Resident Evil : Memories of The Lost City (Prolog)

* * *
Derap langkah kaki terdengar memenuhi lorong, bergema dan saling beradu dengan nafas yang terengah-engah. Seorang pria berlari seperi kesetanan. Wajahnya yang ditutupi masker asap membuat nafasnya terdengar begitu berat. Lorong ini begitu terang, begitu panjang, pintu di ujung sana merupakan titik amannya yang pertama. Pikirnya.

Di belakangnya terdengar suara erangan yang keras. Suaranya jelas terdengar sebagai suara manusia, namun sisi otak manapun tidak akan bisa membayangkan manusia seperti apa bisa menghasilkan suara raungan seperti itu. Ia tidak ingin membayangkan wujudnya, karena jelas saat ini ia hanya ingin lari sejauh-jauhnya. Sejauh mungkin dari sumber suara mengerikan itu.

Aku akan mati, batinnya berkata. dan membayangkannya membuat seluruh tubuhnya gemetar.

Ia meraih pintu itu. kemudian kembali berlari melewati dua, tiga, empat pintu berikutnya. hingga ia sampai pada sebuah ruangan kecil. menyerupai kamar. Kecil dan buntu, dengan akar yang menggeliat pada ventilasi udaranya.
sebuah ruangan dengan mayat tentara yang berlumuran darah di sudut ruangan.

Suara raungan tadi mendekat Bersama bunyi langkah yang sangat keras.. Celaka!! Tidak ada tempat bersembunyi. Aku akan mati.

Hanya berselang beberapa detik dan pintu terbuka.

Ia berbalik dan melihat wajah itu. wajah terakhir yang bisa ia lihat dalam hidupnya. Manusia yang kini sudah tak lagi menyerupai manusia. Monster yang melewati batas imajinasi.

Suara teriakan menggema, disusul darah yang mengalir membanjiri lantai.

* * *

Deru sepeda motor melaju di tengah jalan yang lengang. Hari itu jalan terlihat sangat sepi. Tidak ada kendaraan yang melaju baik bersamanya maupun arah sebaliknya. Pengendara motor itu menoleh, melihat papan penunjuk jalan.

Welcome to Racoon City, Home of Umbrella

Ia melihat penunjuk bahan bakar motornya, sudah mendekati huruf E. Mungkin bukan hal yang buruk untuk singgah sejenak sebelum mencari informasi. Pikirnya. Ia menambah kecepatan. Bunyi kenalpot memecah keheningan malam.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di pusat kota. Ia menghentikan motornya di salah satu kafe yang ia temui. Kemudian melepas helmnya, menarik nafas, dan mengikat rambut panjangnya. Wajah di balik helm hitam tersebut ternyata gadis muda yang sangat cantik.

Kota ini sangat sepi, pikir gadis itu sambil berjalan. Ia melihat jam, hampir tengah malam. Wajar saja. Ia pun melangkahkan kakinya memasuki kafe, tanpa tahu apa yang menantinya di sana.

* * *

Sebuah jeep melaju di sisi jalan. Dan dari banyaknya debu yang menempel disana, siapapun bisa menebak mobil itu baru saja tiba di kota ini. Pengemudi jeep itu menepikan mobilnya dan menurunkan kecepatan. Mencari sisi aman dari tepi jalan dimana ia bisa parkir tanpa ditilang. Sangat aneh jika ia harus ditilang di hari pertama ia tiba di kota lokasi dinasnya sementara ia sudah berseragam kepolisian lengkap.

Pemuda itu melihat tulisan di bajunya, kemudian menghela nafas. Ini bukan awal yang baik, terlambat pada hari ia mendapat tugas pertamanya. Kebanggaan yang tertutupi oleh kekecewaan, terutama pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia harus ketiduran padahal ia tahu jarak yang harus ia tempuh untuk mencapai kota Racoon sangat jauh?
Kau memang bodoh, Leon, pekiknya dalam hati.
Ia menghela nafas lagi, kemudian mengambil ponselnya. Membuka text message teratas yang ada di Inboxnya.

Selamat Atas Keberhasilan Anda, Mr. Leon Kennedy. Selamat Bergabung dengan Divisi Keamanan Racoon City.

Ia memegang tulisan di dadanya. huruf RPD yang besar tertulis di rompinya.

Aku polisi sekarang, gumamnya. kemudian tersenyum simpul. Well. mungkin lebih baik aku mencari orang untuk bertanya arah daripada berputar-putar dan memperpanjang waktu keterlambatanku.

Mobil itu memperlambat kecepatannya dan berhenti. Leon membuka dashboard mobilnya. mengambil sebuah pistol yang tersimpan disana. Hanya untuk berjaga-jaga. batinnya. Penjahat bisa muncul kapan saja, ya kan?

Saat itu, Leon tidak tahu, keterlambatannya dan sikap waspadanya, adalah alasan ia masih bisa bertahan hidup, melewati kengerian yang takkan bisa ia lupakan seumur hidupnya.

* * *
(To Be Continued)

-----
Badau, 1 Okt 2012
(Resident Evil Series Disclaimer by Capcom)

Read previous post:  
Read next post:  

wooow

80

wah, secara keseluruhan ini keren *kedip
selain pngulangn kata dgn diskripsi yg sama, utk ukuran prolog udah oke :D
Mungkin, yg prlu dperhatiin sih mslh detil ; rasa sakit,ketakutan, suasana,kengerian, fisik zombie nya, dst
-
*bgtulah,menurut pndapat awam saya, mklum nyubee
salaman

Hahhaa txkuuuu.. Salam knal yaa.. Iya sm2 nubie saling berslaman
:P

90

Okay an, mantaph, bahasanya boleh lah tp ada beberapa point yg kurang.
Pertama, kalimat "namun sisi otak manapun tidak akan bisa..." ngga perlu sy rasa, walaupun untuk mempertegas tp buat saya itu malah pemborosan n ngga penting.

Terus, adegan awal itu kurang menegangkan, ngga dapat feel tegangnya, bener. Biasa aja.

Hihihii tks bro..

Iya ni faktor keburu buru nyelesein, nanti ku revisi.. Moga-moga gak sesimple yg ini -__-

Revisiny jgn berbareng dgn revisi budget tahap II ya.
Ntar ketukar lagi,
Dalam ceritamu muncul narasi, "ia terus berlari menghindari kejaran tenaga kerja AKAD yang semakin brutal"
Di budget yg mw di review muncul text "penambahan zombie"
Hahahahaha.

RE 6 keluar bentar lagi (moga-moga)

Iya rilis kemarin tgl 2 tapi blm tahu kpn msk indonesia..

Harus pny XBox atau PS3 dlu bru bs main.
(˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ )

80

I hate zombie...
.
Ummm,itu pas switch ke waktu yg lalu agak gimana gitu...pembukaan di awalnya(yg lampau) agak kurang greget..trus rasanya ketegangan waktu dikejar2nya kurang...
.
trus itu di paragraf awal2,ada pendeskripsian lorong 'begitu bla bla, begitu bla bla, bla bla..' nah itu kalau pakai kata2 yg sama mending pake di awal aja...'begitu terang, panjang, bla bla...' gitu...itu aja sich...

Txs villlllll....
Ya ni jg sy ngerasa kurang maksimal. Kmaren bwaannya pgn cpt-cpet nyelesein eh jadi bnyk minusnya, heuheu...
Tp txs. "Gitu aja" yang panjang sekali, xixixixi...

Aku lg kangen sm zombi makanya buat cerita ini, haha

blg kangen sama zombie?situ oke?*sweat drop*
Kangen tuch ama pacar,ama gebetan..ini kangen malah ama zombie....tar dicium ama zombie beneran br tau rasa...

Hihihi... Mksudny sama dunia per-zombie-an
Udah 3 tahun gak main game Resident Evil (˘̩̩̩_˘̩̩̩ʃƪ)
*curcoll

Hihihi... Mksudny sama dunia per-zombie-an
Udah 3 tahun gak main game Resident Evil (˘̩̩̩_˘̩̩̩ʃƪ)
*curcoll

wah bahasanya keren, boleh berguru ga nih? hehehehe

Haha mana bisaa saya ja masih belajar.. Tu bnyk yg kurang, heheuu...

Slm knal ya, yuk sama sama belajar yeeee

100

aseeeekkk.. Bahasanya keren.. *aku jd minder dg bhasa sndiri, trus cabut dari dunia tulis menulis dan beralih ke dunia tarik suara.. Gubraaaak!

Tp aku mau nanya, kalo bergumam atau membatin itu pake tanda petik kayak percakapan nggak ya? Meskipun bukan kalimat langsung.. *bingung*

kak Ianz,(sorry nyempil)...yg selama ini villy baca,beberapa penulis nich(baik di kecom maupun di novel)
-Jadi ada yang dibuat pake petik 2.cnth: "Yang benar saja!" katanya dalam hati.
-Pake petik 1. Contoh: 'Yang benar saja!'
-atau dijadikan 1 dlm narasi,cm di italic(villy pake yg ini untuk cerita pov1 ) contoh: Yang benar saja! Aku harus menurutinya? Kukepalkan kedua tanganku dengan erat. (maaph,berhubung villy ga tau cara Italic in di comment maka villy manualin aja...jadi yg di Italic adalah kata 'yang sampai erat'. Termasuk tanda bacanya juga)
Itu sich kalo villy...tp kalo novel yg villy baca(terjemahan) itu pake pov3...hmmm~ jadi sebenarnya villy tidak memberikan jawaban...hahahahaha*ditimpukin massa*

Kalau bergumam dan membatin keknya nggak deh yan, kecuali kalau berbicara langsung kali ya?? Aku ga paham jg.

Kalau bergumam dan membatin keknya nggak deh yan, kecuali kalau berbicara langsung kali ya?? Aku ga paham jg.

Ga harus gt jg kali yan??
pada mual nanti org2 dgr kau bernyanyi..
-___-"

Hmm, masa? Hihi.. Tp bnyk yg hrus diperbaiki nih. Nanti ku edit sikit skripnya skalian buat lanjutannya. Kalau Budget siake ni slsai

(WARNING!! Curhatan Penulis!!)

Moshi-moshi minna. Hahhaha. >_<

Oh well, all.. Saya mau nyoba buat satu lagi fanfic, tapi kali ini sy angkat langsung dari gamenya. Resident Evil series. Dan ini sy adaptasi dari game RE2 dan RE : Darkside Chronicles
Sambil menunggu dan bergumam "Kapan bisa main game RE6 yg rilis hari ini??" #bletak, curhat

Anyway, bwt yg sudah main. Mungkin ada bberapa improve dr saya yg buat ceritanya agak berbeda, but well.overall its not different. I love this game n hope u all like this one.
Cabenya sensei-sensei saya tunggu untuk membangun cerita ini.
*hormat.

Tks dan salam!!

<-udah khatam RE2 sebanyak 4 kali.
Sedangkan darkside Chronicles... Belum main karena cuma ada di WII
Q_Q