Kedamaian Abadi: Saat Untuk Tersenyum 01

Aku akan mati.

 

Itulah kata-kata yang mengambang di benaknya saat ini, saat sekilat cahaya terasa sangat menentukan napas hidupnya. Setelah semua yang terjadi, ia benar-benar tidak mengerti mengapa semua harus berakhir dengan kematian.

 

Tidak, seharusnya ia mengerti sejak tadi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

wah memang mantap

70

A..sudah lama saya tidak bertemu dikau :D
.
Kurang menghentak, menurut pendapat saya. Adegan kemunculan itu harusnya lebih menghentak, tapi somehow, saya nggak merasakan feel-nya. Kerasa datar dan kurang berkesan.
.
Tetapi, saya suka engan beberapa pilihan diksinya;

A... tiba-tiba teringat dulu ada cerita adaptasi Taiyou no Uta, dan nama penulisnya cukup aneh karena tidak menggunakan nama samaran sementara yang lain menggunakan.

Terima kasih, adegan itu akan aku perbaiki kok (y)

60

Munculnya malaikat maut kurang bikin pembaca penasaran dengan kelanjutannya. Mungkin benar, ini karena kecepetan. Terlalu tiba-tiba.

80

malaikat maut muncul dari asap hitam? hmmm...

80

saat ini kemudian semakin banyak penulis yang nggak mau baca tulisan penulis lain kayaknya. sekarang jadi sepiiiiiiiiiiiiiiiiii banget.

seperti yang kubilang di FB kemarin. alurnya kerasa terlalu cepet. belum apa-apa udah muncul si Malaikat maut itu.

eh, sepertinya bagian itu tidak bisa diperbaiki, tetapi harus diperbarui

sepertinya begitu. story benar2 sepi.