Penulis Sinting 2

Segar sekali pagi ini, setelah malam tadi sempat sewot dengan karakter tuyul. Pagi ini aku merasakan sesuatu yang berbeda, aku mendapatkan ide cerdas tentang sang tuyul. Sebelum menulis lagi, lebih baik mandi, lalu sarapan dulu. Aku jelas tidak mau, kondisi badanku mempengaruhi tulisan yang akan aku buat. Aku tidak mau menulis, kalau si tuyul suka nasi padang. Hah, bisa semakin kacau tulisanku. Karena aku terbangun dengan kondisi yang sangat kelaparan, ini akibat kehabisan konsumsi tadi malam. Sudahlah, aku harus segera mandi. Supaya gambaran tentang tuyul ini tidak menguap dan dapat segera aku tulis.

 

Begitu memasuki kamar mandi, tiba-tiba serangan malas menerpaku. Air di bak mandi ternyata sangat dingin, sangat tidak mungkin aku lanjutkan ritual pagi ini. Aku putuskan untuk sedikit mungkin bersentuhan dengan air, segayung air cukuplah. Aku siramkan air itu ke arah wajah dan hasilnya sangat memuaskan. Aku menjadi sangat segar, tinggal menggosok gigi setelah itu selesai sudah.

 

Lega rasanya ritual pagi ini selesai. Wajahku segar dan mulutku pun berbau harum. Yang terpenting, aku sukses melakukan penghematan air. Ah lega rasanya, wajah segar, mulut harum dan ikut juga melestarikan alam semesta.

 

Hanya teriakan dari usus besarku, yang belum aku tanggapi. Karena aku sibuk mencari sisa uang, yang hanya tinggal satu lembar. Seingatku selembar uang itu adalah pecahan seratus ribuan, jadi masih aman sampai nanti sore. Beginilah nasib penulis yang kurang berhasil, hidup terasa amat berat. Tetapi memang harus begitu, karena kalau hidup itu ringan, dunia pasti penuh dengan kedamaian.

 

Hampir 15 menit aku mencari harta karun itu, tetapi belum juga aku temukan. Waduh bisa kacau, kalau hartaku itu lenyap. Seluruh celana dan pakaian yang aku gantung sudah mengatakan tidak tahu tentang selembar harta itu. Karena dalam kantung mereka, aku tidak menemukan apa-apa. Huuft, benar-benar kacau. Dengan kesal aku buka lemari pakaian, begitu pintu terbuka. Aku terkejut setengah pingsan, ada sekelebat makhluk yang berlari. Lalu makhluk itu bersembunyi diantara tumpukan pakaianku. Dengan penuh rasa penasaran, perlahan aku singkirkan tumpukan pakaian itu. Begitu tersisa satu potong pakaian, aku melihat sesosok makhluk yang sukses membuatku pingsan.

 

 

BERSAMBUNG..:)

Read previous post:  
64
points
(267 words) posted by mingki 8 years 38 weeks ago
71.1111
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | komedi | ceritabersambung | humor | lelucon
Read next post:  
Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Penulis Sinting 2 (8 years 38 weeks ago)
70

yang ini rasa-rasanya kurang lucu, mungkin lebih ke horornya ya, namanya juga komedi horor hehe. tapi kalimat2nya pendek, jadi enak dibaca. udah pernah baca novel "drop out"? menurutku di situ banyak contoh gimana susunan kalimat pendek2 berhasil menimbulkan kelucuan.

Writer sabbath
sabbath at Penulis Sinting 2 (8 years 38 weeks ago)
90

Hm... apakah tebakan saia benar?? *nunggu lanjutannya
.
"teriakan usus besar"? maksudnya si penulis kebelet BAB? tapi di paragraf2 awal dan kalimat2 setelahnya, jelas banget kalau penulis kelaparan. dan setahu saia kalau orang kelaparan bukan usus besarnya yang "teriak" tapi lambungnya. :)

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Penulis Sinting 2 (8 years 38 weeks ago)

aku pernah loh pingin BAB, lapar, dan ngantuk sekalian di saat bersamaan -_-

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 2 (8 years 38 weeks ago)

ahaha kenapa bisa rumit gitu..terima kasih udah mampir :)

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 2 (8 years 38 weeks ago)

waw iya hehe terima kasih koreksinya :)