Battle of Realms N2 : Semifinal

 

Semifinal

Hitam dan putih.

Hanya dua hal itu yang dapat dilihat oleh keempat peserta saat mereka sadar di mana diri mereka berada.

Bagaimanapun juga, tempat ini tidak bisa disebut sebuah ‘tempat’, apalagi sebuah dimensi ataupun dunia.

Namun di sinilah mereka berada saat ini.

Setidaknya mereka segera menyadari bahwa masing-masing dari mereka tidak datang ke sini sendirian. Lebih tepatnya, mereka ditarik tanpa sadar ke tempat ini.

Setiap mata memandang ke arah satu sama lain, memastikan siapa saja yang ada di dalam dualitas warna ini.

...Mliit dan Spa sang Kepala Malaikat.

...Allan dan Dia sang Kepala Maid.

...Ligaya dan Clo sang Kepala Mantri.

...Galon dan Hea sang Kepala Manajer.

Sepuluh sosok dua warna kini berkumpul di dalam kehampaan.

Ya, sepuluh.

Selain delapan nama yang baru saja menyelesaikan pertandingan empat arah tersebut, dua sosok lainnya juga bergabung di antara mereka.

Sesosok pria bermasker gas yang familiar di mata keempat peserta, serta sesosok anak lelaki berseragam sepak bola yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

“Hyaaa, lama tidak berjumpa dengan kalian semua...,” ujar Sakaki membuka pembicaraan. “Bagaimana pertandingan kalian sebelumnya? Lancar-lancar saja kan sekalipun aku tidak ada?”

Tidak ada yang segera menjawab. Tentu saja, Sakaki bicara dengan ringannya seolah semua yang hadir di sini sudah tahu kondisi mereka, padahal bagi keempat peserta tentu banyak tanda tanya bermunculan di kepala.

Tempat apa ini?

Kenapa mereka ditarik ke sini?

Kenapa Sakaki baru muncul kembali sekarang?

Bagaimana keadaan para peserta yang lain?

Siapa anak lelaki yang ada di sebelah Sakaki?

“Eh...ehem.”

Kembali Sakaki berusaha memecah keheningan dengan nada canggung.

“Sebenarnya aku ingin mengucapkan selamat bagi kalian yang telah maju sampai sejauh ini....tapi kulihat kalian semua begitu tegang dan serius, jadi mungkin ucapan itu kusimpan saja untuk pertandingan final nanti, ya,” kata Sakaki. “Nah, sekarang, kalian akan dibebaskan memilih di mana kalian akan memulai pertandingan semifinal kalian. Tidak, kami tidak akan lagi membawa kalian ke tempat acak. Tempat pertandingan semifinal ini pasti sudah kalian tahu, kok. Anggap saja kompensasi karena aku tidak bisa membuka semifinal dengan meriah dan malah berkesan tertutup seperti ini, hahaha.”

Sakaki menghela nafas pelan sebelum kemudian melanjutkan pembicaraan.

“...para pemandu yang menjadi pengawas kalian di pertandingan sebelumnya akan menjadi partner kalian di pertandingan ini. Silakan bertanya pada mereka mengenai aturan ‘semifinal’ kali ini. Kudoakan kalian semua beruntung....walaupun tidak semua bisa maju ke pertandingan selanjutnya sih, ya...”

“”””................””””

Merasa pembicaraannya dari tadi tak ubahnya berbicara sendiri, Sakaki yang merasa suram akhirnya ikut terdiam dan mengisyaratkan para pemandu untuk membawa para peserta pergi.

“Ah---“

“?”

Sebelum delapan dari sepuluh sosok meninggalkan ‘tempat’ ini, bocah yang ada di samping Sakaki terlihat ingin mengutarakan sesuatu.

“Hmmm? Kukira kau akan terus diam sampai akhir. Ada apa Fort? Apa ada yang ingin kau sampaikan pada para peserta ini?”

Fort mengangguk pelan.

Sakaki pun membiarkan Fort menghampiri keempat peserta, dan bocah yang tidak dikenal oleh keempat peserta tersebut kemudian berkata,

“....kalian mungkin tidak perlu mengenal siapa aku. Aku yakin, banyak pertanyaan yang tidak terjawab di kepala kalian selama kalian mengikuti turnamen ini hingga saat ini. Kalian juga pasti hingga detik ini masih tidak tahu ‘Kebenaran’ seperti apa yang menunggu kalian di ujung perjalanan ini. Tapi, aku hanya ingin menyampaikan satu hal untuk kalian ingat ke depannya.”

Bocah yang sedari tadi tidak menampakkan wajahnya dengan jelas, kini menghadap lurus ke arah para peserta, memperlihatkan sebuah senyuman.

Senyuman kecil yang terlihat polos.

Entah mengapa bocah itu tersenyum di saat seperti ini.

Dan dari balik senyuman itu, sang bocah menyampaikan kata-kata terakhirnya,

Bahwa takdir adalah milik mereka yang menghendakinya.”

 

Bersamaan dengan kalimat tersebut, keempat peserta paruh akhir turnamen Battle of Realms kini dibawa oleh pemandu mereka masing-masing untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Pertandingan yang akan menentukan apakah mereka akan berlanjut hingga akhir, atau berhenti di sini.

*****

PERATURAN PERTANDINGAN

Pertarungan diadakan serentak, yang artinya sekalipun ini bukan merupakan pertarungan empat arah, namun berjalan di satu waktu (dan mungkin tempat) yang sama.

Aturan sama dengan sebelumnya, yaitu [tidak ada aturan yang jelas, yang berdiri terakhir ialah yang menang]. Tentu saja, segala bentuk pertandingan diperbolehkan, dan peserta juga dianggap kalah bila menyerah.

Aturan lainnya adalah sebagai berikut :

·         Setiap peserta akan ditemani oleh seorang pemandu sepanjang pertandingan ini (pemandu disamakan dengan yang memandu kalian di pertandingan sebelumnya).

·         Pemandu dapat memindahkan kalian sesuka hati (teleport) ke tempat yang kalian inginkan bila kalian minta, namun terbatas 3 kali. Lebih dari itu, pemandu tidak akan membantu kalian berpindah tempat.

·         Pemandu dapat sewaktu-waktu menyebutkan status pertarungan, kondisi atau posisi lawan, dan memberi saran kapan saja bila kalian minta (tidak ada batasan untuk bantuan yang satu ini). Namun perlu diingat kalau pemandu tidak akan ikut bertarung dalam pertandingan kalian.

·         Pertandingan diadakan dengan stage sebagai berikut :

*****

PENTING BAGI PESERTA

·         Deadline 16 Januari 2013.

·         Berlaku sistem vote, bukan skor berupa poin.

·         Pertandingan ini sebenarnya adalah [Mliit vs Ligaya] dan [Allan vs Galon] di satu waktu yang sama. Silakan sampaikan mengenai ini pada karakter kalian (mengenai siapa yang harus mereka kalahkan) dalam cerita kalian.

·         Tidak perlu menggunakan semua tempat yang ada; cerita kalian bolah hanya berkutat di satu tempat saja kalau memang kalian mau.

·         Selain apa yang sudah disebutkan, tidak ada batasan lain apapun dalam pertandingan ini.

·         Jangan lupakan tag ‘Battle of Realms’ dan ‘N2’ seperti biasa. Oh, dan ‘Ronde Turnamen’.

·         Format judul.....bebas selama ada ‘Battle of Realms’, ‘N2’, ‘Semifinial’, dan nama karakter kalian. Tidak perlu disebut juga kalian pasti mengerti judulnya seperti apa.

Read previous post:  
80
points
(5538 words) posted by Sam_Riilme 9 years 12 weeks ago
88.8889
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | Battle of Realms | N2 | Ronde Turnamen
Read next post:  
100

numpang buang link kak #pletak >.<
http://www.kemudian.com/node/272326

100

Allan atau Galon... Siapakah yang terbaik...

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Battle of Realms N2 : Semifinal (9 years 2 weeks ago)
100

"Hmp, oke. Satu lagi perempuan berambut merah."

Kazzak at Battle of Realms N2 : Semifinal (9 years 2 weeks ago)
100

Fight for Honor!