Last Stories

“Hai Mr. Klein! Apa kau tak mendengar ponselmu berdering?”, aku melirik ke arah Gerard O. Klein, sahabatku, yang masih menatap layar monitor PC. Ku tatap layar ponselnya – 8 missed call. Kurasa telinganya tidak sedang dalam masalah, atau mungkin ia sedang bad mood – kurasa tidak. Aku kenal betul wajah bad mood-nya. Dan kali ini dia sedang tidak memasang wajah khas bad moodnya itu. Klein masih tetap saja terpaku pada monitor PC Lenovo itu tanpa sedikitpun bergeming.

 

“Come on, dude. Kau bahkan tak mendengarku”, aku menghela nafas panjang.

 

“Apa kau tak melihat aku sedang sibuk. Aku tak ingin diganggu, Nick”, nada khas-nya yang satu ini pun aku kenal. Sangat aku kenal. Itu tandanya Klein benar-benar serius dan sedang tak ingin diganggu – aku bahkan ingin menempelkan brosur besar bertulis ‘DON’T DISTURB ME!’ tepat di mukanya saat ini. Kesal.

 

“Meskipun itu panggillan dari istrimu? Ayolah...”, aku seketika terdiam saat mata sahabatku itu menatap tajam ke arahku dan segera meletakkan kembali ponselnya di atas meja.

 

“Baiklah”, tanpa komando aku langsung bergegas beranjak meninggalkan kursiku. Sebelum omelan berikutnya meluncur dari mulutnya. Itu kebiasaannya. Aku bahkan merubah nama tengahnya dari Gerard Oneill Klein menjadi Gerard Omel Klein. Cocok – bahkan dia tak pernah berkomentar ataupun protes untuk perubahan nama tengahnya itu.

 

Aku membuka pintu keluar kantor tempat kami bekerja. Mencari udara segar ditambah dengan sebatang Marlboro yang menyegarkan – meskipun sebenarnya sebaliknya. Marlboro tadi kunyalakan dan kuhisap perlahan sebelum sesaat kemudian aku merasakan getaran di saku celanaku. Ponsel.

 

Kuraih ponsel dan segera memasukan security password. Sebuah pesan. Kuamati nama si pengirim, Jess. Tanpa kubuka, aku bahkan sudah tahu isi pesan itu. Pasti hanya sekedar bertanya kemana Gerard? Atau sekedar bertanya apa suamiku ada? Ya Jess adalah istri Klein – atau aku biasa memanggilnya Mrs. Omel. Kurasa mereka berdua pasangan yang serasi – kalian pasti tau maksudku dengan sebutan ‘serasi’ bukan?

 

Aku memainkan keypad ponselku. Kuketik sebuah jawaban singkat.

 

Seperti biasa.  Klein sedang sibuk dengan Lenovo kesayangannya.

 

Kuklik tombol send dan mulai menghisap kembali Marlboro yang sudah kuabaikan selama beberapa detik.

 

Kurang dari tiga menit, ponselku kembali bergetar. Sebuah balasan dari Jess.

 

Sudah kuduga :’(

 

Aku hanya bisa tersenyum tipis. Seperti  biasa. Pekerjaan mengalahkan segalanya. Kasihan.  Ironi sekaligus lucu. Aku kembali tersenyum membayangkan hubungan Klein dan Jess. Pertikaian kecil seperti ini pasti selalu terjadi. Wajar. Terlebih mereka terpisah oleh jarak yang jauh.  Dan aku? Aku menikmati kisah mereka.

 

Tiba-tiba aku teringat awal perkenalan kami. Aku dan Klein baru berkenalan delapan bulan lalu, saat ia baru saja diterima di perusahaan ini. Aku bahkan menyempatkan diri jauh-jauh datang ke penikahannya tiga bulan  lalu – bukan datang, hanya kebetulan mampir saat aku cuti tahunan. Bukan kebetulan juga sih. Itupun tanpa diundang. Dan aku hanya bisa tersenyum jika mengingatnya. Itulah pertama kalinya juga aku bertemu langsung dengan Jess – setelah sebelumnya ia yang membantu membelikanku tiket cuti saat itu, melalui Klein tentunya.

 

*   *   *

 

(bersambung..)

Read previous post:  
29
points
(3 words) posted by ianz_doank 8 years 42 weeks ago
72.5
Tags: Cerita | Cerita Pendek | teenlit | ianz | oktober | teenlit
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer hana genda
hana genda at Last Stories (8 years 40 weeks ago)
80

ditunggu lanjutannya... >,<

Writer sabbath
sabbath at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

gak banget deh gantungnya... xp

saia mau komen soal penulisan kalimat langsung. ada kesalahan letak tanda baca.

ianz meletakkan tanda koma (,) setelah tanda petik (") penutup kan. itu kebalik. harusnya sebelum tanda petik penutup. kalau di akhir kalimat ada tanda tanya (?) atau tanda seru (!), gak perlu pakai koma atau titik lagi. oke deh, itu aja..

Writer ianz_doank
ianz_doank at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

oh gitunya.. makasih revisinya..
saya lupa penulisan yg begitu :D

Writer phantom27
phantom27 at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

Paaageee

Writer phantom27
phantom27 at Last Stories (8 years 40 weeks ago)
100

Paaageee

Writer Sebastian Redcliffe
Sebastian Redcliffe at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

tolong lanjutin donk dan, haha

Writer phantom27
phantom27 at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

Hahaha, gantung ni yan. Jgn lama lama lanjutannyaaaa

Writer cumaYudha
cumaYudha at Last Stories (8 years 41 weeks ago)

oi gak da kata 'BERSAMBUNG' ni yang salah komputerku pa koneksinya sih, kok semua postingan yang lain ikut putus

Writer ianz_doank
ianz_doank at Last Stories (8 years 40 weeks ago)

itu udah ditambah kata "bersambung", hehe..

Writer Sebastian Redcliffe
Sebastian Redcliffe at Last Stories (8 years 41 weeks ago)
90

ngasih poin karya sendiri..

*curang sedikit*

:D

Writer AL_paper
AL_paper at Last Stories (8 years 41 weeks ago)
80

Segitu doank??
Endingnya serasa belum selesai diketik..
Hadeh..

Writer AL_paper
AL_paper at Last Stories (8 years 41 weeks ago)
80

Segitu doank??
Endingnya serasa belum selesai diketik..
Hadeh..

Writer ianz_doank
ianz_doank at Last Stories (8 years 41 weeks ago)

ini bersambung.. Gara2 td kepotong mau ngegaji karyawan.. Baru pengenalan awal..

Writer AL_paper
AL_paper at Last Stories (8 years 41 weeks ago)

Ow, pantes gantung bneran..
Hahaha..