[X Herotics] Sisi Abu-abu

Hitam dan Putih.

Dua hal yang sangat kontras perbedaannya.

Jahat dan baik, neraka dan surga, cahaya dan kegelapan, iblis dan tuhan. Perbedaan keduanya sangat jauh. Dua hal yang tidak akan pernah menyatu.

Namun ... ada sebuah sisi yang memisahkan mereka. Sebuah sisi yang tidak jelas kodratnya. Entah menjadi penengah keduanya, atau mungkin menjadi tembok pemisah, atau bisa jadi ... justru menjadi penyempurna kedua sisi yang gagal.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
[X Herotics] Sisi Abu-abu
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -

"Singkirkan tanganmu dariku."

Fia, sang gadis berambut biru terkejut mendengar suara itu. Ia menatap ragu pada wanita yang sedang terbaring dengan kondisi parah di hadapannya. Seorang wanita yang mengenakan rompi dan celana kulit tahan api berwarna coklat tua, serta kenben yang menutupi dadanya dengan ketat. Sebuah kacamata hitam menutupi mata wanita itu. Anehnya kacamata itu utuh tanpa sedikitpun goresan.

Sekujur tubuh wanita itu penuh luka dan darah. Perut bagian kirinya terkoyak, tangan kanannya patah, dan duah buah jarum terlihat menancap di sisi kiri lehernya.

"Kubilang singkirkan tanganmu."

Fia refleks menyeret tubuhnya mundur. "Ka ... kau masih hidup?"

Wanita sekarat itu bangkit dan mencabut jarum yang menancap di lehernya.

"Kau pikir aku sudah mati?"

"Dengan kondisi seperti itu ... bukankah seharusnya iya? La ... lagipula kau sudah tidak bernapas tadi!"

Wanita berkacamata itu berdecak. Ia hendak membersihkan darah yang ada di kedua jarum miliknya, namun ia baru menyadari bahwa tangan kanannya patah. Ia mengernyit sedikit dan mulai meraba bagian perutnya yang terkoyak.

"Wah ... lebih parah dari dugaanku," gumamnya.

"Apa itu tidak sakit?"

"Seharusnya ini sangat sakit. Tapi karena aku berhasil memblok rasa sakit itu tepat waktu, rasanya jadi tidak seberapa sekarang. Untung saja kepalaku tidak hancur karena serangan tadi."

Wanita berkacamata itu berdiri dengan susah payah membuat Fia takjub.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau ada di sini?"

"Eh?"

Fia melongo sebentar, namun setelahnya ia tersenyum penuh arti.

"Untuk menyelamatkan orang sepertimu?"

Wanita berkacamata itu menoleh pada Fia, "Apa maksud ucapanmu?"

Fia tertawa genit sejenak kemudian berkata dengan penuh arti, "Apa kau tertarik dengan pemberontakan?"

* * *

Abu-abu.

Warna yang tidak jelas kodratnya.

Entah hitam atau putih. Yang jelas warna tersebut melambangkan sebuah arti khusus pada sebuah kubu rahasia yang terbentuk atas nama pemberontakan.

"X Herotics? Nama macam apa itu?"

"Bukankah itu nama yang keren? X. Sesuai dengan diriku yang sensual ini. Fufufu~"

Felicita mencoba mengabaikan perkataan gadis mesum berambut biru itu. Ia masih mencoba beradaptasi dengan tempatnya berada sekarang.

Mirror Manor.

Dunia cermin buatan sang wanita angkuh bernama Amelia Elburn. Saat memasuki tempat ini Felicita memang sudah merasa aneh. Saat mencoba melangkah dengan kaki kanan, yang bergerak justru kaki kiri. Begitu pula sebaliknya.

"Sakitnya sudah berkurang?"

Felicita tersadar dari lamunannya dan mengangguk pada gadis kecil yang tengah menyembuhkan lukanya.

"Cuma beberapa menit? Kau cukup hebat gadis kecil," ujar Felicita seraya tersenyum dan mengusap kepala Diddordeb sang peri beracun.

Saat itulah peta mengenai tubuh gadis kecil itu tergambar jelas dalam kepalanya.

'Struktur tubuh seluruhnya dari racun? Menarik sekali ....'

"Hei nona, boleh aku menyentuhmu?" Bisikan yang membuat merinding itu terdengar dekat sekali di telinga Felicita. Belum sempat ia bereaksi karena belum terbiasa dengan kondisi Mirror Manor, sepasang telapak tangan telah melingkari tubuhnya dan meremas buah dadanya dengan mantap.

"UWOOOHH!!! Hebat! Biar kutebak, C? Uh ... wuoh ... sss ... hahaha!"

Sementara Limbo bersenang-senang dengan temuan barunya, Fia menatap jijik pada laki-laki itu. Begitu juga dengan F4rend yang menatap jengah pada laki-laki mesum itu. Sedangkan Diddordeb sang peri kecil hanya menatap adegan itu dengan bingung kemudian melirik miliknya sendiri yang sedang dalam masa pertumbuhan.

"Singkirkan tanganmu, brengsek," ujar Felicita dingin.

"Dan menyia-nyiakan surga dunia ini? Tidak akan! O ... oh ... wuiiih~"

Saat sedang asyik dengan aksinya itu, Limbo tidak sadar kalau sebuah jarum akupuntur telah menancap di lengan kirinya. Tawa mesum milik laki-laki itu terhenti saat menyadari ada yang tidak beres dengan tangannya. Melihat sebuah jarum di lengannya, iapun menatap curiga pada Felicita.

"Apa yang kau ..."

Dan tiba-tiba darah segar muncrat dari tangan kiri Limbo.

"AAAARRRRGGHH!!! TANGANKU! TANGANKUUUU!!!"

Limbo menjerit-jerit kesetanan sambil berguling-guling di lantai dengan tangan yang terus memuncratkan darah. Melihat hal itu, Fia hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

"ANJING!!! Kau apakan tanganku, wanita sialan?! Brengsek! Wanita keparat!!"

Amelia yang mulai terusik dengan pertengkaran itu hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah.

"Anak-anakku yang manis, apa kalian sudah selesai? Kalian sudah cukup membuang-buang waktuku yang berharga ini. Sebentar lagi pertarungan budak-budak hina itu dimulai, loh."

"Amelia benar, pertarungan sebentar lagi akan dimulai," ujar F4rend akhirnya. "Karena Anda baru bergabung dengan kubu ini, biar saya jelaskan lagi. Ada delapan Hero dan delapan Heretic yang nantinya akan saling bertarung. Nolan versus Haruo, Albiero bersus Altem, Mahesa versus ..."

"Siapa yang terkuat di Heretic?"

F4rend menoleh pada Felicita yang tengah memainkan jarum akupuntur di tangannya.

"Ada apa, Nona Felicita?"

"Aku tanya siapa yang terkuat di Heretic?"

F4rend terdiam sejenak. "...Tobari Hideya."

"Hideya ... Tobari Hideya ..."

Felicita tersenyum seraya menyatukan kembali jarumnya dengan gelang di tangan kirinya.

"Orang itu ... biar aku yang mengurusnya," ujarnya kemudian bangkit meninggalkan tempat pertemuan tersebut.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Grande_Samael
Grande_Samael at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)
100

Wadu, makin tragis aja nasip limbo... T.T
.
Slrp, lum apa2 uda ngincer yang terkuat... mantap...

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)
100

Aduh Limboo....
XD
kasihan sekali nasibmu nak, gak boleh kau asal remas-remas seperti itu. Harus pedekate dulu.
nanti kan dikasih satu ciuman, terus jilat bibirnya, terus gak sengaja pelukan, terus pegang sana-sini, terus... tauk ah gelap. :v

Writer yuu_chan
yuu_chan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

lol

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)
80

nyahaha, Limbo gk beres mulu nasipnya XD
.
btw Fivi buka spa utk herotic gk?? #plak

Writer yuu_chan
yuu_chan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

nenek jelek mau spa? bisa menambah kecantikan, mengencangkan kulit, meningkatkan kebugaran, dll :v

Writer Cyllachan
Cyllachan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

buah dada... T.T *guling2* Lanjotkhaann.. >w<

Writer yuu_chan
yuu_chan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

Pasti! >w

Writer Rendi
Rendi at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)
80

fufufu pre battle nih ya ceritanya :))
.
BTW, Limbo kena apes berapa kali ya di Herotic wkkwkwkwk

Writer yuu_chan
yuu_chan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

Limbo jadi korban bullying di herotic \o/

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)
80

Sejak kapan Hideya jadi yang terkuat?

Writer yuu_chan
yuu_chan at [X Herotics] Sisi Abu-abu (8 years 49 weeks ago)

Sejak Hide mencuri hatikuuuh~ <3 #plak