The White Lily

 

Kata mereka, minggu depan aku sudah boleh keluar, bebas katanya. Padahal aku masih ingin berlama-lama di sini, sejak tidak ada kebebasan yang benar-benar berarti bagiku. Terkurung dalam dinding kelabu dan terali besi hitam yang dingin, itu jauh lebih menyenangkan dibanding terkurung dalam dinding-dinding tak terlihat di luar sana. Aku sangat senang di dalam sel ini, seakan dunia hanya sebatas ini saja dengan aku satu-satunya penghuni dan beberapa orang tak penting yang lalu lalang.

Sayangnya aku sudah sehat—kata mereka—dan berarti aku harus meninggalkan dunia kecil yang nyaman ini ke dunia yang lebih suram. Namun, aku juga tidak mau disamakan dengan orang-orang yang terus menangis sampai air matanya habis; atau tertawa sampai sesak nafas; atau teriak-teriak sampai tak bisa lagi bersuara. Sulit membayangkan kalau dulu aku sama seperti mereka. Setidaknya aku masih memakai baju dan mengelap air liur.

Satu-satunya hal yang menyenangkan adalah permintaanku untuk menaruh organ tua di dalam sel ini dikabulkan. Sisi belakangnya merapat ke dinding dan kakinya dibaut, kursi kecil untuk memainkannya juga dibaut setelah ukurannya dipaskan denganku. Katanya hadiah perpisahan untukku. Petugas bernama Toddley sering berpura-pura mendengarkan dan menyukai laguku, padahal suaranya sumbang dan lagunya asal karena aku tak pandai memainkannya.

Seperti saat ini, aku berusaha menciptakan fugue. Dia menyalakan televisi kecil dengan gambar hitam putih di depan sel-ku sehingga aku bisa ikut menontonnya. Mungkin sebenarnya ia ingin aku berhenti bermain organ dengan menonton televisi bersamanya. Aku tahu dia menyukaiku, tapi apa peduliku? Dia hanya bernafsu pada wajah yang cantik dan mungkin di benaknya hanya cara-cara untuk menyetubuhiku, kalau tidak, dia tidak akan jatuh cinta pada orang yang tidak waras.

Tidak waras, seperti ibuku. Atau mungkin ayahku—uh, apa aku punya ayah? Atau dua bersaudara gila itu. Mendadak bayangan Ibu membuka pintu kaca dan berlari sebelum melompati teralis alumunium, kembali terputar di benakku.

Nada-nada sopran dan alto yang kuciptakan bersamaan mengalihkan perhatianku. Sebenarnya aku ingin menggabungkan sopran dan tenor, sebagai ganti jeritan-jeritan di dalam dadaku. Tapi aku butuh satu lagi organ dan sepasang tangan, dan aku tak mau ada orang lain yang merusak laguku, duniaku. 

“Ada apa Lee?”

Mulanya aku tak menghiraukan panggilan Toddley, hingga dia berseru sampai tiga kali dan mengetuk-ketuk terali besi. Aku menghentikan permainan dengan menekan beberapa tuts bersamaan hingga menghasilkan bunyi nyaring, baru menoleh ke arahnya.

“Permainanmu tadi kacau sekali, ada sesuatu yang membuatmu tak tenang?”

Mungkin dia ingin menyuntikkan obat bius. “Toddley.”

“Ya?”

“Menyingkirlah dari sana, aku tak bisa melihat televisi.”

Petugas itu menurut, aku memperhatikan televisi. Aneh kalau saat ini ada orang yang masih menonton tayangan hitam putih. Pertandingan bola, Toddley menonton pertandingan sepak bola. Ada satu pemain yang menarik perhatianku, dia menggiring bola cukup lama tanpa mendapatkan perlawanan berlari. Dialah subjek dalam fugue, kemudian bolanya dioper ke kawannya, beberapa temannya juga berlari mengiringi permainannya. Beberapa saat kemudian, bola berpindah ke sisi lawan, namun berhasil direbut kembali oleh si pemain bernomor punggung sebelas, subjek dalam fugue. Skor 3-2 untuk tim si pemain nomor sebelas, dan waktu sudah mau habis.

Serangan dari tim lawan di detik-detik terakhir juga hebat, tiba-tiba saja salah satu pemain mereka ingin menembakkan bola ke arah gawang, itu kesempatan yang sangat bagus, namun dia dicederai si nomor sebelas. Dia mendapatkan kartu merah.

“Namanya Vero Sebastian, dia penyerang yang hebat namun karirnya tamat sampai di sini. Dia dicerca fans tim lawan: pelanggaran itu sengaja ia lakukan untuk meraih kemenangan. Akibatnya si pemain lawan tidak bisa bermain bola lagi,” ujar Toddley.

Aku hanya membalasnya dengan nada-nada rendah dari organku.

“Lalu beberapa hari sesudahnya Sebastian mengalami kecelakaan. Kakinya harus diamputasi, katanya itu hukuman dari Tuhan, ada yang bilang juga kecelakaan itu disengaja.”

Jariku terhenti pada satu nada. Aku kembali melihat televisi, ternyata itu siaran ulang. Dan Toddley mengulang-ulang dari si nomor sebelas menggiring bola seperti membawakan fugue. Sambil mendengar komentator di televisi, aku kembali menekan-tekan tuts organku.

Toddley sialan itu menerawang ke arahku dan tersenyum simpul. Sampai akhirnya walkie-talkie-nya berbunyi.

“Ada kunjungan untukmu,” Toddley berujar parau. Rupanya sifat pendiamnya sudah kembali, “aku akan segera kembali.”

Toddley menjauh, aku duduk di ranjangku yang tipis sambil menonton siaran pertandingan bola. Aku tak ingin dikunjungi, hanya makhluk-makhluk menjijikkan yang sudi singgah di sini—berbaur dengan orang-orang sinting—untuk menghinaku dengan alasan mengunjungi. Dan benar saja dugaanku, suara gema boot Patch-Hyde kesayangannya mulai menggema di koridor.

“Halo, sayang. Apa kabar?”

Aku pura-pura tidak dengar.

“Kau senang bukan, minggu depan sudah bebas?”

Dia mengeluarkan bolpoin dan buku catatan kecil dari sakunya, menulis sesuatu kemudian merobek kertasnya dan melemparkannya ke dalam sel-ku. Tertulis dengan huruf kapital ‘FREEDOM’.

Aku menatap sebelah matanya yang tidak tertutup perban, “bukannya kau yang malah senang dengan ‘kebebasan’ku?”

“Tentu saja, kau bisa kembali pulang ke rumah,” dia menjawab dengan suara berat. Tatapan matanya menjijikkan, membuatku muak menatapnya lama-lama. Dia kembali menulis dan menyobekkan kertas padaku. ‘HOME’

“Lebih baik aku menjalang dari pada harus serumah denganmu.”

Dia menyalakan rokok, kali ini ia menghembuskan asap beracunnya padaku yang membuatku batuk, “kau memang sama saja dengan ibumu.” Dia kembali menulis dan melempar kertas yang kali ini mengenai wajahku. ‘BITCH’

“Ruangan ini bukan tempat sampah,” tanpa sadar darah mulai menetes dari bibir bawahku.

“Lalu apa?” dia menulis kata ‘TRASH’ dan melemparkan padaku.

“Ah, mata itu, mata kecokelatan yang sangat indah. Aku tidak sabar memasangnya pada rongga mataku,” laki-laki tinggi besar itu menunjuk sebelah matanya yang diperban. Dia kembali menulis, kali ini ia melemparkan kata ‘REVENGE’ padaku. Aku meludahi kertasnya dan berdiri.

“Kau mau mendengarkan fugue dari seorang penyerang yang menggiring bola?”

“Huh?”

Dia belum sempat berpikir ketika tangannya kucengkeram dan kutarik kuat-kuat dari celah terali dengan tangan kiri. Badannya sampai terbawa dan terbentur besi-besi hitam itu, di saat yang bersamaan, tangan kananku mengambil bolpoinnya dan mencolok matanya yang diperban.

Laki-laki itu menjerit, darah mulai merembes dari kain perban-perbannya. Dia menarik tangannya kembali, aku menyempatkan diri mengambil rokoknya yang masih menyala.

“Sialan kau!” bentaknya sambil menutupi sebelah matanya.

Toddley datang mendengar keributan, dia ingin membiusku yang tertawa-tawa sinting. Tapi bajingan yang menjengukku tadi bilang tidak usah, katanya dia senang membiarkanku dalam keadaan ‘begini’. Aku meremas rokok yang masih menyala dengan kuat hingga padam, lalu melemparkan puntungnya pada si brengsek. Dia sempat membalas dengan berucap tak sabar menungguku pulang. Persetan dengan pulang.

Nama laki-laki itu adalah Samael, kakak tiri dari ayahku walau aku tak pernah menganggapnya saudara. Bahaya kalau aku menganggapnya kakak, bisa-bisa dia menjadikanku selingkuhan dari Samantha, adiknya yang tak kalah gila. Mereka sering kemari hanya untuk mengejekku seperti tadi, Samael sering melempar kertas yang menurutnya, aku harus mempelajari kata-kata itu. Sampah. Terkadang aku merasa kami tertukar. Seharusnya merekalah yang mendekam di sel ini.

Aku memasukkan kertas-kertas yang dilempar Samael ke dalam laci kecil yang mejanya sudah dibaut. Di sana sudah ada ratusan kertas lain hingga berhamburan ketika kubuka lacinya. Kelak aku akan membakar semuanya, lalu memasukkan abunya ke rongga mata kiri Samael.

Tanpa sadar kata-kata yang berhamburan terngiang di kepalaku. Bermunculan satu-satu, saling bertumpuk-tumpuk dan memunculkan ratusan memori bersamaan yang membuatku menjerit. Bertumpuk-tumpuk, seperti fugue, kepalaku pusing. Toddley masuk ke sel-ku, ke duniaku, siapa yang bilang dia boleh masuk? Aku mengamuk, akulah sang penyerang yang meraih kebebasan. Tak akan ada kartu merah untukku.

***

Kata mereka, minggu depan aku sudah boleh keluar. Organku diambil, aku mengamati bekas sundut puntung rokok di telapak tanganku. Rasa sakitnya sudah hilang, tapi bekasnya masih ada. Sementara itu dadaku masih sakit, ada lubang besar yang menganga di dalamnya. Aku mencoba membuat luka baru untuk menahan sakit akibat lubang itu. Setidaknya luka yang nyata lebih terasa menyakitkan, darah bisa mengalihkan air mata. Aku sangat yakin.

Aku tidak mengharapkan kebebasan, meski aku telah keluar, Samael dan Samantha sialan itu pasti akan membunuhku, mencungkil mataku. Di sini aku aman, dinding-dinding kelabu dan terali besi hitam sangat membuatku bebas dari hal-hal busuk di luar sana. Oh ya, mereka dilarang berkunjung mengingat reaksiku minggu lalu. Hanya ada Toddley yang menonton siaran pertandingan sepak bola.

Ah, Toddley. Kuharap dia mau memberiku pisau cutter sebagai hadiah Valentine.

 

________________

 

fugue : berbagai nada yang dibunyikan berbarengan sehingga menjadi nada polifonik

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ao-Chan
Ao-Chan at The White Lily (5 years 32 weeks ago)
80

Sebenarnya apa yang terjadi dengan dia dan samantha plus samuel?
^^

Writer hamdan15
hamdan15 at The White Lily (6 years 50 weeks ago)
70

Tokohnya gila. saya suka.
tapi, ane merasa, kalo dia bener2 gila, maka
.
ucapan serta pemikirannya ttg saudaranya jadi nggak bener.
.
btw, konfliknya ini sekitaran apa kak? pembunuhan, balas dendam, atau romance ?

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (6 years 50 weeks ago)

ahhai, makasi kk uda maraton (?) >w<)7
.
ia, dia hampir sembuh tapi.. kyaknya sy mo ubah konsep kegilaan dia >,<
.
konflik nya emg masi gaje :'D #duessh
tapi bukan ketiganya jg kayaknya, dia lahir di dlm garis takdir yg kejam dan berusaha kabur dari situasi :'3 *sy jg bingung sebenernya *ditimpuksendal

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at The White Lily (7 years 17 weeks ago)
80

Kayanya saya udah pernah komentarin cerita ini ... lupa di mana. Di Facebook kali ya?

Writer cat
cat at The White Lily (7 years 20 weeks ago)

Lanjutannya manaaaa.

#penasaran mode on.

*guling-guling sambil jambak-jambak baju Ann.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 20 weeks ago)

wowokwokow lanjutannya tunggu di toko buku ya kakk xDD #dzigh
.
engg.. dia sering muncul di cerpen sy yg lain si, walo bukan lanjutan dari cerita ini.. xD

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at The White Lily (7 years 22 weeks ago)
70

Ini tulisan pertama yang bikin aku terus penasaran sama lanjutannya. nice story, keep it up!! ^^

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

uwaaa, tengkiuuu :D
.
ia, nantikan novelnya di toko buku terdekat yaah :D XD

Writer dede
dede at The White Lily (7 years 22 weeks ago)
80

Bagian mana yg menceritakan sisi skizo nya?
Rasanya kurang d bgian penyakitnya...

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

ehehe, ceritanya dia kan emg udah mau sembuh kak.. ada di bagian dia terjebak dlm ingatan yg ngbuat dia gila, dan bagian pas dia kumat emg sengaja sy ilangin :D #plak
.
makasi dh mampir kak ^-^

Writer dede
dede at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

Dianya sadar dia gila?
Biasanya org skizo ga mau terima lho kl d bilang dia gila.
Bawaanya curiga selalu, krn merasa ada yg mau mencelakakan dia. Tp figur yg mau mencelakakan itu biasanya terbentuk dr imajinasinya sndri (yg entah bgaimana, dia bs lihat dan dengar suaranya dgn jelas), bkn org sekitar...
Humm... Kakak tirinya itu apa jg "orang" hasil imajinasi nya?

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

*catet*
sy dpt hal baru ttg skizo, makasi ya kakak >.<
jadi emg dia dibayang2in imajinasinya kan kak ?? sipp, tapi di bagian ini emg gak terlalu ditampilin si.. hum, hum..
.
dianya sadar kak, tapi kan dah (mau) sembuh.. n di awal2 juga dia udh blg gk mau disamakan :3
.
kalo yg ini beneran datang kak, hhe
.
makasi masukannya kak, mkasi banyaakk >w<)\

Writer dede
dede at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

Sama2 :)
cb deh ntn a beautiful mind, spertinya bs jd bahan utk tulisan ini.
Oh ya, biasanya org2 yg sakit bgni, denger2 bisikan ato d suruh sm imajinasinya utk lakukan hal2 yg tdk semestinya, misalnya membunuh.
Org skizo jg pny komunitas, pernah masuk koran jawa pos (tp yg bntuk komunitas itu biasanya kluarga). Mgkn bisa browsing, sp tau nemu..
Semoga infonya membantu :)

Writer dede
dede at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

Oh ya 1 lg,
org skizo ketergantungan obat seumur hidup.
Jd sembuhnya relatif, ga 100 persen pulih.
Obatnya jg membuat kepintarannya agak semacam terhambat gt.. Kl gak dpt obat dlm jangka wkt trtentu, nantinya bakal kambuh...
Ada pengalaman dr kluarga yg bgni soalnya...
Semoga bermanfaat :)

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

uwaa.. makasi kak >.<
.
ud lihat trailernya, itu org jenius yah.. hm, hm.. *catet*
.
kyaknya sy mesti belajar lagi niy.. tengkiu kak!
.
smg keluarganya diberi ketabahan >.<

Writer Black Angel
Black Angel at The White Lily (7 years 22 weeks ago)
100

GYAAAAAAAAA... OAO" baru kali ini menyelam(?) ke dlm pikiran manusia beginian. Ini keren parah --)b

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

ahaha, tengkiuuu :D

Writer oktaf
oktaf at The White Lily (7 years 23 weeks ago)
70

menarik, saya suka tokoh-tokoh macam beginian :D

namun, dalam cerita agaknya saya lebih suka unsur local wisdom daripada kebarat-baratan... yah, kembali lagi ke selera :)

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

makasi kakaak :D
local wisdom maksudnya gimana yah ??
.
mungkin sy kebanyakan baca novel barat xD #plak

Writer oktaf
oktaf at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

aku kira di lingkungan sekitar pun banyak yang sakit, pemakaian nama tokoh juga :) nah, dari segi itu pun semisal novelmu di ekspor kan ketahuan. oh, ternyata dari... dan begini...:D

mungkin karena saya nggak banyak baca novel barat, hehe

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

hoo gitu maksudnya toh.. hehe
.
gimana ya kak, udah kebiasaan pakek unsur kebarat2an #plak
saya kalo nulis tu pasti (PASTI) ngegabungin novel yg ini sma yg itu terus dicampur adukin sma film2 yg sy tonton..
.
terus sy gak (belom) nemu novel atau film lokal yg sesuai tema saya buat belajar.. (kebanyakan novel lokal ttg cinta, ugh.. horornya melulu setan) dan sy terlalu males riset literatur atau studi lapangan huahuahua >.< mendingan jurus atm dari novel2, ambil tiru modifikasi :D #digiles
.
selain itu sy suka cewek berambut merah, di sini cewek kayak gitu dianggap anak punk lah dll~
tapi bukan berarti sy gk suka cewek berambut hitam berkulit coklat jugak, sy senang bgt tema wanita dan kecantikannya #jadicurcol
.
terima kasih masukannya kak, akan sy pertimbangkan hohoo :D
makasih juga dah mampir, nanti saya main ke lapak kakak ! XD

Writer oktaf
oktaf at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

iya, kan aku bilang selera tiap orang beda-beda :)

siplah! jadi penasaran baca tulisan-tulisanmu yang lain. novel-novel apa? film apa? #tuh kan jadi pengen tau
Ahaha, jadi malu... saya masih anak bawang, bukan kakak :D

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

sipsiip kak!! :D
.
kalo tulisan ini sbagian besar bljar dari Silence of The Lambs kak :D
.
nanti tunggu tulisan sy di toko buku yaa~~ :D XD #ngarepbolehdooongg

Writer imreara
imreara at The White Lily (7 years 23 weeks ago)
80

ceritanya bisa dikhayalkan dengan baik tanpa bersusah payah memahami karena kata2nya mengalir dan teratur :3 daaaaaan aku suka sama gambar ituuuuuuuuuuuhhh :3

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

Uwaaa.. makasiii XD
.
sy juga suka sma gambarnyaaa ;;w;; #jiah

Writer imreara
imreara at The White Lily (7 years 23 weeks ago)

-_- eh kak minta fb dooooooongs

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

nih facebook.com/creepy.anncrane
.
ditunggu req nyaaa ' 3 ' )

Writer imreara
imreara at The White Lily (7 years 22 weeks ago)

sudah kaaaaaaak \:D/