Kopi Istimewa

Bukan saya.

Apa yang sedang terjadi pada saya sekarang ini sungguh tidak mencerminkan siapa saya. Setidaknya ini bukan saya yang orang lain kenal. Bukan saya yang orang lain seharusnya kenal. Tidak. Bahkan kejadian ini bukan keinginan saya.

Ketika saya mengambil keranjang cucian dari laundry lantai bawah, setelah saya sudah masuk kamar, tepat sebelum saya mulai menyalakan setrika. Ketika itu saya lihat benda itu.

Cowok yang kebanyakan, mereka-mereka yang dianggap alim atau culun atau ya normal-normal saja, cowok yang masih suka cewek dan selalu ingin dianggap menghormati wanita, cowok kayak begitu akan kaget seperti saya.

Awalnya saya kira kemeja saya ini kena lunturan sesuatu. Saya kira kaus merah saya yang meluntur ke situ. Tapi ketika saya menyentuh lunturan tersebut seperti apa yang sewajarnya orang lakukan bila menemukan lunturan saya kaget untuk yang kedua kalinya.

Bukan kaget seperti melihat hantu. Kaget yang ini seperti yang waktu itu saya alami di rumah teman saya.

Dia lumayan terkenal di kalangan cewek-cewek. Cowok biasa-biasa seperti saya sudah barang tentu mencoba berteman dengan cowok macam dia. Semacam batu loncatan untuk kenal dengan banyak cewek.

Di rumahnya itu waktu itu ada pesta kecil-kecilan. Dia mengajak kami untuk bawa banyak makanan dan minuman, dan saya lupa itu pesta untuk apa. Pokoknya kami ke rumah dia. Bersenang-senanglah kami sampai larut malam. Sekitar jam tigaan sudah banyak yang pulang, tapi saya dan beberapa cowok lain belum mau pulang. Tepat setelah tidak ada cewek yang tersisa di rumahnya, dia bilang dia akan menyediakan kopi istimewa.

Enak. Gurih. Seminggu kemudian kami beli pembersih lidah.

Dia baru bilang ke kami seminggu kemudian bahwa kopi tersebut dicampur dengan daki cewek-cewek yang waktu itu datang ke pesta.

Anjing.

Kaget seperti itulah yang terjadi pada saya ketika saya mengetahui bahwa kemeja saya ini tidak terkena lunturan kaus merah. Saya tahu ini apa. Bukan tinta. Saya tahu ini sesuatu yang kurang-lebih berhubungan dengan kopi istimewa. Berhubungan jauh meski tidak terlalu jauh.

Tahu, kan, perasaan lengket-lengket ketika menggesek sesuatu cairan di antara ujung jari. Ada istilah dari orang Selatan, mungkin dari marga Siparang, untuk perasaan itu. Ploige cu ette. Halus siput. Itulah yang saya rasakan dari cairan ini. Sayangnya orang Selatan Siparang tidak punya istilah untuk perasaan lega pada ujung jari ketika cairan tersebut hilang.

Benda itu saya geletakkan di tumpukan cucian sementara saya membasuh tangan di wastafel.

Saya kembali menatap cucian dengan handuk kecil yang masih diusap-usap ke jemari. Kemeja tersebut terkena… isi… dari benda tersebut. Untungnya hanya kemeja itu saja yang kena. Tadinya saya mau langsung kembali ke laundry, namun tampaknya satu kemeja ini bisa saya basuh sendiri. Noda itu harus hilang.

Heran sendiri saya, sebenarnya. Bagaimana mungkin… itu… bisa ada di tumpukan cucian saya? Aduh.

Di saat-saat seperti inilah saya kadang menyesal kenapa saya ini terlalu sopan sebagai cowok.

Entah mengapa saya selalu risih tiap kali ada pembicaraan tentang… benda putih bersayap… dengan cewek. Terutama dengan cewek. Saya jadi semakin merasa bahwa kejadian yang saya alami sekarang ini adalah lelucon yang Bunda berikan kepada hambanya. Seperti perkataan para ateis, konsep kebundaan hanya akan memberi masalah. Ini masalahnya.

Namun kejadian ini mungkin akan tetap ada meski saya seorang ateis.

Baiklah. Saya ulangi apa yang terjadi.

Di tumpukan cucian yang saya ambil dari laundry, saya menemukan sebuah pembalut bekas. Darahnya mengotori kemeja saya. Jari saya juga kena. Sekarang pembalut itu masih bergeming di atas baju-baju lain.

Sungguh salah bila saya terpikir tentang kopi istimewa saat ini. Semua cowok yang waktu itu minum kopi istimewa sudah membuat kesepakatan tidak tertulis agar tidak membicarakan minuman tersebut ke orang lain. Mungkin mereka-mereka juga sudah pada lupa dengan kopi itu. Pasalnya saya masih penasaran dengan itu kopi.

Bagaimana caranya dia bisa mengumpulkan daki dari cewek-cewek yang datang? Kecuali dia memandikan semua cewek, dan saya tahu itu tidak terjadi. Memandikan pun dakinya akan terbilas air dan sabun. Lulur? Tidak, saya berpikir terlalu jauh.

Daki saja gurih. Darah haid pasti lebih gurih.

Ilham biadab itu datang ke saya secepat bola bowling berenang di kolam. Dengan hati-hati saya bawa pembalut itu ke dapur. Ketika itu saya berharap bahwa iklan di TV yang menyebutkan bahwa pembalut merk ini bisa mengisap banyak cairan merupakan pembohongan publik. Saya benar-benar butuh lendir merah dan saya butuh lebih dari setetes. Beruntung kemejanya belum jadi dibilas, jadi dibawa ke dapur juga.

Lihat? Bukan saya. Ini bukan diri saya yang orang lain tahu. Mereka-mereka tidak akan menyangka saya bisa berlaku seperti ini.

Ada teman saya, cewek, pacarnya si dia yang bikin kopi istimewa. Si cewek ini sering banget sengaja bikin saya… gerah. Tahulah. Dia seakan-akan senang buat berusaha merusak cowok baik-baik. Saya tahu dia cuma main-main, tapi tetap saja risih. Ke si cewek itulah saya membocorkan tentang kopi istimewa.

Cewek tersebut enggan bicara dengan saya sejak saat itu. Mungkin dia kira daki dia yang saya minum.

Usaha saya untuk memeras darah dari kemeja berakhir sia-sia. Lunturannya berubah menjadi kecoklatan. Air bilasannya seperti cucian daging. Kemeja ini akan saya kasih pemutih nanti sore.

Kadang saya merasa bahwa darah bulanan ini akan seperti telur ikan saus tomat. Teksturnya, setidaknya. Maka saya agak kecewa karena ia malah ploige cu ette. Itu bukan intinya, sebenarnya, karena yang penting adalah bagaimana saya bisa membuat kopi istimewa dengan modal cairan tersebut.

Beruntunglah saya urung menelepon si cewek tadi untuk bertanya bagaimana cara mengambil darah yang sudah diambil pembalut. Sebodoh-bodohnya lelaki tidak akan menanyakan hal itu ke perempuan. Lagi pula kecil kemungkinan dia mengangkat panggilan dari saya.

Tapi, jujur. Saya masih penasaran itu pembalut siapa. Terlebih lagi saya penasaran cewek macam apa yang membawa pembalut kotor ke laundry. Mana mungkin untuk dicuci, kan. Kecuali bila dia masih keturunan suku pegunungan. Saya pernah dengar bahwa gadis desa sekitar gunung Rangga selalu mencuci pembalutnya sebelum dibuang. Entah maksudnya apa. Meski begitu saya rasa orang kota yang menganut kepercayaan macam itu akan mencucinya di rumah sendiri alih-alih di laundry.

Mengeruk isi pembalut dengan sendok tidak membawa hasil apa-apa. Saya ganti dengan memakai pisau mentega, dan hasilnya lumayan. Tidak jauh dari sendok, tapi lebih mudah dioleskan ke cangkir.

Lalu saya terpikir sesuatu.

Kenapa tidak saya peras saja pembalutnya?

Saya buka satu sachet kopi instan dan tuang ke cangkir. Lebih baik kopinya diseduh terlebih dahulu. Darahnya ditambahkan nanti, agar mudah diaduk. Jika darahnya duluan saya takut ia malah hanya menjadi ampas di dasar cangkir.

Senyum saya saat itu sangat tidak natural.

Usaha saya dalam memeras isi pembalut menghasilkan kegagalan dan kekecewaan. Tentu saja tidak bisa diperas. Saya akan berteriak kencang bila ini bukan apartemen. Namun, puji Bunda, saya menemukan jawaban atas masalah ini. Parutan keju!

Ketika itulah kamu sampai di depan pintu, menekan bel. Saya langsung panik, kamu tahu, dan memasukkan keranjang cucian ke dalam lemari kamar tidur. Kemeja yang belum kering juga saya sumpalkan ke tumpukan baju. Saya buru-buru mengelap tetesan merah-coklat dari si kemeja di sekitar kamar mandi. Pembalut yang sudah terkoyak-koyak saya buang ke tempat sampah, ke bagian paling dalam. Saya cuci tangan, keringkan, dan sambil membawa kopi istimewa di tangan kanan saya sambut kamu.

Iya. Maaf, saya mungkin akan lupa bahwa hari ini kita telah jadian selama dua tahun jika kamu tidak datang ke sini. Salahkan itu pembalut. Tapi sekarang kita duduk berhadapan di meja, dengan secangkir kopi di antara kita. Ini kopi istimewa. Tidak dicampur daki, tidak dicampur daki kamu, namun dicampur dengan darah dari pembalut seseorang yang tidak saya ketahui. Ini hari istimewa. Ini kopi istimewa. Terserah mau percaya atau tidak dengan cerita saya, tapi inilah kopi istimewa buatan saya.

Coba deh.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer amandahidayat
amandahidayat at Kopi Istimewa (6 years 28 weeks ago)

Wuw... keren, coy

Writer karinarkan
karinarkan at Kopi Istimewa (7 years 3 weeks ago)
70

*lagi minum kopi sambil baca*
*jadi males*
*ke toilet*
*kumur-kumur*

oke, sip, bye

Writer karinarkan
karinarkan at Kopi Istimewa (7 years 3 weeks ago)
70

*lagi minum kopi sambil baca*
*jadi males*
*ke toilet*
*kumur-kumur*

oke, sip, bye

Writer nycto28
nycto28 at Kopi Istimewa (7 years 13 weeks ago)
90

Oke ini.. ini.. disturbing yang sialnya menarik. Kok bisa sih??? *teriakan dalam hati*
Dan karena saya cewek.. ew.. membaca cerita ini rasanya.. entahlah..
Walau jijik tetap saya tuntaskan sampai akhir. Apa ini namanya?? Curiousity?? Rasa ingin tahu yang salah. Oke. Cerita ini keren, dengan caranya sendiri.

Writer rian
rian at Kopi Istimewa (7 years 13 weeks ago)
100

Saya nggak tahu mau ngomong apa. Ini... ini... sungguh sakit.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Kopi Istimewa (7 years 35 weeks ago)
90

kopi sianida saya kalah sama kopi istimewa ini...jadi ingin bikin, mumpung di depan... #lupakan >_<
ini bukan saya, bukan saya, sungguh bukan saya....

Writer AdhamTFusama
AdhamTFusama at Kopi Istimewa (8 years 31 weeks ago)
90

Sayah heran kenapa Rea bisa bikin cerpen yang sangat flat, datar, almost boring alurnya, tapi malah intriguing.
.
Maybe it's his style.
.
Well done.

Writer luna.love
luna.love at Kopi Istimewa (8 years 39 weeks ago)
90

ya, anda berhasil bikin saya terkena efeknya. *mual2 dikamar mandi.

Writer idserge
idserge at Kopi Istimewa (9 years 8 weeks ago)
80

bagus ceritanya gan

Writer gadek_mpl@yahoo.com
gadek_mpl@yahoo.com at Kopi Istimewa (9 years 9 weeks ago)
80

WOW,, :p
sy bingung mau komen apa. hehehehe.

Writer midhadfarosi
midhadfarosi at Kopi Istimewa (9 years 10 weeks ago)
90

asli, ini keren.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Kopi Istimewa (9 years 10 weeks ago)
100

habis itu dimaem pakek nasi (?) :D

Writer danove
danove at Kopi Istimewa (9 years 10 weeks ago)
60

OK jadi gak bisa makan...

Writer Maximus
Maximus at Kopi Istimewa (9 years 12 weeks ago)
90

*Breaking News : Starbuck's cabang Indonesia menyediakan menu baru "Black Coffee with Red Sprinkles" ; Satu jam setelah minuman ini diperkenalkan, pengunjuk starbuck naik sebesar 25% dari biasanya.

"Kopinya gurih banget"
"Sedap, bro!"
"merah-merahnya, sprinkly gimanaaa gitu" komentar para pelanggan.

Manager representatif Starbuck, Rakes Era mengklaim bahwa menu baru ini adalah salah satu kreasi terbaik para kreatif starbuck.

"Saya sangat berterima kasih pada "R** S***" dari ke******.com atas ide penciptaan resep ini." ungkap sang manager.

"Selain itu karena kurangnya tersediaan bahan asli, kami mengambil kebebasan untuk bereksperimen dengan bahan lain ; dan hasilnya cukup memuaskan!"

Ketika ditanya bahan apa yang dimaksud, sang manager hanya menjawab.

"Well, itu melibatkan, rumah sakit terdekat dan persalinan." Tutupnya.

xentra at Kopi Istimewa (9 years 13 weeks ago)
100

SANGAT.............ARGH!

Writer smith61
smith61 at Kopi Istimewa (9 years 13 weeks ago)
100

Menu setarbak baru (y)

Writer Flobertanya
Flobertanya at Kopi Istimewa (9 years 13 weeks ago)
80

ini cerita beneran???? atauu... :'... ouchhhh...

Writer arnithia
arnithia at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
70

Bergidik.. hiy... jijay bajai...
Membaca sambil menutup mulut dengan kain jilbab. Menahan tawa sambil berkerenyit!

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Hati-hati jangan sampe jilbabnya kena kopi~
*plak

Writer arkhy
arkhy at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
90

pas ngebaca pas lagi ngopi....jadi kebayang juga, penasaran ..-bagaimana ya rasanya...? :D

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

rasanya lebih enak dari kopi yang dikau minum :3 ohohoho

Writer Lentog
Lentog at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
90

ah, saya suka cerpen ini.
Seakan dalam beberapa menit membaca ini, saya bisa tahu gimana rasanya jadi lelaki dengan sedikit sex disorder.
Saya ngerasa jijik, tapi minta nambah sampai selesai bacanya =))

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Saia aja masih belom tau gimana rasanya jadi lelaki dengan sedikit sex disorder...
XD
Makasih udah baca sampe selesai~

Writer wellight
wellight at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
90

saya bacanya "Iiiih... eeeee.... iihhh.... eeee....? iiihhh.... eeeee...!"
ini seperti selotip yang menahan mata saya tetap terbuka untuk melihat pembalut berdarah di atas parutan keju.
#tabokrea

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

#menghindardengankeren

Writer mizwar
mizwar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

salam knal dari ane gan

Writer dede
dede at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
100

ini menjijikan. Tp entah knp, rasa jijik yg membawa saya sukses membaca sampai akhir.. Xp
muka sampai berkerut2 waktu baca.. Ada sensasi jijik sm penasaran yg sangat.
Ahahaha

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Ehehahaha, makasih udah baca :)

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
80

Nggak sengilu cerpennya Palahniuk yang waktu itu sih, mungkin karena objek menjijikannya berupa sesuatu yang eksternal dan nggak terlalu melibatkan tokoh saya secara fisik. Mungkin lebih serem lagi kalau adegan meminum kopi istimewa itu diceritakan juga secara detail... bagaimana larutan darah menstruasi itu masuk ke dalam mulut, menjadi satu dengan air liur, lalu meluncur ke dalam tenggorokan, lalu menimbulkan reaksi-reaksi yang aneh.

Tapi ini eksperimen yang sangat menarik. Bisa menggunakan gaya bahasa yang santai tapi sama sekali nggak ke-teenlit-teenlit-an. Penggunaan gaya bahasa yang personal inilah yang melunturkan jarak antara pembaca dan si tokoh saya sehingga pembaca bisa ikut merasakan apa yang dia rasakan. Saya cuma penasaran, sejauh apa Rea melakukan riset dan eksperimen sebelum membuat cerpen ini? Jangan-jangan Rea mengorek-ngorek tempat sampah di toilet perempuan ... atau minimal searching di google images dengan keyword softex bekas? :D

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Soalnya saia di sini emang cuma lagi pengen ngambil gaya narasi Palahniuk yang santai, yang kayaknya cocok buat dramatic reading :D
.
Seumur-umur saia belom pernah megang pembalut bekas '~' tapi ngegugel tentang darah haid pernah sih.

Writer H.Lind
H.Lind at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
80

Memangnya kalau pakaian dan pembalut itu sudah dicuci, dibilas, diputer-puter dalam mesin cuci masih bisa kerasa ya kalau yang dipegang si saya itu darah? Mana bisa lagi saya ngerasain noda itu seperti lendir dan ngerasa berbeda dibandingkan noda luntur biasa?
.
Cerita ini, sialnya, menarik. Dan terbuka. Alih-alih menceritakan dari sudut pandang orang ketiga yang akan menjadikan si aku sebagai introvert-maniak-fetish, kamu berhasil menjadikan pembaca mendukung dan mengikuti cara berpikir si saya.
Begitulah. Btw kalo dicampur ke kopi bukannya nanti warnanya nyaru? Kenapa ga ke teh.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Iya juga ya. Entahlah, kayaknya sih pembalutnya enggak ikut dicuci. Jadi udah ada di keranjang gitu, tapi si saya enggak liat, jadinya langsung ketumpuk cucian bersih.
.
Atau... itu bukan darah manusia, sehingga masih berlendir meski udah masuk mesin cuci. Hehe.
.
Justru emang pengen warnanya nyaru, kan? Hehahahah XD sebenernya di draf awalnya sih emang teh, tapi kurang seksi kalo teh, terus saia ganti jadi kopi deh. Hoho. Makasih udah baca, Lind~!
*peluk*

Writer neko-man
neko-man at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
80

Jijik ih, tapi karena jijik malah mengundang penasaran, terkutuk sudah. Ini sudah hampir masuk freakfic, tapi nggak sejauh itu. jadi membuatku bertanya, kenapa nggak menggunakan chekov lalu di twist di akhirnya. Tapi mungkin memang bukan genre yang seperti itu. Mau gimana lagi. Tulisan ini seperti secangkir kopi dengan bahan tambahan yang agak aneh. Rasanya agak terlalu unik dengan bahan tidak biasa. Mungkin itu yang jadi kelebihannya. Terkutuklah sudah aku meminum kopinya, lebih terkutuk lagi menikmatinya.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Oh, freakfic toh istilahnya! *catet*
.
Iya juga sih ya. Lebih asik kalo ada suatu Chekov's di sini. Hum hum hum. Makasih udah mau minum, bang neko :D

Writer Dedalu
Dedalu at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
2550

Woh .___.
Saia pesen kopinya satu dong.
.
*seruput*
Hmm, banyak kata "Saya" ya, tapi kalau yang nulisnya Rea, *seruput lagi* saia yakin itu kesengajaan. *seruput sampai kandas*

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Saia suruh si saya bikinin, tapi dia butuh bahannya. Dedalu punya benda putih bersayap yang penuh cairan halus siput? Yuk yuk bikin...

Writer Dedalu
Dedalu at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Punya, tapi lagi dipake, bentar yaa.

Writer ryandachna
ryandachna at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
80

hihihihi... jadi inget lelucon tentang bar para vampir di tahun 90an dulu.

i'm not touching your coffee.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

*sodorin kopi*

Writer panglimaub
panglimaub at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
90

Sekarang saya tahu apa masalahmu :3

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

a-a-a-apa masalah saia? ._.

Writer hewan
hewan at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

^Beliau tahu apa masalahmu, Rea :v

Writer antheafeather
antheafeather at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
100

sensasinya masih sama seperti waktu saya baca pertama kali di email. jijik. gemes. mau muntah. tapi lucu. dan saya suka. sebetulnya jika ditafsirkan secara implisit, bagian kecil dari diri saya menyatakan tindakan "saya" bisa dibenarkan.

sepertinya pola pikir saya mulai terdoktrin oleh "saya". -_-

oh ya, bagian ini :
Terserah mau percaya atau tidak dengan ceritaku, tapi inilah kopi istimewa buatan saya.

cerita'ku' atau cerita 'saya'?
:D

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

...slip of a tongue, that is.
*buru-buru edit*
.
Ternyata ini lucu ya :v :v :v lololol, kayaknya saia seneng nulis yang tema beginian~

Writer hewan
hewan at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Slip of a tongue? Kamu ngetik pakai lidah, Rea???

Writer hewan
hewan at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
80

Ini... apa? Fetish jenis baru? O.O
--
Agak aneh karena tiba-tiba melibatkan orang kedua. Padahal, maksud dari bagian terakhir adalah (mungkin) menjebak si kamu. Jadi intinya si kamu ini mendengar narasi dari awal atau tidak?

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

...oke, saia jawab ini dari sudut pandang pembaca :D
.
Menurut saia si kamu mendengar narasi dari awal. Saia bayanginnya tuh si kamu baru dateng, ngeliat si saya bawa kopi, terus duduk berdua dan si kamu nanya itu kopi apaan. Terus si saya mulai cerita deh dari awal.
.
Gitu sih menurut saia. Hehe.

Writer anggra_t
anggra_t at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)
100

Hum..
8/10

Writer ReneeKeefe
ReneeKeefe at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

saya tidak akan pernah mau terima kalo kamu bikinin kopi... :V
The horror...

Ini keren, menyeramkan lebih tepatnya... tapi kmu sedikit kurang konsisten sama penggunaan saya dan saia... :p

And and and... what dafuq did I just read!!!

Jadi penasaran sama rasa si merah.... >.<
*mulai stress*

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Kopi Istimewa (9 years 14 weeks ago)

Oh astaga, blunder di saya dan saia ya! Uwaaaaaa
*langsung edit*
.
Lain kali kita ngopi berdua yuk kak :)