Eastern Arising - Prolog and Chapter I: The Twin Assassins

 

Prologue: Vision of Power and Destruction

 

Dewa merupakan keberadaan yang aneh. Terkadang mereka mengawasi pengikut mereka tanpa pernah berkedip. Terkadang mereka melakukan tidur panjang selama ribuan tahun tanpa alasan yang jelas. Tapi terkadang bila saatnya tepat, mereka akan turun dan memberikan pencerahan. Siapapun yang cukup beruntung akan mendapati pikirannya dirasuki oleh ide-ide dan penglihatan ilahi.

 

                Api dunia berkobar terang kemanapun ia memandang. Lidah apinya terbang tinggi dan memakan langit. Dan di hadapannya… Di hadapan dirinya sendiri, menjulang layaknya bukit tak tergoyahkan, bentuk termurni dari kekuatan dan kehancuran, Dagorath.

                Matanya sendiri tidak dapat menampung keagungan Sang Kekuatan. Ia jatuh berlutut. Di hadapan dewa kekuatan dan kehancuran ia tidak lebih dari makhluk hina.

                “Bangkitlah, Zargerus yang bijak. Para dewa telah memilihmu.”

                Suara itu menggema langsung dalam kepalanya, begitu dalam dan begitu tua. Zargerus mengangkat kepalanya dan hanya itu yang ia lakukan. Kedua tangannya masih menyentuh tanah dan tubuhnya masih membungkuk rendah.

                Dengan bentuk seekor naga agung berkepala tiga, Sang Kehancuran menatap dirinya. Tatapan itu langsung masuk dan menusuk pikirannya. Dalam sekejap berbagai pemikiran berputar tidak terkendali layaknya angin topan. Pengetahuan-pengetahuan yang tidak seharusnya diketahui kaum mortal memenuhi kepalanya.

Misteri mantra dan jampi-jampi sekarang tidak lebih dari teka-teki anak kecil bagi dirinya. Dalam sekejap rahasia terdalam sihir dan alam terbuka untuk dirinya. Ia merasa napas Dagorath sendiri merasuki jiwa dan tubuhnya, memberikannya kekuatan yang bahkan diluar imajinasi terliar kaum mortal.

                Tabir masa depan terbuka tepat di belakang mata kepalanya sendiri. Ia dapat melihat takdir kaumnya sendiri. Ia dapat melihat awan gelap yang perlahan-lahan menutupi takdir kaum kirzka. Tapi di saat bersamaan ia juga melihat bahwa gerigi waktu dapat dibengkokan. Ia dapat melihat dirinya sendiri, memimpin pasukan terbesar yang dapat disaksikan dunia. Di salah satu alur waktu bahkan ia dapat menjadi seorang pemimpin atas seluruh kirzka dan membawa kaumnya pada puncak peradaban.

                Seiring dengan berhentinya pusaran pengetahuan di kepalanya, sebuah suara yang begitu kuat memerintahkan dirinya… Mengobarkan api jiwanya.

                “Bangkitlah Zargerus! Tinggalkan dirimu yang lama! Kau bukan lagi ‘yang bijak’, sekarang kau adalah juara pilihan Dagorath! Bangkitlah! Sekarang suaramu sendiri adalah titah kekuatan dan kehancuran! Kau akan memimpin seluruh anak-anak Dagorath. Kau akan mendirikan kekaisaran yang layak untuk nama Dagorath. Kau akan mendirikan Kekaisaran yang mencemooh seluruh dewa lain dan anak-anak mereka!”

                Kata-kata itu perlahan pudar bersama dengan dunia mengagumkan yang dilihatnya, tapi tidak dengan kekuatan yang ditinggalkannya. Ia dapat merasakan dirinya terhempas dengan sangat kuat, kembali ke dunia fana. Zargerus telah meninggalkan pencerahan ilahinya.

Pada malam itu bulan menyala terang seakan-akan berkobar terbakar. Di bawah tanda itu ia terlahir kembali. Ia adalah pembawa pesan kekuatan dan kehancuran. Ia adalah juara pilihan Dagorath.

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
90

wah...keren...
Pa-padahal berharap itu double-eru nya pasangan incest...wkwkwkwkwk
.
Kyaaa~ kerennn...elf elf...kyaaa~ >.<
.
Btw bahasa kirzka itu dr bahasa apa?

Sangat disayangkan ya, pasangan elfnya XD
-
Kirzka itu bahasa buatan sendiri XD
-
Makasih masukannya