Jeep merah

Dipinggir hutan ada danau, diatas perahu kita duduk berhadapan, berbagi rasa, bertukar pikiran hanya dengan tatapan. Surga memang tapi memilukan ... Kau tersenyum begitu manisnya, memainkan jari jari lentikmu diangkasa. Membentuk bintang katamu. "Tak ada bintang di sore hari. Duduklah kau nanti bisa terjatuh", kataku. Kau tersenyum “Kulihat dua bintang di matamu” katamu sambil lalu.

Matamu memang bersinar laksana bintang, itu dulu. Walau aku tak bisa melihatnya lagi sekarang. Ada setetes air mata yang turun dan membasahi pipimu. Senja sore ini begitu sendu. Keheningan ini diisi oleh isak tangismu, lembut namun memilukan. Kau menangis dalam diam berhias kerudung jingga sang senja. Tertegak kepalaku memandangmu pilu "Tak usah kau bersedih, ada aku disini”, kataku sambil pegang dagumu. “ PULANG!! PULANG!!”, teriakmu. Aku memegang pundakmu sejenak lalu kembali memegang dayung dan mengembalikanmu ke pinggir danau. Selalu begitu.... Sambil melihatmu berlalu berlari menyusuri jalanan. Aku tidak dapat melihatmu jelas dari kejauhan tapi aku tau betul deritamu itu. Kutatap langit dan senja semakin gelap membawa penyesalan ini semakin kelam.

Aku berjalan pulang. Ku antukkan kedua kakiku pada kerikil kerikil yang bertebaran di jalan. Anganku terbang ke sebuah kamar di sudut rumah di sisi danau. Penyesalan selalu muncul belakangan, tetapi mengapa sesakit ini begitu kataku. Saat ini kau pasti sedang berada di pojok kasurmu yang hangat, menangis sekeras mungking, mencengkeram bantal dengan kuat dan akhirnya tertidur pulas. Mengenang lagi peristiwa memilukan itu.

Andai aku bersahabat dengan waktu...

Andai aku bisa menukarnya... Andai.. Andai... dan andai...

Ku pejamkan kedua mataku meresapi semilir angin yang mengantarkan duniaku. Pikiran ku terbang ke satu tahun silam. Jeep merah, kau dan semua ada disana. Ku tenggak minuman itu, kurasakan getirnya dan kulihat kau tertawa. "Kubawa kau keliling dunia", kataku. Kau tertawa kecil dan merangkul tanganku dengan lembut. Yang kuingat saat itu hanya ada gelak canda tawa, yang kurasakan hanya bahagia. Suara itu membuyarkan semuanya,  dan kurasakan dinginya aspal, lalu semuanya  gelap.

Pipiku basah...

Perlahan hujan mulai turun, tangisku bercampur dengan hujan, seakan menyembunyikan kesedihanku. Dalam titik paling menyedihkan.. Kupejamkan mata...

Aku hanyalah bulan yang akan selalu merindukan cahaya bintang.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Jeep merah (1 year 39 weeks ago)

bagus

Writer sicantikbeuatifulopi
sicantikbeuatifulopi at Jeep merah (8 years 37 weeks ago)
30

dalam satu paragraph terlalu banyak jadi suli untuk dibaca.

contohnya:

Matamu memang bersinar laksana bintang, itu dulu. Walau aku tak bisa melihatnya lagi sekarang. Ada setetes air mata yang turun dan membasahi pipimu. Senja sore ini begitu sendu. Keheningan ini diisi oleh isak tangismu, lembut namun memilukan. Kau menangis dalam diam berhias kerudung jingga sang senja. Tertegak kepalaku memandangmu pilu "Tak usah kau bersedih, ada aku disini”, kataku sambil pegang dagumu. “ PULANG!! PULANG!!”, teriakmu. Aku memegang pundakmu sejenak lalu kembali memegang dayung dan mengembalikanmu ke pinggir danau. Selalu begitu.... Sambil melihatmu berlalu berlari menyusuri jalanan. Aku tidak dapat melihatmu jelas dari kejauhan tapi aku tau betul deritamu itu. Kutatap langit dan senja semakin gelap membawa penyesalan ini semakin kelam.

Akan lebih bagus kalau dibuat seperti ini:

Matamu memang bersinar laksana bintang, itu dulu. Walau aku tak bisa melihatnya lagi sekarang. Ada setetes air mata yang turun dan membasahi pipimu. Senja sore ini begitu sendu. Keheningan ini diisi oleh isak tangismu, lembut namun memilukan. Kau menangis dalam diam berhias kerudung jingga sang senja. Tertegak kepalaku memandangmu pilu.
"Tak usah kau bersedih, ada aku disini," kataku sambil pegang dagumu.
“PULANG!! PULANG!!” teriakmu.
Aku memegang pundakmu sejenak lalu kembali memegang dayung dan mengembalikanmu ke pinggir danau. Selalu begitu.... Sambil melihatmu berlalu berlari menyusuri jalanan. Aku tidak dapat melihatmu jelas dari kejauhan tapi aku tau betul deritamu itu. Kutatap langit dan senja semakin gelap membawa penyesalan ini semakin kelam.

:) sedikit masukkan saja.

Writer cumaYudha
cumaYudha at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)
100

jempol

Writer jarangadus
jarangadus at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)

Makasih jempolnya ya :)
Mampir lagi ya

Writer jarangadus
jarangadus at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)

Makasih jempolnya ya :)
Mampir lagi ya

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)
50

Tanda baca masih kelihatan banget banyak yang kurang, terutama tanda koma (,).

Dan masih ada beberapa kata yang seharusnya disambung, tapi dipisah, begitu juga sebaliknya.

Keep writing ya. :)

Writer jarangadus
jarangadus at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)

Yupp.. Makasih, diperbaiki lagi

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)
70

Hujan memang selalu jadi latar yang bagus untuk menyampaikan perasaan galau
:D
.
Btw ada typo di penulisan ku nih..
rata-rata pada dipisah spasi, padahal kalo mengandung kata kerja digabung aja :D

Writer jarangadus
jarangadus at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)

Heheh . Makaih koreksinya.
Mampir lagi ya :)

Writer kim zhu rin
kim zhu rin at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)
100

bagus

Writer jarangadus
jarangadus at Jeep merah (8 years 38 weeks ago)

Makasih ya :)