Trouble Vampire II (versi Luna) *edit #1*

            Tubuhku tiba-tiba merasakan panas, “Arrrghh.” Aku pun tersadar dari pingsan. Di sampingku, aku melihat Villy dan Ryan sedang menatapku.

            “Kamu nggak kenapa-napa kan Lun?” tanya pria berbadan tegap dan tinggi itu. Wajah Ryan itu ternyata manis juga, eh? Segera kupalingkan wajahku. Aku tidak tahu kenapa jantungku berdebar aneh jika melihat dia.

            “Kamu….” Dari keningku mengalir keringat dingin, teringat Ryan. Di-dia ternyata juga seorang vampire.

Ingatanku berkelebatan. Tadi ada pochi dan kunti setengah vampire. Dan sial, kuntilanak tadi berhasil menyerangku. Suck!

Tapi, aku merasa ada yang janggal. Bukannya tadi perutku terluka parah kerena serangan kuku kunti tadi? Seharusnya aku sekarang sudah mati, kan! Melihat wajah Ryan yang tersipu malu, membuat aku penasaran. Ke dua tanganku reflek langsung menyilangkan ke depan tubuhku sambil menatapnya curiga.

“Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu, tenang saja!” Wajahnya terlihat kesal, karena kupandangi dengan tatapan menuduh.

“Fiuhh.” Lega rasanya mendengar pernyataan Ryan, “Eh tunggu. Kenapa aku masih hidup?”

“Ryan tadi sudah menyelamatkan nyawamu. Dia barusan gigit kamu,” jawab Villy sambil tersenyum penuh arti.

“Apa?!”aku kaget mendengarnya. “Jadi sekarang, a-aku ini vampire?” Bumi yang aku pijak sekarang sepertinya berputar lebih cepat, membuat aku limbung.  Syok, mendengar Villy berkata demikian. Aku segera meraba leherku, tapi kenapa tidak ada bekas gigitan? Ryan kan tidak punya gigi, dia menggigitku di bagian mana? Tanganku meraba perutku yang terluka tadi dan benar saja lukaku sudah pulih secepat ini.

Apa jadinya kalau sampai Klanku tahu? Aku yang vampire hunter berubah jadi makhluk buruanku.

“Tenang saja, kan ada Ryan yang senasib sama kamu,” kata Villy sambil menyeringai puas.

Aku terkejut mendengar perkataan Villy barusan. Apa dia bisa membaca pikiranku?

“Bisa jadi,” jawab Villy.

“Hah?!” Wajahku sekarang pasti seperti orang bodoh dengan mulut terbuka lebar.

Pikiranku teralihkan, karena aku mendengar suara auman mengerikan dari luar sekolahan. Kulihat werewolf itu berdiri di tengah halaman sekolah. Melihat makhluk itu ada di sana, membuat tubuhku merinding.

 Gawat!

Pasti makhluk itu mengetahui keberadaanku di sini, karena magic circleku hancur gara-gara aku tadi pingsan. Sehingga dia bisa mencium keberadaanku. Aku, Villy dan Ryan langsung bersikap siaga.

“Tenang, aku dan Ryan pasti bantuin kamu kok,” kata Villy santai.

“Kenapa aku juga musti ikut-ikutan?” tanya Ryan keberatan.

Plaak!

Harisen Villy dengan telak memukul wajah Ryan.

“Sesama teman harusnya kan saling membantu!” kata Villy dengan menarik kerah baju Ryan. “Atau kamu lebih suka merasakan pukulanku?”

“Ba-baik,” kata Ryan akhirnya walau terpaksa. Setelah mendengar jawaban dari Ryan, Villy melepaskan kerah bajunya.

Aduh bagaimana ini? Masih banyak teman-temanku ada di sekolahan. Segera aku mengucapkan mantra, muncul hexagram di atas kami bertiga dan termasuk werewolf itu. Karena aku tidak mau ambil resiko dan membahayakan teman-temanku.

Tiba-tiba saja, tubuh kami terhisap masuk kedalam lubang dimensi yang tercipta di tengah white magic circle yang kubuat barusan.

“Aaaaarrrrghh!” Tubuh kami bertiga melayang dan berputar-putar dalam lorong dimensi.

Selama kami berputar-putar, apa aku tidak salah dengar? Hah! Ryan, dia berteriak seperti perempuan. Kami masih berputar-putar sesekali bertabrakan. Saat aku bertabrakan dengan Ryan, kutendang dia menjauhiku.

“Hei!” protes Ryan.

Aku masih tidak terima. Karena dia sudah merubahku menjadi seorang vampire.

Bruuk!

“Arrrrggghh.” Aku terjatuh ke tanah. Kupejamkan mataku ketakutan pasti bakalan sakit jika jatuh. Tapi, kenapa aku tidak merasakan sakit, ya? Saat aku membuka mata dan melihat Ryan terlentang di bawahku.

Aku mendorong tubuh Ryan menjauhiku, “Jauh-jauh dariku!” Ternyata dia yang jadi bantalan waktu aku jatuh tadi. Sial, kenapa dengan jantungku ini?

“Setidaknya, kamu bisa kan bilang, terimakasih Ryan,” gerutu Ryan.

“Ck.” Aku lirik Ryan dengan kesal.

Kami tiba di sebuah taman besar yang merupakan halaman belakang vilaku di daerah Gunung Kidul, luasnya vilaku ini mencapai tiga hektar. Suasana hutan di Vila ini masih kami pertahankan. Karena keluargaku, Klan Stanford sangat menjaga kelestarian alam dan juga bertujuan untuk menjadikan bumi nusantara ini kembali hijau.

 “Oh iya, di mana Villy?” tanya Ryan menanyakan keberadaan Villy yang memang sejak tadi tidak terlihat.

“Arrrrggghh.”  Pantat Villy jatuh tepat di depan wajah Ryan.

“Hahaha....” Aku tertawa senang melihat penderitaan Ryan. “Wellcome Villy,” sambutku untuk kedatangan Villy sambil tersenyum kepadanya. Aku senang dia tiba dengan selamat.

“Haha.., Thanks.” Jawab Villy kaku. Villy terlihat masih terkejut karena terhisap secara tiba-tiba ke lorong dimensi.

“Sebaiknya kamu segera pindah, keenakan Ryan tuh,” saranku kepada Villy, karena kulihat Ryan sepertinya tubuhnya mulai membiru karena kehabisan nafas.

“Hah!?” Villy terkejut melihat kepala Ryan yang dia duduki. Segera Villy berdiri menjauhi Ryan. Tanpa aba-aba dia mengayunkan harisennya, “plak.” Benda itu dengan telak mengenai muka Ryan. “Beraninya kamu, mengintipku!” Muka Villy sudah merah padam.

Ryan terhuyung-huyung jatuh terlentang kembali ke tanah. Kalau di film kartun pasti sekarang terlihat burung-burung berkicau mengelilingi kepalanya. Ryan bangun dari tanah dan mengerutu, “Dasar cewek-cewek gak tahu terimakasih!”

“Apa kamu bilang? Mau kupukul lagi!” ancam Villy.

“Goarrrggh!” Suara geraman menakutkan.

Em, sepertinya kami melupakan sesuatu. Dengan was-was, aku menengok ke arah sumber suara itu. Dan benar saja, Serigala itu marah karena telah kami mengacuhkannya sejak tadi.

“Kalian bisa pakai senjata?” tabyaku kepada dua temanku ini.

“Aku tidak butuh senjata,” jawab Villy santai sambil terkikik mengerikan.

“A-aku kan pelajar yang budiman, mana pernah aku pegang senjata!” Ryan gemetaran dalam posisi siaga.

“Ck, okey buat kamu Ryan. aku pilihkan katana saja. Kulihat kamu lebih ahli menggunakan ke dua tanganmu.” Aku keluarkan sebuah notepad kecil yang selalu aku bawa kemana-mana di sakuku. Kuketik beberapa kode, tiba-tiba tanah dari bawah taman bunga di sekitar kami terangkat naik. Terlihat kotak-kotak terbuat dari baja besar ada di bawah taman bunga itu.

Graak!

Pintu kotak baja itu terbuka secara otomatis. Kami bertiga melihat berbagai jenis senjata. Aku memilihkan Ryan sebuah katana yang  panjangnya sekitar satu setengah meter dan sangat tajam. “Ini, kalau kamu ingin membunuh werewolf tebas saja lehernya!” ucapku memberi saran ke Ryan.

“Baik!”

Aku mengambil sebuah pistol berpeluru perak. lalu segera mengembalikan kotak itu masuk ke tanah. Tanpa peringatan werewolf itu berlari menerjang ke arahku. Villy langsung saja mengucapkan mantra dan muncul pentagram di depanku. Dari pentagram itu keluar angin topan dan membuat serigala itu terpelanting menjauhiku. “Thanks!” ucapku.

You are welcome baby.” Villy tersenyum manis.

“Grrr.” Serigala itu menggeram marah, Aku melihat matanya menatapku penuh marah.

“Bagaimana ini? Dia begitu kuat,” tanya Ryan.

“Kamu coba saja tebas lehernya,” arahan dariku.

“Kalau semudah itu, aku tinggal minta tukang penyembelih hewan kurban saja dari pada musti repot-repot turun tangan,” jawab Ryan.

“Apa kamu mau mati di tangan werewolf itu?” tanya Villy.

“Tentu tidak lah!”

Serigala itu menyerangku kembali. Kuarahkan mulut pistolku kepada serigala yang tampaknya hanya mengincarku itu. Bunyi letusan pistolku yang memuntahkan peluru perak gagal mengenai tubuh serigala itu. Gerakannya terlalu cepat untukku. Serigala itu melompat-lompat pada dahan pohon di hutan. Dia memanfaatkan pepohonan untuk menjadi tameng dari peluru perak yang melesat mengarah ke arahnya.

Ryan maju mencoba menebas tubuh werewolf yang turun mencoba menerjangku lagi. Namun kalah cepat. Sehingga werewolf itu bisa menghindari serangan mendadak dari Ryan. Tangkas sekali ini serigala! Aku takjub.

Villy tidak tinggal diam, dia segera mengucapkan mantra paralyz. Namun serigala itu terlalu gesit, Ryan mengambil kesempatan saat werewolf itu lengah kerena terlalu fokus pada hexagram yang mencoba mengurungnya. Tangan kanan serigala itu terkena ayunan pedang Ryan. Luka yang cukup membuat serigala itu kesakitan.“Goaarrrrgghhh.”

Tanpa menunggu kesempatan lain lagi, segera kubidik dia, kedua tanganku menggenggam pistol yang kuarahkan ke jantung werewolf yang sedang kesakitan itu. Dengan cepat pistolku memuntahkan peluru perak. usahaku berhasil serigala itu terkena peluru perakku.

“Goooaarrrghh.” Dia mengerang kesakitan sampai akhirnya tubuhnya terbakar seperti arang membara yang telah terbakar.

“Fiuh!” aku terduduk di tanah.

“Kenapa makhluk mengincarmu?” tanya Ryan.

“Ceritanya lumayan panjang. Keluarga kami itu sangat dibenci oleh makhluk seperti mereka itu. Karena sudah menjadi tugas kami sebagai vampire hunter!” jawabku, “tapi sepertinya, werewolf tadi suruhan dari salah satu para pihak yang tidak suka dengan keberadaanku,” jelasku, “terlihat sekali kalau dia hanya ingin membunuhku,” ucapku sediki tersengal karena kelelahan.

“Oh iya, aku menyusup ke sekolahan kalian juga merupakan salah satu misi kami untuk menangkap para vampire,” kataku sambil berdiri dari tanah dan membersihkan debu.

“Keluarga kamu ada di mana sekarang?” tanya Villy.

“Mereka sudah tiada, aku anggota klan terakhir dari keturunan vampire hunter,” jawabku. “Oh iya sekarang silahkan beristirahat di villa keluargaku.”

Kami bertiga memasuki villa keluargaku yang berada di Gunung Kidul. Villa ini merupakan salah satu warisan dari klan kami. Desainnya bisa saja. Tembok yang didesain berwarna merah dan hitam. Juga interornya yang bergaya Keraton Kesultanan Solo. Kami masih keturunan langsung dari kerabat Raja Keraton Solo jadi villa yang ada di Gunung Kidul ini di desain demikian. Terpajang lukisan-lukisan potret leluhur kami yang sudah mangkat di dinding seluruh ruangan villa.

“Itu lukisan siapa Lun?” tanya Villy. Dia menunjuk lukisan yang paling besar di tengah ruang ke santai. Di sana terlukis seorang yang mengenakan mantel cokelat dan juga pakaian koboi. Wajahnya terlihat darah campuran antara amerika dan asia.

“Oh, itu kakek buyutku. Dia salah satu vampire hunter pertama dan juga pendiri Corp Industri Elektro Catlyz,” jelasku sembari duduk di sofa depan televisi. “Beliau itu yang menikah dengan putri keraton, anak-anak keturunannya itulah yang meneruskan usahanya di bidang perburuan vampire dan industrinya sampai akhirnya diwariskan kepada aku.”

“Oh, begitu.” Setelah bertanya Villy hanya terdiam dan memandangi lukisan kakek buyutku.

Kami beristirahat sejenak. Setelah mandi, Aku ganti pakaianku yang sobek karena pertarungan dengan kunti dan phoci. Aku memakai atasan baju berlengan pendek warna putih plus rompi hitam dan juga rok pendek warna merah berenda hitam. Ryan dan Villy juga sudah aku berganti baju setelah mandi, dengan baju yang sudah aku pesankan dari butik terdekat. Ryan memakai celana jeans hitam dengan atasan putih dan jaket kulit cokelat. Villy memakai gaun terusan berwarna biru berlengan dan juga bawaahannya pendek dengan renda-renda putih.

Kami pun lanjutkan dengan makan malam. Aku yang bertugas sebagai koki malam itu. Terlihat sekali dua teman baruku itu tidak bisa memasak. Menu malam ini, Ikan goreng balado dan juga sup sayur jamur. Untuk Villy karena dia tidak bisa makan makanan manusia, sengaja aku pesankan sekantong darah segar dari rumah sakit terdekat.

Aku masih heran, kenapa Villy mau membantuku saat itu? Ryan juga, bukannya dia awalnya tidak menyukai kehadiranku. Kami selesaikan makan malam tanpa mengeluarkan pendapat apapun.

Tiba-tiba dari luar villa terdengar bunyi letusan ratusan peluru. Aku segera merunduk di bawah meja untuk berlindung.

Prang! Pyar! Kraak!

Kaca-kaca pecah, tembok-tembok berlubang dan juga barang-barang di villa rusak terkena peluru brutal.

“Siapa mereka?” tanya Ryan ikut merunduk di bawah meja.

“Aku juga tidak tahu,” jawabku kesal.

Kami berdua bersembunyi di bawah meja. “Mana Villy?” tanyaku. Kaki Villy terlihat masih menjulur ke bawah meja.

Ternyata Villy masih asyik minum darah di gelasnya.

“Waaahh!” Ryan melihat ke arah kaki Villy.

“Tutup mata kamu!” ucapku membentak Ryan yang takjub memandangi kaki Villy yang jenjang dan putih. “Sempat-sempatnya berfikiran mesum!” umpatku.

Braak!

Aku hantamkan kepala Ryan ke lantai. Biar tahu rasa nich cowok ngintip saja hobbynya

Tapi tidak bisa di katakan jenjang juga sih, tinggi Villy kan hanya 157cm. “Hmmf.” Aku berusaha tidak tersenyum.

Prang!

Gelas di tangan Villy pecah. Dia pun marah kerena makan malamnya telah terganggu.

“Luna, Ryan. Urusan kita belum selesai!”

Villy bangkit dari tempat duduknya dan melompat ke depan jendela yang sudah pecah berantakan. Aku melihat aura gelap di sekeliling tubuhnya, bagaimana bisa? Apa aku bermimpi?

Aku segera mengambil senjata yang aku sembunyikan di balik lemari dapur untuk membantu Villy. Ryan aku beri sebuah senapan dan juga peluru cadangannya.

~*bersambung*~

Silahkan di sambung Villy. ^-^

Read previous post:  
66
points
(4276 words) posted by Ichsan.Leonhart 9 years 4 weeks ago
66
Tags: Cerita | Cerita Pendek | petualangan | comedy
Read next post:  
80

Halo~~~numpang baca... Hmmm...sepertinya ini PAS lanjutan dari cerita bagiannya Ichsan yang pernah aku baca dulu... ^__^
-
Wkkk... Ryan di-bully. XD
Hmmm...rasanya agak aneh aja karena gaya bicara Ryan & Luna beda dgn cerita sebelumnya (yg buatan Ichsan). Malah kesannya si Ryan jd kayak orang lain aja.
Ah~ternyata Luna masih Putri Solo keturunan keluarga keraton yah... sama dong kayak saya. Nyahahaha... *plak*
-
Kayaknya asik, bikin cerita secara estafet. *lanjut baca cerita selanjutnya*
Salam kenal buat Luna~! ^__^

90

Kolaborasi yang seru Luna...acung jempol deh buat kalian :))

hmmm....mari saya luruskan sesuatu yg sepertinya sedikit menjadi perdebatan...ehmmm...begini,masalah loe-gue itu seharusnya yg pakai cuma Luna dan Ryan(krn author pertamanya-ichsan nulisnya begitu)...sedangkan villy tidak menggunakan bahasa loe-gue...nah nah, sebelum di edit oleh luna mmg villy dipakein loe-gue,dan mmg agak aneh jg kalo vampir yg udah hidup ratusan tahun dg sifat tenang bicara pake bahasa loe-gue yg nb merupakan bahasa gak sopan sebenernya...

Jujur,villy pribadi ga terlalu suka ama hasil editannya (yg Luna&Ryan ikut2 pake aku-kamu)krn berkesan kaku...sementara harusnya bahasa formal sendiri(semi formal sbnrnya) cuma dipake oleh Villy jika melihat karakternya(perbandingan dengan trouble vampire 1 punya ichsan)...jadinya humor di sini garing...kemaren villy baca bisa ngakak, sekarang bermuka datar...
.
.
Trus ada kesalahan ketik ya...paralyz belum dibenerin...yg bener paralyze
.
sekolahan itu salah...sekolah sendiri sudah merupakan kata benda,penambahan -an itu terpengaruh dengan bahasa indonesia yg sdh bercampur aduk ama bhs jawa...jadi bukan sekolahan, yg bener adalah sekolah.

90

Wahahahaha, keren-keren! Ku pikir akan muncul lagi hantu lokal.
Bisa ketemu kanjeng ratu roro kidul ngga?
*pray
Wahahaha,tp ada typo jg deh, hihihi.
Umh, yg jadi keganjilan dsni adalah penggunaan bahasa gaul, tp disisi laen pake bahasa resmi. Si villy pake lo-gue tp Luna pake aku-kamu. Menurut saya sich mending diseragamkn aja, kalo mau pake bahasa gaul ya semuany ikut
~~~~~~
"Ceritanya lumayan panjang. Keluarga kami itu sangat dibenci oleh makhluk seperti mereka itu. Karena kami sudah tugas kami sebagai vampire hunter!” jawabku, “werewolf tadi pasti suruhan dari salah satu para pihak yang tidak suka dengan keberadaan kami.”
Terus dari kalimat diatas saya rasa ada keganjilan, disebutkan kalau makhluk seperti itu membenci keluarga luna. Tapi selanjutnya muncul pernyataan bahwa werewolf tersebut suruhan pihak lain. Jadi, yg membenci clan itu yg benar yg mana? Makhluk atau pihak lain?
~~~~~
Terus kalimat "Karena kami sudah tugas kami sebagai vampire hunter!” buat saya bingung.
~~~~
Terus dalam kalimat “werewolf tadi pasti suruhan dari salah satu para pihak..." saya rasa kata "para" bisa dihilangkan.

Yeiy! Aku bisa comment panjang.
Hahahaha.
*menangis bahagia

kalau soal typo aku edit secepatnya kok.
kamu silahkan baca ulang
~
kalau dalam dialoq setahu aku tidak apa-apa pakai bahasa non formal dhik!
tapi berhubung banyaknya protes dari sana-sini dan dari para author, aku ganti semua pakai aku-kamu.
~
silahkan membaca lagi Fu fu fu

100

kyaa, kolab yak?? lempar poin dulu!

iya, kita kolab. Mau ikutan? :D

80

ketinggalan =="

Terimakasih kakak Otaku ^-^/

kalian sedang membuat cerita estafet ya ._.a

Quote:
“Sebaiknya kamu segera pindah, keenakan Ryan tuh,” saranku kepada Villy karena kulihat Ryan, sepertinya tubuhnya sudah mulai membiru karena kehabisan nafas.

“Hah!?” Villy terkejut melihat kepala Ryan yang dia duduki. Segera Villy berdiri menjauhi Ryan. Tanpa aba-aba dia mengayunkan harisennya, “plak.” Benda itu dengan telak mengenai muka Ryan. “Beraninya loe, ngintip gue!”

nyahahahahahaha requestku. fan service. sayang kurang banyak :3
.
.
.
saya akan terus memperhatikan nyahahahaha
.
.
.
.
ps: teganya kalian membully werewolf malang itu TwT biar dia siluman serigala, tetep saja punya kuping dan ekor yang lucu =w=

Hehe begitulah kak Haruo.
Maf dch aku kurang ngerti fanservice :p
~
saya suka serigala juga, tapi ini kan perannya jadi musuh ya harus dilawan
~
silahkan diperhatikan :D

btw, ini youkainya kan kebarat-baratan. agak gimana gitu kalo pake Lo Gue. yah emang selera sih, cuma pandangan sepihak. tidak usah dipikirkan wkwkwkwk
.
.
tetep aja... kejam TwT werewolf itu harus dilindungi

Nie lagi aku edit di rumah kak!
~
Biarin dia kan Musuh kak!

100

Ryan oh Ryan.. Malang sekali nasibmu nak, entah aku harus iri atau kasihan pada dirimu yang dijatuhi tepat mencium celana dalam si Villy.
**plakk!!!*** (di gampar harisen Villy)
.
Keren Lun, si Ryan keliatan banget sebagai karakter yang teraniaya
XDa
oh ya, komentar ane sama kek si Villy. Nenek-nenek yang hidup dari jaman majapahit ternyata udah menyesuaikan menggunakan bahasa gaul ya...
O.Oa

Quote:
Ryan oh Ryan.. Malang sekali nasibmu nak, entah aku harus iri atau kasihan pada dirimu yang dijatuhi tepat mencium celana dalam si Villy.
**plakk!!!*** (di gampar harisen Villy)

aku iri, pose kaya begitu sama vampir moe (-'_'- )

*villy spawn* hei!!!jangan mesum pake bawa2 nama orang!!grrrrr*plakkk* itu termasuk dlm sex harashment!!wkwkwkwkwwkwk
.
.
wah moe...jadi villy moe ya?makasih.. :p
I-chan pencemaran nama baik nich... ~_~
Villy mah gak seceroboh itu x...untung lah nak kalian jauh di sana, kalo engga udah villy tendang...

PLAK!!

Dasar Cowok2 Ecchi T~T

@haruo : andai kehidupan kita penuh dengan fanservice :D
@luna : biarin, kita ini cowok normal >:D

ya normal echinya!

Hak hak hak, itu masih mentah. Belum aku edit Ichi. Mungkin akan aku edit disana sini ^-^
aku belum puas menyiksa Ryan fu fu fu
~
nenek2 jaman majapahit? Siapa Villy?
PLAKK!
*gampar Harisen Villy*

oooh gitu ya..
hush, anak orang jangan di siksa-siksa
:D
~
**menghindar sambil bilang WOW**

kampret!!masa nenek2!!*plaqq*
.
Itu tar mo di edit ama luna yg masalah loe-gue nya si Villy...trus w udah mulai ketik cerita(dan kayanya panjang sekali nich ceritanya...gimane donk...w gak bakat bikin cerita dibwh 2k kata..mwahahahahaha)
.
.
Btw tar I-chan q munculin dech...jadi babu si villy ya...mwahahahahaha~
Makhluk yg sama mesumnya dengan si Ryan!!wkwkwkwkwkwk
.
Btw ini char ama author koq sama2 mesumnya ye...minta di nuklir apa di beam??

Gak apa2. Aku tggu kelanjutanya Villy. Walau jadinya 3k. Fu fu fu
~
maaf, saya hanya mengikuti author utamanya fu fu fu

nyahahahaha~...! ♫
.
jiah, lu kalo bikin story panjang2 mulu sih.. -,-a
.
.
Errr... jangan... Q_Q
.
>:D

Ayo siksa Ichi si babu abu abi. *Eh apa'an?*

70

salam, izin liat2 dulu.. :)

Silahkan ^-^/

90

groaarrrrr!!!kampret!!udah giliran w nich?!!dan selain itu kenapa ini di cerita w jg pake bahasa loe-gue??groaaarrr!!w ga bs nulis pake bahasa gaul(tepatnya my pride doesn't allowed it)
.
.
Komentar ada bbrp tanda baca yg salah..dan jg harusnya udah di ? tapi msh di koma,jadinya kepanjangan...uda gt ada tulisan yg salah...paralyze bkn paralyz,dan corp bukan crop...wkwkwkwkwkwkwk
*ngakak guling2*
Aaaaaaa.....
Kampretttt!!!
Brb telp luna!!
Uda gt ya kenapa di situ gw bisa make sihir??groarrrr!!okay~
Kebawa ama embrace kayanya....dan lu...lu..bawa2 tinggi badan...grrrrr

Hak hak hak :p
aku juga gak loe2 gue2 kok hehe

w bingung!!!!itu makhluk apa yg bisa nembakin peluru begitu!!grrrrrrrr
Aaarrrggghhhh....*guling2 gaje*
Btw mana cameo nya si I-chan?

Cameonya gak jadi. Ichi biarlah jadi misteri.
~
itu up to u mau tulis apa'an fu fu fu

wuoh?
Ichi tetap menjadi misteri ya..
O.Oa

Tokoh Ichi biarlah Villy yang memunculkan fu fu fu

Q_Q

Fu fu fu, pasti mengenaskan nasib Cameo satu itu di Char Villy fu fu fu. Gak sabar bacanya :p

mwahahahaha~

Ntar malam siap2 edit charku dulu fu fu fu

Fu fu fu, pasti mengenaskan nasib Cameo satu itu di Char Villy fu fu fu. Gak sabar bacanya :p