Three Detectives and Friends (kasus pertama part 9)

 

Tidak hanya Yuka dan Zari yang melakukan kunjungan ke museum dan mewawancarai beberapa orang pengunjung, tetapi teman - teman mereka juga melakukan hal yang sama. Dan apabila mereka telah selesai mewawancarai, mereka berkumpul di rumah Rosu.

Ketika Yuka dan Zari tiba di rumah Rosu, teman - teman mereka tiba lebih dulu.

"Di tempatku, tiga orang dicurigai," kata Rosu mengutarakan pendapatnya.

"Di tempatku, empat orang dicurigai," kata Rizu tak mau kalah.

"Di tempat kami, hanya dua orang yang wajib dicurigai," kata Zari tak mau kalah.

"Kukira, di tempatku, pelakunya berinisial S," kata Yuka berpendapat.

"Aku ingin mendengar kesaksian orang - orang yang kamu curigai, Rosu," kata Ai meminta pada Rosu.

"Baiklah, tolong dengarkan dengan seksama," kata Rosu menjawab.

 

Orang pertama: "Keping itu benar dari Mayana. Aku percaya. Jika aku mempunyai keping itu, akan aku selidiki lagi."

Orang kedua   : "Keping itu bukan dari Mayana, tapi dari Inca. Jika aku mempunyai keping itu, aku akan menjualnya ke luar negeri."

Orang ketiga   : "Bukan dari Mayana, tetapi dari Indonesia. Bila aku mempunyai keping itu, akan aku kembalikan ke museum lagi."

 

Yuka dan yang lain menyimak dengan seksama dan baik - baik. Dan Yuka tahu siapa yang patut dicurigai dari kesaksian - kesaksian tersebut.

 

~ Bersambung ke kasus pertama part 10 ~

Read previous post:  
30
points
(237 words) posted by augina putri 9 years 17 weeks ago
60
Tags: Cerita | Novel | lain - lain | detektif | misteri | persahabatan
Read next post:  
70

Untuk membuat ending cerita berseri yang greget, gunakan cliffhanger. Tapi itu juga udah mulai klise, sih :P
--
Ada beberapa masukan teknis. Paragraf awal: "apabila" adalah untuk pengandaian, atau untuk sesuatu yang belum terjadi. Dalam konteks cerita ini, agaknya lebih baik digunakan kata "sewaktu", "setelah", "ketika", jika memang alurnya adalah proses.
--
Kemudian tanda hubung untuk kata ulang ditempelkan di tengah-tengah <- seperti ini, bukan seperti ini -> tengah - tengah
--
Dan kenapa selain Yuka dan Zari, penyelidikan yang lainnya seolah di-skip?

Soalnya saya saat menulis tidak terpikirkan penyelidikan yang lain, tapi malah terpikirkan hasil penyelidikannya.
Terima kasih komentar dan nilainya, kak. :)

80

Mantaph neh.
Cuman untuk ending part ini kurang greget.
Ngga nimbulin rasa penasaran.
Saya juga udah nebak neh, tinggal ditunggu kelanjutannya.

Bingung nih kak untuk bikin ending yang greget. Bingung misah-misah bagian ceritanya di mana. Terima kasih comment nya dan point nya. :)

90

Haiyaaaaahhhhh!-.- ini mungkin gara" saya gatau koin itu dri mna.. jdi samar"-.-

Memang jalan cerita nya begini,sih. Saya tertarik dengan Machu Picchu dan Kerajaan Inca, jadi saya masukkan deh 2 hal itu untuk ide di kasus ini. :)

100

Hmm... Makin lama makin rumit atau saya yang aneh ya.. -__-"

Hee. Bagus skali idenya, keknya seri ini masi panjang ya untuk kasus pertama.

Btw, slm kenal. Mampir ya

Makin lama nggak makin rumit,kok. :) . Memang untuk kasus pertama ini saya mau buat panjang, mungkin sampe belasan part. Untuk kasus kedua sih idenya sudah ada,tapi belum tahu mau sampai part berapa. :)

80

Hai hai hai, aku penulis pemula disini. Tapi kalau boleh saran, setelah dialog seharusnya tidak selalu diakhiri dengan 'kata xxx' seperti :

"Di tempatku, empat orang dicurigai," kata Rizu tak mau kalah.

"Di tempat kami, hanya dua orang yang wajib dicurigai," kata Zari tak mau kalah.

"Kukira, di tempatku, pelakunya berinisial S," kata Yuka berpendapat.

"Aku ingin mendengar kesaksian orang - orang yang kamu curigai, Rosu," kata Ai meminta pendapat pada Rosu. (tanpa 'kata' pun sebenarnya sudah bisa terdengar baik)

"Baiklah, tolong dengarkan dengan seksama," kata Rosu menjawab. (terdengar lebih baik : jawab Rosu)

Coba saja baca dinovel-novel, tapi menurutku ide ceritanya bagus banget :)
Mohon masukannya dipost-an punyaku ya :)

Iya, terima kasih sarannya dan point nya. :)