posisi ke 25, dengan susah payah aku mencoba menghindari bola-bola api tersebut. Sampai akhirnya aku menemukan jalan lurus menuju “Tower Of Lava” jalannya sangat lebar namun serangan bola api tetap menjadi kendala utama menuju tower tersebut. Dengan telekinetikku aku pantulkan beberapa bola api yang menyerang mobilku dan tiba-tiba bola api yang kupantulkan menubruk bola api lain sehingga terjadi ledakan.

                Mobilku terpelanting kesamping dan berputar-putar diudara membuat kepalaku pusing, dengan cepat aku gunakan telekinetikku untuk mengendalikan mobil agar tidak terjatuh terbalik. Dan itu berhasil mobilku tidak jatuh dalam posisi terbalik, segera aku lesatkan mobilku dengan kecepatan maksimal menuju Tower Of Lava menyusul peserta lainnya yang sudah mendahuluiku. Didalam Tower aku bertemu dengan Juri Spa, kemudian sang Juri memberikan sebuah stampel “L” di pintu kanan mobilku.

                Perjalanan dilanjutkan kembali menuju Tower C, yang ternyata berada tidak jauh dari tower L. Aku yang masih berada diurutan ke-12 dapat melihat tower C dengan jelas hanya saja aku tetap belum melihat siapa yang berada diurutan pertama. Sebuah belokan pertama dan kulihat Greed dengan mobil hitamnya berada diurutan pertama, dilanjutkan oleh Shina dengan mobil Maha Go, kemudian Jeremy, Crimson, Redina, Rune, Demetria, dan 4 orang peserta lainnya terakhir aku. Ada yang aneh dengan jalan ini, setelah belok ke kanan lalu belok ke kiri dan terus kekiri sehingga aku harus melakukan drifting agar tidak menabrak pembatas jalan. Mobil Shina yang besar sulit melakukan drifting sehingga dia merubah mobilnya menjadi lebih kecil yaitu mobil AE-86.

                Mobil melayang milik Crimson dengan mudah berjalan secara vertikal di dinding tower, sedangkan yang lainnya bersama-sama melakukan drifting. Suara decitan dan debu-debu yang berterbangan akibat drifting membuat pandanganku menjadi kabur dan aku tahu ini hanya jalan awalnya saja. Cukup lama kami semua melakukan drifting akhirnya terlihat sebuah pintu masuk kedalam tower. Sebuah pesan kembali muncul di layar dasbor “Peringatan! Anda memasuki kawasan Tower of Creature”.

                Saat memasuki Tower suasana menjadi sangat suram, terdengar jeritan wanita, tawa, tangisan dan suara-suara aneh lainnya.

                “Ini seperti rumah hantu saja, namun jalannya tidak seperti tadi kali ini lebih lebar” Ucapku dalam hati sambil memperhatikan jalan.

                Kali ini aku tidak sering melakukan drifting karena kondisi jalan lumayan lebar dan cukup luas untuk mengemudikan secara normal, hanya saja jalannya terus belok ke kanan. Suasana jalan begitu tenang namun tiba-tiba terdengar suara disampingku.

                “Hi...hi...hi...hi...hi...hi...” suara tawa seorang wanita terdengar dari kursi sebelahku.

                “AAAA......!!!” Aku kaget bukan kepalang karena disebelahku ada seorang kuntilanak dengan rambut panjang menutupi wajahnya.

                Mobilku jadi oleng dan hampir saja menabrak dinding tower namun aku berhasil mengendalikannya. Aku berhenti sejenak menenangkan diri karena mahkluk itu tiba-tiba saja menghilang. Beberapa mobil peserta melewatiku seolah tidak terjadi apa-apa namun tidak lama sebuah mobil peserta kehilangan kendali dan terjadilah tabrakan beruntun. Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi ini benar-benar aneh. Aku memejamkan mata lalu berdo’a setelah itu mataku kembali terbuka dan aku dapat melihat semuanya.

                Disepanjang dinding terdapat mahkluk-mahkluk halus yang bergentayangan dan sebuah tulisan besar “Tower Of Creature” dibawah tulisan itu ada tulisan tersamarkan “Haunted Tower”. Setelah aku mengetahui hal itu kulihat beberapa peserta sepertinya tidak terpengaruh oleh gangguan-gangguan seperti itu. Tapi bagi sebagian peserta tower ini membuatnya kesusahan dengan gangguan dari mahkluk-mahkluk penghuni tower ini. Dengan tenang aku kembali menyalakan mesin dan kembali mengendarai mobilku dengan hati-hati karena bisa saja hantu-hantu tiba-tiba muncul kembali. Seorang peserta melaju dengan kecepatan tinggi melewatiku dan menabrak hantu-hantu itu dengan penuh kesenangan.

                “Itu Allan dengan mobil jenazahnya, sepertinya dia menikmati tower ini,” Ucapku.

                Aku tidak mau kalah dipertandingan ini jadi aku segera memasang perisai gaib disekitar mobilku dan segera melaju dengan cepat untuk menyusulnya. Beberapa hantu yang menakutkan dengan wajah tak berbentuk mencoba mendekati mobilku namun mereka semua tidak dapat melakukannya karena tertahan oleh prisai yang aku buat. Kulihat kaca spion kiriku dan kutemukan beberapa peserta sudah mulai bisa berjalan kembali, sepertinya mereka sudah mulai terbiasa. Awalnya aku pikir gangguan hanya dari hantu saja tapi ternyata tidak. Sirkuit kali ini penuh dengan jebakan mematikan, seperti kampak yang berayun dan harus berhati-hati melewatinya apabila terkena maka akan kembali ke Tower L.

                Jebakan lain yang tak kalah bahayanya adalah saat tiba-tiba gambar-gambar pada tembok Tower bergerak dan keluar lalu menyerang para peserta. Mobilku hampir saja terkena sambaran dari seekor naga yang tiba-tiba saja keluar dari dinding lalu terbang dan menyemburkan api. Kupacu mobilku semakin kencang menghindari naga tersebut. Belum lama aku selamat dari naga tersebut dari dinding-dinding tower keluar mahkluk-mahkluk bercahaya yang indah lalu mahkluk itu hingga di salah satu spion mobilku. Bentuknya sangat lucu seperti peri dengan sayap yang bercahaya, tapi apa yang dia lakukan pada spion mobilku. Aku perhatikan dengan seksama mahkluk tersebut memakan spion mobilku dan yang lainnya menjadi ikut menyerang mobilku. Aku kendalikan mobilku kekiri dan kekanan mencoba melepaskan mereka semua. Mereka berterbangan kesana kemari membuat pandanganku terhalang.

                Aku arahkan tangan kananku lalu kukibaskan kekanan, mahkluk-mahkluk itu segera terlempar kekanan. Walaupun berhasil menyingkirkan mereka semua tetap saja mobiku menjadi penuh dengan lubang dan untungnya mereka belum masuk kedalam mesin. Beberapa jebakan kembali muncul, kali ini jalan dipenuhi dengan lubang-lubang dan kondisi jalan yang tidak rata. Sungguh tidak nyaman mengendarai mobil di jalan seperti ini, namun sepertinya bagi Greed, Crimson dan Shina jalan seperti apapun tidak masalah.

                “Tidak ada jalan lain, aku harus melakukannya,” Ucapku.

                Kutempelkan mobilku ke tembok dinding lalu kunaikan mobilku dengan telekinetik dan hasilnya mobilku dapat berjalan secara vertikal di dinding tanpa terganggu oleh jalan yang rusak. Aku melesat dengan cepat melewati yang lainnya dengan mudah hingga posisi ke-4 tepat di belakang Shina. Kulihat mobil Rune agak aneh karena dari dalam mobil menjumbai kain-kain seperti perban dan dibelakangnya Demetria.

                “PRAAAANGGGG...!!!” Sesuatu menimpa kaca belakang mobilku. Kemudian tidak lama dari langit-langit turun mahkluk-mahkluk kerdil dengan kapak ditangannya. Mahkluk-mahkluk itu menyerang dan menghancurkan mobil-mobil peserta dengan kapaknya. Aku yang sedang berjalan vertikal di dinding segera turun dan menimpah bagian samping mobil Demetria. Demetria berteriak lalu memutar mobilnya sehingga mobilku jatuh dan menabrak mobil lainnya. Posisiku kembali turun dari ke 4 menjadi ke 6... ke 7... ke 8...

                “Gawat...” Aku kendalikan kembali kendalikan mobilku sebelum yang lainnya menyusul.

                Suara decitan roda mobil bergesekan dengan sirkuit ternyata menarik perhatian mahkluk kerdil berkapak mendekatiku.

                “Oh... Tidak...” aku menjadi panik saat mahkluk itu mendekati mobilku. Aku coba pacu mobilku namun sepertinya mobilku mengalami slip karena roda belakannya masuk dalam lubang. Mahkluk itu semakin mendekat dan...

                “BOOOMMM...”

                “BOOOMMM...”

                “BOOOMMM...”

                Bola-bola api menghantam dan membakar mahkluk-mahkluk itu hingga menjadi debu, kulihat kebelakang dan kutemui Redina melaju kearahku dan menabrak bagian belakang mobilku hingga mobilku maju dan terlepas dari lubang.

                “Ayo, Semangat Bang...” Ucap Redina sambil melesat melewatiku dengan booster apinya.

                Ucapan Redina membuatku kembali bersemangat dan kukerahkan semua kemampuanku hingga mobilku melesat dengan maksimal. Ternyata benar dengan semangat semua menjadi terlihat mudah walau beberapa tetap terasa sulit. Kulihat di tengah-tengah tower keluar sebuah cahaya, aku tidak tahu apa itu, tapi yang jelas firasatku mengatakan hal buruk akan terjadi. Aku tidak memperdulikannya dan tetap fokus menuju pusat tower. Sebuah gempa terjadi lagi kali ini batu-batu besar berjatuhan menimpa mobil peserta. Mobil-mobil peserta sebagian melakukan hindaran sedangkan yang lainnya melakukan serangan agar batu-batu itu hancur.

                Inti tower sudah terlihat, dan lagi-lagi Greed diurutan pertama, kedua Crimson, ketiga Shina, keempat Demetria, kelima Rune, keenam Jeremy, ketujuh Redina, dan aku diurutan kedelapan. Kami semua saling mengejar karena jalan menuju tempat Juri Dia berjalan mulus dan tidak ada hambatan. Kami saling menyusul satu sama lainnya untuk mendapatkan urutan pertama, tapi sepertinya Greed tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Greed tetap mencoba mempertahankan posisi pertamanya dan Crimson yang berada diurutan kedua mencoba menyusulnya. Jarak tinggal sedikit lagi dan tiba-tiba “Wuzzz....”mobil Shina melesat bagai cahaya melewati mereka berdua.

                “Waw, Luar biasa.” Ucapku kagum yang baru saja memasuki garis terakhir Tower Of Creature.

                Juri Dia membubuhi stempel “C” di pintu mobilku yang sudah bolong-bolong dan peyok tidak karuan. Juri Dia hanya tersenyum melihat mobilku rusak seperti itu.

                Kami semua segera melesat menuju tower selanjutnya yang masih belum terlihat namun pintu dimensi menuju kesana sudah ada dihadapan kami. Gerbang itu berwarna biru laut dan saat mobilku memasuki gerbang tersebut “SRRIIIIINNGGGG....” mobilku berubah menjadi kapal selam dengan kondisi kembali sedia kala.

                “Keren...” Gumamku.

                Mobil yang lainpun menjadi sangat unik dan keren terutama mobil selam milik Crimson yang berubah menjadi bentuk seperti ikan pari. Sebuah pesan muncul dilayar dasbor “Peringatan!! Anda memasuki wilayah Tower Of Deep”. Dilautan yang luas seperti ini sangat sulit menemukannya karena mungkin saja Tower itu tersamarkan oleh terumbu karang. Pada balapan kali ini tidak ada jalan sirkuit bahkan petunjuk untuk menemukannya, benar-benar harus menggunakan insting. Mobilku berenang semakin dalam keperairan yang gelap, aku juga tidak tahu bagaimana nasib Greed si manusia bayangan bisa bertahan di dunia yang gelap ini.

                “Blup...blup...blup...blup...” suara gelembung terdengar setiap mobilku semakin menyelam kedasar lautan. Lautan ini begitu luas dan sunyi walaupun didepanku tersaji pemandangan dasar laut yang indah dan berwarna-warni. Aku sudah tidak tahu ada diposisi berapa saat ini yang jelas semuanya berpencar mencari tower tersebut. sedang tenang-tenangnya menyelam, layar dasborku berbunyi dan terlihat titik berwarna merah bergerak mendekat dengan cepat.

                “DOOONNNGGG...” Sesuatu membentur bagian belakang mobil selamku. Kulihat melalui spion samping mobilku dan kudapati gurita raksasa sedang menyergap bagian belakang mobilku. Aku coba melajukan mobilku tapi hasilnya nihil karena gurita itu menggenggam erat mobilku.

                “Uuuuhhhkkk...” Aku pacu mobilku sekuat tenaga, namun gurita itu semakin mendekat dan membelit mobilku dengan sangat erat.

                “Tidak ada cara lain,” ucapku sambil memjamkan mata.

                Kutarik nafasku dalam-dalam sambil kugerakan kedua tanganku membentuk gerakan melingkar. Dan air laut disekitarku berpilin membentuk tombak besar, kudorong tangan kananku, kumpulan air itu memadat seperti es. Kutoleh kebelakang sambil mengibaskan tangan kananku, tombak air itu melesat cepat kearah gurita dan menusuknya. Sepertinya gurita itu kesakitan karena melepaskan cairan hitam yang sangat tebal lalu pergi. Aku bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut dan tiba-tiba saja kumpulan hiu berenang cepat melewatiku seperti ketakutan. Dan benar saja kulihat Hanzel mengejar mereka semua sambil memutar-mutar gada dimobilnya. Aku kembali menelusuri dasar lautan dan kutemui sesuatu yang aneh.

                Sesuatu seperti kumpulan serat benang yang berpilin-pilin, karena penasaran aku coba dekati kumpulan benang tersebut. Dan dengan cepat mobilku terhisap kedalam benang-benang tersebut.

                “Uuuuhhhkkk...!!! Arus bawah laut..” Teriakku.

                Mobilku terbawa arus tersebut dengan sangat cepat dan bergerak tidak tentu arah seperti naik jetcoaster. Perutku terasa mual karena mobil selamku berputar-putar tidak karuan. Aku berpegangan erat pada kursi mobil dan “SPLAAASSSS....” mobilku terlepar keluar dari arus tersebut. Aku terseyum lebar saat aku tahu berada dimana.

                “Atlantis, dan itu Tower D” Ucapku senang.

                Segera kupacu mobilku dengan penuh semangat menuju tower tersebut. namun ternyata tidak semudah itu, kedatanganku disambut dengan serbuan tombak-tombak bermata tiga. Kuputar mobilku ke kiri menghindari serangan tersebut lalu bergerak maju. Sepertinya para penjaga daerah itu tidak menyerah dan melakukan serangan. Beberapa mahkluk laut seperti Naga datang kearahku, dan dari tangannya keluar percikan-percikan listrik. Seekor Naga berhasil menggapai mobilku dan langsung melepaskan sengatan listrik yang sangat besar.

                “AAAAAAAHHHHHKKKK...!!!!” Aku berteriak keras karena aliran listrik mengaliri seluruh tubuhku.

                Beberapa ekor Naga segera  berdatangan dan melepaskan kekuatannya, lampu mobilku menjadi berkedip-kedip tidak karuan dan layar monitor di dasborku menjadi runyam. Tubuhku lemas sekali, sepertinya aku gagal di ronde ini, muncul beberapa bayangan teman-temanku yang memberiku semangat.

                “Aku tidak mau mengulang pertandingan ini,”

                Kulihat kedua tanganku, kugunakan kemampuan telekinetikku maka aliran listrik mendekati jariku. Aku kembali tersenyum dan berteriak...

                “KILATAN PEETTTIIIIRRRRRR...!!!”

                Kedua tanganku mengerluarkan kilatan listrik besar lalu merambat keluar mobil dan menyebar. Gelombang listrik besar mengibaskan Naga-naga yang mengintari mobilku. Kesempatan ini segera kugunakan untuk memajukan mobilku yang sekarat karena kelebihan tegangan. Kuarahkan kedua tanganku ke Tower “D” agar mobilku bergerak kesana. Naga-naga lainnya segera mengejarku yang bergerak menerobos wilayah mereka. Mobilku berhasil mendekati Tower D dan kulihat juri Clo bersiap-siap dengan stamplenya. Mobilku menepi dan juri Clo memberikan Stample “D” dimobilku.

                “Dia bisa bernafas dalam air?” Gumamku.

                Aku tidak memperdulikannya dan segera menuju permukaan untuk mencari tower selanjutnya. Setelah sampai permukaan kulihat sebuah pulau dengan pantainya yang putih dan hutan hijau yang rimbun.

                “Itu pasti lokasi selanjutnya” Ucapku dengan bangga karena aku yang pertama sampai.

                Kujalankan mobilku yang masih berbentuk mobil selam menuju pantai, maka secara ajaib mobilku kembali seperti semula tanpa goresan, tanpa penyok, semuanya terlihat seperti aku menemukannya pertama kali. Kunikmati dahulu pemandangan pantai sambil mencari jalan masuk kedalam hutan. Saat sedang mencari jalan dari lautan mobil peserta lainnya muncul yang pertama Shina, kemudian disusul oleh Crimson, lalu Demetria, Jeremy, Hanzel, Yuu, dan beberapa peserta lainnya yang tidak kuperhatikan.

                “Mereka semua muncul hampir bersamaan,” Ucapku.

                Segera kupercepat laju mobilku dan melakukan pencarian, sebuah jalan sirkuit terlihat dan akupun segera memasukinya sebelum yang lainnya tiba. Seperti biasa pesan peringatan muncul dilayar dasborku,”Peringatan!! Anda memasuki wilayah Tower Of Puzzle forest”. Awalnya jalan yang kumasuki lurus namun aku segera berhenti karena jalannya bercabang menjadi 3. Dengan insting yang kupunya akupun membelokan mobilku ke kanan. Sungguh diluar dugaan ternyata aku salah mengambil jalan, ternyata jalan yang kuambil penuh dengan jebakan. Aku memasuki daerah hutan duri yang setiap batang pohonnya berduri sehingga ban mobilku meletus. Mobilku tidak bisa bergerak karena tersangkut sesuatu.

                “Ini buruk,” Ucapku saat kulihat akar-akar dan batang pohon berduri itu menutupi seluruh mobilku dan meringsek mobilku.

                Sebuah tombol muncul di samping kursiku dan saat kutekan tombol tersebut “ZAAAPPP...” aku kembali ke pantai. Aku lirik kekiri dan kekanan semua kembali seperti semula tidak ada ban yang bocor, tidak ada kerusakan apapun pada mobilku.

                “Aku mengulang lagi dari awal,” Ucapku dalam hati.

                Aku tidak tahu ada diposisi berapa saat ini tapi yang jelas aku akan selesaikan pertandingan ini agar aku bisa melanjutkan pertandinganku. Kulajukan kembali mobilku memasuki sirkuit hutan tersebut, kali ini aku harus lebih berhati-hati dalam memilih jalan. Pertigaan awal aku ambil jalan lurus, sebelumnya aku sobek kain bajuku sedikit lalu diselipkan ke batang pohon sebagai tanda. Selama perjalanan aku lakukan hal itu sampai akhirnya aku hanya memakai kaos oblong dan celana panjang. Baju luarku sudah habis dipakai untuk membuat jejak, dan sepertinya ada beberapa peserta yang memanfaatkan itu.

                Aku tidak ambil pusing soal itu, yang kupikirkan adalah aku ingin segera sampai ke tower itu dan melanjutkannya ke sirkuit terakhir. Aku sudah tidak bisa membuat jejak lagi karena aku tidak mungkin membuka semua pakaianku, jadi kuputusakan hanya mengandalkan insting.  Mobil peserta lainnya sudah melewatiku namun aku tidak takut tertinggal karena ada sesuatu yang menunggu mereka. Instingku tepat tidak lama setelah mereka melewatiku pohon-pohon mulai bergerak dan mereka hidup lalu mengamuk melemparkan mobil-mobil peserta. Mobil peserta yang jatuh dan ringsek langsung menghilang, mereka kembali ke tempat awal sirkuit Tower “P”. Pohon-pohon yang hidup menciptakan ruang puzzle menjadi lebih renggang.

Dengan cepat aku jalankan mobilku melewati kaki-kaki mereka, beberapa pohon menembaki mobilku dengan ranting-ranting yang tajam. Mobilku menjadi bolong-bolong bagian belakangnya, selain itu aku lihat Rune dan Redina menyemburkan api-api mereka. Greed sang mobil bayangan mampu melewati mereka dengan mudah. Begitu juga dengan yang lainnya yang sepertinya sudah bisa mengatasi kesulitannya. Samar-samar terlihat cahaya-cahaya kecil terbang keluar dari pohon-pohon tersebut dan cahaya hinggap disalah satu bagian mobilku.

                “Oh tidak... Peri lagi,” Ucapku.

                Peri itu memukul-mukul kaca mobilku namun sepertinya sia-sia karena peri sekecil itu tidak mungkin bisa menghancurkannya. Cahaya yang keluar dari pohon-pohon menjadi sangat banyak bahkan karena banyaknya sehingga terlihat seperti sekumpulan angin ribut. Peri-peri itu segera menuju mobil-mobil peserta yang melawan para pohon. Mobilkupun tidak luput dari serangan mereka, mereka masuk kedalam sela-sela mobilku dan merusak beberapa bagian mesin mobilku.

                “Oh tidak...” mobiku mengeluarkan asap dari kapnya dan beberapa peri berhasil masuk dalam mobil dan menggangguku. Aku mencoba mengibas-ngibaskan tanganku mengusir mereka, seperti seekor nyamuk yang sulit ditangkap mereka bergerak sangat cepat dan mengganggu laju mobilku. Kubanting sentirku kesamping karena hampir saja aku menabrak salah satu pohon dan bisa-bisa aku harus mengulang lagi pertandingan ini. Terpaksa aku gunakan lagi telekinetikku untuk menyingkirkan mereka dari kaca depan mobilku.

                Didepanku berdiri megah Tower Of Puzzle, dengan penuh semangat aku teroboskan mobilku melewati mahkluk-mahkluk pohon yang menghalangi jalanku. Akibatnya kedua spion sampingku hilang dan bagian samping mobiku penuh dengan goresan dan penyok. Untunglah mobilku masih bsia melaju dengan normal dan sampai dengan selamat di Tower Of Puzzle.

                “Wah...wah...wah..., sepertinya perjalanmu sangat berat ya” Ucap Juri Hea sambil menempelkan stempel “P” dimobilku.

                Mobilku sudah diberikan Stempel “P” maka mobilku kembali menjadi baru dan aku bisa memasuki gerbang kastil LCDP dengan mudah. Dengan semangat kukendarai mobilku dengan cepat menuju garis finish, tapi sepertinya tidak semudah itu. Crimson dengan mobil terbangnya melesat hendak menyusulku, diikuti oleh Shina dengan mobil Cyber Formulanya, lalu Jeremy dengan mobil canggihnya, Rune mobil apinya dan Demetria dengan mobil speedy. Aku dan kelima peserta lainnya berpacu di jalan kastil menuju garis finish. Kami saling menyusul ditikungan dan saling menyalip satu sama lainnya. Crimson bergerak sangat cepat sambil menyebarkan apinya dan Rune bergerak cepat membakar jalan sirkuit. Shina segera menggunakan Boosternya untuk menyusul yang lainnya namun tiba-tiba sebuah bayangan hitam melesat dengan sangat cepat melewati semuanya.

                Greed tiba-tiba saja ada diposisi pertama membuatku menjadi sedikit kesal karena dia bisa tiba-tiba saja muncul seperti itu. Kulihat kaca spion depanku dan sepertinya para peserta lainnya sudah mulai datang. Singgasana Ratu adalah garis finishnya dan letaknya berada didalam kastil, jalan menuju kastil penuh tikungan dan kelokan mengingatkanku pada sirkuit pertama. Aku masih berada diposisi kedua mencoba menyusul Greed. Kulihat Shina dan Crimson juga membayangi posisiku, aku tidak akan membiarkan mereka menyusulku. Aku mencoba menyusul Greed namun sepertinya Greed juga tidak ingin aku menyusulnya, dia terus saja menghalangi jalanku saat aku akan melewatinya. Jarak dengan istana semakin mendekat, tapi aku belum bisa melewati Greed.

                Aku teringat sesuatu, aku percepat laju mobilku dan Greed segera menghalangiku tapi aku terus maju menerobosnya dan berhasil melewatinya. Mobilku menembus mobil Greed dengan mudah, aku baru sadar bahwa Greed hanyalah bayangan dan bisa ditembus secara fisik. Gerbang istana didepan mata dan singgasana Ratu sudah terlihat, aku tersenyum lebar. Tapi lagi-lagi hal tidak terduga terjadi saat hampir sampai jembatan istana mobilku langsung berhenti, aku menjadi bingung apa yang terjadi?. Kulihat keluar jendela, tangan-tangan berwarna hitam memegangi mobilku dengan sangat erat.

                “Greed, ternyata dia belum menyerah,” gerutuku.

                Greed semakin mendekat, aku gunakan telekinetikku untuk menghentikan laju mobilnya dan berhasil mobil Greed tidak bergerak. Mobil yang lainnya segera menyusul namun aku menahannya juga. Karena aku tidak mau kalah, akhirnya aku putuskan untuk menahan semua mobil didepan gerbang istana dengan telekinetikku. Semakin banyak peserta yang datang semakin berat aku menahannya dan perlahan mobilku mulai bergerak karena terdorong oleh mereka semua. Seperti 2 kutub magnet yang sama didekatkan maka mereka akan saling tolak menolak.

                “Hei, Apa yang kau lakukan?” Teriak Jeremy yang mobilnya juga tertahan.

                Sepertinya semua peserta memaksakan mobilnya untuk bergerak, dan aku sendiri sudah tidak kuat menahannya. Kuarahkan kedua tanganku untuk menahan mereka semua dan akhirnya “BRRRRAAAAKKK...” samping mobilku penyok lalu terlempar dengan cepat kearah garis finish. Dan mobilku tepat di garis finish didepan singgasana ratu dan ratupun tersenyum melihatku.

                “Ha...ha...ha...ha...” Aku tertawa senang karena aku berhasil memenangkan balapan ini.

Read previous post:  
55
points
(422 words) posted by Sam_Riilme 9 years 27 weeks ago
78.5714
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | Battle of Realms | Bonus Level | N2
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

ide balap mobilnya keren kak, tp entah knp rasanya ada yg kurang (bukan krn cuma dikit peserta yg muncul kak) x3
ngg, kasi A deh

100

Wakakakakakak ga nyangka bisa jadi balapan mobil. Sebenarnya ide ini keren, tapi kau cenderung bikin cerita pergumulan Yunus menghadapi rintangan yah. Padahal ya, saya juga baru menyadari hal menarik. Tiap mobil kan punya ciri khas pengendaranya masing2, jadi daripada bikin pergumulan melawan rintangan, kenapa ga bikin pergumulan antar peserta aja? Jadi lebih ditekankan ke balapan mobil dengan kemampuan2 aneh, kayak Maha Go ya klo gag salah?
.
Tapi nyumbang A aja deh, semoga Yunus sukses!

80

Typo nama Sakaki Ko juga (jadi Sasaki). Tapi idenya ngejadiin ini balapan mobil beneran saya acungin jempol
.
Nyumbang A deh. Saya seneng masih banyak yang minat bikin BL 1

(_ _) Terima kasih.

100

kyaaa, kereeeeenn!! >______<
.
menangnya mendadak gitu ya, uhum gak keliatan si karakter lain kecuali Rune, Redina, n Greed.. o__o
tapi tapi tapi aku suka Al disini!! uwooo, nabrak2in hantu itu sebenernya yg bikin Al gak suka naik mobil ! XDDD #meracau #plak
.
skor A
.
btw typo nama Hazel.. o.O

(_ _) Terima kasih. maaf aku tidak bisa tampilkan semua karakter karena pake POV 1.