Penulis Sinting (tamat)

Kenapa wajahnya yang ditutup, padahal dia bilang tubuhku sangat bau. Memang dia tidak memiliki hidung, lalu kenapa wajah, ah benar-benar makhluk yang membuat manusia menjadi galau. 

"Kenapa kamu diam saja!" tiba-tiba suaranya menggelegar, melihatku termangu memandanginya.

"Eh, anu, itu, apa ya?" dengan sekuat tenaga, aku membuat wajah semanis mungkin. 

"Kamu mau tau, kenapa aku menutup wajah, ketika mencium bau tubuhmu?"

Dengan gemetaran, aku mengangguk. 

"Dasar manusia pengecut, baru segini saja sudah gemetaran," tiba-tiba ia menghilang, cling, entah kemana.

Aku pun bergegas bangun, karena tidak mau lagi diinjak oleh makhluk itu. Aku masih belum mengerti, kenapa aku dibilangnya bau. Ah baru ingat, ternyata aku memang belum mandi hari ini. Karena pagi tadi, begitu bersentuhan dengan air dan ternyata air itu sangat dingin, aku urungkan niat untuk mandi. Bisa aja makhluk itu, sudah menjijikkan suka menghina lagi, mau jadi apa kalau besar nanti.

"Siapa yang menghina kamu, kenyataannya kamu memang bau," tiba-tiba terdengar suara menggelegar di dalam rumahku. 

Awalnya memang sangat menakutkan, tetapi setelah sering berinteraksi dengan makhluk itu. Ketakutan itu berubah menjadi rasa penasaran. Aku kemudian berteriak, menantang makhluk itu.

"Hei kamu yang bawel, ayo keluar, jangan baca pikiran orang seenaknya dong"

"Hah, memangnya siapa kamu, beraninya memerintahku!"

"Ah sudahlah, nggak usah pake bentak-bentak. Aku udah nggak takut lagi sama kamu!"

Begitu aku selesai berbicara, tiba-tiba ada yang menyergapku dari belakang. Ia berusaha mengikatku, dengan sekuat tenaga aku berontak. Tentu saja aku tidak mau kalah dengan makhluk aneh itu, aku harus menang. Hanya itu yang ada di dalam pikiranku. Dengan sekuat tenaga, aku mencoba melepaskan sergapan makhluk itu. Tetapi semua usahaku sia-sia. Makhluk itu ternyata tidak sendirian, ia muncul bersama dua orang temannya. Wajah mereka pun sangat mirip dan sama menjijikkannya. 

Setelah berhasil mengikatku, tiba-tiba ada jarum yang menusuk kulitku, tembus mengenai daging dan pembuluh darahku. Aku merasakan ada sesuatu yang mengalir dari jarum itu. Tidak perlu menunggu lama, aku pun terlelap. 

Karena rasa ketakutan yang amat hebat, aku mencoba melawan rasa kantuk yang menyerangku. Aku hentakkan tubuhku sekuat tenaga, tetapi semua sia-sia. Karena aku terikat bersama tempat tidurku, tidak ada yang dapat aku lakukan. Entah apa yang dimasukkan ke dalam tubuhku ini, yang jelas mataku benar-benar berat sekarang. Sebelum akhirnya terlelap, sayup-sayup aku mendengar percakapan antara dua makhluk itu.

"Busyet, pasien yang satu ini kuat banget"

"Betul pak, kalau cuma sendiri. Kita bisa babak belur"

"Memangnya, dia ini gila kenapa pak?"

"Oh, kamu baru di rumah sakit jiwa ini ya?"

"Betul sekali pak"

"Dia ini dulunya penulis. Tetapi karyanya dicuri orang, lalu si pencuri sukses menjadi penulis besar. Setelah ia menjual karya milik pasien ini"

"Oh begitu pak, pantas aja ruangannya di buat seperti rumah begini pak. Ada laptop mainan   segala"

"Itu semua permintaan keluarganya, supaya dia lebih tenang"

"Kehidupan memang keras ya pak"

"Iya betul, ya sudah ayo kita bawa ke kamarnya"

Terdengar suara derit, lalu aku melihat atap rumahku mulai bergerak. Enak saja makhluk itu bilang aku gila, mereka itu yang gila. Atap rumahku berhenti bergerak, di depan sebuah ruangan. Aku berhasil melihat tulisan besar di seberang ruangan itu, tulisan itu berbunyi "RUMAH SAKIT JIWA DAERAH". Ah sial, ternyata aku yang salah. Makhluk itu ternyata waras dan aku memang gila.

 

T  A  M  A  T

 

 

Read previous post:  
33
points
(378 words) posted by mingki 8 years 35 weeks ago
55
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | komedi | apa aja | dagelan | horor | komedi | lelucon
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Penulis Sinting (tamat) (8 years 33 weeks ago)
70

ah... kriuk euy... hehe...

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting (tamat) (8 years 33 weeks ago)

aih aih terima kasih ya :)

Writer warlockofdarkness
warlockofdarkness at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)
50

Lebih baik dari cerita-cerita yang sebelumnya...
Meski tidak semenarik yang pertama sih...

Cerita yang pertama menurut saya cukup menjanjikan, hanya saja cerita-cerita selanjutnya tidak mampu mengembalikan perasaan "menarik" ketika membaca cerita yang pertama, sehingga cerita ini menjadi tidak menarik seiring dengan berjalannya waktu.

Meskipun begitu, pemilihan kata-kata yang ada sudah cukup baik, hanya saja penceritaannya terlalu langsung to the point. sebaiknya bawa pembaca sedikit berputar-putar.

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting (tamat) (8 years 33 weeks ago)

terima kasih sarannya sangat berguna sekali, terima kasih lagi karena sudah mampir disini :)

Writer zenocta
zenocta at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)
70

unik...

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting (tamat) (8 years 33 weeks ago)

terima kasih sudah mampir :)

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)
100

yuhuu~~ nemu lg cerpen bertema kewarasan (?) wkwk
.
blm baca yg sebelumnya si, tapi ni menarik

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)

terima kasih sudah mampir dan tetap waras :)

Writer just_hammam
just_hammam at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)
70

Om om...
sudah gila ya??
hehe

Writer mingki
mingki at Penulis Sinting (tamat) (8 years 34 weeks ago)

hahaha sedikit...awas ada makhluk berlendir :)