Penulis Sinting 4

Aku merasakan sesuatu yang amat dingin dan basah. Entah benda apa yang melumat wajahku ini. mungkin puding, lasagna dingin atau lidah seseorang. Mudah-mudahan hanya puding yang terjatuh dari atas meja atau lasagna basi yang juga jatuh dari atas meja. Mudah-mudahan ini semua tidak nyata, karena sekarang aku amat ketakutan. Teringat makhluk yang bersantai di atas meja dapur. Makhluk yang berhasil, membuatku pingsan untuk kedua kalinya. Mudah-mudahan bukan makhluk itu, yang menyadarkanku dari pingsan ke dua ini. 

Perlahan aku buka kelopak mataku, yang sekarang terasa amat lengket. Karena terkena cairan tidak terkenal ini, tidak berbau tetapi amat lengket. Huh, dasar cairan tidak tahu malu. Kenapa mau saja menempel di wajahku ini. Begitu mata ini berhasil terbuka seratus persen, aku terkejut sekali. Iya benar, hanya sekali saja. Kali ini aku tidak akan pingsan, mungkin kerana sebelumnya sudah melihat makhluk ini. 

Ia duduk di atas dadaku, matanya yang besar, terus menatap tajam ke arahku. Tingginya mungkin, hanya sekitar 40 cm. Aku rasa dia bukan tuyul, karena kepalanya terlalu besar. Pasti akan sulit, untuk menyelinap ke rumah dengan kepala sebesar itu. Bahkan ukuran kepalanya, lebih besar dari tubuhnya. Benar-benar makhluk yang tidak cocok menjadi model, bahkan untuk majalah sobek sekalipun. 

Yang paling tidak enak dilihat, wajahnya penuh dengan lendir. Nah, ketahuan sekarang, cairan siapa yang sudah membuatku tersadar. Tidak berbau tetapi cukup membuat aku bergidik ngeri. Ditambah lagi, ia tidak memilik hidung. Entah dengan alat apa makhluk itu menangkap oksigen. Ah bodohnya aku, makhluk itu pasti tidak butuh oksigen. Makanya dia tidak perlu hidung. Benar-benar makhluk yang hemat energi. 

Ketika sedang asyik memperhatikan keanehan makhluk itu, tiba-tiba ia berjalan mendekatiku. Matanya yang besar dan bulat terus menatap ke arahku. Langkah kakinya mantap, menginjak dadaku, sebenarnya aku tidak terima, tetapi mau gimana lagi. Aku tidak dapat bergerak sedikit pun, mungkin karena syaraf takutku sedang dalam tegangan tinggi. Begitu cukup dekat dengan leherku, makhluk itu menghentikan langkahnya. Lalu tiba-tiba ia berteriak cukup keras. 

"Aah bau sekali kamu ini!" ia lalu menutup wajahnya.

"Lho kenapa wajah yang ditutup?" dengan suara yang amat lembut, aku tidak mau dia jadi aneh. "Memangnya kamu tidak tahu!" matanya berubah menjadi merah membara. Aku terserang kebingungan, ketika ia menanyakan itu. 

 

 

Bersambung :)

Read previous post:  
16
points
(374 words) posted by mingki 8 years 38 weeks ago
53.3333
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | komedi | asyik aja | komedi | lelucon | sedikit horor
Read next post:  
Writer Gitta-chan
Gitta-chan at Penulis Sinting 4 (8 years 34 weeks ago)
80

-_-
Kayaknya cuma saya aja deh yang mikir 'sesuatu' di awal-awal
#kabur
.
Hm-hm~ iya, sih. Ceritanya rada nggak nyambung sama judulnya. Dan untuk komedi, cerita ini masih kurang memuaskan.
.
Keep writing, kak!

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 4 (8 years 34 weeks ago)

terima kasih sudah mampir ya :)

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)
60

hahahaaa aku ikut bingung XD

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 4 (8 years 36 weeks ago)

terima kasih atas kebingungannya :)

Writer NiNa
NiNa at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)
70

sudah membaca semuanya. tokoh udah berhasil dibikin, tinggal cari cara gimana nyusun cerita panjangnya aja, terus sama nanti si tokoh mau dibawa kemana juga penting biar cerita menarik. wah, saya sendiri juga masih belajar ini. lalu temen bilang "belajar terus, kapan nyobanya," *curcol :D

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)

terima kasih masukannya mbak nina, sangat berharga buat saya :) mari kita belajar sambil mencoba...semangat...kurang lebay..cemungudhh hahahha

Writer NiNa
NiNa at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)
70

sudah membaca semuanya. tokoh udah berhasil dibikin, tinggal cari cara gimana nyusun cerita panjangnya aja, terus sama nanti si tokoh mau dibawa kemana juga penting biar cerita menarik. wah, saya sendiri juga masih belajar ini. lalu temen bilang "belajar terus, kapan nyobanya," *curcol :D

Writer AdhamTFusama
AdhamTFusama at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)
2550

Salam kenal Mas Minki.
.
Terus terang saya tertarik mampir karena judulnya. "Penulis Sinting? Gue banget nih kayaknya." Hehehe. Maka saya pun mampir dan membacanya dari bagian pertama, dengan ekspektasi mendapatkan cerita tentang penulis yang emang sinting, yang menghasilkan cerita2 twisty, sick, cutting the edge. Atau penulis yang terobesi menciptakan sebuah karya yang berbahaya. Atau penulis yang menderita writer's block syndrome dan terlibat dalam suatu perbincangan asyik sekaligus mengerikan pada dirinya sendiri demi menghasilkan sebuah karya. Pokoknya cerita yang menghadirkan sesuatu yang gruesome funky sexy sexy and bikin saya menggelinjang pas bacanya. Hahahaha.
.
Tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi saya. Bahkan terus terang, cerita ini gagal menowel (bahasa apaan tuh? menjawil kali ya) rasa ketertarikan saya untuk membaca. These stories fail miserably. Sayang sekali.
.
On the brighter side, saya apresiasikan "porsi" tulisan Mas yang seperti camilan one bite. Jadi pembaca ga capek / pegel untuk mengikuti ceritanya (percaya deh, saya sedang nyindir diri sendiri yang baru saja memposting cerpen sepanjang 3555 kata. Dijamin pegel baca cerpen saya. Mwahahaha).
.
Narasi POV orang pertamanya juga sudah cukup asyik sebenarnya. Hanya saja, perlu di-trim, dipoles, and diedit sedikit supaya lebih ciamik. Tulisan Mas yang sekarang seperti curahan langsung dari yang ada di kepala mas, tanpa disusun dan ditata lagi supaya lebih apik ciamik epik. Buang saja beberapa yang ga perlu / ga penting2 amat, lalu hightlight-lah bagian-bagian yang perlu / penting supaya lebih kinclong untuk dibaca.
.
Itu aja sih. Terima kasih sudah membiarkan saya membawel di sini. Hahahaha.
.
Tetap menulis. :3

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)

baru kali ini dapet komen yang panjang dan mantap. bahasa komen mas adham juga sangat tinggi,bikin keder baca komentar anda :) masukannya juga top markotop. terima kasih sudah mampir dan semoga selalu mampir, karena tulisan ini belum dan jauh dari selesai :)

Writer just_hammam
just_hammam at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)
70

"ia tidak memilik hidung." seharusnya "memiliki"

Ceritanya nanggung, harusnya tag-nya ditambah "teka-teki", jadi nanti pada jawab kenapa dia menutup wajah bukan hidung.

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting 4 (8 years 37 weeks ago)

terima kasih saran dan masukkannya, betul sekali harusnya memiliki bukan memilik. sengaja saya buat nanggung karena cerita ini akan terus bersambung :)
terima kasih.. :)