Semata Rindu

/1/

Cepat, harusnya tak begini cepat

Lonceng berdentang, di dalam sini

Belumlah sempat sang waktu menyilakanmu

Hanya santun aksara bergulir dibawa angin

Menuju langit yang entah kapan menjadi sama

Kiranya diriku terburu, duhai waktu

Hingga hanya hati dan isi kepalamu

Menguar candu di celah pintuku: rindu

 

/2/

Detak, harusnya tak begini menghentak

Sejenak saja, biar kubaca letupan yang memijarimu

Biar kulukis resah yang menelisik lelap itu

Dan jarak, sedikit saja, biarlah meneguk rindu yang ada

Usahlah tergesa menyalahkan kisikisi

Yang kusut masai, membiak andai

Karena yang kau namakan entah itu, kelak bertatap teduh

Dari tepian matamu: kekasih

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer NiNa
NiNa at Semata Rindu (7 years 47 weeks ago)

iya :) aliran? memang dalam menulis puisi kalian penganut aliran? haha, gak tau aliran2 puisi soalnya

Writer irayukii
irayukii at Semata Rindu (7 years 47 weeks ago)

seperti layaknya lukisan, dalam puisi pun juga ada alirannya Nin :D Ira pernah baca tentang ini di tulisan Om Malkan (yang juga member kekom)
Ini Ira kasih link-nya hehehe http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2010/07/17/mengenal-berbagai-jenisalir...

Writer Iriani
Iriani at Semata Rindu (7 years 47 weeks ago)
80

Kolaborasi sama siapa Ira? :)

Writer irayukii
irayukii at Semata Rindu (7 years 47 weeks ago)

Kak Irin yang pertamax mampir loh :D Kolaborasi ama sahabat kak. Gimana puisinya? belum dikomentarin sama kakak nih :)

Writer Iriani
Iriani at Semata Rindu (7 years 46 weeks ago)

Puisinya bagus, kolaborasinya nyambung and Ira nya manis...hehe

Writer irayukii
irayukii at Semata Rindu (7 years 46 weeks ago)

Ira yang manis ato puisinya yang manis kak? hehe thanks Kak Irin :D