BOR N2 Fourway Fight: Versi Fransisco Ezequiel Luna Jr. (Still Uncompleted)

 

           Altar Dimensi yang tadinya sepi menjadi ramai setelah empat orang yang tidak tahu mulainya dari mana menguap dan mengumpat-ngumpat karena tidur mereka terganggu. Terdengar juga puji-pujian pada tuhan, umpatan kotor, dan teriakan seperti teriakan wanita yang tangannya terjepit pintu.

            Empat tempat tidur berbaris rapi satu shaf menghadap sebuah bukit tinggi dengan bangunan berbentuk melingkar yang ditengahnya berlubang besar seperti donat. Keempatnya berwarna putih cerah tanpa noda, kecuali di beberapa tempat tidur yang penggunanya punya masalah dengan kebersihan tubuh.

           “Selamat datang, para peserta. Selamat datang di Altar Dimensi,” ucap seseorang yang berdiri diatas bukit. “Aku [Dia], pemandu kalian di panggung Unlimited Beds ini, bersihkan tempat tidur kalian lebih dahulu sebelum kita mulai pertandingan ini,” kata [Dia] dengan sikap dingin sedingin es.

           “Apa maksudmu dengan membersihkan tempat tidur kami, Nona,” sambut Allan yang berdiri disamping tempat tidurnya sambil mengelap biola dengan sikunya. “Iya, maksudmu apa, sih?” timpal Ezequiel yang sedari tadi mengumpat karena dia dipaksa bangun dari tidurnya.

           “Mencurigakan,”

           “Iya, mencurigakan,”

           “Dia pasti mau apa-apain kita, nih,”

           “Benar,”

           “Kita harus waspada,”

           “Sebaiknya jaga bokong kalian,”

           "..."

           “Diam!!! Aku bilang tidur! Cepat!” teriak [Dia] ketus.

           Altar Dimensi sekonyong-konyong terdiam, bahkan awanpun berhenti bergerak. Keilantra mendengus, lalu langsung berbaring, Yunus, mulutnya komat-kamit mengucap puji-pujian pada tuhan karena hal tadi. Ezequiel sudah tidur sebelum orang lain menyadarinya. Sedangkan Allan begitu antusias memandangi [Dia] yang kepalanya sudah mendidih. “Kau cukup manis juga kalau marah, Nona,”

           [Dia] mendesah kesal sambil menggenggam erat tonfanya seakan-akan benda itu akan remuk dengan satu tangan.

           “Haha, aku bercanda, Nona. Baiklah, selamat tidur,” tutup Allan dengan pandangan tak beralih dari [Dia] sampai kemudian ia langsung tertidur pulas.

 

Read previous post:  
80
points
(5538 words) posted by Sam_Riilme 10 years 15 weeks ago
88.8889
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | Battle of Realms | N2 | Ronde Turnamen
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Woi ayo lanjutin dong! Sumpah, bagian prolog pengenalan karakternya uda keren banget. Paling bagiannya Ezy aja yang terasa kepanjangan. Hehehe, mungkin karena Lazu kepengen biar Ezy lebih terekspos yah...
.
Sampai sejauh ini sih nilai dariku A! Makanya lanjutin dong dan selesaikan dengan ending yang keren!!!

100

perkenalan karakternya dah asik kak, knp g dlanjutin? x3

100

ayo semangat Ezy~~!! >.<