Malam-pun

Malam-pun

 

Ketika malam bersemi

bintang ramai berseri

angin ceria berlari

dan rembulan menemani manusia menutup hari

 

Malam-pun berbisik pada bintang, “bisakah diriku menjadi seterang dirimu?”

Bintang enggan menjawab.

 

Malam-pun berkata lirih pada angin, ”bisakah diriku setentram dirimu?”

Angin merasa risih dan tak menjawab.

 

Malam-pun bertanya pelan pada rembulan, ”bisakah diriku secantik dirimu?”

Rembulan acuh tak acuh.

 

Malam-pun bertanya pada manusia, ”bisakah diriku setegar dirimu?”

“Setegar diriku? Diriku tidak punya nafas pujangga, diriku tidak punya nafas pangeran,”

Malam-pun berdecak, ”bisakah diriku menjadi sepertimu?”

“Dirimu dingin dan Diriku hangat,”

Malam-pun kembali bertanya, ”bisakah Diriku sehangat dirimu?”

“Dirimu tidak punya cinta dan diriku punya sehingga diriku hangat,”

Malam-pun bergumam, ”bisakah diriku mempunyai cinta?”

“Dirimu sendiri dan diriku bersama pasangan.”

 

Malam-pun berhenti bertanya

lidahnya kelu untuk berkata

gemetar ia menggenggam asa

Siang-pun datang menjamah semesta

 

Siang-pun berkata, ”bisakah diriku dicintai oleh dirimu?”

Malam-pun menjawab, ”bisakah aku cukup pantas mencinta dirimu?”

Siang-pun membalas, ”datanglah kepadaku dan diriku serta dirimu akan senantiasa menjalankan roda hari-hari.”

Malam-pun bertanya lagi, ”bisakah dirimu dan diriku bersama berdua sedangkan diriku gelap dan dirimu terang?”

Siang-pun membalas tulus, ”pagi akan menjemput suratmu dan petang akan mengantarkanmu bukti cintaku.”

 

Lalu dunia berputar

Malam merasa bahagia jauh dari Siang

Siang merasa bahagia jauh dari Malam

lalu cinta mereka takkan pernah lenyap sampai akhir hayat

Read previous post:  
207
points
(95 words) posted by Dedalu 10 years 40 weeks ago
79.6154
Tags: Puisi | kehidupan | Dedalu | ibu | Puisi yang terlambat
Read next post:  
Writer Alfreda
Alfreda at Malam-pun (9 years 24 weeks ago)
90

Tipe saya :D mehehe

Writer midhadfarosi
midhadfarosi at Malam-pun (9 years 32 weeks ago)
90

manis bang ceritanya

Writer hewan
hewan at Malam-pun (9 years 41 weeks ago)
70

Mukyaa~ Lazu <3

Writer Aletheia_agatha
Aletheia_agatha at Malam-pun (9 years 49 weeks ago)
100

<3

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Malam-pun (9 years 49 weeks ago)
100

aiiihh, manteppp.. T.T
.
merinding sy bacanya, pengen nangis juga.. *lho
.
Dedalu pandai merangkai kata2 >_<

Writer jheta_chan
jheta_chan at Malam-pun (9 years 49 weeks ago)
70

point buat lazu

Writer Emaura Wachs
Emaura Wachs at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)
100

Ehmmmmm...
Bait awalnya terasa ceria, tahu-tahu berlanjut jadi sendu. Tapi pada akhirnya tertamatkan dengan lega yang sejuk.

semacam siklus kebelet beol waktu lagi outbound. #curcol #gakjelas #abaikan

Writer Hazuki_Auryn
Hazuki_Auryn at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)
80

manis :-)

Writer nereid
nereid at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)
100

NULIS BOR WOYYY

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

TELAT WOYYY

Writer cumaYudha
cumaYudha at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

ini saat nya saya bisang WOW

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

OWW

Writer antheafeather
antheafeather at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)
100

aaaaaa.... *seka air mata*
saya suka bagian ini : pagi akan menjemput suratmu dan petang akan mengantarkanmu bukti cintaku.
manis sekali.

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Dih, jangan nangis u.u *sodorin saputangan*
Ah, tapi tetap manisan saia >.< #ditampar

Writer auldrey_chan
auldrey_chan at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Aaaa... Kata-katanya keren
Ini hubungan kekasih yang terpisah jarak yah? Eh atau gimana? *menunggu penjelasan author*

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Mungkin seperti itu, haha :D

Writer AL_paper
AL_paper at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)
80

Hahaha, LDR-an ya??

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Huee?

Writer DeMEter
DeMEter at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Gak ngerti .___.

Writer Dedalu
Dedalu at Malam-pun (9 years 50 weeks ago)

Same here.