Pamit

Hari ini

Ia pamit pada ibu

Pada adik

Dan pada kuburan ayah.

 

Patahlah hati mereka

Berkeping kabarnya

Ia susun derai itu

Menjadi senyum

Ya, senyum.

 

Hari ini

Ia pergi masuk biara

Menjadi rahib katanya

Ya, menjadi rahib

 

Di pintu biara

Ia usap air mata pacar

Lalu bimbing tangannya

Masuk genggamanku

Ya, dalam genggamanku.

Read previous post:  
75
points
(19 words) posted by phara 9 years 42 weeks ago
75
Tags: Puisi | kehidupan | other
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer milisi
milisi at Pamit (9 years 11 weeks ago)
90

hmmseperti kidah sroarang kawan, ( srorang mualaf ) tapi tak semudah itu

Writer khairani
khairani at Pamit (9 years 11 weeks ago)
80

Bait terakhirnya sedih :(

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Pamit (9 years 11 weeks ago)
80

Mudah-mudahan keputusan ini bukan karena merasa tak punya pilihan lagi.

Writer abi fathia
abi fathia at Pamit (9 years 11 weeks ago)
80

Keputusan yang berani...

Writer NiNa
NiNa at Pamit (9 years 12 weeks ago)
80

menyentuh... jaman sekarang jarang ditemukan orang yang berani mengambil keputusan seberani itu, menjadi rahib. ini nyata? :)

Writer phara
phara at Pamit (9 years 11 weeks ago)

Nyata, ini terjadi pada setiap kita yang pernah mengambil keputusan seberani menjadi rahib kan :)