Persona : Sacrifice. Chapter 9

Beginning of The Converge

Wednesday, 21 July, 10.23 PM, Naginomori Town Park

Taman Naginomori malam ini tak lagi lengang. Di sudut taman yang sepi dan jauh dari keramaian kota itu, tiga remaja berdiri saling berhadapan. Dua gadis dan satu pemuda. Namun tak hanya mereka. Tiga makhluk yang sulit didefenisikan juga hadir disana. Melayang di atas kepala mereka. Makhluk virtual namun nyata yang disebut Persona.

"Ayumi!!"

Jun dan Akira tiba di taman dengan terengah-engah. Disusul Daichi. Mereka masih kepayahan dan berusaha mengatur nafas karena berlari sejak tadi.

"Ck, makin banyak saja saksi mata.." Laki-laki dengan jaket hitam itu melihat Akira dengan tatapan tajam. Kemudian melirik partnernya.

"Tsubasa, retreat or fight??" Ucapnya pada gadis berambut perak itu.

Gadis itu belum sempat menjawab, tiba-tiba puluhan butiran es datang bagai panah menghujam kearah mereka berdua. Namun secepat itu pula Persona hitam milik pria tadi langsung membungkus mereka berdua dalam lingkaran hitam. Perisai gelap transparan yang mirip seperti kubah langsung terbentuk, mengelilingi mereka berdua.

"Sabar, cantik..." Laki-laki itu tersenyum sinis dan melirik Ayumi.

Di seberang mereka, Ayumi tampak sangat berbeda dengan biasanya. Setidaknya itulah kesan yang ditangkap Akira dan Daichi. Mata Ayumi yang biasa ceria dan jenaka kini tampak begitu tegang dan serius. Di atas kepalanya, melayang makhluk merah muda -yang sangat sulit digambarkan rupanya- berdiri merentangkan tangannya.

"Makhluk itu juga... Ayumi??" Akira bergerak mendekati Ayumi, yang nampak tidak memperhatikan kehadirannya.

Baru tiga langkah Akira berjalan dan Ayumi menoleh. Wajahnya nampak marah dan matanya sembab. Masih ada sisa air mata yang mengering, namun masih bisa dilihat oleh Akira. Melihat wajah Akira, air muka Ayumi nampak menenang.

"Akira.. Kun.."

Ayumi serta merta berbalik memeluk Akira. Jun menggenggam kencang pada dadanya. Kemudian menunduk. Tanpa Ayumi berkata pun, ia sudah tahu, ia sudah merasakan apa yang terjadi.

Kenapa harus terjadi seperti ini? Batin Jun dalam hati. Matanya yang terpejam menegang menahan sakit yang bukan miliknya, namun juga ia rasakan.

* * *

Berpuluh kilometer dari taman itu, di sebuah mansion.

"Jadi, pemilik Persona itu sudah bertemu...?"

Seorang pria berdiri menghadap jendela. Membelakangi ruangan yang nampak lenggang karena hanya ada sepasang sofa dan meja di ruangan itu. Ruangan ini dialasi karpet merah yang tebal dan empuk, serta berhiaskan sederet pajangan di dinding, mulai dari lukisan, emblem, hingga kepala rusa dan beruang.

Pria tadi masih menghadap jendela. Memainkan rokok di tangan kanannya. Ia mengenakan jas hitam rapi dan celana hitam yang klimis, berdiri dengan tegap dan tegak. Di belakangnya, berdiri Sonoda_san.

"Bukankah itu bagus? Anak-anakmu bisa memanen lebih banyak jantung untuk dibawa ke mainanmu itu hari ini" suara itu terdengar sinis.

Sonoda tampak marah. Ia menguatkan kepalan tangannya.

"Jangan sebut eksperimen kami mainan!!!" Ucapnya dengan nada keras.

"Anak-anak itu belum siap..!! Dan jika polisi mengetahui aksi mereka di taman itu. Semua eksperimen ini akan sia-sia!!"

Suara Sonoda san menggema di ruangan itu. Dinding-dinding memantulkan suaranya. Namun pria di hadapannya nampak acuh. Sonoda bisa melihat, dari pantulan kaca, pria yang membelakanginya itu tersenyum. Kemudian tertawa dengan nada mengejek.

"Manusia biasa seperti kalian terlalu berambisi dengan Persona" ia menoleh, menghadap Sonada. "Persona sangat indah, independent, semua orang memilikinya. Untuk apa menjual impian yang muluk?"

Sonada terdiam. Raut wajahnya tampak gusar menyimpan kemarahan, sementara pria di hadapannya tampak begitu tenang. Dalam satu tarikan nafas ia menghisap rokok di tangannya.

"Memang, keberadaan Persona belum saatnya untuk terungkap. Aku akan membantumu." Ucap pria itu, "Itu tidak akan sulit, ya kan, nak?"

Terdengar suara cekikik yang lirih di belakang Sonoda, suara tawanya mirip suara gadis kecil. Ia menoleh, dan ia melihat seorang gadis kecil berjalan mendekati mereka berdua. Berpakaian putih terusan yang anggun dan berambut lurus. Usianya sekitar dua-empat belas tahun, tebak pria itu. Wajahnya nampak sangat polos, dan memancarkan kecantikan. Namun seiring langkah gadis kecil itu melangkah. Bulu kuduk Sonoda meremang, seperti ada perasaan ngeri yang menyesakkan.

"Anakku yang cantik, ayah punya tugas untukmu..." Ucap pria itu, dengan nada merayu

"Siapa anak itu??" Potong Sonoda dengan heran.

Pria di hadapannya tersenyum bangga, sekaligus sinis.

"Salah satu eksperimen kalian yang berhasil. Selamat." Jawab pria itu.

Sonoda san menoleh, melihat gadis itu lekat-lekat. Ia benar-benar tak percaya.

"Apa aku dan Alice_chan boleh bermain, Yah??" Tanya gadis itu, suara yang keluar dari bibirnya sangat merdu. Wajahnya nampak ceria.

Sonoda hanya terpaku di tempat.

"Belum, sayang.. Akan tiba waktunya.. " Ucap pria itu. "Saat ini, ayah mau minta kamu untuk mengamankan taman kota Naginomori. Hanya beberapa kilometer dari sini. Bisa kan??"

Gadis itu melirik Sonoda dengan heran, kemudian kembali menghadap orang yang ia sebut Ayah tadi. Melihat "Ayah"-nya tersenyum, ia ikut tersenyum.

"Tentu saja, mudah sekali untuk Alice_chan." Ucapnya sambil tertawa.

Gadis itu lalu berbalik meninggalkan mereka sambil tertawa kecil. Ketika ia menutup pintu. Sonoda san kembali berpaling ke pria di hadapannya.

"Sekarang kau tak perlu cemas, Taman itu sudah 'diamankan'." Pria di hadapannya berkata sambil tersenyum bangga. "Biarkan saja anak-anakmu bermain"

Jauh di balik kaca jendela, nampak awan mulai bergerak, menutupi bulan sekali lagi.

* * *

"Kita hadapi saja mereka, dengan begitu Sonoda_san bisa bangga dengan kita". Ucap Tsubasa dengan wajah serius. Tak lama setelah menyelesaikan kalimatnya, Persona miliknya keluar bersamaan dengan aura ungu yang membara. Menampakkan kait tangannya sekali lagi.

"Kau benar, baiklah.. Aku harap Takeshi ada disini"

"Bukan masalah, mereka semua pemula, aku yakin mereka bahkan belum mengenal Persona mereka sendiri." Ucap Tsubasa sambil memainkan jarinya.

Tsubasa mulai melangkah, mendekati Ayumi dan Akira. Ia berjalan menembus perisai yang dibentuk Persona Shouta.

"Bodoh!! Jangan gegabah!!" Teriak Shouta.

"Gadis itu untukku. Sisanya urus saja!!" Teriak Tsubasa sembari berlari menerjang ke arah Ayumi dan Akira.

"Nagano_san!!" teriak Daichi.

Daichi segera berlari menghampiri Ayumi dan Akira, namun baru dua langkah tubuhnya langsung membatu. Seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan.

"Jangan buru-buru kawan.."

Daichi melihat di bawah kakinya, tertera simbol-simbol berwarna hitam yang berpendar, simbol itulah yang mengunci tubuhnya. Membuat ia terpaku seperti patung batu. Keringat dingin menjalari tubuhnya. Sialan!! Batinnya.

Di mana kau?? Kenapa kau tak mau membantuku..

..

..

Tak ada jawaban

Hei makhluk hijau sialan!! Bantu aku!!

- Ck, saat seperti ini, baru kau mau meminta bantuanku..? -

Suara itu! Daichi mengenalnya. Suaranya sendiri.

Cih, baiklah. Aku minta maaf...

- Maaf untuk apa? Kesombonganmu? Kemunafikanmu?

Apapun itu!!! kaulah yang lebih tahu.. Siapapun dirimu

- Namaku Patrimpas, dan aku adalah dirimu..

* * *

Aku adalah dirimu...

Kamu adalah diriku...

* * *

Daichi tersenyum, tubuhnya terasa menegang bagai disengat listrik tetapi ia merasa amat segar. Sementara Shouta merasa mantra yang mengikat diri Daichi mulai mengendur.

"Ini akan merepotkan." Ucapnya, kemudian ia membentuk tangannya seperti pistol, membidik Daichi. Persona miliknya bersiap mengayunkan

ZIO!

Sebuah petir berwarna kuning kehitaman keluar dari seiring dengan sabetan pedangnya. Menyambar Daichi secepat kedipan mata, dan menimbulkan suara menggelegar. Debu dan asap memenuhi udara.

"Daichi_niichan!!" Teriak Jun

Asap yang tadi mengepul perlahan mulai menghilang. Shouta tersenyum. Ia berfikir bocah tadi sudah tewas sebelum sempat berbuat macam-macam. Namun melihat silue hitam di balik asap masih berdiri tegak, senyumnya menghilang.

Di hadapannya Daichi berdiri, menggenggam kepala dengan tangan kanannya dan tersenyum. Asap yang menghilang berganti menjadi aura hijau mengelilingi tubuhnya

Di atas kepalanya melayang sosok gagah dengan rambut hijau menegak. Memegang tombak serupa petir, seperti yang pernah ia temui. Ia adalah Patrimpas sang dewa tumbuh-tumbuhan, pelindung panen para petani.

"Sudah kuduga, Persona berelement petir." Shouta tersenyum tegang. "Menarik sekali"

Daichi tersenyum. Ia belum pernah merasa begitu bebas dan bertenaga.

"Mari pemanasan dulu, kawan.." Tantang Daichi, sementara sang Patrimpas mengayunkan petirnya.

* * *

Mundur 2 menit sebelumnya, di taman yang sama.

* * *

AWASSS..

Tsubasa maju menerjang. Akira refleks bergerak maju mengambil posisi, melindungi Ayumi.

"Jangan menghalangi!!!" Ancam gadis itu.

Akira bersiap, ia pejamkan mata.

Muncullah..

..

..

BUAKK!!!

"Akira_Kun!!!" Jerit Ayumi

Akira jatuh terpental ke belakang. Ayunan tangan Persona Tsubasa membuatnya terpental hampir 5 meter jauhnya dari tempat ia berdiri. Seluruh tubuhnya terasa remuk.

Ayumi tidak ambil diam. Ia meraih tangan Tsubasa dan menariknya. Lengan kiri Tsubasa melayang hendak mendarat di pipi Ayumi namun dengan tangkas tangan kirinya menangkap kepalan itu sebelum sempat menyentuh wajahnya.

Kini wajah mereka berdua berhadapan.

"Tangkapan bagus... Anak manja... " Tantang Tsubasa. "Baru kali ini melihat kawanmu mati? Eh??" Ejeknya.

Salah, ibuku sudah mendahuluiku. Kini temanku kau rampas. Batin Ayumi

Ayumi hanya diam memandangnya dengan tatapan penuh amarah.

"Bila pacarmu itu mati juga, kira-kira apa yang terjadi?" Ucap Tsubasa, sambil melirik Akira.

Ayumi menoleh, Akira tengah berusaha bangkit sementara sebuah bola berwarna hijau berpendar sudah berputar di hadapannya.

"Lari_niichan!!!" Pekik Jun

Terlambat..

Akira masih memegang kepalanya yang pusing. Ia baru menyadari ada bola hijau berpendar di hadapannya.

ZAN!!

BLAAARRR

"Tidaakk!!!"

Bola energi hijau itu meledak, memancarkan cahaya dan suara yang keras. Seiring dengan itu terdengar suara jeritan Akira yang memecah malam.

Dunia Akira hanya diisi rasa sakit. Sakit yang menghujam setiap inci tubuhnya. Selanjutnya, semua dikelilingi warna hitam.

* * *

Jun berlari kearah Akira, kemudian meraih tubuhnya yang tak sadarkan diri. Ledakan itu sangat keras, namun anehnya tubuh Akira tak terluka sama sekali.

Setelah memeluk Akira, sosok berjubah putih keluar dari diri Jun. Memayungi mereka berdua dengan ayunan tongkatnya.

Jun mengecek nafas Akira, namun udara tak berhembus dari hidungnya. Ia memeriksa denyut jantung, Tidak ada yang ia rasakan. Ia semakin panik. Ia tempelkan telinganya, tak ada suara. Ia pejamkan mata berharap bisa mendengar suara hati sepupunya. Tak ada yang ia dengar.
Hening.

Air mata Jun menetes, di atas dada Akira ia meletakkan kepalanya dan berteriak keras, memanggil nama Akira dan menggoyangkan tubuhnya. Tak ada jawaban.

* * *
(To be cont..)

* * *

Pontianak, 25-09-2012
(Selesai di kala termenung di kamar hotel jam 12.34 malam)

Read previous post:  
36
points
(1753 words) posted by phantom27 8 years 31 weeks ago
90
Tags: Cerita | Cerita Pendek | petualangan | dansou | FANFIC | fantasi | kolaborasi
Read next post:  
Writer AL_paper
AL_paper at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)
90

Bener2 di bantai sm si villy kw an, wkwkwkwk. Apa perlu gw bantu ngebantai lg??
Kalo masalah typo gw maklumin lh, msh pusing gara-gara kerjaan. Yang penting, ngga ada kata "budget" di dalam ceritanya. Hehehe.
Yang gw bingung kata "ZIO" n "ZAN" itu apa? Coba cari kata untuk menggambarkan suara-suara efek gitu. Dua kata yg lo pilih mlah buat sy susah ngebayanginya. Hehehe.
Truz, kalimat "mundur 2 menit sebelumnya, di taman yang sama" itu koq kesannya mengganggu ya?? Ini pendapatQ aja. Walaupun maksud dan tujuanny sy tw, tetapi penggunaanny ngga paz bwtQ.
But, over all, ttp suka. Ditunggu chapter selanjutnya ya.

Writer phantom27
phantom27 at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)

Horeee dikomennn hihihi \(´▽`)/ biarin deh dibantai kan biar ada imprupment ke depannye, hehe..

Hmm...
Zio sama Zan itu nama Magic Persona, Zio itu jurus listrik, kalau Zan itu jurus non element (almighty). Namanya emang aneh
-__-" dan gw jg garuk2 kepala waktu masukin nama itu, sangat gak cocok. Hihi.. Blm lagi Agi, Magnus, Hama, Mudo, -__-"
Ada saran??

Yaa, untuk penegasan setting waktunya sih, supaya gak terkesan "ini kawannya lagi bahaya kok ga dibantuin sih??", gitu...
Susah jg ya kalo buat cerita, padahal kalo digambar gampang banget setting timenya, (tapi ngegambarnya yg stengah mampus) hihihi

Writer AL_paper
AL_paper at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)

Ow jadi itu kalimat yang di keluarkan pemilik persona ya??
Di kasih tanda kutip donk an, biar kagak salah paham.
Truz dari mana mereka tau nama jurusny?
Knp ngga kmu buat aja namany itu yg gampang dimengerti? Seolah2 nama jurusny itu berasal dari pemilik persona tersebut?

90

siap dibantai villy kakak phantom?xixixixixi
> ada typo parnernya~> partnernya
.
> trus ya, pertanyaan yg wajib dijawab...kakak pernah memperhatikan cara penulisan sebutan di jepang spt kun,sama,san,chan??
Akira-kun, Sonoda-san, dll...bukan di _ juga bukan pake spasi...nah terus nii-chan itu kakak laki2, lengkapnya si onii-san...cm kadang ada yg pk -sama atau -chan...nah kalau pakai nama ga usah pake chan.... Contoh: "Akira-nii!!!" atau kalau gak "Nii-chan!!!"
Gitu...begitu pula ama nee-san(onee-san-kakak cewe)
.
> umm yg bikin nama persona sapa? Mmg mau di pake dengan ejaan luar negeri? Soalnya nama2 di sini(& setting) pake jepang...kaya Alice, itu kalo ditulis ama org jepang jadinya Arisu(biasa c pk katakana)
.
.
.
Ow ya, kak phantom...itu angka 27 di belakang nick umurnya ya??wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Writer phantom27
phantom27 at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)

Hahaha, banyak typoooo -__-"? *Garuk kepala.

Haduh, aku blm prnah merhatiin tu vill, salah ya??
Pengetahuan saya sebatas istilah jepang hanya dari game ni sendiri dan karyanya si Dansou. Itupun penulisannya ga kuperhatiin, haha...
Btw thanks ya pengetahuannya, ntar ku terapkan.

ooo... Itu nama -__-" . Saya blm setua itu...
Itu gara2 pas register nama yg saya pilih udah ada yg pakai, akhirnya saya pakai angka. Itu tgl lahir saya, hihihi

Btw ada yg tahu cara ganti namaa???
*nyebar sepanduk

hmmmm....23?? :p
.
Kl masalah ganti nama g tau...villy mau ilangin 'valentine' nya tuch...kepanjangan!
Toh plg2 nama villyca cm villy doank...wkwkwkwkwkwk#pede x #

Writer phantom27
phantom27 at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 29 weeks ago)

Hampir tepat, hehehe...

Iya ni pgn ganti nama, huff keknya gag bisa ya??

Writer coffeeofsea
coffeeofsea at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)
80

kereeeeen :)
ada blog? kunjungi blog saya : hiddencurtain.wordpress.com

Writer phantom27
phantom27 at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)

Makasiih \(´▽`)/
Iya insya Allah mampiirr, hihi

Writer ianz_doank
ianz_doank at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)
100

makin lancar aja kawan ini berkarya, aseekk..

Good job bro!
Aku tunggu lanjutannya.. Cepetaaaan.. Hahaha..

Writer phantom27
phantom27 at Persona : Sacrifice. Chapter 9 (8 years 30 weeks ago)

Hahaha... Suntuk yaaannnn...
Iya ni kepikiran lanjutannya , ada yg mau bantu