_Intifadah_

Ranting berdansa

Menarik menari seluruh daun

Dengan polesan debu

Masih berpesta



Di kejauhan,

Gagah pangeran-pangeran berjalan

Diikuti ombak putih menderu

Perlahan berlari,

Lalu berlari seirama angin



Bunyi tetabuhan yang ditalu

Cadas,

Bergoyanglah!

Bergoyanglah pangeran tampan..

Dengan kerikil intifadahmu!

Lepaskan dan tebarkan nyala di atas pasir

Tatap mata tank yang kerdil !

Yang bersembunyi di gendongan ibunya

Yang jijik alam memandang.

Malaikat kan terus membasuh keringatmu

Hingga kering air mata pada matahari 24 jam.




Padamu, pangeran penuh pesona

Dengan jemari kecil tanpa layangan

Denyut kerikil terus mencintaimu

Menjadi saksi dengan bangga




Pada detik terakhir

Ummi abi kan tersenyum

Alam menunduk santun,

mewangi darah yang membasahi kerahnya

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at _Intifadah_ (8 years 36 weeks ago)

Nda...kamu kemana aja?tolong muncul..

Writer irayukii
irayukii at _Intifadah_ (9 years 6 days ago)
80

pray for palestina. ira juga merinding pas baca puisi ini. :) lama sekali sefa ayu gak kelihatan, mucul dengan puisi yang amat menyentuh :D

Writer sefa ayu
sefa ayu at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)

mkasih ya dah mmpir

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
90

Puisi yang menggambarkan perjuangan yang mengharukan. Indah dan menyentuh.

Writer pratama_fariz
pratama_fariz at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
90

Wow kalimat terkahirnya bikin *goosebumps* mantap!

Writer ArlindaEka
ArlindaEka at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
2550

Subhanallah... Saya merinding bacanya...
Save Palestine!!

Writer toebugz
toebugz at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
80

Eksekusinya tajem

Writer bakhsayanda
bakhsayanda at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
70

sangat memprihatinkan :(

Writer ZooQ
ZooQ at _Intifadah_ (9 years 1 week ago)
90

hidup adalah perjuangan
jalan mana yang akan kita pilih
kedamaian atau penjarahan
dan israel lebih memilih yang kedua

sungguh amat disayangkan dari umat yang katanya pilihan Tuhan