OO to OOO

Ini tidak lucu.

Ini sama sekali tidak lucu.

Atau setidaknya itulah yang terlintas di benak Adam saat untuk kesekian kalinya layar monitor di hadapannya menampilkan deretan angka, grafik, simbol, kata-kata yang secara sederhana menunjukkan dan menggambarkan kondisi bumi saat ini.

Di sampingnya Steve, yang biasanya sinis dan ceria, memegangi kepala dengan kedua tangannya, terlalu... shock bahkan untuk sekedar mengeluh atau melontarkan komentar cerdas (seperti yang biasa ia lakukan) tentang apa yang baru saja terjadi di bawah sana.

Untuk kesekiankalinya pula, Adam berkali-kali menekan tombol oranye di panel, sambil berulang kali berseru:

"Pusat Kontrol! Pusat Kontrol! Di sini Paradise VII, Ganti!"

Yang hanya dijawab dengan suara gemeresik mikrophone yang dibiarkan menyala begitu saja tanpa ditunggui seorangpun. Samar-samar ia bisa mendengar gema suaranya sendiri, mungkin dari speaker yang ada di pusat kontrol, sedikit memberi harapan bahwa setidaknya tak ada ganguan yang berarti pada alat-alat elektronik yang ada di bawah sana.

Tapi tetap saja...

Ini sama sekali tidak lucu.

"Aku akan mencoba menghubungi stasiun luar angkasa lainnya," kata Adam pada akhirnya.

"Kau yakin itu bisa dilakukan?"

"Tak ada salahnya mencoba kan? Maksudku, akan sangat tidak lucu, kalau seandainya hanya kita berdua yang tersisa."

"Adam dan Steve..." gumam sang rekan sambil tertawa lirih, "... kau benar, itu sama sekali tak lucu."

Tapi beberapa saat kemudian.

"Aku menyerah," keluh Adam, "terlalu banyak gangguan di luar sana."

"Badai Matahari," komentar Steve, "Menurutmu ini yang menyebabkan susunan Atmosfir bumi berubah seketika?"

Adam mengangkat bahu, "Jangan tanya aku bung, aku hanya seorang astronot."

"Masalahnya aku tak terpikir penyebab lain yang dapat mengubah," sekilas Steve melirik lembaran kertas di tangannya, "lebih dari 83% Oksigen yang ada di bumi menjadi Ozon."

"Dan selama ini Orang selalu memikirkan hal-hal yang dramatis terkait kepunahan manusia dan akhir dunia."

"Ini cukup dramatis sebenarnya, kecuali kita, manusia, belum benar-benar punah. Setidaknya sampai saat ini."

"Secara teknik kita, manusia, sudah punah. Bahkan seandainya persedian makanan kita tidak tersisa... lima hari lagi," Adam menggelengkan kepalanya, "Bicara soal kebetulan eh? Seminggu yang lalu kita naik dan saat ini semua orang di bawah ... naik ke tempat yang lebih tinggi. Aku jadi bertanya-tanya apakah kita benar-benar beruntung masih hidup saat ini."

"Persedian makanan kita masih tersisa Satu Bulan dan lima hari sebenarnya. Atau bahkan lebih seandainya kita bisa berhemat. Kau lupa menghitung apa yang ada di kotak persediaan darurat."

"Oh ya? Lalu?"

Kali ini giliran Steve yang mengangkat bahu, "Entahlah, kita bisa menunggu, mungkin. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan."

"Misalnya?"

"Kau bisa terus mencoba menghubungi stasiun luar angkasa yang lain, sambil terus memantau kondisi bumi, sementara aku... hmm aku bertanya-tanya , apa kejadian yang sama juga terjadi pada planet-planet lainnya, maksudku terkait terjadinya perubahan komposisi atmosfer secara dramatis."

"..."

"Ayolah sobat," Steve menepuk pundak Adam, "Selalu ada harapan selama kita masih hidup."

"Harapan eh? Apa kau tahu berapa banyak Astronot Wanita sampai saat ini?"

"Yaah... Aku tak yakin dengan Rusia, tapi terakhir kudengar Cina, atau Jepang, atau India, sedang menggembar-gemborkan Astronot wanita mereka."

"Tapi apa menurutmu mereka akan membiarkan gadis-gadis itu benar-benar bertugas di atas sini?"

Steve tersenyum, "Mudah-mudahan Lembaga Antariksa di negara-negara itu tidak seseksis di negara kita."

"Sialan."



Tapi lima hari kemudian ...


"Ada kabar baik sobat?"

Adam menyeringai sambil mengulurkan selembar kertas pada Steve; Isinya daftar stasiun luar angkasa, negara pemilik, dan astronot yang ada di dalamnya.

"Coba kulihat, sini... Johan, Budi, Andree, Chang Fei..., Seiji Yoshikawa... ah Dian, kita beruntung eh?"

"Di wilayah Nusantara, itu nama netral..."

"Maksudmu?"

"Dian yang ini, sayangnya laki-laki juga."

Steve tertawa, "Maksudmu, dari tujuh belas stasiun luar angkasa yang ada, dari sekitar tiga puluhan Astronot yang kebetulan sedang bertugas, tak ada seorang pun yang wanita?"

"Salah satu dari mereka terang-terangan mengaku bahwa dia Gay..."

"Oh ya?"

"Tapi begitu rekan-rekannya mengetahui hal itu... mereka langsung memasukkannya ke dalam kapsul lalu melontarkannya ke luar angkasa..."

"Cukup... radikal."

"Mau bagaimana lagi, sebagian besar dari mereka sudah cukup depresi dengan keadaan ini... beberapa bahkan sudah berpikir untuk bunuh diri."

"Cukup ... pesimis."

"Realistis," koreksi Adam, "Kau lah yang selama ini terlalu Optimis."

"Mau bagaimana lagi sobat, kenyataannya aku masih hidup, dan... punya kabar baik sebenarnya."

"Kondisi atmosfer bumi membaik?"

"Nope... memburuk malah."

"Mars?"

"Sayangnya masih terlalu jauh dari matahari."

"Bulan?"

"Venus. Percaya atau tidak, kondisi atmosfer planet itu sekarang sudah hampir menyerupai kondisi atmosfer bumi, yah atau setidaknya secara minimal, mampu mendukung organisme berbasis karbon dan oksigen bertahan hidup di sana."

"Heee..."

"Dan yang lebih penting lagi, satelit kita di sana menunjukkan bahwa hujan juga sudah mulai turun di planet itu."

"Aku masih tak terkesan."

Steve menghela napas panjang, "Itu karena kau terlalu pesimis sobat."

"Realistis" tegas Adam.

"Pesimis," Steve bersikeras.

"Dengar," kata Adam, "Bahkan meski kita benar-benar bisa tinggal di Venus, bagaimana dengan makanan huh? Atau yang lebih penting lagi, bagaimana kita bisa berkembang biak?"

"Karena itu beberapa dari kita (kau, aku dan antariksawan lain yang masih selamat), harus turun kembali ke bumi!"

"Untuk?" tanya Adam masih tak mengerti.

"Mengambil bibit tentu saja. Kalau tak salah negara kita memiliki Gedung Penyimpanan Plasma Nutfah kan? Negara lain malah, kudengar bukan hanya menyimpan sampel sel tumbuhan tapi juga embrio dari berbagai jenis hewan..."

"Dan manusia?"

Ganti Steve yang menyeringai, "Mudah-mudahan jam segini Bank Sperma masih buka. Yah meski namanya begitu seharusnya mereka juga menyimpan sel telur yang diawetkan... tapi kita harus cepat, sebelum suplai listrik dari pembangkit berhenti, sambil berharap tempat-tempat yang kusebutkan tadi memiliki sistem kendali otomatis..."

"A... Akan segera kuhubungi yang lain..."

"Bagus," Steve tertawa, "Dan jangan sampai mereka lupa membawa pakaian astronot mereka dan persedian oksigen yang cukup. Ini tak akan mudah sobat, tapi setidaknya kita sudah berusaha..."

"Yep, dan jika kau punya banyak waktu luang, sebaiknya kau kalkusikan juga apa lagi yang kita butuhkan untuk sampai ke Venus hidup-hidup. Kita tak bisa bolak balik turun ke bumi tahu."
 

****

Post Script: Menurut penulis sih lumayan lucu, tapi jika tidak, yah tak perlu memaksakan diri untuk tertawa. Nyahaha...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at OO to OOO (3 years 9 weeks ago)
70

huh, ternyata cerpen yang bawa istilah nuthfah dan bank sperma itu sudah ada ya,
jadi bukan saya saja,
tapi anehnya saya kok serasa diperlakukan tidak adil,
tapi gapapa

Writer cumaYudha
cumaYudha at OO to OOO (9 years 33 weeks ago)
100

SALAM KENAL, KAKAK! cari-cari cerita bertema Mecha di kekom nihh!!!!! ketemu CoRE
-
-
dan ketemu punyamu! sayang gak dilanjutin :C
-
-
mohon dengan sangat yah kakak! tolong tengok punyaku yang juga Mecha
@ Apocalypse War : Intro
udah panjang bangetsih sebenarnya, kalau cerita kamu komplek sekali, takjub saya!!!!!
-
-
gak kayak punyaku yang menonjolkan Battle (jangan terkejut bila chapter awal langsung perang)
-
-
mohon ditinjau yah Mecha punyaku

Writer Bloodberry Lime
Bloodberry Lime at OO to OOO (9 years 34 weeks ago)
80

LOOOOOL! secara humor ini menghibur =)) 'Adam dan St(eve)' Gyaaa! *A* (maaf, maaf. saya... eng... agak, Fujoshi). berhubung saya engga ngerti dengan ilmu sains-nya, saya malah fokus sama humornya aja. dan LOOL, ada astronot yang Gay? huahaha XD
-
Apakah detik-detik menuju kiamat, wanita jadi sedikit? :v tinggal di Venus kalo beneran... seru kali ya? manusia bumi ganti titel jadi Venusian, kayak Nino XD (Arakawa Under The Bridge)
-
eh maap, jadi OOT gini. naislah :v

Writer wiedya_sweed
wiedya_sweed at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)
100

ngahaha.. bagian tengahnya bikin cengar-cengir sendiri

red_rackham at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)
90

ROFLMAO~!
.
Ini cerita apocalypse yang pendek, singkat, kocak (menurut saia) dan EPIC~!
.
(o___<)b
Good Job~!

Writer 145
145 at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

Hoo thanks

Writer Maximus
Maximus at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)
70

ya-ay-ay, wa-a-aw.
.
Hai kak 145 XD
.
Humor : 9/10
.
Scientific Fact : 5/10
.
Kayanya mendekati 21-23 desember, banyak yang mulai cerita doomsday ya :( ; ceritanya menarik *terutama yang di lempar ke kapsul, lol.
.
Sayangnya, 83% O2 --> O3, hampir ga mungkin :(, half-life nya Ozone cuma 30 menit, sebelum terdisosiasi balik jadi Oksigen secara natural.
.
Selain itu, energi yang dibutuhkan untuk mengkonversi oksigen secara instan menjadi ozone, (dengan mengasumsikan semuanya disediakan oleh badai matahari), sangat besar, sebagian di reflect, earth's magnetic layer, sehingga hampir ga mungkin terjadi ._.
.
in a plus side, jika itu beneran terjadi, kita harus berterima kasih pada pengguna AC, aerosol, kulkas, atau peralatan teknologi lain yang masih CFC-based, dengan
persamaan reaksi :

Cl*(radical terbentuk dari CFC yang terradiasi oleh UV, yang pasti terjadi karena kasusnya ada badai matahari)

O*(radikal atomik oksigen yang terbentuk dari disosiasi Ozone)

O3 + Cl* ---> ClO + O2 \\ O3 ---> O2 + O*
ClO + O* ---> Cl* + O2

Dengan begitu dapat diamati pada akhir reaksi Cl* kembali terbentuk sehingga dapat mengulang reaksi dengan ozone sehingga kembali mendisosiasinya menjadi oksigen, hal ini secara teoritis akan terus berlangsung kira-kira 100 ribu kali, sebelum Cl* akan mengikat gugus hidrogen dari metana (CH4) membentuk asam Klorida (HCl) yang bisa dibawa ke bumi melalui hujan.
.
Sehingga dapat disimpulkan excess keberadaan ozone tidak mungkin terjadi, karena ozone akan sangat dan sangat cepat terdisosiasi, kecuali.... badai matahari berlangsung sangat lama dengan energi besar, dan manusia mungkin akan punah karena terbakar kepanasan, dehidrasi, kekurangan makanan (tumbuhan tidak tumbuh), Perubahan iklim ekstrem, tapi bukan karena ozone.
.
Sekian ;D
.
p.s : maaf, kalau kepanjangan :p

Writer 145
145 at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

"Fantasy is the impossible made probable. Science Fiction is the improbable made possible." Rod Sterling
-
Hai Max >_< lama tak muncul !!!
-
Hmm tentang sisi Scientific-nya, sejujurnya memang sengaja ku-simplifikasi-kan, yang pertama karena malas, yang kedua supaya penulis bisa cari-cari alasan, kalau-kalau ada pembaca yang kelewat jeli hahaha...
-
Misalnya, penulis bisa saja mengatakan bahwa bukan hanya komposisi O2 yang berubah, mungkin juga ada peningkatkan jumlah gas mulia yang lembam dan sulit bereaksi sehingga O3 yang ada jadi lebih stabil.
-
Bisa juga ada perubahan pada medan magnet bumi... yah dan lain sebagainya...
-
Anyway thanks sudah mampir. Hmm btw, dimana aku bisa membaca tulisan-tulisanmu?

Writer Maximus
Maximus at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

ya, peningkatan jumlah gas mulia ._. *sebenernya karena ga ikutan bereaksi jadi ga berpengaruh sama sekali* dan heck, gas mulia dari mana, paling mungkin juga, argon (dalam kasus gempa bumi, tambang terbuka, atau dari solar flare (ada helium bebasnya)
.
Uh, anyway, maap klw uda agak being a jerk disini >_< ;
.
Tulisanku? Idenya si bertumpuk, tapi. Sibuk kuliah. Sibuk praktikum. Belajar buat UAS.
.
Mungkin pas liburan?
.
Mungkin?
.
Mungkin.

Writer 145
145 at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

Transmutasi :D
-
Hoo i'll be waiting.
-
2013... maybe...

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)
80

"God made Adam and Eve, not Adam and Steve"
Ini aja udah lucu :D
Barangkali saya ngerti maksud cerita ini... tapi maaf, enggak biasa dg fiksi sains sih hehe jadi enggak bisa komentar lebih banyak :)

Writer 145
145 at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

Santai saja >_< namanya juga sekedar bacaan

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

iya sih. pingin bisa memahami fiksi sains euy, biar pinter hehehe...

Writer 145
145 at OO to OOO (9 years 35 weeks ago)

Lumayanlah bisa bikin dikau cengar-cengir :D
-
Seraam? Gak juga ah, kan gak jadi punah manusianya >_<
-
Kayaknya dari HP deh